NovelToon NovelToon
Tak Ada Lagi Kesempatan

Tak Ada Lagi Kesempatan

Status: tamat
Genre:Berbaikan / Tamat
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Alrumi

"Ketika undangan wisuda ku tak kamu hadiri, maka ku harap undangan pernikahan ku nanti akan kamu hadiri bersama keluargamu."

Kalimat yang begitu membekas di hati dan pikiran Rizal kala ia melakukan kesalahan karena lagi dan lagi ia membohongi Claudia.

Perempuan yang kerap kali iya bohongi dalam keseharian nya, memberikan perhatian, ungkapan cinta, dan harapan untuk kedepannya.

Nyatanya hal itu adalah sebuah kebohongan yang menjadi kebiasaan Rizal selama ini. Namun, semua berubah setelah Claudia menyadari bahwa selama ini ia melakukan kesalahan terbesar karena terpengaruh dengan setiap kata yang Rizal ucapan kepadanya.

Hal tak terduga kini terjadi pada Rizal pelaku utama yang memerankan peran kebohongan yang begitu dalam sampai dua tahun lamanya seorang Claudia baru sadar bahwa selama ini ia hanya dijadikan mainan oleh Rizal.


Yuk ikuti ceritanya, jika kalian penasaran tentang yang akan terjadi pada Rizal dan Claudia selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alrumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memainkan Peran

Saat mengingat perubahan sikap Claudia tak kala Rizal menghubunginya lagi setelah menghilang dua bulan lamanya.

Kini perasaanya terasa kosong, bahkan rasanya benar-benar sulit untuk di jelas kan.

"Assalamu'alaikum, apa kabar kamu?" isi chat pertama yang di kirim Rizal setelah menghilang dua bulan.

Chat itu seperti hampir membuat Rizal langsung putus asa karena tak kunjung ada jawaban dari Claudia.

Jujur rasanya menunggu chat di jawab Claudia itu bagaikan main game yang terus menerus kalah namun di saat ia menang itu merupakan kepuasan tersendiri.

Rasanya benar-benar bikin senang, hal inilah yang saat ini Rizal rasakan. Dua bulan lalu ia mengabaikan chat Claudia, karena baginya Claudia mungkin akan luluh di saat ia pergi meninggalkan dirinya.

Namun nyatanya harapannya itu salah besar, keputusannya waktu tak menghadiri wisuda Claudia benar-benar membuat dirinya kehilangan Claudia untuk selama-lamanya.

Terlihat jelas perubahan dari Claudia saat ini, dulu saat ia chat Claudia tentu saja Claudia akan menjawab chat tersebut dengan cepat, namun berbeda hal dengan saat ini. Ia tak mendapatkan respon cepat itu lagi dari Claudia.

Hampir satu jam ia menunggu chat itu tak kunjung ada jawaban. Bahkan bolak-balik ia melihat di aplikasi pink, Claudia aktif namun tak kunjung menjawab chat darinya.

Bukannya hal ini menunjukkan bahwa Claudia sudah tak mementingkan chat darinya lagi. Rasa frustasi dan menyerah pun kini Rizal rasakan.

"Loh... kok belum di jawab juga ya, padahal dia aktif. Hem..." ucap Rizal tak kala melihat di aplikasi pink bahwa Claudia sedang aktif saat itu.

Tepat satu jam kemudian chat dari Rizal pun mendapatkan jawaban.

"Waalaikumsalam, alhamdulilah sangat baik." inilah isi chat dari Claudia saat itu.

Rasa senang itu muncul dalam hati Rizal karena setelah menunggu lama, akhirnya chat itu di jawab oleh Claudia.

Dengan cepat Rizal pun menjawab chat tersebut dan walau ada sedikit canggung jika harus bertanya banyak pada Claudia. Namun pada akhirnya ia pun bertanya pada Claudia.

Dan sampai pada titik dimana ia kembali mengelabuhi Claudia yang seakan-akan membuat semuanya kembali agar bisa ia kendalikan.

Bodohnya Rizal saat itu adalah ia tak menyadari akan kesalahannya. Meminta maaf dan belajar dari kesalahan sepertinya tak ia ingat waktu itu.

Ia bahkan seperti tanpa ragu mengucapkan kata itu lagi di setiap hal sampai Claudia ingat betul akan kebodohannya dulu begitu percaya dengan ucapannya itu.

Namun sekarang ia bersyukur karena Allah maha baik terhadap nya, ia di buka kan pintu untuk mengenal pribadi buruk Rizal selama ini.

Sampai pada akhirnya setiap detik dan setiap momen ia mengingat semuanya, betapa bodohnya dulu Claudia begitu percaya dengan sikap dan ucapan Rizal yang mengatakan bahwa ia berada di tempat ini dan akan melewati tempat tinggalnya.

