NovelToon NovelToon
Lelaki Bayaran Amelia

Lelaki Bayaran Amelia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:26.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dea Anggie

Kuharap cintaku terbalas.

Brian Antonius Candra.

Adalah seorang pemuda tampan dan kaya, idola para wanita. Namun hidupnya kini sudah berubah. Jatuh miskin, dan menderita. Tidak punya apa apa.

--
Papanya bangkrut dan bunuh diri. Mamanya sakit sakitan lalu meninggal.
Papa dan mamanya meninggalkan banyak hutang.

--
Hidup dijalanan, makan makanan sampah!!
Sungguh mengenaskan.
Om dan tantenya tidak mau menampung.
Teman teman semua menjauh karena Brian sekarang miskin dan tak punya apa apa.

Pacarnya pun selingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Lengkap sudah bumbu kehidupan Brian.

--
Kehidupannya berubah total, Brian kembali bangkit dan membalas dendam pada mereka yang membuatnya jadi sampah!!
Semua karena bantuan dari Amelia. Wanita kaya raya yang membutuhkan pria untuk sandiwara cinta.
--
Sandiwara cinta, berubah jadi cinta yang sesungguhnya. Brian tergila gila pada Amelia. Akankah mereka bersama sampai akhir? Atau kandas disaat cinta mulai bersemi?
--

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lelaki Bayaran Amelia 20

♡Brian♡

Aku membuka mataku perlahan. Aku melihat Amelia tertidur pulas dalam pelukanku. Aku menata posisi tidur Amelia agar nyaman. Betapa cantiknya Dewiku ini. Wajahnya selalu berseri meski tanpa riasan.

Aku meraba wajah Amelia, menyusuri setiap inci kulit wajahnya. Begitu halus dan lembut. Aku mendekatkan wajahku dan mencium pipi Amelia, Amelia membuka mata dan meraba wajahku. Ciumanku langsung berpindah pada bibirnya yang mungil. Amelia melepas ciumanku dan mencium keningku kilas.

Amelia: pagi sayang..

Brian: pagi sayang, apa tidurmu nyenyak?

Amelia: tentu saja, kapan tidurku tidak nyenyak saat dalam pelukan mu.

Brian: sini tidur lagi. Aku akan memelukmu.

Amelia: sudah cukup, aku akan bangun dan memasak sarapan. Kamu tidurlah dulu.

Amelia bangun, dengan cepat aku menariknya dalam pelukanku.

Amelia: sayang, jangan begini. (Melepas pelukan)

Brian: ayo kita masak bersama.

Amelia: tidak tidak, kamu tidurlah. Aku saja yang masak.

Brian: baik baik, kamu pergilah memasak. Aku akan menjaga baby Love.

Amelia: Lovely masih tidur jangan ganggu dia atau bangunkan dia, nanti akan menangis.

Brian: haih.. baik baik, bu boss keahlianmu berdebat semakin mahir sekarang. Aku kalah, aku akan tidur.

Amelia: (tersenyum, lalu mencium bibir Brian kilas) aku mencintaimu sayang..

Brian: aku juga.. sangat mencintaimu sayang. (Mengedipkan satu mata)

Amelia turun dari ranjang dan berjalan keluar kamar. Aku melanjutkan tidurku, aku pejamkan mataku tapi tidak bisa tidur. Aku bangun dan mengambil berkas laporan di mejaku. Aku bersandar bantal dan membaca dengan cermat isi laporan.

Aku mendengar anakku menangis. Denagn cepat aku meloncat turun dari ranjang. Aku berjalan mendekati Lovely dan menggendongnya. Aku mengambil botol berisi asi dan kembali ke ranjang. Aku naik ke ranjang dan bersandar. Aku memberi minum pada Lovely dan membaca ulang berkas laporan ditanganku.

Sesekali aku menciumi putri cantikku yang kembali tertidur, mulutnya masih menghidap asi dibotol dengan kuat. Aku hanya tersenyum gemas. Mataku kembali Fokus pada pekerjaanku. Tidak berselang lama, Botol berisi asi sudah kosong. Aku melepas botol perlahan dan meletakan Lovely di ranjang. Aku menciumi kedua pipi Lovely. Putriku sungguh cantik dan menggemaskan.

