Sun Chen merupakan Raja Para Dewa berhasil menciptakan sebuah jurus yang dapat mengendalikan tata surya.
Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, semua tata surya menjadi kacau baik di dunia rendah, dunia atas, dunia dewa semuanya tidak beraturan.
Semua dunia dan planet yang ada di tata surya bertabrakan dan hancur berkeping keping akibat ulah Sun Chen.
Dibalik kejadian yang memusnahkan seluruh makhluk hidup di tata surya itu, untung saja Sun Chen diberikan kesempatan untuk terlahir kembali.
Namun Sun Chen merasa aneh karena dia terlahir kembali di dunia yang bernama Bumi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Bagaimana kisah petualangan Sun Chen di tata surya baru itu? akankah Sun Chen dapat kembali mengibarkan sayapnya di puncak dunia?
Jangan lupa staytoon yah!
(Update 2 bab per hari)
ig @geelang11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 : Bertemu Ibu Dan Ayah
Semua tetua yang hadir disana merasa sangat marah dan kesal karena para murid inti yang diandalkan perguruan Melati dengan mudahnya terbunuh oleh Sun Chen.
"Pempimpin! Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak boleh tinggal diam saja!" ucap salah satu tetua.
"Benar! Perguruan kita harus membalas perbuatan bocah itu!" semua tetua pun ikut bersorak ingin membalas dendam.
"Tenang! Semuanya! Kirim beberapa murid untuk menyelidiki keberadaan bocah itu, jika sudah ditemukan, maka kita akan yang turun tangan untuk menganghancurkannya!" ucap pemimpin mereka.
"Benar kata pemimpin! Hamba juga akan pergi ke keluarga Zhen untuk mencari informasi dan bekerja sama dengan mereka, karena Sun Chen juga telah membunuh anaknya," ucap Feng Tuo yang sudah dialiri oleh amarah.
"Baiklah, segera laksanakan perintahku! Jangan kembali jika tidak menemukan keberadaannya!" ucap pemimpin itu tegas.
"Baik pemimpin!"
Disisi lain...
Beberapa jam Sun Chen mengemudi akhirnya dia sampai di desa tempat orang tuanya tinggal.
"Akhirnya.. Aku sampai di desa ini, ibu ayah tunggu aku!" Sun Chen melihat di desa itu begitu tenang, menurut ingatan Sun Chen desa ini biasanya selalu ramai saat menjelang malam, tetapi sekarang dia melihat sepertu ada sesuatu yang aneh telah terjadi di desa ini.
"Gawat!" Sun Chen memiliki perasaan yang buruk dan mempercepat laju mobilnya menuju ke rumah orang tuanya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Sun Chen sampai ke rumah orang tuanya.
"Apa yang terjadi disini? Kenapa begitu sepi?" gumam Sun Chen dan berniat untuk membuka pintu rumahnya.
Clack..
Saat Sun Chen membuka pintu rumahnya..
"Ibu ayah, aku pulang!" ucap Sun Chen memanggil orang tuanya.
"Chen'er?" ucap seorang wanita paruh baya mendengar suara pria yang dia kenali.
"Sun Fang, itu Chen'er! Anak kita ayo kita keluar!" ucap wanita itu yang tidak lain adalah ibu Sun Chen bernama Sun Meng. Mereka berdua bersembunyi di dalam kamarnya dan mematikan lampu rumahnya karena waspada akan sesuatu.
"Ibu ayah, aku pulang, dimana kalian?" ucap Sun Chen terus memanggil orang tuanya tapi tidak ada yang datang.
"Meng'er, itu benar benar anak kita! Ayo kita keluar," mereka pun pelan pelan berjalan dan mengintip di celah celah dinding yang bolong.
"Ibu ayah? Kenapa kalian bersembunyi disitu?" ucap Sun Chen menyadari bahwa seseorang sedang mengawasinya dari dalam kamar.
Dug..
Jantung mereka berdua begitu terkejut saat posisinya diketahui oleh Sun Chen. Mereka berdua memberanikan diri untuk keluar dan menyalakan lampu rumahnya.
"Chen'er? Apakah ini benar benar kamu nak?" ucap seorang ibu yang menangis memeluk dan sangat rindu kepada anaknya.
"Iya ibu, ini aku Chen'er apa yang telah terjadi selama aku tidak ada di desa? Aku melihat desa ini tiba tiba menjadi sunyi dan dingin, tidak seperti biasanya."
"Huff biarkan ayahmu yang menceritakan semuanya, ibu akan memasak untuk kita makan malam," ucap sang ibu yang pergi memasak makanan.
