NovelToon NovelToon
Lovely, Miss Agent

Lovely, Miss Agent

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:145.3k
Nilai: 5
Nama Author: Atseira

Jangan lupa, tinggalkan jejakmu 🥰

Rachelle Young, seorang Agent antisosial & kasar. Pamannya mendadak memberinya tugas, menjadi seorang pelatih bela diri di sebuah desa kecil. Menggantikan sang paman, Rachelle mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Berada di antah berantah, tak membuat Rachelle meninggalkan pekerjaan aslinya. Di desa tersebut, Rachelle menemukan banyak kasus aneh dan mulai menyelesaikannya. Dibantu dengan seorang polisi bernama Luke, Rachelle memulai misi kecilnya.
Satu pesanku saat kau berada di desa itu. Jangan percaya pada siapapun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atseira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21: Memancing Si Pemimpin

Orhion, Orheon, Orchen dan Orphen. Semuanya merupakan nama-nama dari sebuah gelar kehormatan untuk seorang pemimpin. Bukan pemimpin tim kantoran biasa sih. Atau juga bukan pemimpin tim sebuah biro penyelidikan.

Seorang pimpinan dari sebuah geng atau organisasi yang bergerak di bidang kriminal. Mereka melakukan pekerjaan apapun. Dan biasa bekerja dengan mitra dari petinggi, para konglomerat.

Orhion adalah gelar yang tertinggi. Sedangkan Orphen, adalah yang terendah. Semua itu direbutkan tak hanya dengan semangat juang dan bekerja keras. Melainkan, dengan darah dan nyawa.

Pangkat-pangkat tersebut sudah mendarah daging dalam para pemimpin dengan kelompok besar dan tangguh. Sebutlah sebuah nama, Dominic Robinson contohnya. Dia adalah pelopor pertama yang membuat seluruh anggota kriminal kelas kakap, bertaruh melawan yang lain.

Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan gelar itu. Selain dicintai dan dihormati banyak kalangan, pemilik gelar tertinggi biasanya lebih dipercaya bekerja dengan para konglomerat. Mereka tinggal mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan tindakan kriminal, uang akan lancar. Pemilik gelar tertinggi, juga memiliki banyak sekali aset kekayaan yang melimpah.

Carine Robinson, nama Rachelle setelah dirinya mengalami kejadiaan naas. Kala diumurnya yang menginjak, 8 tahun. Tepat setelah perayaan ulang tahun kakaknya, rumah Rachelle dilalap si jago merah.

Tak ada yang tahu, dari mana api berasal. Namun ada satu hal yang akhirnya, membuat ayah Rachelle mengetahuinya. Seorang penyusup, telah mengepung dalam kobaran api.

Ayah Rachelle hanyalah seorang pebisnis biasa. Jauh seperti kakaknya, Ron dan adik bungsunya, Raph. Jadi yang bisa dia lakukan hanyalah, menyuruh anak-anak masuk ke dalam ruang rahasia.

Ruangan itu terletak di bawah lantai rumah mereka. Pintu masuknya, lewat sebuah lantai kayu depan ruang baca. Rachelle bersama dengan kakaknya, Raymond berlari ke ruangan tersebut. Ya, ditengah kobaran api.

Raymond saat itu berumur 19 tahun. Dia baru saja lulus SMA dan tidak tertarik sama sekali dengan dunia bela diri. Berbeda dengan Rachelle yang menyukai bela diri. Dia dilatih langsung oleh paman Ron.

Setelah menyuruh Rachelle dan Raymond pergi ke ruang rahasia, suara ayah mereka tak lagi terdengar. Hanya suara ibu yang terdengar berteriak, beberapa detik yang lalu. Kini, tersisa suara pistol terdengar hingga ruang rahasia.

Raymond menyadari bahwa, orang tua mereka dalam bahaya. Dia berpikir kemungkinan terburuk, akan terjadi pada keluarganya. Dia harus melindungi Rachelle.

