NovelToon NovelToon
Istri Kecil Pak CEO

Istri Kecil Pak CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Tania I M

Fabian Putera, seorang CEO matang berusia 27 tahun. Sulung dari pasangan Pratama Putera dan Sinta Pitaloka ini pertama kali dalam hidupnya merasakan yang namanya jatuh cinta. Ia jatuh cinta dengan seorang gadis SMA berparas ayu yang namanya Ayu juga.

Ayu Putri Darmadi, anak tunggal kesayangan Teguh Darmadi. Gadis piatu berumur 17 tahun, bersekolah di SMA Pelita tahun kedua. Memiliki paras ayu dan bertutur kata lemah lembut. Banyak yang menyukai sifatnya, tapi tak jarang pula yang iri akan kecantikannya.

Pertama kali bertemu di pesta ulang tahun Ayah Ayu, akankah Fabian bisa mendapatkan Ayu, sang cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania I M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Dari 'lusa' kini menjadi 'besok'. Sebuah kata yang umum terdengar, akan tetapi menjadi momok bagi seorang gadis yang tengah bermalas-malasan di atas ranjang. Hari ini rabu kok, belum kamis, tapi tetap saja membuat rasa malas itu menghujam, masuk memenuhi tulang-tulang gadis ayu tersebut. Beranjak bangun menuju kamar mandi dalam kamarnya, ia memulai hari. 'Baiklah, mari semangat'

Suasana sekolah sudah ramai ketika ia tiba, maklum, bel tanda dimulai pelajaran akan berbunyi dalam 30 menit. Ayu berjalan menyusuri koridor, berjalan pelan diantara kelas-kelas lain. Menuju kelasnya, sebelas IPA 2. Dalam langkahnya, mata indahnya menangkap sosok bertubuh tegap tengah berjalan menghampirinya. Galang.

"Pagi Ayu." Sapanya sambil berhenti didepan Ayu.

"Pagi kak Galang." jawabnya sambil tersenyum.

Senyum itu, senyum itulah yang membuatnya jatuh cinta terhadap gadis didepannya ini. Bagaimana tidak? Senyum secerah mentari pagi dengan penuh ketulusan itulah yang menggetarkan hatinya yang dulu beku. Cinta pertama? Jawabannya adalah bukan. Galang pernah merasakan jatuh cinta sebelum ini, dengan teman sekelasnya yang memilih bersama laki-laki lain. Hatinya pernah merasakan sakit. Cinta bertepuk sebelah tangan, itulah kisahnya. Dan rasa sakit itu perlahan memudar, digantikan oleh perasaan hangat ketika menatap senyum tulus itu. Senyum Ayu.

"Tumben nggak bareng teman kamu itu Yu? Siapa namanya? aku lupa." Tanya Galang basa-basi.

"Tiyas ya kak, kayaknya belum dateng deh. Biasanya mepet bel masuk dia baru datang, hihihi." Ayu menjawab sambil tertawa. Memang benar, Tiyas selalu datang lima menit sebelum bel masuk berbunyi. Tak jarang pula ia terlambat datang ke sekolah.

"Hahaha, jangan sampai kamu tiru ya." Galang berkata sambil menepuk pelan puncak kepala Ayu.

Menimbulkan tanda tanya besar bagi murid yang melihat. Ada yang berbisik-bisik, menciptakan gosip, yang belum pasti kebenarannya. Hanya andaian dan kemungkinan yang mereka ucapkan.

"Itu Ayu sama kak Galang ada hubungan apa sih?"

"Mereka dekat ya?"

"Pacaran kah?"

"Ihh nggak mungkin, nggak boleh, Ayu nggak cocok sama kak Galang."

"Jangan-jangan Ayu godain kak Galang lagi? Tipe kak Galang kan yang kayak gitar Spanyol. Lah ini? rata banget kayak papan triplek."

"Hahahaha Bener banget yang lo bilang."

Bisikan-bisikan yang berubah menjadi ejekan dan sindiran. Ayu sudah menundukkan kepala, malu. Menjadi pusat perhatian tidak disukainya. Sepasang mata dengan maskara tebal nampak menatap tak suka pada apa yang ada dihadapannya. Siska. Siapa lagi gadis genit yang katanya primadona sekolah itu kalau bukan dirinya? 'Kenapa Ayu si cupu itu selalu dikelilingi cowok-cowok ganteng sih?' Batinnya jengkel. Lebih tepatnya iri.

