NovelToon NovelToon
Mencintai Ibu Angkatku

Mencintai Ibu Angkatku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: juleha2606

Arya pemuda tampan nan rupawan, yang berusia 25 tahun. Berusaha menggapai cita-citanya untuk menjadi seorang pilot.

Dikala susahnya menghadapi kehidupan di kota besar tanpa bekal yang memadai. Dia tetap bertekad untuk terus maju dan mewujudkan impian, sehingga satu saat dia bertemu dengan seorang wanita muda dan siap mengangkat anak atau membiayai.

Terutama mewujudkan harapan, dialah Fatmala seorang wanita yang penuh liku dalam hidupnya. Mau tahu kisahnya? ikuti terus ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon juleha2606, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gak mau pulang

Fatmala seolah pasrah di mata Zou. Dia mengalungkan tangan di leher Zou yang mendekatkan hidungnya mengirup bau tubuh Fatma yang menyeruak wanginya.

Kedua tangan Zou berada di pinggang Fatma yang ramping. Hatinya berbunga-bunga bak mendapat durian runtuh dan ia siap membelahnya.

Jantung Fatma kian berdebar, berdegup nya melebihi normal. Dalam hatinya takut dirinya jadi mangsa laki-laki hidung belang ini alias buaya darat. Sementara Fatma membiarkan tangan Zou menarik tali kimono nya.

Sampai akhirnya Fatma siap menerjang lawannya. Dengan segenap tenaga Fatma menendang diantara pahanya dengan dengkul, sehingga Zou spontan membungkuk dan menangkupkan tangan pada miliknya.

Fatma langsung mendekati pintu dan membuka kuncinya. Kebetulan tiga bodyguard nya datang dan langsung masuk menyeret Zou ke luar kamar.

Zou terbakar emosi. Sudah gagal membelah durian, miliknya kena tembak dan dapat malu juga. Ia berontak tidak mau di pegang dan di seret keluar dengan alasan bisa sendiri walaupun sambil menahan sakit.

Zou menunjuk Fatma dengan jarinya, dengan tatapan tajam dan menghunus jantung. "Kau, jangan tenang dulu! sebab saya akan mencari waktu yang lebih tepat sehingga kau akan bertekuk lutut padaku. Dan satu lagi jangan harap kerja sama kita akan berlangsung lama."

"Terserah, saya tidak takut. Lagipula saya juga bisa saja melaporkan perbuatan mu itu ke polisi." Tantang Fatma membalas tatapan tajam pria tersebut.

Dengan hati yang dongkol, miliknya sakit sangat ngilu. Membawa langkahnya meninggalkan kamar hotel Fatma.

Helaan napas Fatma terdengar kasar. Seraya menutup dan menguncinya, Fatma membawa langkahnya ke tempat tidur dan menghempaskan nya.

Sesekali menggercapkan matanya. Jantungnya jadi dag Dig dug tak menentu mengingat kejadian barusan kalau seandainya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. ''Huuh ...'' Fatma membuang napasnya melalui mulut serta membelalakkan mata dan menggeleng.

Keesokan harinya Fatma sedang sibuk dengan laptop di meja dan mata fokus ke layar. Sesekali tangannya membuka berkas yang menumpuk di atas meja.

Tok ....

Tok ....

Tok ....

"Masuk!" Fatma mengentikan jarinya dari papan keyboard laptop nya dan menolehkan pandangan ke arah pintu.

Asisten dan seorang direktur di sana mengangguk hormat lalu membawa langkahnya memasuki ruangan Fatma.

"Duduk. Ada apa?" matanya mengarah pada berkas yang berada di tangan asistennya.

"Nyonya, tuan Zou membatalkan kerja sama nya. Menarik semua sahamnya dari perusahaan ini." Jelas tuan Ajun sebagai bawahannya Fatma.

Fatma menghela napas panjang. Ia tahu penyebab mundurnya tuan Zou dari kerja sama dengannya, pasti gara-gara semalam ditolak bersenang-senang. Dasar buaya darat. Pikir Fatmala.

Setelah sejenak terdiam dan berpikir. Fatma akhirnya membuka suara. "Oke. Tidak apa-apa masih banyak perusahaan-perusahaan yang bersedia bekerja sama dengan kita. Jangan khawatir Tuan Ajun."

Setelah beberapa saat berbincang akhirnya tuan Ajun dan asisten pribadinya Fatma keluar. Tinggal Fatma seorang diri dengan lamunan nya.

...****...

Arya tengah bermain dengan Rania di taman yang ditemani oleh Mia dan sang Omanya. Rania suka rewel bila di rumah mungkin dia boring karena tak ada bundanya. Ayahnya juga entah kelayapan kemana?

"Om ganteng, Om kan janji mau ke rumah Rania. Kok Rania tunggu-tunggu tidak ada juga?" netra mata yang polos itu menatap ke arah Arya.

"Om, kan sibuk cantik. Ini juga Om baru pulang kerja, langsung jalan ke sini sebab ingat janji Om sama Rania. Oya! Om ada hadiah buat Rania, mau gak?" ucap Arya sambil mengusap pucuk kepala anak itu.

"Mau, mau banget Om. Apa itu?" gadis kecil itu menatap penasaran.

"Kalau begitu, tunggu ya? Mia. Jagain Rania. Saya mau ke parkiran dulu." Arya mengalihkan pandangan pada Mia yang berdiri tidak jauh dari mereka.

Sementara Omanya Rania duduk berada jauh dari mereka namun mata wanita paru baya itu terus mengawasi sang cucu dengan Arya yang tampak dekat sekali.

