DILARANG BOOM LIKE,
Ling wei adalah salah satu tokoh pendukung yang harus diperankan lea. Ling wei lemah, tidak berani melawan, pendiam dan penurut.
sejak lea yang memerangkannya, dia mengubah nasib ling wei menjadi karakter utama dalam novel. Bahaya dan hambatan selalu membuat lea terjatuh, demi bisa mengubah dirinya dalam novel, lea bangit dan memulainya lagi.
kerja keras dan usaha lea tidak sia-sia. Dia berhasil menjadi tokoh utama dalam cerita.
ig: wahyuniunit2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerja kelompok
Ling wei menatap kosong ke arah jendela, dia masih memikirkan perasaan fui man. lea teringat dengan masa lalunya ketika dirinya melihat pacarnya, Alex berpegangan mesra dengan selingkuhannya. Hati lea hancur, tidak tergores tetapi sangat menyakitkan.
"Apa fui man merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan sewaktu putus dari Alex. mengapa aku selalu dekat dengan woobin di saat fui man tidak sadarkan diri. Apa aku sekarang menjadi orang jahat yang merusak kehidupan fui man dan woobin?" guman ling wei, dia sangat pusing.
"Aku sudah berjanji pada fui man, tidak mendekati woobin. Aku seharusnya menepatinya, aku malah ingkar janji. Pantes fui man sangat marah, dia akan semakin membenciku"
"Aku minta maaf fui man, hatimu sakit melihatku dekat dengan woobin padahal woobin masih pacarmu. Lea, kau sudah merusak hubungan fui man dan woobin"
"Kau pernah mendapat orang ketika, sekarang malah kamu yang menjadi orang ketiga. Sadar lea, kau tau bagaimana sakitnya. Jauhi woobin"
jian memepuk meja ling wei yang sedang melamum. Ling wei kaget, lamunannya jadi terguyar
"Kau sedang apa? masih memikirkan woobin, ling wei, woobin itu tidak tulus mencintaimu" kata jian.
"Di dunia ini, jarang pria yang tulus mencintai. Kau saja belum tentu"
"Jangan sama kan aku dengan woobin, aku berbeda dengannya. Aku akan tulis mencintaimu dan membahagiakanmu" kata jian sambil memberi bunga mawar merah kepada ling wei.
"Maaf jian, aku masih kecewa denganmu, kau mengkhianatiku dan hampir membunuhku. Aku tidak mau percaya lagi padamu" kata ling wei mengambil mawar dan melemparnya ke lantai.
"Ling wei, Kau tidak boleh mengungkit masa lalu"
"justru kita harus belajar dari masa lalu, supaya tidak terulang dengan hal yang sama" kata ling wei beridiri berjalan meninggalkan jian.
Jian kesal, sudah berapa kali dia menarik perhatian ling wei, selalu gagal. Ling wei sangat sulit untuk di dekati.
"Aku tidak akan menyerah, aku tidak mau kalah dari woobin. Aku masih punya harapan, aku bisa memanfaatkan Raniya biar dia membantuku" guman jian.
Saat berjakan di lorong, ling wei bertemu dengan fui man. Ling wei berusaha tersenyum tetapi fui man membalasnya dengan tatapan tidak suka.
"Kau sudah bisa sekolah?" Tanya ling wei berusaha ramah.
"Apa urusannya denganmu?"
"Fui man, aku minta maaf dengan kejadian kemarin. Aku mengerti bagaimana perasaanmu, aku akan menepati janjiku untuk menjauhi woobin"
"Kau bisa menepati janjimu kali ini, kemarin saja tidak bisa apalagi sekarang" kata fui man dengan wajah jutek.
"Aku berusaha menjauhi woobin kemarin, tetapi aku tidak punya pilihan. Woobin mengancamku akan..."
Fui man memotong pembicaraan ling wei, yang berusaha menjelaskannya.
"kau pikir aku percaya, aku akan menyingkirkanmu secepatnya agar kau tidak menjadi penghalang dan penganggu bagiku" kata fui man melangkahkan kakinya masuk ke kelasnya.
"Aku serius kali ini, aku akan menjauhi woobin agar kamu percaya" guman ling wei.
Semua siswa berlarian ke kelas setelah mendengar bel berbunyi. Yanami datang sambil membawa alat lukis.
Seperti biasa, Yanami tersenyum ramah di saat melihat kita. Yanami bukan guru di sekolah, tetapi dia selalu datang untuk berpartisipasi di kelas. Kepala sekolah menurutinya selama yanami tidak membuat ulah.
