NovelToon NovelToon
Dia Mamiku!

Dia Mamiku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: slwarulla

Siapa sangka Sania yang datang dari kampung untuk mencari kerja, tiba-tiba ditawari seseorang untuk menjadi seorang pengasuh seorang bayi yang menjadi korban keegoisan orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 03

Sania menyuapkan pisang yang sudah dihancurkan pada Sean. Pagi-pagi, ia dibangun kan oleh Seno karena Sean tak kunjung berhenti menangis.

Karin, selaku ibu kandung Sean ataupun. Seno, selaku ayah kandung Sean tidak berhasil menghentikan tangisan Sean. Sean baru berhenti menangis saat berada dalam gendongan Sania.

Bener-bener membingungkan. Orang tua yang sepatutnya dekat dengan anak terganti kan perannya hanya dengan seorang pengasuh.

"wah kamu sudah cocok jadi istri saya" Ucap Seno kala itu

Sania berdecih, ia menganggap perkataan Seno sebagai angin lalu. Sudah punya istri dan pacar, masih saja menggoda pengasuh anaknya.

"aaaa" Sean membuka mulutnya mengikuti Sania.

Untuk seukuran anak berusia lima bulan, Sean merupakan tipe anak yang pandai dan tidak menyulitkan. Walaupun belum bisa berbicara, ia seperti mengetahui setiap kata yang diucapkan Sania. Tentu saja, hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Sania. Mendapat anak asuh yang tidak rewel.

"Anak ibu sudah wangi yaaa. Maaf ya hari ini ibu tidak bisa menemani kamu bermain" celoteh Karin didepan Sean

Sean mengerjapkan mata, bingung. Ia memainkan pisang halus didalam mulutnya dan disemburkan kepada Karin.

"Anak sia**lan" Karin mengusap kasar wajahnya, "ibu sudah dandan lama-lama!" bentak Karin

Sean menangis, tangannya menggapai-gapai Sania yang terdiam.

"sudah jangan tangis terus, pengang kuping saya! kamu memang jadi anak yang sangat menyusahkan!" Karin mencengkeram wajah Sean

"nyonya, maaf saya lancang. Tidak sebaiknya nyonya berperilaku kasar kepada anak sendiri. Terlebih lagi, den Sean masih sangat kecil" Sania menggendong Sean dan menenangkannya

"terserah! Sudah kau urus anak si***lan itu. Saya tidak mau tertimpa sial jika terus berada didekatnya"

Astagfirullah, anak telah menjadi titipan Allah. Seharusnya nyonya bersyukur karena masih banyak orang yang ingin memiliki anak, tetapi belum dikasih oleh Allah. Kata tersebut hanya tertahan didalam hati Sania, jika diucapkan bisa-bisa Sania kehilangan pekerjaannya

"duh den Sean jangan nangis terus dong" Sania mengusap air mata Sean yang terus turun, "pipinya sakit yah"

Seakan mengerti Sean mengangguk.

"Anak ayah kenapa nangis" Sean mengulurkan tangan pada Seno yang datang. Sania kira, Sean lebih dekat kepada Seno ketimbang ibu kandungnya sendiri

"kamu apakan anak saya!" Seno mengerang frustasi

Sania gelagapan, "bukan salah saya tuan" elaknya

"terus saya harus salahkan siapa? Pacar saya? Sudah jelas-jelas diruangan ini hanya ada kamu dan anak saya. Mau saya pecat?"

"tapi memang kenyataannya bukan saya! Tadi nyonya Karin datang, dan den Sean tidak sengaja menyemburkan makanan dalam mulutnya kepada nyonya Karin. Nyonya Karin marah-marah dan menyebabkan den Sean seperti saat ini" tunjuk Sania pada Sean yang masih sesenggukan

"apa! Dasar wanita kurang ajar. Masih berani dia menyakiti anak saya" Seno pergi dengan amarah setelah memberikan Sean pada Sania

Sania ada salah bicara ya? Sania mengendikkan bahu.

Sania membawa Sean kekamarnya. Ia membersihkan wajah Sean yang masih belepotan dengan pisang tercampur air mata.

