NovelToon NovelToon
Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Komedi
Popularitas:915
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

⚠️ Disclaimer⚠️
Untuk yang punya humor tingkat tinggi di atas ranah Bahalil Sovereign Immortal Mythic Glory Realm yang bisa menangkap esensi dari perjalanan Slamet dan Faksi-faksi di Overlord.

━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

#Fantasi
#Komedi
#Petualangan
#Respawn
#SalahPahamMassal
#KalongMania62
#BukanKonspirasi
#TapiSemuaPanik


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Great Tomb of Nazarick. Lantai Enam. Hutan Buatan.

Matahari buatan di langit-langit mulai tenggelam di balik cakrawala palsu. Cahaya jingga hasil sihir menyinari pepohonan raksasa yang menjulang hingga ke langit yang tidak pernah menurunkan hujan.

Tidak ada angin.

Tidak ada suara burung.

Keheningan menyelimuti seluruh kawasan, hanya sesekali terusik oleh langkah monster penjaga yang berpatroli di antara batang-batang pohon.

Aura Bella Fiora berdiri di atas dahan pohon tertinggi. Mata heterokromianya yang berwarna emas dan biru menyapu area di bawah dengan waspada. Rambut pirangnya yang pendek bergerak sedikit karena kebiasaan, meskipun udara di sekelilingnya benar-benar tenang.

Di dahan sebelah, Mare Bello Fiore duduk diam sambil memegang tongkat sihirnya erat-erat. Tatapannya mengarah ke barat, ke lokasi tempat anomali itu pernah terjadi beberapa minggu lalu.

"Nee-chan," panggilnya pelan.

Aura menoleh.

"Ada apa?"

"Aku merasa ada sesuatu yang aneh."

Aura mengernyit.

"Sekarang?"

Mare mengangguk pelan.

"Sudah sejak dua hari lalu. Ada getaran kecil di tanah. Kadang terasa, kadang hilang. Tidak teratur."

"Monster penjaga?"

"Bukan."

Jawabannya datang tanpa ragu.

"Mereka tidak menghasilkan getaran seperti ini."

Aura terdiam.

Mare jarang salah dalam hal yang berhubungan dengan tanah dan lingkungan. Sebagai druid, indranya jauh lebih tajam dibandingkan dirinya dalam urusan seperti itu.

"Kalau begitu apa?"

"Aku tidak tahu." Mare menunduk sebentar. "Rasanya seperti ada sesuatu yang bergerak di bawah tanah. Masalahnya, tidak ada apa pun yang seharusnya bergerak di bawah tanah."

Aura menyipitkan mata.

Perasaan tidak nyaman mulai muncul.

"Kita lapor ke Ainz-sama."

Mare langsung mengangguk.

*

*

*

Ruang Takhta Nazarick.

Ainz mendengarkan laporan mereka dari atas Throne of Kings.

Albedo masih menjalani masa pemulihan.

Demiurge sedang sibuk mempersiapkan operasi di Holy Kingdom.

Sebas mengawasi keamanan internal.

Karena itu, laporan dari Aura dan Mare langsung diterima olehnya tanpa perantara.

"Getaran di Lantai Enam?" ulang Ainz.

"Ya, Ainz-sama," jawab Aura. "Mare merasakannya dua hari lalu. Aku baru menyadarinya hari ini. Getarannya kecil dan tidak teratur, tapi tetap terasa berbeda dari biasanya."

Ainz menyatukan jari-jarinya.

Getaran.

Lantai Enam.

Tidak teratur.

Pikirannya segera bergerak ke berbagai kemungkinan.

Apakah ini sisa dari anomali sebelumnya?

Apakah ada musuh yang berhasil menyusup?

Atau hanya kesalahan pengamatan?

Terlalu banyak kemungkinan.

Terlalu sedikit informasi.

"Kembali ke Lantai Enam dan terus lakukan pengamatan," perintahnya. "Jika terjadi perubahan apa pun, segera laporkan."

"Baik, Ainz-sama."

Aura dan Mare membungkuk hormat sebelum meninggalkan ruangan.

Setelah mereka pergi, suasana kembali sunyi.

Ainz menatap kosong ke arah dinding batu.

Lantai Enam.

Tempat yang dijaga Aura dan Mare.

Tempat yang dibangun oleh para Supreme Being.

Tempat yang seharusnya aman.

Namun pikirannya kembali menuju satu nama yang terus menghantuinya.

Slamet.

Pria itu mati di Lantai Dua.

Kemudian muncul kembali di Holy Kingdom tanpa penjelasan.

Fenomena yang mustahil.

Fenomena yang sampai sekarang belum dapat dijelaskan oleh Nazarick.

Apakah getaran ini berkaitan dengannya?

Apakah itu semacam efek samping dari kemampuan aneh yang dimilikinya?

Atau mungkin...

Ainz menghentikan pikirannya sendiri.

Cahaya hijau berdenyut di rongga dadanya dan seluruh gejolak emosi segera ditekan.

Meski begitu, rasa tidak nyaman itu tidak benar-benar hilang.

Ia mengepalkan tangan.

"Sial."

*

*

*

Di Lantai Enam, Aura dan Mare kembali ke posisi semula.

Aura berdiri di atas dahan tertinggi sambil mengamati seluruh kawasan. Mare tetap duduk di sampingnya dengan telapak tangan menempel pada permukaan kayu.

Ia sedang mencoba merasakan getaran yang sebelumnya muncul.

"Masih ada?" tanya Aura.

Mare memejamkan mata sesaat sebelum menjawab.

"Masih."

"Seberapa kuat?"

"Lebih lemah dari tadi."

Aura mengernyit.

"Kenapa bisa begitu?"

"Aku tidak tahu."

Keheningan kembali menyelimuti mereka.

Pandangan Aura bergerak ke arah barat.

Jauh di bawah sana terdapat Lantai Dua.

Tempat Kyouhukou tinggal.

Tempat Slamet pernah muncul.

Tempat Albedo membunuhnya.

Ingatan itu masih melekat jelas di benaknya.

Apakah semua ini berhubungan dengan kejadian waktu itu?

Atau ada sesuatu yang sama sekali berbeda sedang terjadi?

"Nee-chan."

Suara Mare memecah lamunannya.

"Ada apa?"

Mare menunduk.

"Aku takut."

Aura menoleh.

Wajah Mare terlihat lebih pucat dari biasanya. Tangannya mencengkeram tongkat sihir begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Takut pada apa?"

Mare menggeleng pelan.

"Itu masalahnya. Aku tidak tahu."

Aura tidak langsung menjawab.

Ia memahami perasaan itu.

Rasa takut tanpa bentuk sering kali jauh lebih mengganggu daripada ancaman yang bisa dilihat dengan mata.

Diam-diam, ia juga merasakan hal yang sama.

Namun sebagai kakak, ia tidak bisa menunjukkannya.

Jika dirinya ikut panik, Mare hanya akan semakin cemas.

Karena itu, Aura menarik napas pelan dan memaksakan dirinya tetap tenang.

"Jangan khawatir."

Mare mengangkat kepala.

"Ainz-sama pasti sudah memikirkan sesuatu."

Mare mengangguk pelan.

Meski begitu, genggaman tangannya pada tongkat sihir tidak juga mengendur.

Di atas hutan buatan Nazarick, matahari palsu terus tenggelam perlahan.

Dan jauh di bawah ketenangan yang tampak sempurna itu, rasa gelisah mulai menyebar tanpa ada seorang pun yang benar-benar memahami penyebabnya.

1
🏵YI FENG🐲
Anjay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!