"Mmmm kak, aku langsung ke kelas ya, dadahh!" Pamitnya tanpa mendengar jawaban Galang.

Galang hanya menatap kepergian Ayu dengan tatapan sendu, 'Aku cinta kamu Yu.' ratapnya. Kemudian melangkah menuju ruang kelasnya. Masih diikuti tatapan penasaran dan juga kagum dari para siswi yang dilewatinya.

"Duhh gantengnya calon suami aku."

"Kak Galang nikahin aku dong."

"Kak Galang I love you."

Teriakan yang begitu mengganggu, sudah biasa ia hadapi. Hanya helaan napas pelan yang bisa ia lakukan, kesal.

"Hehh, nanti labrak Ayu yok, nggak terima gue." Siska berkata pada teman disampingnya. Leni.

"Huum, nanti gue temani, yok masuk kelas." Siska mengangguk.

Ayu masuk ke dalam kelas, duduk di kursinya sambil menopang dagu. Tatapannya berkeliling, bosan. Lantas ia membuka buku matematika yang akan dipelajarinya hari ini. Pelajaran yang begitu dibencinya.

Tak lama Tiyas memasuki kelas, dengan wajah datar dan jalannya yang berlenggak lenggok bak model internasional. Postur tubuh yang ideal to tampak mendukung.

"Woi rajin bener neng." Sambil menggebrak meja. Ayu terlonjak kaget, pada dasarnya pikirannya sedang berkelana.

"Ngagetin aja kamu. Kok udah masuk aja? Ibu kamu udah sembuh?" Tanyanya pada Tiyas.

"Udah dong, kan kurawat dengan sepenuh hati dan kasih sayang, hahaha." Ayu ikut tertawa.

"Bisa aja kamu."

"Hehe, kenapa? melamun mulu kerjaanmu. Kangen aku ya? ututu, hahahaha."

"Enak aja, nggak ya. Ngapain ngangenin kamu, mending ngangenin kak Fab--eh?" Keceplosan.

"Kak Fab? siapa tuh? Pacar kamu ? Fab ? apa tuh? nggak mungkin Fabian? Fabio? Fabies? Scabies ? Rabies ? hahahaha, apa sih, aku kepo nih." Tiyas bertanya ngawur.

"Hahahaha kok nyampe rabies sih, ada-ada aja kamu." Ayu geleng-geleng kepala. "Nggak, bukan siapa-siapa kok. Beneran." Kilahnya.

Tiyas memicingkan mata, tampak tidak percaya, tapi memilih mengangguk. Mungkin Ayu belum ingin bercerita, pikirnya.

"Ya deh iya, nggak jujur juga nggak papa, toh nanti kamu juga cerita sendiri ya kan, hahaha." Mencairkan suasana.

"Hehehe." Ayu hanya bisa tertawa. "Udah ah, udah bel tuh, pak kumis segera datang, hahaha." Ayu menambahkan, sedikit meledek gurunya yang berkumis tebal itu.

"Hahahaha asemmm hahaha." Tiyas tertawa ngakak. Dan benar, guru matematika dengan kumis tebal nampak memasuki kelas mereka. Suasana yang tadinya bising langsung hening seketika. Memulai pelajaran pertama dengan materi yang membuat seisi kelas pusing sepusing pusingnya.

Didalam gedung Darmadi Corp. tepatnya dalam ruangan Presdir, dua pria paruh baya nampak saling tatap. Tatapan pria berjas abu terlihat tajam, menusuk, namun penuh kekhawatiran disana. Sedangkan pria berjas navy hanya bisa menatap dengan sendu. Perbedaan pendapat menjadi awal perseteruan mereka. Dua orang pria dewasa yang sama-sama keras kepala sebenarnya. Sama-sama tidak mau mengalah, berpikir bahwa pendapatnya adalah yang terbaik dalam menghadapi situasi saat ini.

"Guh, kamu keras kepala."

"Kamu juga."

"Kamu yakin?"

"Yakin."

"Kamu tidak pikirkan perasaan Ayu?"

"Tentu."

"Hahh, aku tidak tahu harus bilang apa sama kamu Guh."

