Adelia Wilhelmina dan Tengku Ramzy berpacaran selama 2 tahun lebih. Saling berjanji satu sama lain untuk tidak berpindah hati.
Tapi ternyata takdir tak berpihak pada keduanya. Sebulan sebelum pernikahan mereka dilangsungkan, Adelia mengalami kecelakaan dan meninggal dunia. Padahal Ramzy dan keluarga besarnya telah melamar Adelia secara resmi dan menyerahkan mahar beserta seserahan kepada keluarga Adelia.
Sebagai jalan tengah yang terbaik setelah kedua keluarga besar itu saling rembug, maka Ramzy tetap melaksanakan pernikahannya dengan kakak Adelia yang bernama Fidelia Gabriella dan terpaut usia 4 tahun dengan adiknya itu. Dan lebih tua 2 tahun dari Ramzy.
Apakah pernikahan mereka akan berjalan sesuai harapan? Ataukah perjalanan rumah tangga mereka hanyalah tertera diatas kertas bersegel saja?
"Pernikahan Naik Ranjang" mohon dukungan para pembaca semuanya. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERNYATA RAMZY......
Jeengggggg!!!!!!
Adel terkejut mendapati pria tampan tadi ternyata ada didalam. Diruangan wawancara calon karyawan bersama 3 orang lainnya sebagai penanya/penguji calon karyawan.
Seketika wajah Adelia berubah merah.
"Ah, maaf... Selamat pagi menjelang siang! Nama saya Adelia Wilhelmina. Sarjana Ekonomi angkatan 2018. Saya mendapatkan panggilan interview diperusahaan ini tepat hari ini pukul 8 pagi."
"Ya, silakan duduk!" kata salah seorang penguji yang sudah cukup tua tapi masih terlihat gagah.
Adelia duduk dengan jantung berdegub. Matanya berusaha fokus menatap kedepan. Menyaksikan pemandangan yang baru pertama kali ia lakukan. Melakukan sesi tanya jawab lamaran pekerjaan.
Adel sesekali menjawab dengan senyum tipis.
"Okey! Adelia Wilhelmina. Kamu resmi diterima dikantor ini sebagai Cleaning Service!"
Adel termangu. Begitu juga ketiga penguji yang lain, yang serempak memandang wajah pria tampan yang berbicara itu.
Glek! Cleaning Service???
Adel menelan salivanya.
"Kenapa? Ada yang salah dengan pekerjaan cleaning service?"tanyanya dengan wajah dingin kepada Adel.
"Tidak, pak! Semua pekerjaan baik, selama itu halal!" jawab Adel
"Okey! Good! Mulai besok kamu sudah harus masuk kantor sebelum pukul 7 pagi. Dan ingat, pekerjaanmu bersih-bersih seluruh kantor sebelum semua karyawan lain hadir. Bagaimana?"
"Dan satu lagi, gajimu UMR. Ada bonus jika pekerjaan kamu baik dan memuaskanku!"
Uhuk!!! Memuaskannya?
Jantung Adel kembali berdegub kencang. Matanya sedikit melotot.
"Hei! Bukan memuaskan tanda kutip ya! Maksudnya kinerjamu memuaskan. Paham???" Dia meralat ucapannya. Sepertinya pria tampan itu melihat kesalahfahaman dimata Adel.
Adel kembali menghela nafas. Agak lega.
Tapiiii... Ia melamar pekerjaan sebagai karyawan retail khan? Kenapa jadi ditempatkan sebagai Cleaning Service?
Memang tiada yang salah dengan cleaning service. Tapi, dengan ijazahnya sebagai sarjana ekonomi? Apakah itu pantas untuk dedikasinya sebagai seorang mahasiswa manajemen keuangan?
Adel hanya bisa menimbang rasa didalam hatinya. Gundah gulana.
Gimana ia bisa mengutarakan pada mama dan papanya kalau ia diterima bekerja diperusahaan retail terbesar tapi sebagai karyawan cleaning service. Hhhhh....!!!
Adel keluar dari ruangan interview dengan wajah ambigu. Antara senang dan sedih.
Ah, sudahlah...... Anggap saja ini pekerjaan batu loncatan. Sebagai seorang dewasa yang baru lulus kuliah dan tengah mencari kerja, tak apa pekerjaan cleaning service pun. Siapa tahu ia bisa bertemu banyak orang disini, dan belajar banyak juga soal dunia pekerjaan.
Adel berkata dalam hati, akan menutupi pekerjaannya sebagai cleaning service dari kedua orangtuanya.
Ia pun pulang dengan langkah riang. Bersyukur juga ia pada Tuhan. Selepas kuliah, langsung diterima bekerja diperusahaan besar. Meski hanya sebagai cleaning service.
"Apa yang salah dengan cleaning service? Toh banyak ratusan sarjana dimuka bumi ini yang masih pengangguran. Aku harus semangat dan banyak-banyak bersyukur!" kata Adel seorang diri.
Ia pulang kerumah.
"Mamaaaa!!! Assalamualaikuum...."
"Alaikumsalaaam...."
Diciumnya punggung lengan mamanya. Dipeluknya erat tubuh wanita yang paling ia cintai itu.
"Gimana? Sukses wawancaranya?"
Adel mengacungkan jempolnya sembari mengerjapkan matanya.
"Berkat doa mama. Adel diterima, maa! Mulai besok Adel bekerja."
"Alhamdulillaah.....! Ga sia-sia mama masak nasi uduk kuning hari ini. Mama bisa bagiin ketetangga kalo anak gadis mama yang nomor dua udah kerja diperusahaan besar."
"Maaa!!! Jangan pamer, ngomong macem-macem sama tetangga ya ma! Adel belum tentu jadi karyawan tetap. Masih masa percobaan!" Adelia mengingatkan mamanya. Malu rasanya ia kalau tetangga tahu ia cuma jadi cleaning service saja.
Mama memeluknya erat. Bangga pada anak perempuannya yang santun dan tidak suka sombong itu.
"Papa mana ma?"
"Ada tuh, dibelakang! Biasa.... Liatin tanaman-tanamannya!"
Papa Adel memang sudah pensiun dari pekerjaannya. Usianya sudah lebih dari 50 tahun. Makanya kini papa hanya sibuk dibelakang rumah. Membuat taman kecil dengan menanam berbagai macam tanaman mengisi hari-harinya kini.
💕BERSAMBUNG💕
aku laknat diriku sendiri kalau sampai aku buat suamiku merendahkan dirinya dibawa kakiku