NovelToon NovelToon
Dayuh Sigadis Supernatural

Dayuh Sigadis Supernatural

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mawarhirang94

Dayuh sigadis Indigo atau supranatural, dia memiliki kelebihan itu semenjak umur batita, Yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Terutama Ibu Dayuh yang memiliki kelebihan yang cukup istimewa itu dari keturunan sebelumnya. Jika Ibunya memiliki anak atau keturunan, dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur anak tersebut maka kelebihan Ibunya akan berkurang. Maka tugas selanjutnya adalah anaknya yang melanjutkan. Jika tidak memiliki penerusnya maka kelebihan tersebut akan terus dimilikinya dan berkembang.
.
Ibu ingin menceritakan pengalaman yang Ibunya alami selama ini. Mungkin nanti Ibunya akan menceritakan secara pelan-pelan.

Akan kah Dayuh menerima semua kelebihan nya atau sebaliknya melepaskannya?

Yuk simak cerita nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarhirang94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Setibanya dirumah Bu Dayuh pun segera menghubungi anaknya untuk menanyakan kapan ia pulang. Begitu pun Dayuh, entah mengapa dihari itu biasanya nongkrong dulu bersama sahabatnya tapi kali ini tidak. Tiba-tiba saja merasakan ada yang kurang nyaman ditubuhnya, seperti ada yang memperhatikan nya sedari ia masuk kelas.

"Halo, Assalamualaikum Dayuh, Kamu kapan pulang nak?" Tanya ibu dengan nada suara sedikit cemas.

"Waalaikumsalam bu, sebentar lagi Dayuh pulang bu." Jawab Dayuh dengan santainya.

Tak lama Dayuh pun bertanya kepada Dru, Apakah ingin pulang ikut bersamanya apa tidak.

"Dru, Kamu ikut aku apa tidak? Aku pulang ni." Tanya Dayuh dengan santai.

"Boleh, Ayok aku juga lagi malas kemana-mana hari ini Day." Sahut Dru dengan santai sambil membereskan barang-barangnya.

15 menit kemudian Dayuh dan Dru pun sampai dikediaman nya Dru, Dayuh pun berpamitan dengan Dru dan Ibu Dru. Dayuh pun sekalian menjemput Sitara.

Pak jayadi pun menghampiri istrinya, Dan mereka berdua berbicara mengenai kejadian yang terjadi dikeluarga Bu dayuh sekeluarga.

Dengan wajah cemas dan perasaan campur aduk Bu mirah pun tak bisa menyembunyikan lagi dihadapan suaminya, Dia bertanya." Gimana Pak, Apa ada jalan keluarnya?"

"Kurang tau juga Bu, Tadi sih aku lihat Bu Dayuh dikasih air saja dari kiyai bu." Sahut Pak Jayadi dengan nada meyakinkan.

Pak Jayadi pun mau tidak mau harus menyembunyikan wajah cemasnya dihadapan istrinya. Agar istri tidak tertau khawatir dan stress untuk memikirkannya.

"Oh gitu ya Pak, Mudahan saja permasalah dikeluarga ini cepat selesai ya Pak, Kasihan mereka Pak." Sahut Bu mirah dengan nada cemas.

"Ya bu, Aamiin. Pokoknya doakan saja bu semoga selalu dalam lindungan Allah. Aamiin. Apa pun yang terjadi pasti ada jalan keluarnya bu." Sahut Pak jayadi dengan nada serius sambil menikmati secangkir kopi hangat buatan istrinya.

"Ya sudah ibu lanjut masak buat makan malam dulu Pak." Ucap Bu mirah sambil memotong-motong sayuran.

"Ya bu, silahkan Bapak mau keluar dulu sambil menunggu sitara pulang." Sahut Pak jayadi.

Sambil menunggu mereka pulang, Bu Dayuh besantai-santai sambil menikmati secangkir teh hangat yang sudah disediakan oleh Bi mirah. Akhirnya sejam kemudian ibu menunggu mereka berdua pulang akhirnya mereka sampai dijam 5 sore sebelum waktu Maghrib.

"Assalamualaikum, Bu." Ucap mereka berdua sambil bersaliman.

"Waalaikumsalam nak." Sahut Ibu Dayuh dengan ramah

"Ya sudah aku mandi dulu ya Bu." Sahut Dayuh kembali.

"Ya nak, Silahkan." Sahut ibu kembali.

