NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bencana pertama.

Ballroom Hotel Mahakarya, Jakarta

Lampu kristal bergantungan seperti air terjun cahaya. Ratusan taplak meja sutra berwarna champagne membentang diiringi rangkaian anggrek bulan dan mawar putih yang diimpor langsung dari Belanda. Panggung pelaminan bertumpuk tiga tingkat dihiasi ribuan bunga segar. Dua keluarga besar tampak sumringah, bersulang dengan sampanye mahal. Semua tersenyum.

Semua -kecuali pengantin wanita, dan pria.

Arunika Safana berdiri kaku di samping pelaminan, jari-jarinya mencengkeram buket bunga lili. Tuhan, ini gila. Ini sangat, sangat gila.

Gaun strapless dress berwarna putih gading itu memang indah dari jauh. Bordir manik-manik Swarovski membentuk dedaunan menjalar dari pinggang ke bawah. Tapi dari dekat? Setiap kali Aruni menarik napas sedikit lebih dalam, korset bagian dada terasa longgar seperti akan meluncur turun kapan saja.

Tiga ukuran lebih besar, batinnya panik. Kak Bianca itu dadanya kayak semangka mengkel, aku cuma... dia menunduk sekilas. “Aahh sudahlah”.

Keringat dingin mulai mengalir di punggungnya. Paduan suara kecil mulai menyanyikan A Whole New World. Seseorang menyenggol sikunya.

“Senyum, Runi,” bisik ibunya dari balik giginya yang tersenyum kaku. “Kamera ada di mana-mana.”

“Mah, gaunku kebesaran,” desis Aruni, bibirnya nyaris tidak bergerak. “Korsetnya melorot.”

“Tahan.”

“Dengan otot apa? Dada? aku mana ada-” balas Aruni frustasi.

“Bukankah tadi sudah di pasang peniti?”

Aruni hampir tertawa histeris. “mana aku tau…” mungkin karena saking stresnya tubuh Aruni menciut hingga korsetnya sekarang kebesaran, who knows?!

Mungkin memang melanjutkan pernikahan ini bukan ide bagus. Kenapa Aruni tadi ngotot sekali untuk menggantikan Bianca menjadi pengantin. Otaknya sudah nggak waras!

Tapi jika tidak dilanjutkan, kegemparan apa yang akan terjadi nantinya? Dua keluarga konglomerat batal berbesan. Beritanya pasti tranding topic di semua akun media sosial dan televisi. Dan Aruni tak tega, kedua orang tuanya yang sangat baik ini harus menanggung malu. Apalagi keluarga Sena sudah datang dari Yogyakarta dengan tiga pesawat jet pribadi. Tamu undangan mencapai 2.000 orang. Mahar, seserahan, hingga kue pengantin lima tingkat dari Prancis sudah terbayar lunas. Bagaimana mungkin Aruni tega menolak permintaan sang Mama.

Saat prosesi pemberian bunga melati kepada orangtua, Aruni merasakan sesuatu bergerak turun.

Perlahan.

Mengerikan.

Korset bagian kiri mulai melorot tiga sentimeter.

Dengan panik, Aruni menyandang buket bunga ke lengan kirinya, lalu tangan kanannya diam-diam menarik korset ke atas. Ibu mertuanya yang sedang merangkulnya hanya tersenyum haru tanpa curiga.

“Kamu cantik sekali, Nduk,” bisik Mama Sena.

“Ma -Makasih, Ma,” desah Aruni sambil mengencangkan otot ketiaknya.

Selesai acara dengan orangtua, kini giliran first dance sebagai suami-istri. Lampu diredupkan. Lagu La Vie en Rose mengalun pelan.

Bratasena Arka Sadajiwa -atau Sena, berdiri di hadapannya dengan setelan jas putih gading, rambut klimis sedikit messy, wajahnya seperti pahatan dewa yang sedang kesal. Bukan sedang, memang kesal.

“Jangan bikin malu,” bisiknya dingin, tangan kirinya menggenggam pinggang Aruni.

“Mas Sena, dengarkan –gaunku-,"

“Kita bicara nanti. Sekarang menari saja!”

