Rumah tangga yang bahagia seketika menjadi kesedihan, dan hati tersakiti. Istri yang setia tak menjamin suami juga setia. Istri yang begitu sabar dan tulus tak membuat Aldi menghargai kesetiaan itu.
Dia berkhianat hanya karena ujian rumah tangga yang diberikan. Sahabat sendiri malah mencari kesempatan hal itu hanya untuk dapat memiliki sesuatu.
Keserakahan membutakan mata hatinya, dan tidak memperdulikan perasaan sesama wanita. Semua dilakukannya demi ingin memenuhi keegoannya. Sampai rela anaknya yang menjadi korban. Seorang ibu begitu tega menjadikan anaknya untuk dikorbankan.
Namun semua yang namanya kebohongan pasti akan terbongkar juga. Semua yang ditutupinya akan dibukanya sendiri dari mulutnya sendiri. Sedangkan istri sah yang tersakiti sudah tak sanggup untuk berulang kali memaafkan.
Akhirnya semua yang dia pertahankan dalam rumah tangganya sirna. Dia sudah tidak ingin hidup bersama orang yang telah terlalu menyakitinya. Setelah tidak bersama hanya malaikat kecil yang bersamanya dapat memberi kebahagiaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radiah Ayarin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Semakin membesar
Nisa sudah kembali ke rumahnya lagi,sekarang Sinta sudah pindah dari rumah Nisa. Karena memang hanya seminggu saja dia disana. Sinta sekarang tinggal disatu komplek yang sama namun beda blok saja. Rumah itu pun masih rumah milik perusahaan juga.
Hari ini Nisa ada jadwal kontrol kehamilannya dengan dokter Aisyah.
Dokter Aisyah memeriksa perut Nisa yang semakin bertambah besar itu. Sekarang usia kandungannya sudah 4 bulan. Dan Nisa melihat dimonitor calon anaknya itu.
Air mata Nisa jatuh tak terasa, dia terharu dan bahagia melihat buah hatinya tumbuh sehat. Dia menangis sampai terisak penuh bahagia. Dokter Aisyah mengatakan bahwa anaknya berjenis kelamin Laki - laki.
Nisa menatap monitor itu tanpa berkedip, hal yang selalu dia inginkan adalah dapat memeluk anaknya dan menimangnya. Nisa mendengar suara detak jantung buah hatinya bagaikan musik yang membawa kegembiraan.
Nisa tidak sabar sekali ingin bisa menyentuh nya.
Yang membuat Nisa tegar, dan bertahan hanya karena anak yang ada dirahimnya itu. Dialah kekuatan Nisa disaat sekarang ini.
"Mbak Nisa, anak mbak sehat dan sangat bagus perkembangannya." ucap dokter Aisyah.
"Mbak sudah menjadi ibu yang hebat." Bahkan sekarang sudah mau belajar menjadi orang tua yang baik dan benar." kata dokter itu.
Nisa tersenyum dan senang mendengarkan nya. Nisa pulang kerumah untuk berganti pakaian, lalu dia langsung pergi ke butik untuk melihat barang dan mengecek pembukuan. Hari ini karyawan gajian, dan dia juga menelpon Anita disana keadaannya bagaimana.
"Anita.., bagaimana keadaan barang disana?" Bisa ada yang mau dipesan dan stok sudah menipis kabari mbak, karena mbak juga mau pesan kesana." ucap Nisa.
"Disini baik mbak, ada memang barang yang sudah mau habis. Tapi mbak biar saya saja yang pesan langsung kesana. Mbak bilang saja apa yang mau dipesan, lagian nanti mbak kelelahan baby sudah semakin besar." ucap Anita.
"Saya pun memang mau pulang mbak, sekalian saya saja yang kesana." ucapnya lagi.
"Baiklah kalau memang begitu, terima kasih ya Anita." ucap Nisa.
"Iya mbak,sama - sama." ucap Anita.
"Anita sudah lama mempersiapkan sesuatu untuk kelahiran anak Nisa. Dia sengaja pulang dan mempersiapkannya. Anita dan mama mertuanya Nisa bekerja sama untuk pergi belanja dan membeli perlengkapan baby untuk memberi kejutan ke Nisa menantunya.
Namun Nisa tidak sedikit pun tahu, dan mama nya sangat antusias sekali menyambut kelahiran cucu pertamanya. Besok Anita akan pulang sekalian melihat ibu dan anaknya dirumah.
...****************...
Nisa hari ini pulang setelah butiknya tutup, karena hari ini dia harus membagi gaji karyawannya. Untuk sementara dia sudah menyuruh Anita untuk kembali mengelola butiknya bila dia nanti lahiran. Dan menyuruh pegawai yang lain untuk mengelola butik yang ada di Bekasi.
Nisa nanti akan berencana mempercayai butiknya kepada Anita semuanya. Dan dia akan memantau saja dari rumah. Nisa juga berencana membuka bisnis butik online shop agar tetap bisa bekerja dari rumah.