Dayuh pun bersiap-siap untuk mandi, kurang lebih 15menitan Dayuh pun akhirnya selesai. Sambil menunggu waktu maghrib Dayuh kebawah menghampiri Ibunya. Dayuh pun berbasi-basi sambil bertanya-tanya.

"Bu aku mau tanya? Apa ibu percaya hal gaib?" Tanya Dayuh dengan nada penasaran.

"Percaya saja nak, Karna didunia ini kita juga berdampingan. Memang kenapa yuh?" Tanya ibuk kembali dengan santai seolah-olah tak tau maksud Dayuh.

"Tidak apa-apa bu." Sahut Dayuh dengan nada meyakinkan dan santai.

"Oh, Kirain ada apa, Oiya ini air kamu minum ya habiskan." Sahut Ibu sambil menawarkan air dari kiyai.

"Air apa ini bu.? Tanya Dayuh penasaran.

"Air penawar biar kamu tidak digangguin makluk itu. Paham kan maksud ibu, Ini air dari kiyai seperti biasanya." Ujar ibu sambil menjelaskan.

"Ooh, Iya Bu entar Dayuh minum, Terima kasih Bu." Sahut Dayuh sambil memeluk Ibu dengan penuh kasih sayang.

Tak terasa waktu pun menunjukkan waktu maghrib, Mereka pun bersiap-siap untuk sholat Maghrib bersama. Begitu pun keluarga Pak jayadi pun ikut sholat bersama dimushola rumah mereka, Seperti biasa Pak jayadi pemimpin menjadi imam untuk mereka. Kurang lebih 5menit mereka pun selesai sholat dan melanjutkan mengaji sebentar. Setelah sholat Maghrib pun mereka makan bersama-sama seperti biasanya.

.

Dayuh pun meminum air berian kiyai, Malam pun tiba dimana gangguan tersebut selalu datang ke Dayuh seperti biasanya. Tapi kali ini sedikit berbeda, Gangguan itu seperti meminta tolong kepada Dayuh.

"Dayuh, Dayuh, Dayuh...tolong aku dayuh." Panggil makhluk itu dengan suara sedih.

Makhluk itu pun hilang seketika dari dalam mimpi Dayuh, Dayuh pun terbangun di jam tiga subuh dini hari. Dayuh pun segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud dan meminta menunjuk. Dijam yang sama biasanya Ibu Dayuh pun terbangun, Akhirnya mereka pun sholat tahajud bersama.

.

"Bu, aku ingini bertanya sesuatu boleh?" Tanya Dayuh dengan nada lembut.

"Boleh nak, silahkan saja apa?" Sahut Ibu Dayuh.

"Apa Ibu percaya hal gaib?" Tanya Dayuh dengan nada serius.

"Percaya nak, Jika kamu ingin bercertita tapi belum siap tak apa-apa nak." Ucap Ibu Dayuh dengan nada lembut.

"Gimana ya aku ceritanya, Itu bu aku bermimpi seorang makhluk itu meminta tolong pada ku bu dengan rawut wajah sedihnya.

Dayuh pun bercerita kepada Ibunya sambil kebinggungan takut Ibunya tak mengerti maksud yang dia cerita kan.

"Iya Ibu paham maksud Dayuh, Makanya Ibu mendatangi kiyai, Kata kiyai kamu punya kelebihan bisa melihat mereka yang tak kasat mata nak. Kamu bisa juga membantu mereka maka dari itu temukan lah pentujuk lainnya lain mereka dan tanyakan apa tujuan mereka datang kekamu!

Ibunya pun menjelaskan bahwa anaknya memiliki kelebihan bisa melihat mereka yang tak kasat mata, sambil meyakinkan kepadanya agar dia mau membantu untuk menemukan petunjuk tersebut, ya karna hanya dia lah yang bisa menyelesaikan itu semua.

"Tapi Bu, Aku takut!" Sahut Dayuh lagi dengan wajah memelas.

"Ibu yakin kamu bisa nak, Bismillah kita lewati bersama ya." Sahut Ibu sambil memeluk anaknya dengan kasih sayang.

"Iya Bu, Aku coba." Sahut Dayuh kembali sambil menganggukkan kepalanya.

Sebenarnya Dayuh memiliki kelebihan itu semenjak dia batita, Yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Terutama Ibu Dayuh yang memiliki kelebihan yang cukup istimewa itu dari keturunan sebelumnya. Jika Ibunya memiliki anak atau keturunan, dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur anak tersebut maka kelebihan Ibunya akan berkurang. Maka tugas selanjutnya adalah anaknya yang melanjutkan. Jika tidak memiliki penerusnya maka kelebihan tersebut akan terus dimilikinya dan berkembang.