“Elle, tetaplah di sini. Kakak akan melihat keadaan diluar. Kakak juga sudah memberi tahu paman. Sebentar lagi, dia akan menyelamatkan kita semua” ucap Raymond. Dia tampak memegang kedua bahu Rachelle dengan erat. “Diluar banyak orang jahat, kak. Kenapa kakak tidak tetap berada di sini saja bersamaku? Aku takut” tanggap Rachelle. Raymond tersenyum lebar ke arahnya.

“Kamu akan baik-baik saja. Jangan takut. Bukankah kamu seorang murid bela diri yang tangguh?” kata Raymond menenangkan. “Tapi mereka bukan orang biasa, kak. Mereka orang jahat sungguhan! Aku masih terlalu kecil untuk dianggap tangguh” balas Rachelle ngotot. “Elle, tunggu di sini. Kakak hanya akan memastikan sesuatu saja. Kakak akan segera kembali” ujar Raymond sambil berbalik melangkah menuju pintu kayu.

Rachelle menatap kepergian kakaknya. Dia sangat cemas, saat sang kakak memanjat hendak keluar dari ruangan yang pintunya berada di langit-langit. Raymond sempat tersenyum, menengok ke arah Rachelle.

“Aku menyayangimu, Elle. Kuharap, kamu selalu diliputi kebahagiaan” pinta Raymond, sebelum benar-benar pergi meninggalkan Rachelle. “Kak! Kakak!” panggil Rachelle yang sama sekali tak digubris Raymond. Saat itulah, terakhir kali Rachelle melihat Raymond.

Sebab setelah Raymond pergi, api semakin berkobar tinggi. Para penyusup berhasil menemukan keberadaan Rachelle, usai melakukan pencarian selama sepuluh menit. Dan setelah menemukan gadis delapan tahun tersebut, seorang pria bertubuh tinggi menghampirinya.

Pria itu telah mengacungkan pistol, tepat di kepala Rachelle. Ketika Rachelle menatap tajam pria tersebut, pistol mendadak diturunkan. Pria itu mengurungkan niatnya.

“Bawa anak ini pergi” perintah pria yang diketahui bernama, Dominic Robinson tersebut. Dan semenjak itu, Rachelle berada di bawah asuhan Dominic. Agar tak terdeteksi siapapun, Rachelle diberi nama Carine Robinson. Nama anak Dominic yang telah tewas.

Di bawah nama Carine, Rachelle dilatih menjadi seorang penerus pimpinan sebuah kelompok kriminal. Gelar ayah Rachelle saat itu, Orhion. Sebuah gelar tertinggi dari semua gelar pada kelompok kriminal kelas tinggi. Rachelle digadang-gadang, akan menggantikan Dominic saat dia siap.

Namun, tangan kanan Dominic secara mengejutkan telah melakukan sebuah pengkhianatan. Dia membelot dan mencoba merebut Orhion dengan cara menjebak Dominic, saat mengerjakan sebuah permintaan dari client. Client rupanya, juga turut memberikan pengaruh besar terhadap perebutan Orhion secara tidak sehat tersebut.

Melihat ayah asuhnya tewas di depan mata, Rachelle tak terima. Hatinya bergejolak. Padahal jika mengingat kembali sebelumnya, keluarga Rachelle dibunuh oleh Dominic. Saat itu, Rachelle yang berusia 14 tahun, menerjang seluruh penghianat dengan skill bela dirinya yang tangguh.

Rachelle mendapatkan gelar Dominic kembali dan memiliki kru pribadi yang juga mumpuni. Anggota kru Rachelle, semuanya merupakan anak-anak yang bekerja untuk Dominic saat dijadikan sandera. Mereka menjadi saling menyayangi, seperti keluarga dan menjadikan Rachelle panutannya.

Setelah mendapatkan gelar di usia muda, Rachelle sering kali mendapatkan ancaman perebutan gelar dari geng lain. Namun tentu, semua bisa dihandle dengan mudah oleh Rachelle beserta kru. Steve dan Philip adalah salah satu dari kru Rachelle pula.