“Bukan! Ini serius, gaun aku-”

Tangan Sena yang satunya menarik tangan kanan Aruni ke posisi dansa. Perlahan mereka mulai berputar mengikuti irama. Tamu bertepuk tangan. Beberapa ibu-ibu mengusap air mata haru.

Tapi Aruni tidak peduli. Karena yang dia rasakan sekarang hanyalah sensasi kain sutra yang terus melorot ke bawah.

Sepuluh detik pertama: dada bagian kanan masih aman.

Dua puluh detik: mulai terasa dingin di area tulang rusuk.

Tiga puluh detik: oh tidak.

“Mas.” Suara Aruni cempreng panik.

Sena menggigit dalam hatinya. “Jangan sok dramatis, Aruni!”

“Bukan drama! Ini beneran!”

Lagu naik ke reff. Sena memutar tubuhnya. Saat Aruni kembali berputar ke hadapannya, tanpa sengaja dia melihat celah di korset gaun itu. Bukan celah kecil—itu jurang. Kain bagian depan sudah melorot hampir memperlihatkan push up bra tipis yang dipakainya.

Darah Sena mendidih. Apa-apaan ini! Pekiknya dalam hati.

“Kenapa gaunmu kebesaran?! Memangnya ukuran payudaramu sekecil itu?” desis Sena sambil memaksakan senyum ke arah tamu.

“Ya jelas kecil! Aku kan bukan Kak Bianca!” balas Aruni setengah histeris. “Ini gaun punya dia! Aku nggak sempat pesan gaun. Aku Cuma punya waktu tiga jam untuk bersiap, kalau kau lupa!” kesal Aruni.

Sena hampir membentak tapi urung. Saat tubuh Aruni menempel padanya dalam putaran berikutnya, dia bisa merasakan gemetar gadis itu. Bukan karena dingin AC. Tapi karena benar-benar panik.

Dan Sena, yang sejatinya bukan pria jahat, merasa kasihan.

Dengan gerakan cepat—tanpa mengganggu irama lagu—tangan kirinya yang memegang pinggang Aruni merayap naik. Jari-jemari dinginnya mencengkeram tepi atas korset gaun di bagian belakang, lalu menariknya naik sekaligus menekan erat ke tubuh Aruni.

“Pegang pundakku,” perintahnya.

“Eh?”

“Pegang, sekarang!”

Tanpa sadar Aruni menurut. Kedua tangan mungilnya melingkar di pundak bidang Sena. Dalam posisi itu, Sena bisa leluasa mengaitkan jarinya pada dua klip darurat di dalam gaun. Sena mengencangkan keduanya satu per satu sambil tetap berputar gemulai.

“Angkat sedikit tanganmu ke atas,” bisiknya lagi.

Aruni mengangkat tangan. Sena mengait satu kaitan kecil lagi di sisi ketiak kiri dan kanan.

Dalam waktu dua putaran waltz, gaun itu tiba-tiba terasa nyantol sempurna di tubuh Aruni.

Seperti keajaiban.

Aruni mengedikkan dagu, menunduk, tidak percaya. “Mas... Mas bisa gitu?!”

Sena memutar tubuhnya sekali lagi, lalu menjatuhkan pandangan sinis. “Apa yang tidak bisa Sena lakukan!“ ucapnya sombong.

Sena menunduk, menatap Aruni dengan tajam. “Aku tidak mau ini, Aruni. Tapi aku juga tidak akan membiarkan perempuan manapun malu saat bersamaku. Jadi selesaikan pernikahan ini dengan baik. Besok kita urus yang lain.”

Tiba-tiba irama lagu berubah cepat. Can't Help Falling in Love versi orkestra.

Aruni menggigit bibir. Dia menatap suaminya dengan tatapan kagum dan bangga. Hatinya memang tak pernah salah memilih, lelaki pujaannya memang sebaik ini.

 Ada keringat halus di pelipis pria itu, napasnya sedikit memburu karena usahanya memperbaiki gaun diam-diam.

“Makasih, Mas,” bisiknya lembut.

Sena membuang muka. “Jangan meleleh. Aku tetap nggak menganggapmu sebagai istriku!”