Kain basah menjadi incaran Sean. Ia meremas-remas kain itu, dan tertawa saat melihat air yang memuncrat padanya. Kejadiannya terus diulang oleh Sean, lagi-lagi Sean tertawa. Sania menggeleng,

"bahagianya anak kecil cuma hanya karena hal remeh seperti ini ya. Makin dewasa, makin sulit aku untuk menemui kebahagiaanku sendiri" lirih Sania

"sudah-sudah, jangan main air nanti kamar kamu jadi becek kemana-mana" Ucap Sania

Sean menatap Sania bingung, dan kembali memainkan kain basah. Kali ini lengan kecilnya ia kibaskan kewajah Sania.

"hahahah, sudah nanti ayah kamu marah sama mba" Sania mengangkat Sean dan menggantikan baju lalu menaruh tubuh gempal Sean diatas kasur

Seno merengek tidak terima. Tangisannya kembali pecah jika saja Sania tidak mengalihkan pandangan. Sania memegang mainan mobil dihadapan Sean. Tampaknya Sean tidak perduli, kini ia sedang berusaha berbalik diatas kasur.

Tubuh gempalnya menyulitkan Sean. Terkadang ia cemberut jika kembali gagal berbalik.

"yeayyy den Sean berhasil. Akhirnya kamu bisa tengkurep juga" Sania mengangkat-angkat Sean ke udara

"eh awas anak saya jatuh" entah datang darimana, Seno tiba-tiba datang dan membawa Sean kepelukan nya

"maaf tuan, saya hanya senang karena den Sean sudah bisa tengkurep" Sania mengambil Sean dari gendongan Seno dan menaruh anak majikannya diatas kasur, "tuan lihat deh, den Sean lucu banget ya" Sania menepuk punggung Seno, tanpa sadar.

Seno mengernyit. Ia merangkul erat Sania, "kalau mau pegang saya jangan pura-pura pukul gitu. Saya tahu, pesona seorang Seno akan selalu memikat seorang perempuan"

"eh? Maksudnya? Sebelumnya maaf saya memukul pelan tuan, Sania cuma refleks" bela Sania, "lagi pula mana mungkin Sania terpikat dengan pesona laki-laki yang sudah memiliki istri dan pacar, ckckkck"

"apa maksudmu!!!"

"tidak tuan, tuan hanya salah dengar" ujar Sania seraya membawa Sean pergi dari hadapan Seno

1
mawar hitam
cocok alek goblok dan sania bodoh 🤣🤣
mawar hitam
karya sampah dan mesti belajar lagi bikin cerita.
De_Taurus: Pedas banget komen nya. mengkritik sekaligus kasih saran, jangan hanya memghina karya orang
total 1 replies
Diah Susanti
wong tuone podo gendenge
Neney chica
kenapa aku jadi kesel yah.mewek lagi
Ernita Anwar
Luar biasa
Sherleey Stevenny
org cakap kerbau dicucuk hidung
Sherleey Stevenny
perempuan bodoh
Yuli Wijaya
aku baru mulai mau baca, cba cek endingnya kok peran utama meninggal. jdi ragu buat lanjutin bacanya, tkut ikut mewek 🥺🥺
Oktavia
egois ini. harusnya alex justru ikut andil dlm penyemenuhan karin… ini ceritanya buk egoisnya
Oktavia
kok bunda, bukannya mami ya ? plon plan nih 🤭🤭
Oktavia
bodoh klo dipendam… yg ada makan hati, mendinh diluapkan. mendidik yg benar ga harus didiemkan.
Oktavia
kok panggil mba sih… asuh gmn nih cerita, oon banget ya
Oktavia
swno kok ikutan bodoh ya ? lupa aih ya ceritanya agak rada2
Oktavia
ha masuk akal veritanya ini, bodoh bgt… baik ga harus di injak2
Delvia Delvia
Biasa
SOO🍒
udah sania sama seno aja wong jelas2 Kamal pacarnya sania selingkuh sama adiknya sania, biar nyaho tuh Kamal
Aisyah Ica Alzan Izaan
menarik
M. Namikaze
ada plot hole disini,,,, klo g salah selisih umur Daffa & Sania 7 thunan, kok anak Daffa seumuran Sania??
Alby Raziq
Thor Sania mingat ke
Lis Seta Wati
Bikin hancur aja bisnis alex sm karin biar kere sekalian ada ya manusia seperti itu ga punya hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!