NovelToon NovelToon
Ana Uhibbuka Fillah

Ana Uhibbuka Fillah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:311.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erisna Aisyah

Dia Aisyah, seorang santriwati di pesantren tempatku mengajar. Gadis anggun nan jelita, yang mampu membuatku terpana pada saat jumpa pertama. Bukan karena kecantikan wajahnya yang membuatku kagum, tapi ketaatan pada-Nya lah yang mampu membuatku ingin selalu dekat dengannya.

Cerita ini hanya fiksi ya, hanya merupakan pemikiran dari author. Jangan lupa like, comment, and vote ya. Author akan sangat berterima kasih untuk hal itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erisna Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Ujian Cinta 2

What, belut?!

Mataku membulat sempurna, melihat beberapa kolam yang penuh dengan belut.

Huuaaa ... Abah, Ummi, tolongin Ilyas. Hiks.

Hatiku terus menjerit, meratapi nasib yang menyedihkan ini.

Kenapa harus belut sih, Ust? Ingin sekali aku mengatakan itu, tapi aku urungkan. Melihat tatapannya saja, nyaliku sudah menciut.

Kulirik Kang Yusuf yang sedari tadi tengah menatapku. Kulihat, ada keraguan di sana. Tapi tetap saja dia terlihat gagah berani, sadangkan aku?

Huh! Lebih baik aku juga menatapnya dengan berani, dari pada dianggap remeh oleh dia. Jangan sampai imageku sebagai seorang gus tercoreng, hanya karena belut-belut menyebalkan ini!

Ok, sebaiknya aku mempersiapkan diri dari kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya. Karena dari yang kulihat sebelumnya, Ayah Aisyah ini orangnya penuh dengan kejutan.

"Ujian pertama kalian berada di sini, menangkap sejumlah belut yang sudah ditentukan waktunya."

Nah 'kan. Aku bilang juga apa, dia ngasih kejutan lagi 'kan?

Aku menelan saliva, menatap belut-belut yang berada di depanku. Mereka menggeliat, seakan-akan melambai ke arahku. Tiba-tiba saja bulu kudukku berdiri semua, menakutkan!

Kulihat, Kang Yusuf juga tampak terkejut. Lalu tatapan kami saling beradu, menantang satu sama lain.

Ustadz Ibrahim terus menjelaskan, sampai tiba pada satu kalimat, yang sukses membuatku ingin pergi saja dari sini.

"Tapi khusus untuk kalian berdua, harus menangkap menggunakan tangan kosong. Kalau ketahuan ada yang curang, aku anggap gugur. Tidak ada kesempatan untuk meminang putriku," tegasnya, mengakhiri kalimat.

Hhuuaaa ... Abah, tolongin Ilyas. Ternyata benar kata Abah, menikah memang tidak segampang itu. Hiks.

Aku menatap beberapa ember yang berada di pinggiran kolam. Rasanya enggan sekali untuk menyentuhnya, tapi tetap saja tangan ini mengambil benda berjasa itu.

Melihat belut-belut di dalam kolam itu, ingin rasanya aku berteriak. Sudahi saja ujian ini! Tapi aku tak seberani itu.

Kututup mataku, merasakan semilir angin menerpa kulit. Merasakan ada kekuatan mengalir dari sana. Demi Aisyah! Ya, demi Aisyah, aku harus bisa melewati ini semua.

Apalah arti belut-belut ini, ular pun akan kulawan demi mendapatkannya!

Mantap, aku menyemangati diri. Bismillah, semoga aku tidak digigit.

Aku pun mencelupkan kaki ke dalam kolam, dan ....

"Hhuuaaa ... hhmmpp," aku segera membekap mulut, saat tak sengaja menjerit. Ada belut yang terinjak oleh kakiku, sedang yang lainnya menggeliat, membuatku merasa semakin geli.

Kulihat Ustadz Ibrahim menoleh, disusul tawa renyah Ibu Aisyah. Sedangkan Kang Yusuf, menatapku penuh keprihatinan.

Aku memang terlihat begitu menyedihkan, hiks.

Menatap belut-belut ini, aku semakin bingung. Bagaimana cara menangkapnya?

Sudah sedikit berkurang rasa takut, tapi berganti dengan kebingungan yang semakin mendera.

Kulirik Kang Yusuf lagi. Dia sedang berusaha menangkap belut-belut itu. Melihat caranya, sepertinya dia juga agak kesusahan.

Tapi tunggu dulu, sepertinya dia berhasil kali ini. Sepertinya aku memang harus mencontoh caranya menangkap belut.

Sekitar tiga jam berlalu, Ustadz Ibrahim memanggil kami untuk makan siang.

Hufftt ... akhirnya makan siang juga.

Sumpah demi Aisyah, ini pertama kalinya aku benar-benar bekerja keras tanpa bantuan Abah. Pertama kalinya juga aku menahan lapar sampai selemas ini, selain ketika puasa tentunya.

Bisa terbayang 'kan, bagaimana dulu Abah mendapatkan Ummi. Tapi sepertinya tidak sesulit aku menginginkan Aisyah.

Ah, Aisyah. Kamu memang wanita yang istimewa.

Usai makan siang, kini saatnya Ustadz Ibrahim mengumumkan siapa yang menang disesi pertama ini.

Sudah bisa kutebak, kalau Kang Yusuflah pemenangnya. Terlihat dari banyaknya belut yang berhasil dia tangkap. Sedangkan aku?

Satu, dua, tiga, empat .... Hanya sebelas ekor belut, yang berhasil masuk ke dalam emberku. Hiks, aku memang tidak bisa diandalkan.

Ummi, maafkan Ilyas. Karena mungkin Ilyas tidak bisa membawa calon menantu yang Ummi idamkan, hiks.