“Tapi Mas tetep nolong aku.”

“Karena resepsi belum selesai. Begitu selesai—”

“Iya, Mas balik jadi benci lagi. Aku paham.” Aruni tersenyum kecil, menempelkan pipinya ke dada Sena untuk pertama kalinya. “Tapi untuk sekarang, biar aku menari dulu sama Mas Sena yang baik.”

Sena terdiam. Tangannya yang semula dingin dan kaku kini sedikit melunak di punggung Aruni.

Di luar ballroom, langit malam berhias bintang. Dan di dalam, seorang pengantin pria yang kesal mulai merasakan sesuatu yang aneh di dadanya. Bukan karena gaun atau perkawinan paksa.

Tapi karena gadis kecil di pelukannya ini ternyata... sedikit lucu.

1
hiro_yoshi74
bisa galon juga mas brooot kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: heran dah plin plan gitu butuh aqua kali kk 🤭
total 2 replies
Hiro Yoshi
ih bahaya ta Lina sama bikin sahabatan
pantes kalo malem suka kluyuran 🤭🤣🤣🤣
Tamie
gaes... yuk like dan komen sebanyak-banyaknya, biar novel ini rame dan othor-nya semangat nulisnya ya.. hehehe... love you to the bone.. eh to the moon...🤭🤭
Hiro Yoshi: gabut kk hiburan ku cuma bc nopel
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
hiro_yoshi74
ciiiie ...... yg mulai peka terhadap rangsang .....
hiro_yoshi74
wes lumayan run ngo samgu merem ......
hiro_yoshi74
nah kan malah treveloka ru .....🤣
hiro_yoshi74
aku tau otak mu mas brott..... pasti mau perpanjang dari setahun jadi selamanya .
tak tunggu bgt ms brot bucin akut sama runi kk tam
hiro_yoshi74: he e.... yang pasti posesip bngt dah
total 2 replies
hiro_yoshi74
wk wk ..... macam guguk bae vi di rantai .

emang mas brot ngeri juga vi kalo mode posesip .....
hiro_yoshi74
patik🔥 terus dit sampe mas brott tebakar api cembokur 🔥
sampe ngaku kalo do'i jelose kalo perlu🤭🤣🤣🤣
Tamie: Adit lg jd kompor mbleduk 🤣😅
total 1 replies
hiro_yoshi74
nass jangan bilang idenya sesat modelan vivi kk tam ?


kayake adit sama vivi satu frekuensi dah kk


..... asbun 🤭🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: jangan bilang mau cekokin 🥂 pulang" jadi es teler 🤭
total 2 replies
hiro_yoshi74
rejeki nomplio0k vi ......
kpn lagi numpak mobil mahal .......
trik mu emang siiip lah...👍
dalam benak mas broot ....
mbok yo kira kira lah vi . mosok macak cantik . mbahenol secara lo kan milih dress merah menyala ada belahanya dandan cetar membahana kok naik motor awut awutan loh nanti pas turun 🤭
hiro_yoshi74
kalah telak .. selamat menjilat ludah sendiri 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
tak kirain vivi tepi lebih kalem dari runi ehhhhhhh kok modelan bisikan setan yg terkutuk kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
semangat kk tam aku
padamu
bnyak tiponya
Tamie: iya ngerti bgt lah..... pokoke i lop u pull...
total 6 replies
hiro_yoshi74
cieee ms broot mulai posesip 🤭💃
hiro_yoshi74
wah sesat vi.
berasa godaan setan yang terkutuk itu run 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
yg pwnting kenyang dulu run malunya no 2 in aja🤭
hiro_yoshi74
wk ,,,, kejawab sudah penasaran nya .....
ternyata diam " jutek" ada rasa yang mulai menjalar tumbuh di hati mas brot..... gass lah mas brot runi kan hallal🤭
Tamie: 🤭🤭🤭🤭.....
total 1 replies
hiro_yoshi74
kok nyesal ????....
mungkikah.. mas brot jatuh cinta dgn runi ....?????
kk tam iki pie .......?
🤭🤭
hiro_yoshi74: nah kan bikin penasaran ........
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!