.

Ibu ingin menceritakan pengalaman yang Ibunya alami selama ini. Mungkin nanti Ibunya akan menceritakan secara pelan-pelan.

"Sekarang kita sholat subuh dulu yuk." Ucap Ibu Dayuh.

"Iya Bu." Sahut Dayuh dengan nada lembut.

Akhirnya mereka berdua pun sholat subuh berjamaah seperti biasanya, Setelah sholat subuh Dayuh pun kembali kekamarnya untuk mengecek jadwal dan agenda dia hari ini. Ibu Dayuh seperti biasanya kedapur untuk membantu Bibi Mirah membuat sarapan pagi.

.

Dayuh dan Sitara pun seperti biasa sarapan pagi lebih dahulu sebelum mereka berangakat. Kurang lebih lima belas menitan mereka pun sudah selesai dan siap-siap untuk berangkat. Setelah semua siap mereka pun berpamitan ke orang tua mereka masing-masing.

Diperjalanan menuju lokasi Sitara bekerja, Sitara pun iseng bertanya kepada Dayuh.

"Dek, Kamu percaya hal-hal mistis atau gaib gak?" Tanya Sitara.

"Percaya-percaya aja kak, Memangnya kenapa kak?" Sahut Dayuh dengan santai.

"Mohon maaf ya Dek, Mungkin awalnya kamu akan heran dengan semua yang telah terjadi sama kamu beberapa tahun ini. Tapi semua itu sudah anugerah yang TUHAN berikan untuk mu Dek. Jadi tinggal kamu saja lagi bagaimana menyikapi nya ya. Semangat Dek." Ujar Sitara sambil tersenyum.

Sitara pun memberanikan diri untuk ikut bersuara mengenai yang telah terjadi kepada Dayuh, Ya menurutnya apa pun yang Dayuh dapat itu adalah sesuatu anugerah yang TUHAN berikan untuk dia, Dengan nada lemah lembut Sitara pun menyemangati Dayuh.

"Ya Kak, Terima kasih ya kak. Kakak temani aku untuk melewati ini semua ya.? Sahut Dayuh dengan nada cemas.

"Itu pasti Dek, Apapun itu beri tahu Kakak segera Dek. Biar kita cari jalan keluar nya sama-sama.

"Terima kasih ya Kak.

Dayuh pun memeluk Sitara dengan kasih sayang seperti Kakaknya sendiri.

"Ya sudah aku turun ya. Kamu hati-hati dijalannya. Kalau sudah selesai segera pulang saja, Nggak susah jemput Kakak ya." Ujar Sitara dengan tegas.

"Iya kak, Aman nanti kalau aku pulang pas jam Kakak pulang kerja aku chat dulu deh ya?" Sahut Dayuh sambil memutar setirnya.

.

Sitara pun mulai mencari-cari tau apa yang terjadi dengan sahabatnya tersebut, Sambil mencari-cari diinternet tentang kelebihan yang dia punya. Dan jalan satu-satunya adalah kedua orang tuanya, Pasti mereka mengetahui apa yang terjadi kepada keluarganya Dayuh maupun Dayuh.

"Sepertinya aku harus bertanya kepada Bapak atau Ibuk deh, Mengenai Dayuh! Siapa tau mereka mengetahui semua ini." Ujar Sitara sambil memikirkan dan memutar-mutar kan bolpoin nya.

Sampai akhirnya temannya yang melihat tingkah Sitara begitu aneh hari ini, Dia pun menegurnya.

"Hy, Sit! Lagi apa kamu melamun aja." Tegur Leo sambil mengejutkan Sitara.

Sitara pun sontak terkejut karna tingkah laku temannya.

"Iiiisssshhh....Kamu nih kebiasaan pasti. Aku lagi berpikir keras ini." Sahut Sitara dengan wajah kesal.

"Mikirin apaan sih kamu segitunya sampai melamun." Tanya Leo penasaran.

"Ai kepo lah kamu Leo." Sahut Sitara lagi.

"Pasti kamu pikirin aku ya." Sahut Leo kembali sambil mencolek wajah Sitara.

"Aaaiiiiissshhhh... Apaan sih.." Sitara pun mengibas tangan Leo dan memasang wajah judes.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!