NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.5k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Matahari sore mulai menyembunyikan sinarnya di balik megahnya gedung-gedung pencakar langit Kota Awan Suci.

Nona Yue memimpin rombongan kecil itu menyusuri jalanan distrik elit yang terbuat dari lempengan emas putih.

"Apakah kau yakin pengemis-pengemis ini bisa membayar tagihan di Paviliun Anggur Giok, Nona?" ejek penjaga pintu kedai menatap jubah kusam Lin Xiao.

Nona Yue hanya melemparkan sebuah koin ungu bercahaya ke wajah penjaga itu tanpa menghentikan langkahnya.

"Beri kami ruangan VIP tingkat tertinggi dan bawakan anggur darah naga yang paling tua." perintah gadis bercadar sutra tersebut dengan nada elegan.

Penjaga itu langsung pucat pasi menyadari nilai koin di tangannya dan buru-buru membukakan pintu untuk mereka.

Ruangan VIP itu dipenuhi oleh aroma dupa penenang jiwa dan perabotan yang diukir dari kayu spiritual berumur ribuan tahun.

Meng Shan duduk dengan canggung, takut menghancurkan kursi kecil yang terlihat sangat rapuh dan mahal tersebut.

"Jadi, Nona Yue, mari kita berhenti bermain tebak-tebakan." buka Lin Xiao bersandar rileks di kursinya.

"Jelaskan pada kami apa sebenarnya Domain Bintang Jatuh itu sebelum aku memutuskan untuk menjual tenagaku padamu."

Nona Yue menuangkan anggur merah pekat ke dalam gelas kristalnya dengan gerakan yang sangat anggun.

"Domain Bintang Jatuh adalah makam dari seorang kaisar kuno yang menguasai elemen ruang dan gravitasi." jelas gadis itu menatap cairan di gelasnya.

"Tempat itu tidak bisa ditembus dengan kekerasan murni atau sihir elemen biasa, karena setiap serangan akan dipantulkan kembali oleh ilusi ruang."

"Di dalam sana, gravitasi bisa berubah ratusan kali lipat secara acak, meremukkan organ dalam kultivator yang tidak memiliki ketahanan fisik tingkat tinggi." sambungnya membeberkan fakta mengerikan.

Xue Mingyue mendengus pelan dan melipat kedua lengannya di depan dada.

"Jika sihir tidak berguna di sana, lalu apa yang membuatmu berpikir kami bisa membantumu?" potong Xue Mingyue dengan nada ketus.

"Karena mataku melihat bahwa bosmu ini memiliki kulit yang cukup tebal untuk menahan tekanan gravitasi di dalam sana." balas Nona Yue melirik lengan Lin Xiao.

"Kalian memiliki apa yang aku butuhkan, dan aku memiliki peta yang kalian butuhkan."

Brak.

Pintu ruangan VIP itu tiba-tiba didobrak secara paksa dari luar hingga kayu spiritualnya nyaris terlepas dari engsel.

Tiga orang pemuda berjubah perak dengan lambang bulan sabit di dada mereka melangkah masuk dengan wajah arogan.

"Kudengar Nona Yue yang cantik sedang minum anggur dengan sekumpulan gembel jalanan!" tawa pemuda di tengah yang memegang kipas lipat.

"Apakah seleramu sudah menurun drastis sejak kau tiba di kota ini, sayangku?"

Nona Yue meletakkan gelas kristalnya dengan keras ke atas meja, matanya memancarkan ketidaksukaan yang sangat jelas.

"Tuan Muda Lu, Anda sangat tidak sopan mendobrak ruanganku seperti ini." desis Nona Yue menahan amarahnya.

"Ayolah, Nona Yue, kau tahu Istana Bayangan Bulan selalu terbuka untuk menyambutmu." goda Tuan Muda Lu melangkah mendekati meja mereka.

Pemuda itu menatap remeh ke arah Lin Xiao dan Meng Shan yang masih memakai jubah kusam khas pengelana rendahan.

"Hei rakyat jelata, ambil koin perak ini dan pergilah dari sini, ruangan ini sudah kuambil alih." usir Tuan Muda Lu melemparkan sekeping koin ke arah piring makanan.

Lin Xiao sama sekali tidak menatap koin itu, dia hanya terus memandangi sisa anggur di dalam gelasnya.

"Meng Shan, apakah di kota elit ini kita diizinkan untuk membuang sampah sembarangan di dalam kedai?" tanya Lin Xiao dengan suara bariton yang pelan.

"Saya rasa tidak, Tuan, penjaga kota pasti sangat ketat soal kebersihan." jawab Meng Shan dengan wajah polos yang sangat natural.

Tuan Muda Lu mengerutkan keningnya, merasa dihina oleh obrolan dua pengelana miskin yang bahkan tidak berani menatap wajahnya tersebut.

"Kau berani mengataiku sampah, dasar gembel?!" raung Tuan Muda Lu mengangkat tangannya untuk menampar wajah Lin Xiao.

Wush.

Tangan pemuda berjubah perak itu melesat membelah udara dengan kecepatan tingkat Inti Emas awal.

Namun tangan itu berhenti tepat satu inci dari pipi Lin Xiao, seolah menabrak dinding baja yang tidak terlihat.

Lin Xiao telah mencengkeram pergelangan tangan Tuan Muda Lu hanya dengan menggunakan tiga jari tangan kanannya.

Pemuda dari Kota Jade River itu sama sekali tidak menolehkan kepalanya, matanya masih fokus pada gelas kristalnya.

Krak.

Suara tulang yang remuk dan hancur terdengar sangat jelas di dalam ruangan VIP yang kedap suara tersebut.

"Aaaarrghh!" jerit Tuan Muda Lu jatuh berlutut, wajahnya berubah menjadi sangat pucat karena rasa sakit yang melumpuhkan saraf tangannya.

Dua pengawal Tuan Muda Lu segera mencabut pedang mereka dengan panik melihat majikan mereka dilumpuhkan.

"Lepaskan Tuan Muda kami atau kami akan memotong tanganmu, gembel!" teriak salah satu pengawal bersiap menerjang maju.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!