Sementara Xavier, seorang penipu ulung yang bertemu Rachelle ketika sedang menjalankan permintaan client. Harusnya, Rachelle menangkap dan membunuh Xavier. Akan tetapi, Rachelle mengampuninya dan membuatnya harus berada dalam kru Rachelle. Sebagai sebuah balas budi yang abadi.

Seiring berjalannya waktu, Rachelle mulai lelah menjalankan permintaan para client. Kala itu, dia kemudian teringat pesan Dominic. Rachelle tak boleh melupakan pendidikan dan hidup normalnya.

Keinginan Dominic, didukung oleh para rekan-rekan kru Dominic pula. Rachelle akhirnya sedikit melepaskan tugasnya. Selama bersekolah dan menjalani hidup normal, tugas Rachelle diambil alih oleh rekan-rekan kru Dominic.

Setelah menyelesaikan pendidikan, Rachelle kemudian bertemu dengan Leon Deloffre. Mantan tentara yang menjadi pimpinan sebuah biro penyelidikan swasta. Rachelle bekerja sama dengannya untuk menyelesaikan beberapa kasus yang melibatkan para konglomerat. Orhion mulai dijalankan ke jalan yang lebih baik, daripada membunuh beberapa orang biasa sesuai permintaan client keji.

Hal itulah yang juga menjadi masalah dalam biro Deloffre sendiri. Gray menolak adanya Rachelle yang dianggapnya, seorang kriminal. Inilah alasan, mengapa Gray menjadikan Rachelle sebagai rivalnya. Setelah tak berhasil membuat Rachelle ditendang dari biro.

~~

“Permisi, kenapa anda sekalian berada di rumah petugas Luke? Siapa anda sebenarnya? Kenapa anda mengacak-acak rumah petugas Luke?” tanya Rachelle, usai memantau dari komputernya. Rachelle sengaja memasang kamera tersembunyi di rumah Luke, sudah lama sebenarnya. Hanya untuk berjaga-jaga tentunya.

Dan hari ini bertepatan dengan Luke yang sedang menemui sebuah kelompok bernama Orphen, rumah Luke mendadak dibobol beberapa orang. Semuanya berpakaian hitam, persis dengan cerita Luke tadi malam. Rachelle bergegas mengunjungi rumah Luke, setelah memantau dari rumah.

“Anda sendiri... Siapanya petugas Luke?” jawab salah satu orang berpakaian hitam tersebut balik bertanya. “Saya orang terdekatnya” ujar Rachelle memancing. Dan tanpa menunggu lama, beberapa orang berbaju hitam itu segera menangkap paksa Rachelle.

Rachelle dalam keadaan setengah sadar. Dia sedikit terpengaruh obat, di sapu tangan yang sempat dibungkam ke hidungnya. Dia merasa, sedang dibawa dengan sebuah mobil ke suatu tempat. Dugaannya, tempat yang sama dengan Luke.

Rachelle melibatkan diri, bukan karena ingin menyelamatkan Luke saja. Dia juga ingin melihat seberapa kuat, anak dari Jack Evans. Selama ini, Ken terlalu rapi menyembunyikan rahasianya.

Setibanya di sana, Rachelle hanya melihat seorang pria 30-an yang sedang berbincang dengan seseorang. Pria itu bos geng Orphen, terlihat dari cara orang-orang yang menculik Rachelle memanggilnya bos. Masih berpura-pura pingsan, Rachelle mencoba untuk melihat ke arah seseorang yang berada di belakang si bos Orphen.

“Petugas Luke yang terhormat, aku membawa seseorang yang sangat penting untukmu. Pacarmu ada di sini. Wah, surprise!!” sorak si bos Orphen. Luke perlahan mendongak ke arah tempat Rachelle berada. Dugaan Rachelle tentang Luke yang akan bernasib sama dengan sang ayah, benar.