"Maaf, kakak datang lagi. kebetulan kak yanami akan melakukan pemotretan tetapi tidak mempunyai lukisan yang indah. Jadi, aku akan meminta kalian semua melukis untukku, lukisan yang cantik akan dipotret bersamaku"
"Maaf kak, dapat hadiah tidak? lebih seru jika ada hadiahnya kak" Tanya seorang siswa
"Baik, kakak akan memberi kalian uang lima juta. Bagaimana, kalian semua setuju?"
"Setuju..." Sorak semua siswa
"Jumlah kalian banyak, sementara alat lukis yang kakak bawa terbatas. Jadi kita buat kelompok Dua orang satu kelompok, supaya bisa berbagi"
"Kami mau memilih sendiri teman kelompoknya?" kata Fui man.
Dia ingin memilih woobin menjadi kelompoknya, di balas senyum oleh yanami.
"Tidak bisa, aku yang akan memilih langsung. Tidak ada protes dan langsung tukar tempat duduk dengan teman kelompoknya"
Fui man jadi kesal, kalau begitu dirinya tidak bisa memilih woobin. Fui man takut jika woobin berkelompok dengan ling wei. Fui man tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Woobin dan ling wei, jian dan fui man......" Kata yanami menyebut nama siswa satu persatu.
"kak, aku tidak terima. Aku mau sama woobin, bukan jian. Aku lebih pantas bersama woobin dari pada ling wei" protes Fui man.
"Aku sudah mengatakan di awal, tidak ada protes" kata yanami menekankan pada fui man.
"Tetapi kak, kenapa harus woobin dan ling wei? Mereka tidak cocok sama sekali, aku yang merasa cocok dari pada ling wei" kata fui man tidak mau mengalah dengan keputusan yanami.
"Mereka berdua tidak keberatan, kenapa kau yang sibuk mengurusnya" Kata salah satu temannya.
"Menurutku, mereka jauh lebih cocok" timpah teman lain.
Ling wei merasa tidak enak hati dengan fui man, dia mengangkat tangannya dan berbicara.
"Maaf kak yanami, aku tidak mau satu kelompok dengan woobin. Aku dengan jian saja" Kata ling wei yang membuat ssmua orang mengarah padanya.
"Ling wei, keputusanku tidak bisa di ganggu gugat. kalian mau protes datang ke kepala sekolah sekalian" Kata yanami menatap satu-satu semua siswa di kelas.
"Mau atau tidak mau, kalian semua harus menghargai dan menerima keputusanku" Lanjut kak yanami dengan tegas. Tidak seperti biasanya.
Woobin berdiri dan menghampiri ling wei, dia duduk di dekat ling wei. Semua siswa yang di sebut, duduk di dekat kompoknya. Kecuali jian dan fui man yang masih duduk terpisah.
"Jian, fui man, kalian tidak duduk berdampingannya? Tolong hargai aku di sini" Kata yanami sudah marah, dia memukul meja dan membuat kami semua terkejut.
Ini pertama kalinya yanami bersikap tegas, senyumannya tidak terlihat sama sekali. Yanami terlihat berbeda hari ini, tidak seperti biasanya yang ramah dan tersenyum. Jarang untuk marah di depan umum.
Dengan malas, Jian pindah di dekat fui man. Fui man menggeser kursinya sedikit, semua siswa jadi lega. Yanami kembali menjelaskan tugas untuk kita semua.
Ling wei melirik ke arah woobin, dia ingin bertanya pada woobin tetapi dia janji pada fui man untuk menjauhi woobin. Rasa penasaran ling wei lebih besar, dia langsung berbisik pada woobin.
"Apa yang terjadi dengan kakakmu, dia tidak seperti biasanya?"
"Dia stress dengan pekerjaannya, di tambah pemotretanya kemarin tidak berjalan lancar. Mungkin dia juga capek baru pulang tadi pagi, sudah datang ke sini lagi"
"Jadi itu yang membuat kak yanami marah, dia pasti lelah, butuh istirahat. Aku malah protes tadi" guman ling wei merasa bersalah.
"tidak perlu merasa bersalah padanya, dia akan kembali normal nanti" kata woobin yang sudah paham dengan sikap kakaknya.
udah dibuat penasaran 😕
Authornya gemar banget buat pembacanya penasaran 😂😂😂
Auto ngebut 😈😈
Panggung, tokoh pendukung, dan lain-lain! Yang kutangkep, So-hee ini udah sadar ya?
My Ice girl saranghae mampir ksih dkungan..
semangat ya..
klo smpat mampir jg..