WARNING!
Novel ini mengandung banyak bawang, jadi siapkan tisu dan hati
Bagaimana rasanya menjadi anak semata wayang namun hanya dijadikan sebuah boneka oleh kedua orang tua kita? Hidup serba berkecukupan namun haus akan kasih sayang.
Keysha Amanda, gadis berusia 23 tahun itu harus merasakan sebuah siksaan batin dari kedua orang tuanya.
Saat pertemuannya dengan seorang pelayan restoran, membuat gadis itu sedikit merasakan bagaimana rasanya dicintai.
Namun lagi-lagi ia harus menelan pil pahit saat dirinya harus dihadapkan dengan sebuah pilihan. Mengorbankan kehidupan masa depannya hanya untuk cita-cita sang kekasih.
...
Cinta dan Luka itu terikat, aku tidak bisa memilih salah satu diantaranya. Jika aku ingin mencintai, maka aku juga harus siap untuk terluka. Begitu juga sebaliknya, jika aku terluka tandanya aku sudah merasakan cinta itu tumbuh ~Keysha Amanda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Impianmu, Impianku.
Setelah pesta usai di gelar, kini tinggallah Keysha dan Kevin yang berada di satu ruangan. Ekspresi wajah pria itu tak berubah sedikit pun. Tetap dingin dan sedikit mengintimidasi.
"Jangan terlalu berharap aku akan menyentuhmu karena seujung jari pun kau bukanlah tipeku" gumamnya yang kemudian beranjak dari kasur.
Pria itu lebih memilih untuk pergi ke balkon. Keysha hanya menatap punggung lebar Kevin dan gadis itu pun memutuskan untuk mengganti pakaiannya sementara Kevin berada di luar.
Kevin menatap langit malam dengan bintang yang bertaburan. Tangannya sedari tadi bermain di atas ponselnya hendak menekan kontak seseorang yang kini berada jauh darinya.
Namun beberapa saat Kevin pun memantapkan pilihannya. Ia menghubungi kontak tersebut tanpa berpikir panjang. Saat panggilan tersebut mendapat respon, Kevin mendengar suara sesegukkan dari seberang telepon.
"Ada apa? siapa yang menyakitimu?" tanya Kevin sangat panik.
"Aku melihat gadis yang kau nikahi, wanita itu masih sangat muda dan cantik" ujar suara wanita dari seberang telepon.
"Aku merasa iri dengannya, Dia bahkan bisa memilikimu seutuhnya" lanjutnya sembari menangis.
"Pernikahan kami hanyalah sekedar pernikahan bisnis tanpa melibatkan perasaan didalamnya. Jika kau pikir bahwa gadis itu memiliki ku seutuhnya, tentu saja kau salah. Diantara kami yang tersisa hanyalah sebuah kebencian satu sama lain. Aku juga berat melalui semuanya, Cha. Saat aku memberi kabar padamu bahwa semuanya sesuai rencana kita, aku juga sangat senang akan hal itu. Namun kau tahu, kesenanganku membuatku lengah dan pada akhirnya mereka tau titik kelemahan ku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa" ucap Kevin lirih.
Setelah mengeluarkan kata-kata panjang, keheningan pun tercipta beberapa saat. Kevin hanya dapat mendengar suara sesegukkan dari wanitanya dan itu sukses membuat Kevin sakit. Ia menjanjikan sebuah kebahagiaan namun ternyata yang Kevin berikan adalah luka.
"Terkadang aku sempat berpikir lebih baik menyerah dari pada mempertahankanmu"
"Icha, ku mohon bertahanlah. Bersabarlah sedikit lagi sayang, jangan mengambil keputusan terlalu gegabah" Kevin dengan nada bergetar berucap demikian. Sangat berbanding terbalik dengan wajahnya yang terkesan dingin dan angkuh. Seketika pria itu berubah menjadi pria yang lemah dan tak berdaya.
Setelah cukup lama berbincang via telepon,l. Keduanya pun memutuskan untuk mengakhiri panggilan tersebut. Kevin mengusap sudut matanya yang sedikit berair sebelum kembali memasuki kamar.
Dilihatnya Keysha yang sudah berganti baju tidur. Gadis itu sudah terlentang di atas kasur dan matanya pun terpejam.
"Tampaknya kau sangat menikmatinya, tak perduli seberapa banyak penderitaan orang lain hanya karena mencapai tujuanmu itu" sindir Kevin yang pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Keysha sendirian di kamar tersebut.
Setelah kepergian Kevin, Keysha kembali membuka matanya. Air mata gadis itu jatuh dari sudut matanya. Keysha hendak berteriak bahwa ia juga menderita karena pernikahan ini.
Keysha menatap cincin pernikahan yang mewah melingkar di jari manisnya. Namun pandangannya turun ke pergelangan tangannya. Ia pun mengusap gelang couple yang sama dengan yang dimiliki David.
Meskipun cincin pernikahannya bernilai puluhan miliar, namun tetap saja gelang sederhana ini yang teristimewa bagi Keysha. Gadis itu pun mengusap gelang tersebut.
"Bukan hanya impianmu, impianku juga seperti itu. Saat terbangun aku dapat melihatmu berada di sampingku, menyiapkan sarapan untukmu, berada disisimu setiap hari melalui suka duka. Hatiku sudah jatuh pada orang yang tepat, hanya saja takdir kita yang tak bersahabat" lirih Keysha.
...****************...
Pagi harinya Keysha dan Kevin menikmati sarapan bersama. Hanya berdua, baik kedua orang Keysha maupun Kevin memilih untuk langsung kembali ke negara tercinta.
