NovelToon NovelToon
Patah Hatinya Perempuan

Patah Hatinya Perempuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Menikah dengan Musuhku / Diam-Diam Cinta
Popularitas:31.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yunita tri maryadi Ramadhan

Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.

Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.

Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21 : Lebih dari Benci

Selama 6 hari, Aaron benar-benar tidak mengganggu Zianca yang tengah ujian sama sekali. Tetapi, ia hanya mengirimkan berbagai makanan saat jam makan malam untuk Zianca melalui jasa go-food (pesan antar online) dengan disertakan kata manis sebagai penghibur hatinya.

"Semangat belajarnya zi.."

"Kamu pasti bisa !"

"Kamu pasti lulus !"

"Sehat dan semangat terus ya !"

"You can do it !"

"Makan yang banyak, jaga kesehatan, ujian akan segera berakhir !"

Selama 6 hari berturut-turut, 6 jenis makanan yang berbeda dengan 6 pesan yang berbeda pula. Zianca hanya menerima makanan itu dengan penuh rasa syukur, namun ia tak mengatakan apapun pada Aaron.

Di hari terakhir ujian, Zianca berencana pergi jalan-jalan ke mall bersama kedua sahabatnya, melepaskan rasa penat dan stres nya selama ujian. Saatnya mereka mempersiapkan diri menerima hasil akhirnya dan bersiap menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi.

"Zi.. jadikan kita ke mall?" Seru Fina menghampiri Zianca yang telah berjalan lebih dulu keluar dari ruang ujian.

"Jadi dong.." angguk Zianca tersenyum lebar.

"Lo udah izin kan sama nyokap lo?"

"Udah kok, tenang aja.." angguk Zianca lagi sambil mengacungkan jempol.

"Meski chat wa gue nggak di bales Mama, minimal aku udah kasih tau kalau akan pulang terlambat hari ini.." batinnya dengan sedikit rasa galau.

Sebelum berangkat, Zianca sudah mencoba menghubungi Papa nya untuk meminta izin, namun 2 kali panggilan tak kunjung di angkat.

Akhirnya ia pun tetap memberanikan diri pergi bersama teman-temannya.

Sesampainya di mall, jam masih menunjukkan pukul 17.30 wib. Zianca, Fina dan Puput memutuskan untuk pergi makan terlebih dahulu, sebelum nonton bioskop.

"Kita makan apa nih?" Tanya Puput bingung.

"Yang pasti jangan sushi deh.. gue nggak bisa makan yang begituan.." timpal Zianca sambil menyindir Fina.

"Lo ya!! masih aja ingat soal sushi kemarin.." celetuk Fina merasa tersindir.

"Hahahahaha yang soal Aaron itu ya?" Gelak Puput mengerti maksud Zianca dan Fina.

"Ya iyalah.."

"Nggak kok, gue kan emang nggak suka makanan begituan.." geleng Zianca membenarkan diri.

"Hahahahaha.. udah udah.. gimana kalau kita makan domino's pizza aja yuk.. udah lama nih kita nggak makan pizza.." ajak Puput mencairkan suasana.

"Yuk !!" Sahut Zianca dan Fina setuju.

"Cussss..."

***

Seminggu penentu 3 tahun pendidikan di jenjang sekolah menengah atas mereka telah usai.

Harap dan haru mereka tampak di wajah mereka setelah keluar dari gerbang sekolah.

Zianca tampak harap-harap cemas. Sudah seminggu pula ia tak bertemu dengan Aaron, memang ia selalu menerima kiriman makanan maupun benda lainnya hadiah penyemangat dari Aaron, namun ternyata tak satupun hadiah-hadian itu di gunakan Zianca.

Mulai dari diffuser mahal, parfum mewah, boneka beruang berukuran besar, lampu belajar model terbaru, hingga bunga. Semua langsung di kemas Zianca dalam kotak tanpa membukanya.

Bahkan, makanan yang di kirim Aaron ia di makan oleh papa dan mamanya.

Zianca benar-benar mengabaikan Aaron, hal ini membuat Aaron tak putus asa. Ia selalu mengintai Zianca dari kejauhan, menjaganya dari kejauhan, bahkan hampir setiap hari pula ia harus menahan rasa cemburu karena melihat Zianca yang selalu pulang di antar oleh Dion.

