Jangan lupa follow ig Author.
Ig : Alletta Prin.
Alletta Prin Queena Aziskia Delson adalah putri bungsu keluarga Aziskia dan Delson. Alletta anak yang hangat, ramah, ceria dan baik hati. Tapi semua itu langsung berubah saat kejadian 7 tahun lalu menimpanya. kejadian yang merubah hidup alletta menjadi kelam.
Malvino Ditama Nelson, Putra tunggal keluarga Nelson. Malvin mendirikan mafianya sendiri yang ia beri nama White Tiger. ia sangat sayang kepada adik dan sepupu perempuannya. tapi ia membenci adiknya karna suatu alasan.
Naoki Miki, putri bungsu keluarga Nelson. ia dulu amat disayang oleh keluarga besar Nelson. sebelum kejadian buruk itu menimpa dirinya.
Bukan hanya menceritakan tentang balas dendam Alletta. tapi juga menceritakan perjalanan cinta tokoh yang sangat seru dan menyimpan banyak misteri.
Pertemanan, balas dendam, permusuhun, patah hati dirangkum jadi satu dinovel ini.
Gimana kelanjutan ceritanya ? Cuss kepoin!
Hay makasih udah mampir baca karya author dan ini karya pertama author jadi maaf jika ada typo.
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alletta prin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MG EP 20
"Dari mana kamu?" Suara bariton itu menghentikan langkah Miki. sekarang tak ada lagi senyuman di wajah Miki. Miki berbalik dengan wajah dinginnya, menatap pria yang tak lain adalah Ayahnya.
"Bukan urusan anda" Sahut Miki dingin berlalu pergi, ayahnya yang melihat itu menahan dan.
PLAKK
Satu tamparan mendarat dipipi mulus Miki. Miki hanya biasa saja, tamparan seperti ini adalah makanan sehari-hari untuknya.
"KAMU ITU, PASTI HABIS NONTON BALAPAN KAN? KAMU ITU ANAK YANG NGGAK TAU DIUNTUNG. SUDAH BERAPA KALI SAYA BILANG JANGAN KELUAR MALAM-MALAM" Bentak ayahnya yang tak lain dan tak bukan adalah Marvell. Ya, Miki adalah putri bungsu keluarga Nelson dan adik dari Malvin.
"PEDULI APA ANDA SAMA SAYA" Ujar Miki tak kalah keras, selalu saja seperti ini jika dirinya pulang pasti akan dimarahi habis-habissan oleh Marvell. Miki dulu tak merasakan perlakuan seperti ini. ia dulu amat disayang oleh keluarga Nelson. tapi karna suatu kejadian, membuat keluarga Nelson memusuhinya. bahkan mereka tak segan-segan untuk memukul Miki.
"KARNA KAMU ITU PUTRI KELUARGA NELSON" Pekik Marvell dengan dada yang naik turun, menandakan ia sedang emosi. Miki tertawa sinis.
"ANDA MASIH MENGANGGAP SAYA PUTRI NELSON? TAPI KELAKUAN ANDA DAN SELURUH KELUARGA NELSON SAMA SEKALI TIDAK MENCERMINKAN SIKAP SEORANG KELUARGA" Bentak Miki berlalu pergi dari ruangan itu. Marvell yang mendengar itupun memantung sama seperti Malvin yang berdiri diam didepan pintu.
Pemandangan yang lumrah jika melihat ayah dan adiknya bertengkar. ia juga memperlakukan Miki sama seperti keluarga besar Nelson. Malvin berjalan dan menyalami tangan Marvel.
Raut wajahnya langsung berubah jika Malvin yang pulang, perlakuannya pun jauh berbeda dengan ia memperlakukan Miki.
"Kamu sudah pulang?" Tanya Marvell. Malvin mengangguk.
"Sudah dan Malvin mau kasih tau sesuatu" Ucap Malvin serius.
"Apa yang ingin kamu beritahu?" Tanya Marvell penasaran.
"Ketua FOD sudah setuju buat bantuin Malvin mencari Alletta" Ucap Malvin membuat Marvell senang.
"Kamu serius?" Tanya Marvell memastikan dan dibalas anggukan oleh Malvin. ia sudah diberitahu saat Devan kemarkasnya.
Flasback on.
Devan sampai diruangan Malvin di markas WT. ia segera masuk dan melihat ruangan yang tampak seperti kapal pecah. bungkussan snack berserakan dimana-mana.
Arsha, Azka, Kennath dan Gavin tak menyadari jika Devan diruangan Malvin. mereka asik bermain ps di ruangan Malvin. memang ruangan Malvin ada PS karna menjadi tempat berkumpul ia dan temannya.
"Woy anj*ng, itu yang pukul gue siapa?" Tanya Azka ngegass.
"Ya lo mainnya sama siapa?" Tanya balik Arsha.
"Ini yang main sama gue siapa?" Tanya Azka. mereka mendengus. Gavin menjitak dahi Azka.
"Makanya kalo lagi ngomong didengerin yang jelas, masak main sama siapa aja kagak tau" Ucap Gavin jengah.
"Nggak ada waktu" Sahut Azka tanpa mengalihkan pandangannya. mereka menghela nafas jengah. Devan mendudukkan bokongnya disofa samping Azka.
"WOY ANJ*NG, SIAPA YANG BUNUH PUNYA GUE" Pekik Azka saat heronya mati, Kennath menatap Azka sembari tersenyum ngece.
"Kalo kagak bisa main, ngapain main" Ejek Kennath, Azkapun mengingat jika tadi Kennath adalah lawannya.
"Lo yang jadi musuh gue kan?" Tanya Azka berlari mengejar Kennath, Kennath yang melihat itu berlari menjauh dari Azka.