Denting sendok dan garpu terdengar sangat jelas. Sementara keduanya hanya sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Aku akan kembali ke Indonesia, ada hal yang belum ku urus disana" Kevin mulai membuka suaranya sembari menyeka mulutnya dengan tisue.
Keysha hanya menanggapinya dengan sebuah anggukkan.
"Kau bisa bebas saat aku tidak ada. Rumah yang besar ini cukup untuk tempatmu bermain-main. Apakah kau bangga telah menjadi nyonya dari Kevin Andara?" ucap Kevin yang sedikit menekankan kalimatnya.
Keysha menatap Kevin. Gadis itu meletakkan sendok dan garpu yang ada di tangannya. Ia mengembangkan senyumnya.
"Tentu saja ini adalah sebuah kebanggaan terbesar bagiku, Suamiku. Aku bahkan bisa merasakan hidup di atas tumpukan uang saat ini tentu saja menikahi seorang miliarder sepertimu bukanlah hal yang mudah" sahut Keysha yang mulai bersandiwara.
Kevin terkekeh mendengar ucapan Keysha. Pria itu pun bertepuk tangan.
"Wow hebat sekali, ternyata kau adalah wanita diluar dugaanku. Kau dapat menyimpan kelicikan mu itu dengan sangat rapi oleh wajah lugu yang kau miliki" ucap Kevin dengan sarkasme.
"Tentu saja, bukankah itu adalah sebuah kelebihanku?" Keysha juga memandang remeh dengan pria yang ada dihadapannya.
"Baik, berbangga hati lah untuk saat ini. Kelak kau akan hidup dalam neraka yang aku ciptakan. Setidaknya nikmatilah kesenanganmu dahulu sebelum kepedihan itu menghampirimu" seringaian iblis terpatri di wajah Kevin.
Pria itu beranjak dari tempat duduknya. Sementara Keysha berusaha sekuat tenaga untuk tetap bersikap tenang. Walaupun setelah kepergian Kevin tangan gadis itu bergetar hebat.
Setelah memasuki neraka yang diciptakan oleh ayahnya, kini Keysha juga terjebak didalam neraka yang diciptakan oleh suaminya sendiri. Entah sampai kapan hidupnya harus menanggung beban yang begitu berat.
Ingin rasanya untuk berlari dari kehidupannya yang pahit ini, namun ia tak mampu. Seolah kedua kakinya sudah diikat oleh rantai yang kuat. Hanya menunggu sebuah keajaiban yang mempu mengubah kehidupannya.
Akan tetapi entah sampai kapan keajaiban itu akan datang padanya. Satu keajaiban yang pernah menghampirinya, namun ia menyia-nyiakannya.
...****************...
Di lain tempat, David dan ketiga temannya tengah berada di kantin kampus. Pria itu memiliki tiga teman yang selalu bergabung dengannya, yang diantaranya dua pria dan satu wanita yakni Reyhan, Dito, dan Vanesha.
Reyhan dan Vanesha lahir dari keluarga yang berkecukupan, dan keduanya adalah saudara sepupu. Sedangkan Dito, kondisi ekonomi keluarganya sama seperti David. Namun pria yang satu ini memiliki hubungan khusus dengan Vanesha. ( yang udah baca novelku yang judulnya Sentuh Hatiku, pasti gak akan asing sama nama-nama ini ).
Disaat yang lain sibuk menikmati makanan yang ada dihadapannya. David sibuk tenggelam dalam lamunannya. Mata pria itu menatap lurus ke depan sementara tangannya mengaduk makanan yang ada dihadapannya.
Dito menatap ke arah Vanesha, dengan memainkan mata seolah bertanya pada kekasihnya itu apa yang terjadi pada David. Namun Vanesha justru menatap ke arah Reyhan, mungkin saja sepupunya itu tahu apa penyebab temannya yang satu itu.
Reyhan hanya menatap sekilas ke arah Vanesha, namun kembali menyantap makanannya. Tentu saja karena karakter pria yang satu ini memang acuh tak acuh.
Melihat hal tersebut sukses membuat Vanesha berdecak kesal. Gadis itu pun memberanikan diri untuk menegur David dan menanyakan hal itu langsung kepadanya.
"David, ada apa? sedari tadi kau hanya mengaduk-aduk makananmu? apakah ada yang mengganggu pikiranmu?" tanya Vanesha dengan tingkat keingintahuan yang tinggi.
David langsung tersadar setelah mendengar Vanesha memanggil namanya.
"Ahh, tidak apa-apa" sahut pria dengan ciri khas rambut yang dikuncir itu.
"Bercerita lah pada kami, siapa tahu kami dapat menemukan solusi.." belum sempat Vanesha menyelesaikan kalimatnya, Reyhan sudah terlebih dahulu menyumpal mulut sepupunya itu dengan makanan. Ya tentu saja pria itu tahu bahwa sepupunya ini sangat berisik, yang sifatnya menurun dari om dan tantenya (Roland dan Melly).
"Sebaiknya kau mengurangi sifat keingintahuanmu itu. Lagi pula masing-masing orang memiliki privasi" jelas Reyhan.
"Sungguh, aku tidak apa-apa" ucap David berbohong. Pria itu pun melanjutkan menyantap makanan yang ada di hadapannya.
.
.
.
Bersambung...
Nama-nama di novel sebelah masih aku bawa sampe kesini karena ceritanya memang masih berhubungan walaupun ada perbedaan sedikit😁
Semoga kalian menikmati karya recehanku ya, dan jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya berupa like, komen, serta votenya ❤️
pesona seorang Janda
aku baca pas di prolog nya
ya ampun dari part awal selalu netesin air mata bacanya
seakan aku yg baca yg jadi Keysa