^^^

"Akhirnyaaaaaa.. selesai juga perjuangan tahap awal kita, selamat datang hidup berat masa kuliah.. dan selamat datang juga dunia karirku di masa depan yang sudah mengantri.." sorak sorai Fina merangkul Zianca dan Puput.

"Hahahaha.. ada-ada aja lo.." geleng Zianca terbahak.

"Eh.. ke mall yuk.. udah lama banget nih kita nggak ke mall.." ajak Puput semangat.

"Gue nanyain mama papa aku dulu ya.."

"Yaelah Zi.. lagian kita kan udah selesai ujian.. masa iya sih ga di bolehin??" Celetuk Fina kecewa.

"Kayak nggak tau mama aku aja deh.." geleng Zianca mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Ia segera mencari kontak ibunya, ia segera memanggil kontak itu dengan berakhir kecewa.

Tak ada jawaban dari ibunya setelah 2 kali mencoba menghubunginya. Kemudian Zianca mencoba menghubungi kontak ayahnya. Namun, sama saja. Tidak ada hasil.

Akhirnya Zianca memutuskan untuk tetap pergi bersama teman-temannya dan meminta izin dengan mengirimkan pesan pada ayah dan ibunya.

^^^

Setibanya di mall, mereka memutuskan untuk pergi makan terlebih dahulu sebelum akhirnya menonton bioskop.

Mereka sepakat akan makan pizza favorit mereka yang ada di lantai 3 mall, tanpa berpikir panjang mereka segera masuk ke outlet pizza ternama, mereka segera memesan 2 macam pizza berukuran large dengan topping yang beragam.

"Kita duduk deket pinggir sana aja yuk, sekalian cuci mata.." timpal Puput menunjuk ke arah pojok outlet dengan dinding kaca sebagai dinding pembatasnya.

"Boleh.." angguk Fina setuju.

Sementara Zianca yang tengah mengantri menunggu kasir meng-total jumlah pesanan yang harus di bayar, ia hanya tampak memperhatikan layar ponselnya, dirinya masih tidak mendapat balasan pesan dari ibunya, maupun respon dari ayahnya.

"Moga aja Mama nanti nggak marah-marah.." gumamnya membatin.

"Totalnya 215,000 rupiah mbak.." seru sang kasir itu ramah.

"Bayar pakai ini aja.." timpal Aaron menyodorkan kartu kredit miliknya.

Sontak Zianca menoleh ke arahnya dengan tatapan kaget. Ia tak menyangka Aaron akan menemuinya disana.

"A..aaron.."

Kasir yang melihat reaksi Zianca yang bengong segera menerima kartu kredit Aaron tanpa berpikir panjang.

"Nggak usah mbak.. aku bayar cash aja.." timpal Zianca segera menarik kartu kredit dari tangan mbak kasir dan memberikan uang cash yang ada di tangannya.

"Ambil nih.." celetuk Zianca menyodorkan kartu kredit Aaron.

Aaron tertegun, ia menghela nafas berat, ia menatap Zianca intens, Zianca sejak tadi berusaha mengalihkan pandangannya dari Aaron.

Sementara Zianca yang telah menyelesaikan pembayarannya segera berlalu menuju meja mereka, Aaron hanya mengikutinya dari belakang.

"Eh.. Aaron.." sapa Puput sok akrab.

"Hai.." sapa Aaron tersenyum manis.

Brak..

Zianca membanting tasnya di kursi sampingnya yang kosong.

"Sorry.. kursi sama meja kita udah penuh.." seru Zianca sinis.

"Zi.. lo apa-apan sih.." tukas Puput heran dengan tingkah dingin Zianca.

"..." Aaron lagi-lagi tak bergeming. Ia kemudian duduk di kursi kosong pada meja seberang mereka.

"Lo kenapa lagi sama Aaron?" Bisik Fina heran.

"Lo berdua nggak perlu tau.."

"Gue heran deh sama lo Zi.. lo lagi ada masalah apa? Ga biasanya lo kayak gini.."

"Please.. lo berdua jangan banyak tanya ya.. gue lagi pusing.."

"Oke.. sorry.." timpal Fina segera mengakhiri perdebatan mereka.

Selama menyantap pizza mereka berusaha mengabaikan Aaron yang terus duduk diam tak bergeming menatap Zianca yang tampak kesal.

Fina mencondongkan tubuhnya ke arah Zianca sambil berbisik.