"Bangsat, kalo kalah ya kalah aja, kagak usah marah" Ucap Kennath disela-sela larinya.
"Terserah gue satt" Jawab Azka ngegass. mereka menggelengkan kepalanya saat melihat Azka dan Kennath yang berlari memutari ruangan Malvin.
"EH GUE MAU NGOMONG INI" Pekik Devan menghentikan kegiatan lari-larian Azka dan Kennath. mereka yang berada diruangan itu kompak melihat Devan.
"Sejak kapan lo ada disini?" Tanya Arsha. Devan mendengus kesal.
"Busett gue kagak dianggep, berarti dari tadi kalian kagak tau gue disini?" Tanya balik Devan. mereka menggeleng, kecuali Malvin.
"Terserah, vin gue mau nanya. kenapa lo nyari Alletta?" Ucap Devan bertanya pada Malvin.
"Karna bonyok Malvin sama para sahabatnya, dapet permintaan terakhir dari mommy Kiran. ibu dari Alletta" Jawab Azka, Devan mengangguk.
"Kenapa emang?" Kini giliran Malvin yang bertanya.
"Queen udah setuju buat bantu, tapi queen penasaran apa alesan kalian minta bantuan dia, dan katanya queen, dia bakal nyari Alletta dalam waktu tiga hari" Terang Devan mencomot snack yang dimeja. sontak perkataan Devan membuat mereka menganga.
"Serius itu queen lo bakal nemuin dalam waktu tiga hari?" Tanya Azka tak percaya. Devan mengangguk.
"Gue juga awalnya kaget, tapi omongan queen nggak pernah dia langgar" Ucap Devan yakin, mereka mengangguk dan kagum akan sosok Queen FOD.
"Hebat juga queen lo, kita aja yang nyari tujuh tahun lebih kagak ketemu, eh queen lo hanya butuh waktu tiga hari" Ucap Arsha kagum.
"Jadi tungguin aja" Ucap Devan santai
Flasback of.
Marvell diam, ia kagum dengan ketua FOD.
"Jadi, ketua FOD bakal ketemuin Alletta dalam waktu tiga hari?" Tanya Marvell dibalas anggukan kepala oleh Malvin.
"Iya yah" Jawab Malvin. Marvell mengangguk-anggukkan kepalanya.
🍀🍀🍀🍀
Pagi hari di Sma QIHS sudah ramai murid kelas sebelas. mereka bersemangat untuk menjalani kemah. diparkiran Sofa menghela nafas jengah, pasalnya sudah 30 menit, dirinya menunggu teman-temannya dan sampai sekarang belum ada yang datang satupun.
5 menit kemudian muncul mobil Malvin dkk. mereka kompak turun dengan kacamata hitam melekat dihidungnya. mereka mengambil koper masing-masing dan berjalan kearah Sofa.
"Yang lain belum sampe?" Tanya Azka dijawab gelengan kepala oleh Sofa.
"Gue udah nunggu dari 35 menit yang lalu tapi itu demit kagak dateng-dateng" Gerutu Sofa, mereka menghela nafas gusar.
Tak lama mobil putih Aza nampak memasuki area parkir. diikuti 2 mobil lain, yaitu mobil Eline dan Stepanie. ketiganya turun dan mengambil koper. ketiganya menghampiri Sofa dan Malvin dkk.
Aza tersenyum manis pada Gavin dan dibalas tak kalah manis oleh Gavin. Malvi dkk dan Eline dkk menatap cengo keduanya.
"Kalian pacaran?" Tanya Azka, Aza dan Gavin mengangguk. para temannya kaget melihat respon keduanya.
"Sejak kapan ? terus kok gue nggak tau ? benerankan kalian pacaran ? bukan bohong-bohongan?" Tanya Sofa beruntun, Aza menghela nafas.
"Kemarin, gue juga nggak tau, beneran kita pacaran dan bukan bohong" Balas Aza menjawab semua pertanyaan Sofa. Eline bertepuk tangan heboh.
"Selamat buat lo, akhirnya bisa nakhlukin ini es balok" Ucap Eline memberi selamat untuk Aza, Aza mengacungkan jempolnya.
"Lah, Al kemana?" Tanya Sofa saat tak melihat Alletta.
"Al bangun kesiangan, paling lagi on the way kesini" Jawab Aza melihat jamnya.
Tak lama mobil Alletta memasuki area parkir sekolah. Alletta turun dengan kacamata hitamnya, ia mengambil koper dan mendekat kearah temannya.
"Akhirnya sampai juga, ayo kita ke bis" Ajak Aza diangguki lainnya.
Bianca dkk menatap sinis pada Alletta dkk. Bianca, Monika dan Shila membawa 2 buah koper, sedangkan Kayla dan Lily membawa 1 koper. Monika menahan amarah ketika melihat tangan Aza dan Gavin bergandengan. Aza tersenyum ngece saat melihat Monika yang panas. Sofa juga memanas-manasi.
"Busett, kenapa jadi panas banget ya" Ucap Sofa menyindir Monika, Eline yang pahampun ikut memanasi.
"Eh, iya loh. kok jadi panas gini" Sahut Eline mengipasi lehernya. Aza menahan tawanya melihat tingkah Sofa dan Eline.
"Kita kesana" Tunjuk Alletta, semua mengangguk. mereka berbaris untuk mendengar pengumuman bis mereka.
"Xl mipa 1 di bis satu" Ucap ketus osis. Alletta dkk dan Malvin dkk langsung menuju bis satu. ketua osis yang melihat itu menggelengkan kepalanya.
.
.
.
.
Hayy!
Jangan lupa Like, Komen dan Vote.😘
Happy Reading.