NovelToon NovelToon
Seragam Biru Di Balik Rahasia

Seragam Biru Di Balik Rahasia

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Pelakor jahat / Hamil di luar nikah
Popularitas:56.3k
Nilai: 5
Nama Author: Auvy

"Aku memegang jadwal harian istri sahnya, tapi aku jugalah yang mengisi waktu malam suaminya."

Bagi publik, Mayor Pnb Raka Aditya adalah perwira tanpa celah. Pilot kebanggaan Angkatan Udara, tangan kanan Kolonel Surya, dan suami dari Melani yakni sosok socialite sekaligus pengusaha FnB sukses pemilik jaringan restoran mewah. Namun, di balik seragam dan kemewahan itu, ada rahasia yang tak boleh terdeteksi radar.

Bela, sang Asisten Pribadi kepercayaan Melani, terjebak dalam pengkhianatan paling berbahaya.

Setiap hari, Bela menemani pertemuan bisnis Melani bahkan menjadi saksi diam saat bosnya itu menjalin cinta terlarang di sela-sela kesibukan mengelola gurita bisnisnya. Bela bungkam bukan karena setia, melainkan karena ia menyimpan dosa yang sama besarnya: Bela adalah kekasih gelap Raka, suami bosnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auvy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Sumpah Palsu di Apron Halim

Terbangun saat fajar mulai mengintip dari celah gorden, kepala Bela serasa dihantam godam. Ia mengerang, mencoba menggerakkan tubuhnya, namun rasa nyeri yang tajam dan berdenyut di area selangkangannya seketika membuatnya memekik tertahan. Rasanya panas dan perih, sebuah pengingat fisik yang brutal tentang bagaimana tubuhnya dihantam tanpa ampun semalam.

Ia meraba sisi kasur yang sudah dingin. Kosong. Pria semalam sudah hilang, meninggalkan jejak kekacauan di atas sprei. Mata Bela tertuju pada satu titik yang membuatnya membeku: bercak darah merah pekat yang telah mengering, mengotori sprei putih mewah itu.

Hatinya seolah dihantam martil bertubi-tubi. Meski matanya kering karena syok, jiwanya sudah melolong histeris. Ia tidak menyangka "malam pelepasan" yang direncanakan teman-temannya akan berakhir dengan perampasan paksa mahkotanya oleh orang asing.

"Brengsek..." desisnya serak. Tenggorokannya perih, sementara bagian bawah tubuhnya terasa kaku dan linu setiap kali ia mencoba bergeser.

Bela memaksa dirinya turun dari ranjang. Kakinya gemetar hebat, hampir tak sanggup menumpu berat badannya sendiri. Rasa perih di selangkangannya semakin menjadi saat ia melangkah, membuatnya harus berjalan tertatih menuju gaunnya yang terserak di lantai. Baru saja ia hendak memungut pakaiannya, sebuah suara menghantam pintu kamar dengan keras.

**BRAK! BRAK! BRAK!**

"Woi! Keluar!" sebuah suara berat membentak dari balik pintu.

Bela tersentak, rasa takut seketika mengalahkan rasa sakit fisiknya. "S-siapa?!"

"Nggak usah banyak tanya! Pakai baju lo sekarang atau gue seret telanjang!"

Panik menyerang. Dengan tangan gemetar dan tubuh yang masih linu, Bela mengenakan pakaiannya secara serampangan. Begitu ia berdiri, pintu kamar didobrak terbuka oleh dua pria bertubuh tegap berpakaian hitam. Tanpa belas kasihan, salah satu dari mereka merenggut lengan Bela.

"Sakit! Lepasin!" jerit Bela, namun ia diseret paksa melewati lorong rumah mewah itu, lalu didorong keluar hingga tersungkur di atas aspal jalanan di depan gerbang.

**BRAK!**

Pagar besi dikunci. Bela meringis, lututnya lecet, menambah rasa perih yang sudah menjalar di seluruh tubuhnya. Ia menatap mobil dinas dengan plat biru khas TNI AU yang melaju pergi, meninggalkan dirinya yang hancur berkeping-keping.

Sementara itu, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, suasana kontras tercipta. Raungan mesin jet tempur F-16 membelah langit biru, melakukan formasi *flypast* rendah yang menggetarkan aspal apron. Ratusan prajurit berbaju biru langit berdiri mematung dalam barisan presisi, ujung bayonet mereka berkilat ditimpa matahari pagi yang mulai menyengat.

Di tengah lapangan, Mayor Pnb Raka Aditya berdiri sebagai pusat gravitasi. Mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) lengkap dengan medali-medali jasa yang berderet di dada kiri, Raka tampak seperti pahlawan tanpa celah. Namun, di balik sikap tegapnya, Raka sedang bertarung dengan tubuhnya sendiri. Setiap kali ia melakukan gerakan "Hadap Kanan" yang tegas, otot paha dan pinggangnya terasa seperti ditarik paksa. Sendi-sendinya kaku, sisa dari pertempuran ranjang yang terlalu liar semalam.

Keringat dingin mulai merembes di balik kemeja putihnya yang tertutup jas biru tua. Kepalanya sedikit pening, dan rasa pegal di pinggangnya membuat setiap detak jantungnya terasa berat. Ia sebenarnya tidak dalam kondisi fit untuk upacara sepenting ini, namun kehormatan militer menuntutnya tetap tegak bak karang.