Begitu banyak planning Nisa kedapannya. Nisa juga tidak terlalu menghiraukan Aldi suaminya. karena dia ingin belajar hidup mandiri seperti Anita yang menjadi wanita mandiri dan tangguh. Nisa juga sudah berfikir untuk tidak bergantung kepada suaminya saja. Nisa sudah memikirkan hidupnya kedepan nanti seperti apa, dan dia sudah harus siap dengan resikonya.
...****************...
Anita berangkat dari Bekasi ke Jakarta pagi hari. Dia pulang dulu kerumah ibunya dan melihat keadaan anak nya.
"Sayang.., mama kanget banget."Ibu sehat kan bu.., maaf ya bu, selalu merepotkan ibu." ucap Anita.
"Gak apa kok nak, ibu senang bisa urus dan melihat cucu ibu semasa ibu masih hidup." ucap ibu.
"Kok ibu begitu.., ibu makasih ya..." Nanti Nita tidak pergi lagi. Sebentar lagi Nita akan menetap disini. Nita sudah minta begitu sama mbak Nisa." kata Anita.
"Syukurlah nak, kasihan anak mu yang ditinggalkan." ucap ibunya.
...****************...
Kandungan Sinta juga sudah membesar, sekarang dia sudah susah bergerak. Sinta sangat manja dengan kehamilannya. Dan selalu merengek serta malas melakukan apa pun. Aldi merasa jenuh dengan sikap Sinta, dia biasa dilayani oleh Nisa. Namun sekarang dia harus melayani Sinta dengan berbagai macam alasan.
Aldi pergi dari rumah, dia pulang kerumah Nisa. Disana dia melihat Nisa sedang memasak membantu mbak didapur. Dari jauh dia melihat Nisa, perutnya sudah mulai kelihatan membesar.Tapi dia masih beraktivitas seperti biasa. Beda sekali dengan Sinta yang hanya merintah ini dan itu.
"Mas, kamu kesini?" tanya Nisa.
"Iya Nis, mas boleh gak sarapan disini?" ucapnya.
"Boleh dong mas, ayo kita sarapan bareng." Sebentar lagi Nisa harus kebutik." ucapnya.
Nisa dan Aldi sarapan bersama seperti keluarga bahagia.
"Mas, Sinta sudah sarapan?" tanya Nisa.
Aldi terdiam dan berhenti makan.
"kenapa mas, masakannya ada yang kurang rasanya mas?" Atau mas mau minum?" tanya Nisa.
"Gak apa Nis, Sinta belum makan. Dia tidak masak, selalu mengeluh karena kehamilannya." ucap Aldi.
"Oh.., iya mas, nanti titip makanan buat Sinta ya..." biasa kalau lagi hamil mas..., dan setiap wanita beda - beda rasainya. Dan itu bawaan baby dari dalam. Mas harus sabar ya mas." ucap Nisa.
Aldi terdiam mendengar ucapan Nisa, dia merasa bersalah kedapanya.
"Nisa, maafkan mas ya." Mas sudah menjadi suami yang tidak bertanggung jawab kepada istri mas sendiri." ucapnya.
Nisa hanya diam tak menggubris ucapan Aldi.
"Mas, Nisa mau ke butik dulu ya." ini ada makanan untuk Sinta sudah disiapkan mbak." Nanti bawakan dia makanan, kasihan anak nya yang dalam kandungan itu." ucap Nisa.
Nisa pun pergi diantar supirnya. Hari ini Nisa telpon mamanya Aldi dan menanyakan kabar kedua mertuanya.
"Ma.., gimana kabar mama hari ini ma?" tanya Nisa.
"Mama sehat nak.., papa juga sehat. Nih papa bentar lagi mau berangkat ke kantor." ucap mama.
"Iya ma.., Nisa juga lagi dijalan mau ke butik ma." ucapnya.
"Nisa.., kamu kalau sudah hamil besar harus banyak istirahat ya nak... dan tetap jaga calon cucu mama ya sayang..." kata mama.
Mama sangat menginginkan cucu dari Nisa. Papa dan mama Aldi begitu sayang dan sangat mendambakan kehadiran cucu yang lucu.
"Iya ma... Nisa mengerti dan akan mendengarkan nasihat mama." ucap Nisa.
Nisa mengelus perutnya dan tak sabar menanti kehadirannya. Anita dan mama mertua Nisa hari ini akan pergi bersama untuk mencari keperluan baby Nisa. Mamanya sangat ingin sekali memberikan yang terbaik untuk cucu dan menantunya.
Mamanya mengajak Anita, karena dia sudah berpengalaman dan lebih tahu perlengkapan zaman sekarang yang tidak sama seperti dulu. Anita pun juga senang diajak mama mertua Nisa untuk membeli keperluan baby nya Nisa.
icenya lama encernya..