Tania seorang gadis manis dan ceria adalah anak seorang Profesor yang bernama Zakaria. Dia gagal menikah karena rombongan calon pengantin laki - laki mengalami kecelakaan dalam perjalanan.
Kejadian tersebut membuat ayah Tania terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Takut Tania akan sendirian, sang ayah meminta mantan muridnya Galih untuk menikah dengan putri semata wayangnya. Galih adalah seorang pegawai kantoran yang introvert, culun dan pemalu.
Bagaimana kisah cinta Tania dan Galih selanjutnya? Ikuti kisah cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Dalam perjalanan, Rendi selalu mengajak Tania mengobrol hal lucu yang membuatnya tertawa. Hingga tak terasa mereka telah sampai di tujuan.
Rendi berhenti di tempat seperti biasanya mengantar Tania pulang. Tania turun dari motor dan berterimakasih kasih padanya.
"Oh Tania, besok adalah hari ulang tahunku," kata Rendi memberitahu Tania.
"Oh ya, selamat ulang tahun Ren." ucap Tania tersenyum.
"Terimakasih Tania."
"Besok aku ingin menghabiskan satu hari penuh bersamamu. Bagaimana?" pinta Rendi pada Tania.
"Ehm...! Satu hari kurasa aku tidak bisa Rendi." tolak Tania secara halus.
"Tidak...tidak...tidak! Kamu tidak bisa menolak kali ini Tania. Ingat tidak lomba makan cilok beberapa hari yang lalu?" sahut Rendi mengingatkan Tania soal lomba makan cilok.
"Sekarang aku meminta hadiahku dan kamu tidak boleh menolaknya titik." tegas Rendi mengatakannya pada Tania.
"Lagipula Tania, setiap tahun aku selalu merayakan ulang tahunku selalu sendirian tiada teman. Jadi, tahun ini harus sedikit berbeda dari tahun sebelumnya." kata Rendi menatap wajah Tania dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya.
Tania masih ragu akan keputusannya bila mengikuti keinginan Rendi. Namun Rendi terus memaksanya hingga dirinya tak berdaya dan hanya pasrah.
"Tapi, aku tetap tidak...!"
Ucapan Tania terpotong manakala Rendi memaksa dan tidak mau mendengar kata penolakan dari Tania.
"Pokoknya aku tidak mau mendengar dan tak mau tahu. Besok harus bisa titik!" ulang Rendi mengatakannya dengan tegas kepada Tania seraya menutup kedua telinganya.
"Baiklah Rendi. Besok adalah harimu." jawab Tania tersenyum.
"Aku senang mendengarnya. Ingat besok akan kujemput jam sembilan pagi disini." ucap Rendi menyalakan mesin motornya dan berlalu pergi meninggalkan Tania sendirian.
Tania pun hanya geleng - geleng kepala saat Rendi berteriak bahagia. Kemudian Tania segera kembali kerumah dan berganti pakaian, lalu menyiapkan makan malam untuk suaminya Galih.
Masuk kerumah Tania mencuci kaki dan tangan terlebih dahulu sebelum menghangatkan makanannya.
Sedangkan Galih, dalam perjalanan menuju tempat Bobby untuk menceritakan kebahagiaannya kali ini dengan sahabat masa kecilnya.
Tak lama Galih pun sampai dan turun dari motor langsung masuk ke dalam dimana Bobby sedang duduk santai melihat laporan keuangan di ruangannya.
"Selamat malam sobatku Bobby." sapa Galih dengan senyum mengembang dan membuat Bobby kebingungan akan sikap Galih.
"Ada apa Galih? Kelihatannya kamu bahagia sekali?" tanya Bobby menatap wajah Galih.
"Tentu saja aku bahagia Bobby. Kamu tahu Bob, besok aku dan Tania akan pergi jalan - jalan untuk merayakan ulang tahunku." ungkap Galih menceritakan pada Bobby.
"Apa! Besok adalah hari ulang tahunmu! Astaga Galih, aku lupa kalau besok hari spesialmu. Maafkan aku Galih," tukas Bobby yang langsung berdiri dan memeluk Galih dengan erat.
"Selamat Ulang Tahun Galih." ucap Bobby mengucapkannya terlebih dahulu. Sebab besok Galih akan berdua bersama Tania seharian.
"Terimakasih Bobby sayangku. I Love You sobat," sahut Galih yang memeluk erat Bobby.
"I Love You Too Galih." balas Bobby memeluk erat juga.
"Aku mengucapkan kata Ulang Tahun lebih dulu dan tak bisa merayakan pesta bersamamu dong?" ujar Bobby yang pura - pura sedih.
"Tidak apa - apa Bobby. Setelah pulang jalan - jalan aku akan membawakanmu camilan." tukas Galih seraya tertawa.
"Hahahahaha...! Tidak Galih, aku hanya bercanda. Bersenang - senanglah dengan istrimu, kamu pantas mendapatkan kebahagiaan. Kejarlah cintamu sampai dapat." tutur Bobby melepas pelukan dan memegang kedua pundak Galih.
"Sekali lagi terimakasih Bobby, bila tidak ada kamu aku akan hidup dalam kesengsaraan dan penderitaan selamanya." ujar Galih memandang wajah Bobby.
"Baiklah, aku harus pulang dan kembali kerumah. Tania pasti sudah menungguku kali ini. Aku ingin mimpi indah malam ini Bobby." ucapnya seraya berpamitan kepada Bobby dan berlalu pergi dari tempat salonnya.
Bobby pun hanya tersenyum getir merasakan kesedihan yang dialami Galih. Demi mendapatkan cinta istrinya, dirinya rela menyamar sebagai Rendi agar bisa melihatnya tertawa dan tersenyum juga menemani hari - harinya yang tidak dapat dilakukan oleh Galih.
Galih pulang mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang dan memikirkan tempat mana yang cocok untuk bisa bersama Tania seharian.
Kira - kira tempat romantis yang mana ya yang pas untuk Tania dan Rendi berkencan?😂 Ayo komen dan kasih masukan.
Jangan lupa like, komen hadiah dan tonton iklannya. Terimakasih yang sudah mampir. 😘
Selamat Membaca 🤗