"Ujian pertama sudah terlewat ya. Kalian bisa mengetahui pemenangnya dari melihat isi ember masing-masing," terang Ustadz Ibrahim, sambil pandangannya terus menelisik ember kami, menghitung mungkin.

"Tapi ini belum bisa menentukan siapa yang aku terima, karena masih ada satu ujian lagi. Atau mungkin dua, kalau kalian benar-benar seri." Lanjutnya, membuatku semakin berdebar.

"Sebutkan alasan, kenapa aku bisa memberikan ujian menangkap belut pada kalian, dan bukan ujian yang lainnya. Dalam bentuk tertulis, supaya tidak ada yang mencontek dengan menguping," tegasnya lagi.

Kemudian terlihat Ibu Aisyah mendekat, membawa dua lembar kertas dan juga pena.

Kenapa ini jadi semacam, ujian praktek di sekolah? Ada-ada saja Ayah Aisyah ini. Memangnya apa alasannya?

Aku pun segera berpikir keras, demi mendapat jawaban itu.

Semenit, dua menit, tiga menit, tidak, setengah jam kemudian pun aku belum menemukan jawabannya.

Sebenarnya apa sih? Aku pun segera menulis asal jawabannya, biarlah hanya kami bertiga yang tahu. Aku, Yang Maha Kuasa, dan Ayah Aisyah tentunya. Atau mungkin empat, kalau Ibu Aisyah ikut membaca.

Biarlah salah, biarlah Kang Yusuf yang jadi pemenangnya. Biarlah Aisyah menjadi miliknya.

Aku rasa, lebih baik menyerah saja. Mungkin dia bukan jodohku, karena kalau jodoh pasti dipermudah. Sedangkan ini, dari awal ketemu saja sudah mendapat kesulitan, dan makin kesini malah semakin sulit.

Mungkin aku juga belum terlalu dewasa. Belum bisa memikirkan apa itu hubungan serius, dan apa itu nafsu karena iri.

Benar kata Abah, kalau memang berjodoh, pasti akan didekatkan. Insyaa Allah.

Lebih baik, sepulang dari sini aku shalat istikharah. Meminta petunjuk dari-Nya. Karena aku sadar, cinta tidak bisa dipaksakan.

***

Bersambung

1
Cah Dangsambuh
alamaaaaaaak langsung ngejungkel deh dah di ubun ubun tiba tiba ada penghalang🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
pak ustadz ngajak bicara selain pada murid pada hatinya juga hehe baguuuuus bet
Cah Dangsambuh
awal yg bagus aku langsung suka pa lagi ini pasti banyak ilmu yg di tebar ,,,maaf baru baca soanya baru nemuin 🙏🙏🙏
Nurfa Vita
koq gk ada kelanjutan ya thoor...yusuf aisyah
Nurfa Vita: untuk cerita yusuf ada lanjutan apa ndak thor
total 2 replies
Kontri Onti
ko paragrafnya diulang ulang thor ..maaf kalau langsung mungkin jadi ga bolak balik bacanya
Erisna Aisyah: ini tulisan pertama saya kak, dua tahun lalu, jadi masih berantakan😁
sekarang saya sedang fokus menulis di aplikasi Fizzo. Judul yang sudah tamat, "Dipaksa Menikah" dan "Dipaksa Menikah 2"
untuk yang saat ini sedang saja tulis dan sedang berlangsung, judulnya Pesona Si Gadis Desa ☺
silakan mampir jika berkenan...
total 1 replies
Qeyfa Alisya
assalamualaikum
Erisna Aisyah: waalaikumsalam
total 1 replies
Hida Hida
perjuangan untuk mendapatkan Aisyah aja susah,tp kenapa harus poligami...aku paling ga suka cerita ustadz yang poligami... meskipun di boleh kan tp unsur pertama kebanyakan mereka yang berpoligami itu karena nafsu 😑
Raina Wahab
jangan ada poligami yaa thor ,,,please 🙏🙏
Erisna Aisyah
mampir juga di karyaku yang baru dengan judul HIJRAH (Ajari Aku Mengenal-Nya) 😊
affiyahmikayla
aisyah nangis kh🤣
affiyahmikayla
waduh
affiyahmikayla
lanjuutt thorr
Zaskia Nada
Masyaallah baru tadi ana minta untuk lanjutin ceritanya eh alhamdulillah mbaknya langsung up lagi ceritanya,pokoknya semangat yh mbak untuk lanjutin ceritanya😊
Erisna Aisyah: Alhamdulillah😇 kebetulan stok part sudah ada, jadi begitu ada penyemangat bisa langsung up. tapi mohon maaf, untuk part selanjutnya mungkin agak lama. lagi nyoba nulis cerbung lainnya🤗😊
total 1 replies
affiyahmikayla
semangat up thoorr😍
Erisna Aisyah: makasih🤗
total 1 replies
Zaskia Nada
pliss mbak lanjut ceritanya,walaupun upnya mau berapa bulan lagi insyaallah akan saya tunggu😊
Erisna Aisyah: insya allah, kak 😊 makasih buat sarannya😍
total 1 replies
Evi Andriani
Iyo yg lain solusinya 😩😩😩😩😩
Koleksi Azzahra
Jngan poligami dong thor
Ada solusi terindah thor selain poligami.
Siti Maimunah
lnjt
Noer Soeryantie
paling males beginini kalau baca sekitaran ustadz ustadzah...POLIGAMI terrrooossss...ga ada apa kalau cari solusi selain harus menikah lagi...bye bye lah ...jadi males baru mau di faforitin eh malah suruh POLIGAMI....maaf ya..
Hamzasa
baru baca..suka ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!