"Nak, sebenarnya beberapa hari yang lalu kejadian aneh di langit yaitu awan hitam yang sangat tebal, gemuruh yang sangat keras, tapi kejadian itu tidak ada angin ataupun badai, seperti hampa dan ilusi. Beberapa menit awan itu muncul, gemuruh yang begitu keras terjadi, sangat keras menggetarkan tanah. Semua orang melihat sesuatu seperti meteor jatuh ke hutan di belakang desa ini, semua hewan dari hutan itu keluar menyerang para warga desa karena meteor itu, itulah kami warga desa ini takut keluar saat hari mulai gelap dan bersembunyi di dalam rumah. Kami meminta bantuan ke kota tetapi tidak ada yang merespon kami, karena desa ini sangat jauh dan terpencil dari kota." ucap Sun Fang menjelaskan situasinya kepada Sun Chen.
"Meteor? Hmm dengan penjelasan ayahku, pada saat gemuruh terakhir aku juga terlahir kembali.. Aku akan melihatnya dan membantu warga desa mengatasi hewan buas itu," bathin Sun Chen.
"Ayah, besok aku akan pergi ke dalam hutan dan memeriksa apakah ada sesuatu yang terjadi disana."
"Apa?! Tidak! Ayah tidak mengizinkanmu masuk kedalam bahaya! Ayah sangat bersyukur kamu kembali ke desa dalam keadaan yang baik baik saja," ucap Sun Fang begitu merindukan anaknya.
"Ayah, tenang saja aku pasti akan baik baik saja, aku tidak akan masuk terlalu dalam kok, aku hanya mau mengecek situasinya saja," ucap Sun Chen.
"Chen'er, Sayang ayo kesini, makanannya sudah siap," ucap Sun Mei memanggil.
"Baiklah," Sun Chen dan ayahnya pun pergi ke meja makan karena makanan yang disediakan oleh ibu Sun Chen sudah siap.
Mereka pun makan dengan lahap karena kehadiran Sun Chen, biasanya mereka berdua hanya makan biasa tanpa kehadiran Sun Chen, tetapi sekarang mereka berkumpul kembali.
Setelah mereka makan, mereka pun duduk dan minum teh bersama, dan sedang membicarakan sesuatu.
"Nak, bagaimana hubunganmu dengan istrimu?" tanya Sun Mei penasaran dengan rumah tangga anaknya.
"Ibu ayah, aku sudah bercerai dengan Yun Qinxi," ucap Sun Chen membuat kedua orang tuanya terkejut.
"Apa?! Kenapa kamu bercerai nak? Padahal mereka sudah berjanji akan menjadi mertua yang baik, apa yang telah terjadi nak?" tanya ibu Sun Chen yang merasa kasihan kepada anaknya, tentu saja selama 3 tahun ini mereka tidak pernah bersama anaknya karena menikah dengan putri dari keluarga yang telah mereka selamatkan dulu.
"Ibu, jadi begini.." Sun Chen menceritakan semua kejadian yang telah terjadi, dari pengkhianatan Yun Qinxi, bahkan hamil, itulah yang menyebabkan Sun Chen kecewa dan memutuskan untuk bercerai karena Sun Chen sangat tidak menyukai namanya pengkhianatan.
"Astaga.. Nak sungguh keterlaluan! Mentang mentang kamu belum punya pekerjaan, malah seenaknya dia bermain di belakangmu, bahkan Yun Linwei tidak kusangka akan bersikal buruk kepadamu nak," ucap ibu begitu kasihan melihat anaknya yang dikhianati oleh istrinya.
"Tapi pak Yun Zhao masih baik kepada Chen'er, hanya ibu dan anak itu yang memiliki sifat yang buruk," ucap Sun Fang.
"Ibu ayah, aku kembali kesini untuk menjemput kalian berdua, aku ingin kalian ikut bersamaku dan tinggal di kota, karena sekarang aku sudah memiliki uang yang banyak," ucap Sun Chen membuat kedua orang tuanya terkejut.
"Apa? Kamu sudah mendapatkan pekerjaan? Tapi ibu dan ayahmu tidak mau merepotkanmu nak, pasti di kota juga kamu tinggak menyewa sebuah rumah dan harganya pasti sangat mahal," ucap sang ibu tidak mau menjadi beban untuk anaknya.
"Ibu ayah, tenang saja didalam kartu ini terdapat 100 juta yuan," ucap Sun Chen mengeluarkan kartu kepada kedua orang tuanya.
"Apa?! 100 juta yuan! Astaga nak, darimana kamu mendapatkan uang sebanyak ini? Dan mobil di luar pasti juga milikmu kan?" ucap Sun Fang begitu tidak menyangka anaknya telah menjadi kaya.
"Benar ibu ayah, dengan uang ini keluarga kita tidak akan hidup susah lagi," ucap Sun Chen.
"Huff nak, walaupun kamu memiliki uang yang begitu banyak tetapi ibu dan ayah tetap ingin tinggal di desa ini, penuh dengan kenangan kamu dari kecil sampai tumbuh dewasa," ucap Sun Mei tidak meu meninggalkan moment yang indah di desa ini.