NovelToon NovelToon
DOKTER CINTA

DOKTER CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Dokter / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ind_Chris

Adiyanto Prasetyo, psikiater muda berprestasi. Ia dijuluki 'Dokter Cinta' karena metode pengobatannya yang unik, yaitu menggunakan 'CINTA' sebagai medianya. Ia ahli dalam melakukan pendekatan emosional dengan pasiennya, dan hampir semua pasiennya dapat sembuh dengan metode yang ia terapkan tersebut.

Meskipun ia ahli dalam 'percintaannya' dengan para pasien, namun ternyata Ia masih terjerat dengan kisah masa lalunya yang menyisakan kenangan buruk untuknya, bahkan karena hal itu akhirnya ia tidak bisa menjalin hubungan dengan wanita lainnya.

Suatu ketika ia dipertemukan kembali dengan wanita 'masa lalu'-nya dalam sebuah pekerjaan. Ia merasa sangat bahagia dan berharap untuk bisa bersamanya menata masa depan, namun wanita itu memberikan persyaratan untuknya, jika ia mampu menyembuhkan seorang pasien 'spesial' maka mereka bisa bersama di masa depan.

Mampukah 'Dokter Cinta' menyembuhkannya dan hidup bahagia bersama pujaan hatinya? Ataukah ada takdir lain yang akan terjadi di hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ind_Chris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh

Suster Rina masuk ke kamar 208 untuk melakukan tugasnya. Lia masih tampak terlelap di ranjangnya. Suster Rina duduk di kursi kayu yang ada di samping ranjang Lia, yang biasa dipakai oleh dokter Adi. Sejenak ia hanya memandangi Lia tanpa bersuara sedikitpun.

"Lia.." panggilnya pelan. Lia tidak meresponnya sama sekali, sepertinya ia masih larut dengan mimpinya.

"Waktunya membersihkan tubuhmu, aku bersihkan ya?!" ucap suster Rina.

Perlahan ia mulai mengusapkan handuk basah ke tangan Lia dengan lembut, membersihkan sela-sela jarinya dengan seksama.

"Kamu beruntung, Lia." ucapnya pelan.

"Kamu bertemu dengan Adi yang sudah banyak berubah. Mungkin masih banyak kelemahannya, tapi dia sudah banyak berubah, dia mulai melakukan semuanya dengan penuh tanggung jawab." lanjutnya sambil terus membersihkan tubuh Lia.

"Dia benar-benar berjuang untuk kesembuhanmu." Sejenak suster Rina menghentikan kegiatannya, ia kembali memandangi wajah Lia yang masih terlelap.

"Entah apa alasannya berjuang sampai seperti itu, tapi... aku iri padamu, Lia!" ucap suster Rina dengan suara berbisik. Ia tersenyum lembut dan melanjutkan kembali kegiatannya.

...

Lia membuka matanya perlahan setelah suster Rina keluar dari kamarnya dan mengunci kembali pintu kamarnya. Ia membangkitkan tubuhnya dan duduk di ranjangnya. Matanya menatap lurus pada pemandangan yang ada di balik jendela kamarnya. Ia menghela nafas panjang.

"Iri padaku?" gumamnya pelan. Perlahan kepalanya tertunduk, tangannya meremas kerah bajunya. Nafasnya tampak tak beraturan dan tubuhnya pun bergetar.

...

"Selamat sore." sapa dokter Adi dengan seseorang yang sedang di teleponnya.

"Saya Adiyanto Prasetyo, dokter yang saat ini bertanggung jawab menangani pasien bernama Nalia Putri Anugerah." Dokter Adi memperkenalkan diri dengan orang tersebut.

"Benar saya bicara dengan bapak Sutanto, orang tua dari pasien Nalia?" tanya dokter Adi. Ternyata orang yang sedang dihubungi dokter Adi adalah orang tua Lia.

"Maaf saya mengganggu bapak, saya ingin berbincang-bincang dengan bapak besok pagi sekitar jam 10 apakah bapak bisa?" tanyanya lagi.

"Tidak ada apa-apa, pak. Saya hanya ingin mengenal keluarga dari pasien yang saya tangani saat ini." tukas dokter Adi.

"Oke. Baik, pak! Besok jam 10 saya datang ke rumah bapak. Terima kasih banyak, pak!" seru dokter Adi senang. Tak lama kemudian ia memutuskan panggilan telepon itu dan bersiap untuk bekerja kembali.

...