Aku meletakan berkas laporanku dimeja dan berbaring di samping Lovely. Aku memeluk Lovely dan terlelap tidur.

♡Amelia♡

Akhirnya sudah siap, saatnya mandi dan bangunkan Brian. Aku berjalan perlahan ke kamar, aku membuka pintu dan masuk. Aku menutup pintu dengan hati hati. Kamar sunyi tidak ada suara. Aku berjalan ke ranjang. Aku melihat pemandangan indah. Brian sedang tidur bersama Lovely. Aku melihat jam, masih pukul 06.30. Aku menyelimuti mereka, mencium kilas pipi Brian dan meraba wajah Lovely. Aku meninggalkan mereka untuk mandi.

Aku mengambil handuk dan berjalan kekamar mandi. Lama aku dikamar mandi, bagaimana tidak bekas operasi masih terasa sakit dan nyeri.

Cup..

Cup..

Cup..

Aku merasa geli, tengkuk dan punggungku dicium. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Brian. Aku bahkan tidak tahu kapan dia masuk kedalam kamar mandi.

Amelia: sayang, kamu sudah bangun?

Brian: hmmm.. aku bangun saat kamu menciumku. Aku akan membantumu mandi.

Amelia: baiklah..

Brian begitu lembut menggosok punggung hingga pinggangku. Tangannya menggosok tanganku. Brian membalik tubuhku, Brian mencium bibirku kilas. Pria ini tidak bisa sekali saja tidak menciumku. Selalu membuat jantungku berdebar.

Brian: kenapa? Apa jantungmu berdebar?

Amelia: Brian.. jangan menggodaku, ayo cepat selesaikan.

Brian: iya sayang aku mengerti.

10 Menit kemudian..

Aku sudah selesai, aku makai handukku. Brian tiba tiba menggendongku keluar dari Kamar mandi, dia mencium bibirku lembut. Umh!! Aku bisa merasakan nafasnya yang hangat. Brian membaringkan aku diranjang. Dia menatapku dengan senyum tampannya. Aku merangkulkan tanganku di lehernya dan mencium keningnya kilas. Brian membelai wajahku.

Brian: kamu sangat cantik sayang

Amelia: kamu juga tampan sayang. Sudah, cepat ganti baju.

Brian membantuku bangun dari ranjang. Aku berjalan mengambil pakaian ganti dan berganti pakaian. Aku mendekati Brian dan mengancingkan kemejanya. Memasang dasi dan merapikan penampilanya.

Amelia: sempurna!

Beian: apa yang sempurna?

Amelia: kamu sayang. Apa lagi, kamu sempurna untukku.

Brian: hmmm.. pandai bicara sekarang ya..

Brian mendekatkan wajahnya dan menciumku bibirku lagi, pria ini sungguh penggoda handal. Dalam sekejap lidahnya sudah menjalar kemana mana. Aku menutup mataku menikmati ciuaman Brian. Hmm Brian, kamu seperti penyihir. Tak ingin ciuman ini memanas aku pun mengakhiri ciumanku. Aku mencium kilas pipi Brian dan berjalan menuju meja riasku. Aku berdiri dan menyisir rambutku. Brian mangambil sisir ditanganku dan mengambil alih.

Setelah selesai menyisir dia memelukku dari belakang, tangannya melingkar diperutku. Dia menggosok perutku.

Brian: apa masih sakit?

Amelia: ya.. sedikit.

Brian: sayang, maaf! Andaikan aku bisa menukar rasa sakitmu padaku.

Amelia: tidak apa sayang, jangan salahkan dirimu. Aku baik baik saja.

Aku melihat ke cermin, Brian juga melihat ke cermin. Kami tersenyum bersama. Brian mencium pipiku dengan lembut dia berbisik di telingaku.

Brian: I love you Amelia..

Amelia: I love you Brian..

Brian membenamkan wajahnya di bahuku.

Brian: aku sangat bahagia, memiliku dan Lovely. Aku memiliki kekuarga kecil ku sendiri sekarang. Aku akan bahagiakan kalian sampai nafasku berakhir. Aku tidak akan pernah menyakiti kalian.