"Zi.. nggak enak tau kayak gini.. minimal lo suruh dia pergi aja deh.. daripada dia kita cuekin kayak gini.." bisik Fina pelan.

"Aaron.. mending kamu pergi aja deh.. kita semua risih kamu ada disini.. bikin nggak nyaman banget.." seru Zianca lantang pada Aaron sontak membuat fina memukul-mukul lengan Zianca.

"Ihh lo apaan sih.." gerutu Fina menggeram.

"So..sorry kalau aku justru buat kalian semua jadi nggak nyaman.. tapi sebelum aku pergi, aku pengen ngomong berdua sama kamu.." Aaron tampak tenang saat mengatakan hal itu.

Zianca menatapnya dingin, lalu segera bangkit.

"Waktu kamu cuma satu menit.." gumam Zianca berlalu segera diikuti Aaron di belakangnya.

Zianca dan Aaron memutuskan untuk berbicara jauh dari Puput dan Fina.

"Buruan.."

"Sampai kapan kamu mau diamin aku kayak gini??"

"Ron.. kita nggak ada hubungan apa-apa.. jadi jangan berlebihan deh.."

"Gara-gara Wulan kan?"

"Jangan nyalahin orang lain deh.. aku udah bilang kan dari awal.. buat nggak usah deket-deket sama aku, aku nggak suka sama kamu.."

"Atau karena Dion?"

"Huh ! Susah ya ngomong sama bocah kayak kamu !!" Timpal Zianca kesal.

"Bocah?" Gumam Aaron lirih menatap Zianca intens.

Deg !!

Hal tak terduga terjadi, Aaron tiba-tiba menangkup kedua pipi Zianca, mendekati wajahnya ke depan wajah Zianca dengan gerakan cepat, dan mendaratkan kecupan hangat di bibir Zianca lembut. Zianca yang tersadar segera menolak keras Aaron. Banyak pasang mata memperhatikan kejadian itu, membuat Zianca semakin murka.

"Bangsat lo !!" Maki Zianca memukul keras kepala Aaron dengan kepalan tangannya hingga Aaron tampak merintih kesakitan.

"Jangan pernah berani lo muncul di hadapan gue lagi !! Bajing*n lo !!" Umpat Zianca murka.

Zianca segera meninggalkan Aaron yang tertegun.

"Sebenci itu kamu sama aku?" Celetuk Aaron tiba-tiba menghentikan langkah Zianca.

"Lebih dari benci.. lo udah keterlaluan Ron.." sahut Zianca tanpa menoleh ke belakang dan segera berlalu pergi.

Zianca segera menghampiri kedua temannya, mengambil tasnya lalu pamit pergi.

"Sorry gue harus pulang sekarang.." seru Zianca tergesa-gesa dengan mata penuh api amarah.

"Zi.. lo kenapa?" Seru Puput dan Fina yang heran dengan tingkah Zianca.

Fina segera menghampiri Aaron yang melewati mereka dengan tatapan kosong.

"Lo apain si Zianca?! Sampe dia marah kayak gitu.." hardik Fina marah.

"..." Aaron tak menjawab sepatah katapun.

"Ron.. kalian berdua kenapa sih?!" Seru Fina lebih keras.

Namun lagi-lagi Aaron tak bergeming.

^^^

1
Erna Sutiyana
sebelum di usir adik Lo udah pergi duluan
Kaka gak ada akhlak
tatata13: bikin emosi emang kk..
total 1 replies
Erna Sutiyana
bukan nya si Aaron ibunya meninggal ya pas lahiran dia
Erna Sutiyana
knp takut keramaian
tatata13: Sebenarnya Aaron dan Zianca itu introvert kak.. tapi mereka harus memaksakan diri buat bergaul.. tapi pas dirumah atau lg sendiri.. mereka bener2 cuma di kamar ndak kadang nggak ngelakuin apa-apa sama sekali..
total 1 replies
Erna Sutiyana
yg nyebelin gini nnti nya yg bakalan bikin kamu kangen zi hehhee
tatata13: coba tebak kak endingnya mereka gimana?? 🤭
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Mampir memberi like. 3 bab dulu ya...
Lina Zascia Amandia
Hai... Kak sy nyicil dua bab dulu ya...
tatata13: kembali lagi ya kak
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Sy mampir lagi memberi like, semangat, dan Fav.... ayo semangat Kak.... feedback balik ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!