"Upacara Serah Terima Jabatan Komandan Skadron Udara, dimulai!" suara instruktur upacara menggema melalui pengeras suara, disusul oleh dentuman meriam kehormatan yang menggetarkan dada.

Raka melangkah maju menuju tengah lapangan. Langkah kakinya yang biasanya ringan dan mantap kini terasa berat, setiap hentakan sepatunya ke aspal memberikan sensasi linu di pangkal paha. Di hadapannya, Marsekal Pertama Prasetyo—sang ayah sekaligus Jenderal bintang satu—berdiri dengan tatapan dingin namun penuh kebanggaan.

Saat prosesi pelepasan dan penyematan tanda jabatan berlangsung, tangan Raka sedikit gemetar ketika melakukan hormat senjata. Ia harus mengerahkan seluruh sisa fokusnya agar tidak goyah di depan ratusan pasang mata. Jenderal Prasetyo menyematkan tanda jabatan di dada Raka, lalu membisikkan sesuatu yang hanya bisa didengar mereka berdua.

"Tegakkan punggungmu, Raka. Jangan permalukan baret birumu," bisik sang Jenderal, seolah menyadari ada yang tidak beres dengan kondisi fisik putranya.

"Siap! Laksanakan, Jenderal!" sahut Raka dengan suara bariton yang sengaja dikeraskan untuk menutupi kelelahannya.

Begitu upacara selesai dengan parade pasukan yang memukau, Raka melangkah tertatih menuju tenda VIP, berusaha menjaga langkahnya agar tidak tampak pincang. Di sana, Dika, adiknya yang berpangkat Ipda, sudah menunggunya dengan senyum penuh arti.

"Selamat, Bang. Tapi kok muka lu pucat banget? Semalam lembur patroli atau 'patroli' lain?" bisik Dika nakal sambil memberikan hormat. Raka hanya membalas dengan tatapan tajam yang mematikan, menahan rasa sakit di punggungnya.

Perhatian segera beralih saat keluarga Melani mendekat. Melani tampil begitu anggun dengan kebaya modern, memancarkan aura wanita berkelas yang cerdas.

"Selamat atas jabatan barunya, Mayor Raka. Gue melani," ujar Melani sekaligus perkenalan diri singkat. Dia mengulurkan tangan dengan senyum profesional yang sempurna

Raka menjabat tangan Melani. Kontras sekali! wanita di depannya adalah tunangan yang sempurna secara status, namun pikirannya justru melayang pada wanita asing yang semalam merintih di bawah kuasanya, menyisakan noda merah di sprei yang kini menghantui benak Raka di tengah kemegahan pelantikannya.

Raka menyadari, di balik pangkat yang baru saja ia sandang, ia telah menanam sebuah rahasia gelap yang jauh lebih berat daripada beban jabatan mana pun. Malam itu bukan hanya tentang pelepasan nafsu, tapi awal dari kehancuran yang ia bungkus rapi dengan seragam biru kebanggaannya.

1
Gunti Gunarti
kok nggak update lg kak?
Zainuddin -
akhirnya putra putar haluan ke bela🔥🔥🔥
Andri Yukarthi
yesss...Putra, kamu mmg perwira jujur! sejujur sy yg mau bilang klo cerita ini bagus dan bikin deg²an
Queen: Makasih 🥰 tetap stay ya untuk bab2 selanjutnya
total 1 replies
Sri Juniarti
kok lama update ya ka,nungguin tiap hr
Queen: Di tunggu ya updatenya ❤️ maaf lama soalnya sibuk di real life juga 😔
total 1 replies
Zainuddin -
berharap putra putar manuver ke bella, semangat author, trimakasih tuk karyamu🙏
Zainuddin -
semangat donk author,
Queen: Nanti malam aku update dua bab, di tunggu yaaa 😁
total 1 replies
Zainuddin -
ceritanya masih lanjutkah?
Queen: Hai zainuddin 👋🏻 masih lanjut yaa. Di tgg cerita selanjutnyaa 😊
total 1 replies
Zainuddin -
panas dingin menunggu sidang🔥🔥
pinpin
please Bela sama yg lain aja jangan sama Raka, bikin Raka menyesal aja tuh
Queen: Sama siapa tuh bagusnya 🤭
total 1 replies
Zainuddin -
❤❤️❤️❤️
syora
apapun klnjjutan hubungannya smoga putra manapun bela bisa sling muka hati masing" dgn tulus
Zainuddin -
double donk, gantung ni💪
Zainuddin -
semangat author💪
Queen: Thankyouu 😁
total 1 replies
Queen
Jangan lupa kasih like, komen dan gift ya biar author semangat ❤️
Queen
Jangan lupa kasih like, komen dan gift ya biar author semangat 🫶🏻
Queen
Jangan lupa kasih like, komen dan Gift ya biar author semangat 🫶🏻
Anonim
Up lagi donk kak makin seru ni ceritanya
Queen: Siap 😘
total 1 replies
Siti Amalia
kaaa, novelnya bagusssss banget. up yang banyakkkkk lagi ya kaa. makasih udh buat novel sebagus ini
Queen: Makasih sudah jadi pembaca setia akuuu 🫶🏻❤️
total 1 replies
Anonim
Seru kak😄😍
Siti Siti Saadah
hukuman apa yg pantas buat Raka ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!