Rachelle bahkan juga merasa, tak ada rekan dari kepolisian yang mengawasi Luke. Pria itu datang sendirian. Tanpa bantuan, seperti saat ayahnya dahulu. Malahan, keadaannya lebih parah dari sang ayah.

Luke babak belur, lebih banyak dari yang Rachelle lihat tadi malam. Dia sangat, sangat dan sangat lemah duduk di kursi dengan kedua tangan terikat. Rachelle sampai tak tega melihatnya.

Luke kaget saat menatap ke arah Rachelle. “Jangan menyentuhnya...” ancam Luke pelan. Suaranya terdengar tak berdaya. “Kenapa memang? Kau mau apa, dengan keadaan seperti itu? Sudah lemah, masih saja ngotot ingin bertemu pimpinan kami. Hanya untuk mengajaknya bernegosiasi? Memangnya, kau kira pemimpin kami orang yang gampangan apa? Hah?! Tentu, aku sudah menghubungi pimpinan. Lihat saja! Karena kau menantangnya, kau akan mendapatkan apa yang telah kau inginkan!” ucap si bos Orphen bernada mengolok.

“Satu lagi. Kalau kau ingin dia hidup-hidup, kau harus mengizinkan kami untuk beroperasi kembali di desa ini. Baik ayahnya, anaknya sama saja. Suka sekali mengganggu orang lagi bekerja!” dengus si bos Orphen. “Aku... tidak akan membiarkanmu menyakiti orang-orang desa. Kau... tidak akan pernah mendapat tempat di sini. Aku yang akan menghentikanmu” tanggap Luke bersikeras. Si bos Orphen langsung menendang Luke dengan keras. Pria tersebut tampak terjatuh bersama dengan kursinya.

Rachelle melihat perbuatan si bos geng Orphen dengan kedua matanya. Dia mungkin perlu, membuat bos geng Orphen menderita sedikit nantinya. Namun saat ini, dia harus memancing Ken terlebih dahulu.

“Kalian benar-benar... orang yang lemah. Petugas Luke hanya datang sendirian, kalian dengan jumlah segini banyak menghajarnya bersamaan. Kalau dia bersama dengan rekan-rekannya, baru takut ya?” celetuk Rachelle. “Eh, tuan putri sudah bangun. Lihat nih, orang tersayangmu. Dia rela babak belur, hanya karena membelamu lho! Manis sekali, bukan?” balas si bos Orphen. “Kenapa? Kau iri?” olok Rachelle, ala wanita pada umumnya.

“Kurang ajar! Anak-anak, beri dia pelajaran!” perintah si bos Orphen pada beberapa anak buahnya. “Jangan menyentuhnya?!” teriak Luke dengan kekuatan terakhirnya. “Kau diam saja, sialan!” seru bos geng Orphen. Lagi-lagi Luke ditendang keras olehnya, meski masih berada di tanah.

Rambut Rachelle ditarik oleh salah seorang anggota geng Orphen. Dua orang lainnya tampak bergantian memukul kepala Rachelle. Pelajaran bertahan hidup. Satu-satunya hal yang telah mahir Rachelle pelajari, ketika masih berada di bawah asuhan Dominic.

Aku berani bersumpah. Aku melihat Luke meneteskan air matanya sambil perlahan, berusaha menghampiri tempat Rachelle berada. Meski dalam keadaan masih terikat di sebuah kursi kayu. Sikap keras kepalanya, menuntun dirinya sendiri untuk segera menyelamatkan Rachelle.

Sayangnya tubuh Luke buru-buru ditendang lebih keras, hingga terlempar agak jauh dari tempatnya semula. “Berhenti!” teriak Rachelle masih mencari waktu yang tepat untuk menyerang. Akan tetapi, bos Orphen sama sekali tak memberi ampun. Dia semakin melukai Luke, saat Rachelle juga makin berteriak kencang.