Namun semuanya sudah terlambat, kini Claudia bukan Claudia yang dulu lagi. Dia sudah ikhlas akan hidupnya yang di berikan harapan palsu. Sehingga sekarang ia lebih menikmati hidupnya tanpa harapan itu lagi. Dulu mungkin ia begitu berharap ucapan Rizal benar adanya. Namun nyatanya ucapan itu begitu menyakiti dirinya, dan dari rasa sakit itulah, akhirnya Claudia bisa bangkit dan menemukan dirinya sendiri dan kebahagiaan dirinya.

Ucap chat yang Rizal lakukan kala itu, mengingatkan Claudia akan kebohongan demi kebohongan yang terus berputar bahkan sampai detik ini kebohongan itu masih melekat dalam diri Rizal.

Hal ini justru membuat Claudia mensyukuri keputusannya untuk meninggalkan Rizal.

"Ternyata kamu masih tetap orang yang sama yang tak bisa mengambil pelajaran dari hal yang pernah terjadi. Namun aku selalu berdoa semoga kamu bisa sadar dan aku harap ketika kamu sadar akan hal itu kamu tak terlambat menyadarinya." ucap Claudia di dalam hati saat chat demi chat ia terima dari Rizal.

Sementara Rizal yang mengabaikan chat Claudia lagi, kini merasa paling percaya diri akan dirinya.

Kalian tau, kapan Rijal menjawab chat Claudia setelah chat dirinya Claudia jawab dengan datar tanpa ada respon seperti dulu lagi yang begitu antusias menjawab karena dulu Claudia terlalu berharap jika Rizal benar datang.

Namun sekarang Claudia bukanlah Claudia yang dulu. Ia kini lebih menerima dirinya yang tak berharap dan di abaikan selama dua bulan.

Dalam dua bulan itu, ia menemukan kebenaran demi kebenaran bahwa selama ini ia bodoh telah banyak berharap terhadap Rizal yang pengecut.

Laki-laki yang begitu tega membohongi dirinya dan memberikan harapan terhadapnya sampai ia lupa bahwa ia tak seharusnya berharap pada Rizal.

Keesokan harinya setelah jawaban chat Claudia yang datar, Rizal yang tak tahu diri menjawab chat tersebut.

Beruntungnya saat itu Claudia tak lagi aktif di aplikasi pink, sehingga chat Rizal tak langsung Claudia jawab.

Claudia akhirnya menjawab chat tersebut di malam harinya. Namun hal itu bukan sengaja Claudia lakukan, tapi memang ia tak mengetahui jika ada chat lagi dari Rizal sehingga waktu ia melihat aplikasi pink yang ada chat dari Rizal, ia pun langsung menjawab.

Dan kalian tau apa yang terjadi, Rizal seolah-olah ingin menaik ulur lagi waktu. Ia aktif di beberapa waktu tertentu namun ia tak kunjung menjawab chat tersebut. Sampai akhirnya keesokan harinya barulah Rizal jawab chat Claudia.

Namun jawaban nya masih tetap sama memainkan peran pembohong dan manipulatif lagi.

Beruntungnya Claudia tak terpengaruh lagi dengan manipulatif itu. Karena ia tak mengunjungi aplikasi pink selama dua hari bahkan ketika ia mengunjungi aplikasi pink, ia tak menjawab lagi chat dari Rizal.

Karena baginya saat ini bukan lagi waktu untuk menarik ulur lagi agar tetap terhubung. Harusnya jika memang dia ingin memperbaiki, maka jadilah laki-laki yang mau belajar dari kesalahan.

Perempuan tak harus diperlakukan seperti itu lagi jika laki-laki itu mau berubah. Namun jika responnya tetap sama, maka meninggalkan laki-laki itu adalah pilihan yang tepat.

Karena hati dan waktu Claudia sangatlah berarti, ia tak perlu mengemis akan waktu Rizal lagi. Karena Rizal sendiri yang membuat diri nya sadar bahwa selama ini ia begitu bodoh karena percaya dengan setiap ucapan Rizal.

Claudia memang tak pernah berdoa supaya Rizal merasakan apa yang ia rasakan. Melainkan ia selalu berdoa agar Rizal dan perempuan yang bersama Rizal nanti tak seperti dirinya yang mendapat perlakuan menyakitkan dari Rizal.

Karena rasanya benar-benar sulit untuk di ucapkan, rasa sakit itu hanya bisa Claudia rasakan. Ia yang belajar sembuh dari rasa sakit, nangis sendiri bahkan yang paling sulit adalah ia harus bersikap seolah-olah tak terjadi apa-apa.

Karena ia harus tetap tersenyum di kala ia mengingat akan rasa sakit itu.

Bersambung...

1
falea sezi
MC oon
falea sezi
cewek oon
Rahmat Hidayatullah: jaga bicaramu
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!