Menit kemudian, Arya kembali dengan membawa sebuah boneka yang besarnya hampir sama dengan si gadis kecil tersebut. "Nah ... Rania, Om ada boneka buat gadis kecil Om."

"Wah ... boneka panda! lucu sekali. Seperti punya teman Rania Vira, tapi dia dikasih hadiah sama papanya." Rania mengambil dan memeluknya. Namun ada raut kesedihan di wajahnya.

"Lho ... kok sedih sih? curang nih, kalau begitu Om juga sedih ah. Boneka gak bikin sang putri happy," tangan Arya mengambil boneka itu dari pelukan Rania.

"Jangan Om, yang sudah di kasihkan tidak boleh diambil lagi, pamali." Rania mempertahankan bonekanya dari pelukan.

"Tapi, Om gak suka kalau lihat sang putri sedih. Maunya Om itu ... tuan putri tertawa, bahagia bukan bermuram durja begitu." Timpal Arya kembali.

"Rania happy kok. Terima kasih ya Om ganteng," anak itu memperlihatkan barisan gigi yang putih bersih.

"Sama-sama gadis kecil." Arya mengulas senyumnya.

"Rania cuma kangen Mama dan papa," sambung Rania.

"Lho ... mama kan sedang di luar kota Nona, papa sih sibuk bekerja. Jadi Nona sama Oma dan aunty saja." Hibur Mia.

Bagian mendengar papa sibuk bekerja, hati Arya mencelos sedih. Sebab yang dia tahu Aldian bersenang-senang dengan wanita-wanitanya. Mungkin tak perduli sama putri semata wayangnya. "Emang. Papanya gak ada pulang dalam beberapa hari ini?'' selidik Arya pada Mia di sela Rania anteng memeluk boneka nya.

"I-iya, Tuan. Selama Nyonya tidak ada, tuan Al pun menghilang." jawab Mia.

Arya bengong menatap ke arah Mia yang jadi serba salah dan grogi. "Gila, tuh orang. Padahal cuma jalan-jalan sama perempuan." Gumamnya dalam hati seraya menggeleng kemudian menatap raut wajah Rania. Anak itu memeluk bonekanya erat.

"Sayang ... pulang yu? dah sore nih!" ajak Omanya yang menghampiri.

Netra mata Rania yang bening menoleh. "Rania nggak mau pulang Oma, mau sama Om ganteng aja. Pulang juga mama nggak ada, papa apa lagi?" rajuk anak itu.

"Tapi, sudah sore lho. Mungkin om nya capek, pengen istirahat gitu." Mata Omanya Rania melirik Arya seakan meminta bantuan.

Arya hanya mengangguk dan mengusap pipi anak tersebut penuh kasih.

Manik mata Rania melihat keduanya bergantian. "Pokoknya Rania nggak mau pulang, Rania mau sama om baik saja." Kekeh.

"Besok-besok, kalau Om gak sibuk kita main bersama lagi. Gimana mau gak?" Arya berjongkok agar tingginya sejajar dengan gadis kecil tersebut.

Rania mengalungkan tangannya di leher Arya dengan tatapan berembun. "Rania mau sama Om aja. Rania gak mau pulang." Beberapakali menggelengkan kepalanya.

Manik mata Rania dan Arya bersitatap. Arya merasa tak tega melihat anak ini tampak sedih. Arya menghela napas panjang dan kemudian menggendong Rania. "Om janji, kalau ada waktu. Om akan bermain lagi dengan Rania. Kalau tidak di taman ini, di taman sekolahan."

"Janji kan Om?" selidik Rania.

"Om janji dong ...."

Rania mengaitkan jari kelingking nya dengan jari Arya sebagai janji. Lalu Arya menggendong Rania diantarnya ke mobil. Diikuti oleh omanya dan Mia yang membawa boneka Rania dari belakang.

"Om, gak boleh bohong ya?" matanya menatap lekat wajah Arya.

"Iya, janji Om janji." Arya terus meyakinkan Rania. Akhirnya Rania tersenyum sambil berceloteh, bercerita tentang saat sekolah.

"Tunggu?" suara itu membuat Semua menoleh dan hentikan langkah ....

****

Hanya dukungan dari kalian aku merasa berharga. Jangan lupa like dan komen serta vote nya makasih sebelumnya🙏

1
awesome moment
rena lbay
awesome moment
mesranya mrk
awesome moment
mo ngembaliin renata dwh keknya
awesome moment
wkkwwk cemburu n
awesome moment
mulai slengki
awesome moment
firasat tu
awesome moment
ketipu ternyata
awesome moment
bertahan utk mati?
Misnati Msn
Luar biasa
Lies Atikah
cowonya gak tegas menye 2 lembek gampang di kerjain cewe nya munapik garingga ada mesra 2 nya cocok jadi sama2 oon
Lies Atikah
aku mash ngikutin thor lanjt
Lies Atikah
baik boleh tapi jangan terlalu nantinya kita dimangfaatin orang dijadikan keset
Lies Atikah
ya udah rena sama doni aja kalau mandi mah kapalang baseuh nya thor
Lies Atikah
gas keun thor
Lies Atikah
cewe nya terlalu lemah thor aku mah suka cewe nya yang tahan banting
Lies Atikah
sukurin dasar cewe oon boro 2 sedih dan kasian geuleuh we nu aya sok kuat sok baik padahal menyedih kan ih amit
Lies Atikah
si patma bloon nya parah
Lies Atikah
kesel ah pada lemah semua jadi banyak di longkap baca nya
Lies Atikah
cewe nya terlalu cinta jadi keliatan oon nya udah tak dihargai di bikin keset sama suami ih mau aja amit 2
Yenisia Afila
yg teror itu pasti sofia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!