Erick Gunawan adalah seorang rektor muda sekaligus dosen tempat dia mengajar di Universitas Pelita Bangsa (UPB). Dulu Erick orangnya ramah dan penyayang. Karena dia pernah dicampakkan oleh orang yang dia kasihi,dia menjadi orang yang dingin dan datar.
Pada suatu ketika,dia ketemu dengan cewek bandel,nakal dan susah diatur di sebuah Club Malam bernama Clarisa atau Cla. Waktu itu Erick berantem dengan Cla gara-gara membela teman mereka masing-masing.
Dari situ Cla membenci Erick. Sedangkan Erick melihat Cla menjadi kagum karena keberaniannya.
Dan mereka bertemu lagi di rumah Alvin (kakak Erick) dan Mela (kakak sepupu Cla).
Mata mereka beradu pandang sehingga membuat Cla membuang mukanya karena kebenciannya terhadap Erick.
Sedangkan Erick tersenyum menyeringai akan rencananya mendapatkan hati Cla.
Kisah Erick akan mendapatkan hati Clarisa yang nantinya akan sering bertemu dengannya.
Akankah Erick dapat menaklukan hati Clarisa atau sebaliknya?
Selamat Membaca ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Erick Gunawan
Erick Gunawan, umurnya baru dua puluh delapan tahun tetapi dia sudah menjadi dosen di Universitas Pelita Bangsa (UPB) sekaligus rektor muda di kampus tersebut.
Erick menjadi seorang rektor karena melanjutkan kedudukan dari sang pamannya,adik dari ayahnya yang sudah pensiun. Pamannya Erick orang yang di percaya oleh papanya menjadi seorang rektor. Dan baru tiga tahun ini Erick menjabat sebagai rektor menggantikan sang paman.
Semenjak cinta pertamanya selingkuh dengan cowok lain yang begitu ia sayangi,Erick merasa hatinya hancur dan kehidupannya berubah menjadi seratus delapan puluh derajat. Sifat aslinya yang begitu ramah dan perhatian berubah menjadi datar dan dingin.
Ayah Erick adalah orang terkaya no tiga di Indonesia. Selain Universitas, orang tuanya juga mempunyai rumah sakit yang berada di beberapa cabang di Indonesia.
Erick sendiri anak bungsu dari pasangan Permadi Gunawan dan Elena Gunawan. Dia juga mempunyai kakak yang bernama Alvin Gunawan. Alvin menikahi sepupu Clarisa bernama Melanie Rosalina Lucas. Alvin melanjutkan kedudukan dari ayahnya menjadi direktur di rumah sakit ayahnya. Sedangkan sang istri,Mela menjadi dokter anak dan praktek di rumah sakit tersebut.
"Mas,nanti malam aku ada janji sama uncle Anthonie di sebuah restoran. Aku sengaja ketemuan sama uncle tanpa sepengetahuan Clarisa karena mau membahas masalah anaknya. Kamu ikut ya,mas?”
“Ok sayang,tentu saja aku ikut. Karena sudah lama juga nggak ketemu sama uncle kamu”.
“Cla gimana,kenapa nggak kita ajak saja dia. Kasihan dia. Bagaimana juga papinya pasti kangen sama Cla",ucap Alvin.
“Jangan dulu mas. Aku sengaja nggak ngajak Cla justru mau membicarakan tentang masa depannya”,jawab Melanie.
"Nanti kalau keadaan sudah membaik,aku akan mengajak Cla pulang ke rumah dan ketemu sama papinya",Mela melanjutkan perkataannya.
“Tapi kalau Cla di rumah sendirian nanti dia kabur lagi ke Club Malam. Memangnya kamu mau dia lari ke Club'?”,tanya Alvin.
“Ya nggak sich mas. Aku juga takut Cla terpengaruh dengan pergaulan bebasnya. Aku berharap nggak terjadi sama dia".
“Ya sudah,apa kita suruh Erick saja yang jaga Cla biar dia nggak ke mana-mana. Kalaupun Cla mau pergi biar Erick yang mengantar dan menjaganya”ucap Alvin yang juga mengkhawatirkan Cla.
“Boleh juga tuch mas idenya”,jawab Mela sambil tersenyum.
Sebelum pergi,Alvin memanggil Erick dan meminta tolong untuk menjaga Cla agar tidak pergi ke mana-mana. Dan Erick menyetujui amanat kakaknya.
.
.
.
“Bosen banget di rumah. Aku ajak mereka aja ke Club'. Mudah-mudahan mereka mau”,gumam Cla.
Cla pun menghubungi teman-temannya yang rencananya mau mengajak mereka ke Club Malam.
Cla: “Hai Selly...kita pergi ke Club' yuk. Gua suntuk nich.”
Selly: “Besok sekolah say.”
Cla: “Sebentar saja Sel. Kalau perlu besok kita bolos saja. Besok juga pelajaran sejarah. Bosen gua.”
Selly: “Tapi ini sudah jam 8 malem,Cla.”
Cla: “Nggak apa-apalah. Paling jam dua belas malam ini kita pulang.”
Selly: “Ok dech. Gua telepon yang lain dulu ya. Siapa tahu mereka bisa.”