Tatapan Teguh melembut. 'Aku juga tidak ingin dalam situasi seperti ini Tam, tapi apa boleh buat. Ini sudah menjadi keputusanku.'

"Satu hal yang kuyakini, Fabian pasti bisa menjaga Ayu dengan baik." Teguh kembali meyakinkan temannya. Ah, calon besan lebih tepatnya.

"Kamu begitu mempercayai putraku daripada aku rupanya." Pratama protes.

"Mungkin." Semakin ingin membuat temannya jengkel.

"Sudahlah, satu hal yang harus kamu tahu. Aku akan berusaha mencarikan pengobatan terbaik buat kamu. Dan jangan menolak, atau aku akan beritahu Ayu kalau Ayahnya sedang sekarat." Pratama beranjak, meninggalkan Teguh yang masih tetap pada posisinya.

"Ayu." Desahnya. Yang ada dipikirannya hanya ada Ayu, Ayu dan Ayu. Putrinya yang dibesarkan sendirian. Tanpa istri, apalagi orang tua yang mendampingi. Hanya bi Suti yang membantunya ketika ia tengah bekerja. Harapannya hanya ada pada Ayu. Putri semata wayangnya.

❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

Ayo ayo, kritik dan saran sangat dibutuhkan ya man teman 😊😊 Supaya cerita ini bisa lebih baik kedepannya.😍

Terimakasih sudah membaca dan terimasih atas dukungannya.😚😚

Paii paii❤️

1
Qaisaa Nazarudin
Udah jebol aja ternyata...
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Bram MENGALAH demi Galang..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa setiap novel yg ku baca,selalu HAMIL yg jadi permasalahannya,Setiap anak sekolah yg sudah menikah? Kan bisa KB kalo belom mau HAMIL,tapi HAK suami tetap HAK suami...
Qaisaa Nazarudin
Galang,juga Melati sama2 juga Jomblo lho Yas..😂😂
Qaisaa Nazarudin
KECEPLOSAN ya..Padahal SENGAJA..🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Melati seumuran ma Galang kan? Jodohin aja Galang ama Melati thor..
Qaisaa Nazarudin
Oh ternyata mereka udah saling kenal ya..
Qaisaa Nazarudin
Ayu udah ada SUAMI dan KELUARGA baru yg menjaga nya lho Melati,Apa Melati belom tau kalo Ayu sudah menikah? Tapi kenapa Feeling ku gak bagus ya..🤔
Qaisaa Nazarudin
Terus gak jadi dong donor ginjalnya..😭😭
Qaisaa Nazarudin
Anggap mmg Jodoh kamu Lang..Padahal kalo emang Jodoh mu,Kamu menang banyak,Kamu yg lebih dulu mengenalin Ayu karena kalian satu sekolah udah 2 tahun juga,Kemana kamu selama 2 tahun itu??
Qaisaa Nazarudin: #Typo BUKAN JODOH KAMU LANG
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Pratama peka orangnya..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata Galang adeknya Fabian??
Qaisaa Nazarudin
Pantesan Teguh gak nikah2 sampai 17 tahun menduda,Ternyata dia sakit..😭
Qaisaa Nazarudin
Makin kepo aku,, Sebenarnya apa yg berlaku?? Aku juga heran dengan keputusan Teguh yg tiba2 merestui Ayu di nikahin Fabian..pasti ada apa2 nya..
Qaisaa Nazarudin
Tapi sayangnya dengan berat hati aku mengatakan kamu harus merasakan patah hati untuk yg kedua kalinya Galang.kasian deh kamu..😓.
Qaisaa Nazarudin
Apa Bram yang akan di pindahkan cabang singapur untuk di pimpin Bram..
Qaisaa Nazarudin
Waahh kayaknya di bikin novel tentang Bram ini juga bagus thor..😁😁
Qaisaa Nazarudin
Aku suka novel yg kayak gini thor,gak suka novel yg terlalu berat,Karena hidup di dunia nyata aja udah berat..😂
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh ad yg mau lamaran nih..😄😄
Qaisaa Nazarudin
Pucuk di cinta ulam pun tiba..ibarat orang ngantuk di sodorin bantal...wkwkwkwk menang banyak Fabi...🤣🤣😜😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!