Amelia: terimakasih sayang.

Aku juga bahagia Brian, memiliki keluarga kecil ini. Semoga kita akan selalu bahagia dan bahagia selamanya..

Aku mencintaimu Brian, dan juga mencintai Lovely..

Amelia dan Brian mengunjungi Nikita. Nikita menyambut meraka. Amelia memeluk erat Nikita.

Amelia: selamat ya..

Nikita: selamat juga untukmu Amelia.. (melepas pelukan) maaf semua karena adit.

Amelia: sudahlah, lupakan saja.

Nikita, Amelia dan Brian masuk dalam ruang tengah. Amelia mendekati sebuah box dan melihat anak Nikita.

Amelia: anakmu tampan, siapa namanya?

Nikita: Andrew. Anakmu juga cantik (melihat Lovely yang ada dalam gendongan Brian)

Brian: thanks.. (tersenyum)

Amelia: boleh aku menggendong Andrew?

Nikita: tentu boleh, kenapa tidak.

Amelia: sayang.. ikut dengan bibi yaa.. (menggendong Andrew perlahan)

Nikita: Brian, boleh aku gendong?

Brian: tentu saja. (Mengoper Lovely pada Nikita)

Nikita: (menggendong Lovely) oh cantik sekali, siapa namanya?

Brian: Lovely.

Nikita: dia sepertimu Brian. Rambutnya seperti Amelia.

Amelia: Brian gendonglah.. (mengoper Andrew pada Brian)

Brian: (menggendong Andrew) sayang, kamu mirip sekali seperti papamu. Maafkan paman.. (sedih)

Nikita: sudahlah Brian, jangan ungkit masalah Adit lagi. Aku tidak mau membahasnya.

Brian meletakan kembali Andrew dalam box. Nikita juga meletakan Lovely dalam box.

Amelia: kamu sungguh akan kembali ke Indonesia?

Nikita: ya, sepertinya begitu.

Ponsel Amelia berdering, panggilan dari Abed.

Amelia: Hallo..

Abed: kamu dimana? Aku dan mama akan kerumah. Aku bawa sesuatu untuk baby Love.

Amelia: aku dirumah lama, kemarilah.

Abed: rumah lama? Kalian pindah kerumah lama?

Amelia: tidak tidak.. ada seseorang yang tinggal dirumah lama. Seorang ibu dengan bayinya. Kami sedang berkunjung. Lovely juga ikut denganku.

Abed: ah baiklah, aku akan segera sampai. (Menutup panggilan)

Brian: siapa sayang?

Amelia: kak Abed, dia dan mama akan datang.

Brian: oh.. pasti merindukan Lovely.

Abed dan mamanya sampai di rumah lama Amelia.

Amelia: hai..

Abed: wah mana keponakanku yang cantik?

Amelia: ada di box. Oh ya aku akan kenalkan teman kami. Ini Nikita, Nikita ini saudaraku Abed dan mamanya.

Nikita dan Abed saling berjabat tangan dan tersenyum. Nikita juga berjabat tangan dengan mama Abed. Tiba tiba sebuah ide muncul dalam pikiran Brian, Brian bsrencana menjodohkan Abed dan Nikita. Secara Hukum Nikita masih belum menikah dengan Adit. Dan Abed juga pria lajang. Tapi Brian masih harus berdiskusi dengan Amelia.

~~

Amelia dan Brian sibuk berbincang membahas soal bisnis. Amanda (mama Abed) sibuk menjaga Lovely dan Andrew. Sedangkan Nikita dan Abed sibuk memasak makan malam.

Didapur Nikita dan Abed saling bercerita masalah mereka satu sama lain. Nikita kaget saat tau jika Abed pernah ingin melecehkan Amelia dan ingin membunuh Amelia. Abed juga terkejut saat tau Nikita adalah mantan kekasih Brian yang berkhianat, Nikita berselingkuh dengan Adit.

Nikita: masa lalu kita sama sama suram Abed (tersenyum)

Abed: ya, semoga saja masa depan kita akan cerah. (Tersenyum)

Amanda: ehemm.. bagaimana jika kalian meraih masa depan yang cerah bersama sama.