Malam ini dokter Adi tampak sangat bersemangat. Ia menaruh tasnya di ruang kerjanya dan segera menemui pasien spesialnya itu. Sebelum menuju ke kamar 208, ia menyempatkan diri untuk menyapa rekan-rekan kerjanya di ruang perawat.

"Wah dokter Adi terlihat semangat sekali malam ini!" puji Dimas.

"Ya dong! Kita harus bersemangat dalam bekerja." seru dokter Adi.

"Jujur ya, dok, saya salut dengan dokter!" aku Dimas.

"Salut? Kenapa nih?" tanya dokter Adi.

"Bertahun-tahun Lia membuat banyak dokter yang menanganinya menyerah, cuma dokter yang tidak menyerah sampai sekarang." terang Dimas.

"Ada yang memotivasi saya, jadi sampai saat ini saya tidak menyerah." ungkap dokter Adi.

"Apa itu, dok?" tanya Rio penasaran.

"Cinta!" Dokter Adi tertawa terbahak-bahak. Beberapa perawat yang berjaga malam itu, yang mendengar percakapan mereka pun ikut tertawa.

"Sudah ah! Saya mau bekerja dulu. Semangat ya semuanya!" seru dokter Adi.

"Ya, dok!" sahut semua perawat yang ada di ruang perawat itu. Dokter Adi beranjak dari ruang perawat menuju kamar 208.

Sebelum masuk ke kamar 208, dokter Adi mengintip ke dalam melalui kaca yang ada di pintu kamar itu untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Lia.

"Lia." sapanya lembut sambil melangkah masuk ke kamar pasien spesialnya itu. Lia tampak terbaring di ranjangnya dengan selimut yang menutupi tubuhnya sampai ke kepalanya.

Dokter Adi mendekatinya, tidak biasanya Lia bersikap seperti itu.

"Lia!" seru dokter Adi sambil menyibakkan selimut yang menutupi Lia. Lia segera menutupi wajahnya dengan bantal.

"Kamu kenapa, Lia?" tanya dokter Adi penasaran. Dokter Adi memaksa Lia untuk membalikkan tubuh menghadap dirinya dan kemudian menarik bantal yang menutupi wajah Lia itu.

Dokter Adi terdiam begitu melihat apa yang ada di hadapannya. Mata Lia terlihat membengkak seperti habis menangis berjam-jam. Lia menarik selimutnya dan kembali menutupi wajahnya. Dokter Adi terduduk di kursi kayu yang biasa ia gunakan.

"Kenapa kamu menangis, Lia?" tanya dokter Adi lembut. Lia membalikan tubuhnya kembali membelakangi dokter Adi.

"Kalau ada yang membebanimu, ceritakan saja padaku." tawar dokter Adi. Lia terus diam, ia tidak merespon ucapan dokter Adi.

Dokter Adi memandangi pasiennya itu dengan seksama, sebenarnya ia juga merasa kecewa karena Lia masih belum mau berbagi keluh kesah dengan dirinya, padahal ia sangat berharap kalau Lia mau terbuka padanya.

"Besok aku akan menemui keluargamu." ucap dokter Adi pelan. Lia tersentak, ia menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya, membalikkan tubuhnya, dan terduduk di ranjangnya.

"U.. untuk apa?" tanya Lia. Dokter Adi tampak terkejut dengan respon Lia itu.

"Aku.. aku ingin mengenal keluargamu." jawab dokter Adi.

"Untuk apa mengenal keluargaku?" tanya Lia lagi.

"Aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." Lia terdiam mendengar jawaban dokter Adi, ia menatap kedua mata dokter Adi dengan seksama.

"Kamu yakin ingin mengetahui semuanya?" Tiba-tiba saja ekspresi Lia berubah, tatapannya terasa dingin.

"Apa aku tidak boleh mengetahui yang sebenarnya?" ucap dokter Adi balik bertanya. Jantungnya berdetak lebih cepat melihat ekspresi wajah Lia itu.

"Ada yang aneh!" batinnya.

"Kamu akan menyesal mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." ucap Lia pelan. Suaranya terdengar sangat pelan, bahkan nyaris tidak terdengar oleh dokter Adi.

"Kenapa kamu bicara seperti itu? Kenapa kamu yakin sekali kalau aku akan menyesal mengatahui semuanya?" Dokter Adi memberondong Lia dengan beberapa pertanyaan, tapi Lia tidak menjawabnya. Perlahan Lia mengalihkan pandangannya ke jendela kamarnya yang sudah tertutup. Dokter Adi memperhatikan sikapnya.