Cla: “Sip. Gua lihat keadaan dulu. Mudah-mudahan mereka ada di kamar masing-masing.”
Setelah menelepon Selly,Cla melihat-lihat keadaan sekitar rumah Mela.
"Untung sepi",gumamnya.
Cla pun mengganti bajunya dan memesan taksi online yang akan mengantarnya ke Club malam tersebut.
Baru saja keluar kamar (kebetulan Cla tidur di kamar tamu lantai bawah ya),dia melihat ada seseorang yang menegurnya.
“Mau ke mana kamu”,ucap Erick dengan nada tinggi.
“Bukan urusan loe”,balas Cla juga tak mau kalah.
“Ok..pergi saja. Kalo begitu setiba kakak ipar pulang,aku bilang ke kakak ipar kalo sepupu kesayangannya pergi ke Club' Malam.”
“Memangnya kenapa kalau gua ke Club Malam. Gua di sana juga cuma minum. Silahkan bilangin tuch ke kak Mela. Lagian juga gua ketemuan sama temen-temen di sana kok. Dan juga ini bukan urusan loe. Ngapain juga loe mau tahu urusan orang”,Sahut Cla dengan nada tinggi.
“Ok. Pergilah. Kalau begitu nggak usah pulang ke rumah ini lagi. ”Nanti aku kasih tahu kakak ipar kalau kamu tinggal di jalanan",Erick juga marah karena Cla keras kepala.
Sedangkan Cla masa bodoh mendengar kemarahan Erick dan dia langsung pergi dengan taksi yang sudah dipesannya.
“Dasar anak keras kepala”,gumam Erick.
Tak lama kemudian Erick mengeluarkan mobilnya dan mengikuti ke mana Clarisa pergi.
Nine Club and Bar
Sesampainya di Nine Club and Bar,Cla melihat ke kanan dan ke kiri mencari teman-temannya.
“Cla sini",sapa Selly yang sudah datang duluan.
Akhirnya Clarisa ikut bergabung dengan Selly dan Vinka. Sedangkan Vita dan Maureen tidak bisa datang.
“Udah lama loe di sini Sel”,tanya Clarisa.
“Belum begitu lama. Gua datang bersama Vinka. Ini,gua pesan minum buat kita-kita. Have fun friends”,kata Selly dengan riang.
.
.
.
Di tempat yang sama Erick sudah sampai di Club malam yang terus memantau Clarisa dan teman-temannya. Dia begitu penasaran apa yang dilakukan oleh Clarisa dan teman-temannya. Erick duduk di depan bartender.
Cla dan teman-temannya terlihat sedang asik ngobrol dan ketawa.
“Teman-teman,gimana kalau kita main tebak-tebakan yuk. Yang kalah kena hukuman ya”,kata Clarisa dengan semangat.
“Hukumannya apa Cla”,Tanya Selly.
Yang kalah minum bir satu gelas kecil.”,jawab Clarisa.
"Ok..semangat”,seru mereka.
Sehabis main tebak-tebakan tak disangka mereka pada mabuk akibat kalah bermain. Mereka langsung terkapar di sofa dan Cla juga kelihatan mabuk berat.
Erick langsung menghampiri mereka. Dia bingung teman-teman Cla mau di bawa ke mana. Apalagi teman-teman Cla ada dua orang. Dan untungnya mereka semua perempuan. Setelah berpikir sebentar,munculah ide Erick.
Dia menyuruh pelayan memanggil pemilik Club' sekaligus temannya.
Pelayan naik ke atas dan memanggil pemilik Club' tersebut. Pemilik Club' keluar dari ruangan dan turun menemui Erick.
“Hai bro,ada apa memanggilku”,tanya Sandy.
“Coba kau suruh pelayan perempuan mu untuk membawa mereka ke hotel di dekat sini. Nanti gua yang bayar hotelnya. Gua akan membawa gadis ini pulang.”
“Ok baiklah kalau begitu",kata Sandy.
Erick akhirnya memesan taksi online untuk teman-teman Clarisa. Sedangkan Sandy memanggil kedua karyawan perempuan untuk menemani teman-teman Clarisa ke hotel.
.
.
.
Erick dengan gemetar menggendong Clarisa sampai ke mobilnya. Dan Di duduki nya Clarisa di sebelah kemudi. Erick sendiri mengemudi mobil tersebut dan melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi menuju ke rumah kak Alvin.
Sesampainya di rumah,Erick menggendong Cla dan masuk ke dalam rumah. Dia melihat ke kanan dan ke kiri takutnya kak Alvin atau kak Mela ada di bawah. Ternyata sepi.
Akhirnya Erick membawa Cla ke kamarnya dengan hati-hati.
Dilihatnya Cla tertidur dengan tenang. Dengan wajah yang masih di make up tipis.
“Cantik dan imut tapi sayangnya kepala batu. Bener-bener bikin gemas”,gumam Erick.
Dia langsung menyelimuti Cla sampai ke lehernya tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu.
Setelah mematikan lampu kamar,Erick keluar dari kamar Cla dan segera naik ke atas lalu masuk ke kamarnya sendiri.
love love love babang❤️❤️❤️😘😘😘😘😘