Abed dan Nikita terkejut, wajah mereka memerah. Merka tersipu malu. Brian dan Amelia ada di belakang Amanda dan mendukung.

Amelia: kalian menikahlah, soal cinta bisa tumbuh dan bersemi nantinya.

Brian: kalian kan sama sama sendiri. Bukankah tidak masalah bibi Amanda? Apa bibi keberatan?

Amanda: tentu tidak. Aku akan sangat senang. Abed dan Nikita hanya saling pandang dan tersenyum.

(Dalam hati Amelia)

Semoga kalian bahagia, Nikita dan Abed.

Hiduplah bahagia Nikita, kamu pantas bahagia. Tinggalkan sana Adit brengsek itu.

(Dalam hati Brian)

Jika ini yang terbaik semoga kalian bahagaia hingga akhir. Nikita, berbahagialah! Tinggalkan laki laki seperti Adit, Abed jauh lebih baik.

Amanda menghampiri Nikita dan memeluknya.

Amanda: Abed memang bukan pria sempurna sayang. Aku harap kamu mau menerima apa adanya.

Nikita: aku juga bukan wanita sempurna bibi, aku tidak pantas untuk Abed. (Menangis)

Amanda: siapa bilang (melepas pelukan) lupakan masa lalu dan gapailah masa depan. Jika kalian masih belum ingin menikah, setidaknya cobalah berkencan. Agar kalian lebih mengenal satu sama lain.

Abed: ehem.. mama, jangan membuatku malu.

Amelia: ayolah.. jangan malu malu kak, wajahmu seperti tomat.

Abed: Amel.. (menatap tajam ke arah Amelia)

Brian: kami mendukung kalian bersama. Kami akan menunggu kabar baik dari kalian.

Amanda: baiklah, kalian masak apa.. ayo ayo.. kita makam dahulu, baru bahas yang lain nanti.

Brian, Amelia, Amanda, Abed dan Nikita makan malam bersama. Abed dan Nikita mencuri curi pandang. Brian dan Amelia saling menatap dan tersenyum.

•Jangan lupa like dan isi kolom komentar•

•Terimakasih•

•Beri ☆ juga yaa•

1
Raga Abdinegara
ada kelanjutan s3 nya?
Fuji Wulandari
harus nya lovely jangn blg pnya 2 adik dong,, kan adik andrew masih ada michel dan mattew
Fuji Wulandari
harus nya anak tiri bukan anak angkat,, andrew kan anak dari nikita istri abed
G Use
Thor...anda tulis novel atau naskah sebuah film...baru pertama saya baca novel dengan percakapan kayak naskah cerita.Puluhan tahun baca novel luar dan dalam negeri tapi ini novel yang kayak naskah cerita...
Retno Armiyanti
ini gk ada lanjutannya season 3 gitu soalnya seru bgt
Benazier Jasmine
amelia wanita baik dpt jodoh brian laki2 yg baik juga👍👍👍💖💖💖💖💖💖💖
Benazier Jasmine
seribu satu dpt suami baik & tdk matre, apalg amelia wanita kaya. suka bngt ceritanya thoiir👍👍👍💖
Selvie Rosalina
agak bingung baca crtax thor
Benazier Jasmine
gila abednego walaupun amelia bukan lahir dr rahim mamanya tp papanya sama brrt saudara kandung u, tega mau memperkosa amelia
Benazier Jasmine
tajir melintir amelia, mungkim sdh jodohnya brian biar bisa bantu brian👍👍👍😂
aidernia_Novelia
bagus ceritanya
Wrin Budayani
comment apa lagi thor ? too sweet to true ...a.a.a.
Wrin Budayani
laki2 yg sangat baik brien
Wrin Budayani
selamat brian dan amelia and welcome baby lovely miracle . 😍😍😍
Wrin Budayani
brian ..you are so sweet ...
Wrin Budayani
Allah selalu melindungi manusia2 baik ...brian ..amelia ..you are the best
Wrin Budayani
thor jangan bikin sedih ..amelia tdk pantas dpt kesakitan lagi
Wrin Budayani
dua manusia baik yg pantas untuk bahagia ..
Wrin Budayani
congrat bryan ..
Wrin Budayani
i am happy for amelia and bryan ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!