"Ada yang ditutupi." ucapnya dalam hati.

...

"Permisi, dok." ucap suster Rina pelan, ia melangkah memasuki ruang kerja dokter Adi. Dokter Adi tampak sedang sibuk mengetik di komputernya.

"Duduk, Rin!" ucap dokter Adi mempersilahkan suster Rina untuk duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya. Suster Rina duduk di sofa panjang itu. Dokter Adi beranjak dari tempat duduknya dan duduk tepat di samping suster Rina.

"Hari ini aku akan bertemu dengan keluarga Lia." ucapnya. Suster Rina tersentak.

"Jam sepuluh nanti aku akan ke rumah Lia." ungkap dokter Adi. Suster Rina hanya memperhatikan dokter Adi tanpa bersuara sedikitpun.

Perlahan dokter Adi merebahkan tubuhnya di sofa dan menaruh kepalanya di pangkuan suster Rina.

"Adi!" seru suster Rina terkejut.

"Sssttt!" Dokter Adi memberi kode agar suster Rina tidak berisik.

"Biarkan aku beristirahat seperti ini sebentar saja, Rin!" pinta dokter Adi.

"Ta.. tapi.."

"Ssttt!" Dokter Adi memejamkan matanya dan karena rasa lelahnya, tak lama kemudian ia sudah terlelap. Perlahan tangan suster Rina bergerak dan membelai lembut rambut dokter Adi.

...

1
IndChris
Luar biasa
arfan
up
Par Tini
autornya jahat kalau karakter Rina jahat kenapa di awal dia seolah wanita baik menyatukan pasangan kekasih bisa kok dgn cara baik2 tanpa ada unsur kejahatan Adi dan Lia bisa bersatu dan Rina bisa menerima dgn ikhlas,,, walaupun Rina jahat dia tetap seorang ibu yg baik utk anaknya dan q selalu menangis 😭 bila ada scene ibu dan anak itu
Par Tini
setiap membaca kisah suster Rina q tdk bisa membendung air mataku walaupun byk pembaca yg kasian dgn kisah Lia tp q salut dgn perjuangan suster Rina yg bisa berlapang dada menerima dan membesarkan anaknya sampai detik inipun Dina blm tau gimana awal dia sampai lahir ke dunia dan teman2 pasti tdk tau Rina korban pelecehan sampai menghasilkan anak,, untuk dr Adi apa yg di katakan ibumu benar adanya jgn menikahi Rina KL sdh tdk cinta jgn Krn mau menepati janji yg PD akhirnya menyakiti kalian berdua terutama Rina ..
Par Tini
sampai sini saya lebih tertarik dgn kisah suster Rina bagaimana dia melalui hidupnya membesarkan anak dari perkosaan itu tapi sayang dialog Rina sama anaknya seuprit
Lila
Sampai part ini…. Banyak hikmah yg bisa diambil.

Salah satunya adalah:
Karakter dan sifat seseorang bisa dibentuk karena orang lain.
Salwa Aqila
udah mending meninggal ajh PK dokter ...
benci dokter Adi 😡
IndChris: waduh.. pemeran utamanya yg di benci.. 😅
total 1 replies
Salwa Aqila
benci sama dokter Adi ... 😡😡😡
Alfan Salim
sama" diperkosa sampek bingung mna yg pacarnya adi
lovetoon
wedding organizer kayaknya kerjanya lia
Queensha
akuu sukaa... bagus thor karya nya.. berdeda dg yg lain... ayo thor semangat utk nulis cerita selanjutnya...
lady El
itu alasan kenapa Lia jadi pasien spesial untuk suster rina karena dia juga pernah mengalami nya
Risna Wati
suka banget ceritanya.💖💖💖💖💖💖
IndChris: Terima kasih sudah suka karya ini..
total 1 replies
Risna Wati
💕💕💕💕💕
Aisyah Siregar
👍👍👍👍
Kim Yoona
sukaaaaaa...
Kim Yoona
aq suka karya mu thor beda dari novel kebanyakan.. semangat... trus berkaryaa💪💪
Kim Yoona: siap kak tapi nanti tak tabung dulu... nunggu agak banyak biar tdk terlalu lelah menunggu ... suka galau
total 2 replies
Kim Yoona
akhirnya bisa ketawa lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kim Yoona
apakah seperti ini korban pelecehan seksual... bknkah dia pernah merasakan diposisi disiksa orang lain.. knpa dia bisa setega itu
Kim Yoona
lia lbh bijak dlm menghadapi segala hal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!