Dan di detik-detik mencengangkan tersebut, seorang pahlawan pun akhirnya hadir. Seseorang yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya oleh Rachelle. Pria itu tampak setengah berlari, ketika masuk ke dalam markas geng Orphen.

“Kalian, sialan. Enyahlah!” teriak pria tersebut dengan nada marah. “Bos, kami sudah melakukan apa yang mendiang pimpinan inginkan. Bukankah ini, hal yang benar? Kami berusaha untuk meneruskan tujuan mendiang pimpinan” ucap si bos Orphen agak melembut. Rupanya, dia hanya kaki tangan. Bos Orphen yang sesungguhnya, akhirnya muncul.

“Rachelle...” ujar pria yang telah berhasil Rachelle pancing untuk muncul. Rambut Rachelle kusut dan wajahnya juga babak belur. Pria itu tampak makin naik pitam, saat melihat keadaan Rachelle yang sudah tak berdaya lagi. (Eits, pelajaran bertahan hidup kok. Dia masih bisa, kalau hanya untuk menyerang saja).

Pria itu tampak mengelus luka di wajah Rachelle. Tak lama setelah itu, dia terlihat menggendongnya. “Jangan sentuh petugas itu juga. Kalau sampai dia tewas, kaulah yang akan kubunuh segera!” ancam pria tersebut. Semua orang menunduk memberi hormat. Termasuk, si bos kaleng-kaleng tadi. Dia lebih takut dengan pria yang baru saja muncul ini. Tentu, karena dialah pemilik Orphen yang sebenarnya.

Pria tersebut membaringkan Rachelle ke sebuah tempat tidur. Tepatnya, berada di dalam markas. Kamar pribadi milik pria itu. Dia juga tampak mengobati luka Rachelle.

Tak lama setelah merasa waktunya bagus untuk sadar, Rachelle membuka matanya perlahan. Rachelle berakting kaget, ketika menyadari pria itu ada di sebelahnya. “Ini... dimana?” tanyanya dengan nada lemah.

“Kamu aman. Aku akan mengobati lukamu. Jadi...” jawab pria tersebut terhenti, usai dirinya dipeluk oleh Rachelle seketika. “Ken, aku takut...” ucap Rachelle pelan. Pria itu, Ken terlihat balas memeluk Rachelle dengan erat. “Aku akan melindungimu. Tenanglah...” bisiknya.

“Nice, Ken Evans! Nice!” sorak Rachelle dalam hati. Dia semakin memeluk Ken dengan erat. Seakan, hanya Ken yang bisa melindunginya di dunia ini. Rachelle menatap ke arah Luke, yang baru saja dipindahkan ke kamar pribadi Ken oleh anggota Orphen lain. Luke memberi kedipan pelan ke arah Rachelle. Saatnya, mini mission dijalankan.

1
nobita
yaa awal yg menarik...
Diana Puji Astuti
kereen ceritanya...
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
lln Oh iya ya nanti nanti anu tiba di anu di bawah-bawah saya telepon lagi
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerrnnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
wow kerennnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
😂😂😂😂😂😂😂😂
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
mmmm
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
gila kerennnnn
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
keren euy
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita keren begini kq g byk yg baca ya. pdhal bgs bgt
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
cerita bgs bgini g ada yg komen dan baca
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya ❤
total 1 replies
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
kerennnb
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
baca dlu
Boyscamp Official
terima kasih sudah mampir 🥰
Boyscamp Official: terima kasih sudah mampir 🥰
total 2 replies
Fina Tanjung
cerita sekeren ini kenapa sedikit bgt sih....padahal ceritnya bikin dag....Dig.....dug....
Fina Tanjung
penuh teka teki banget
Boyscamp Official: terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
Fina Tanjung
KK isi kepala mu apa? ko bisa bikin cerita keren kayak gini sih....
Fitzu Taufik
next thor
Fitzu Taufik
semangat thor ku tunggu up nyaaa
Boyscamp Official: siap 😁😁 terima kasih atas dukungannya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!