Daratan Xuanwu penuh dengan Pendekar hebat sepanjang sejarahnya, seorang pemuda lugu berna Ling Tian berhasil menjadi salah satu deretan Pendekar hebat yang melegenda selama seribu tahun namun tidak terduga Dewa iri kepadanya dan membuatnya jatuh ke dalam jurang keputus asaan selama lima ratus tahun. Dalam keputus asaan itu Ling Tian mendapat sebuah kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua penyesalannya, Ling Tian kembali dengan menentang takdirnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laghrima~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fenomena Alam
Kesadaran Ling Tian perlahan menghilang setelah dia sepenuhnya masuk ke dalam gerbang besar itu, sebelumnya dia sempat berbalik ke belakang dan melihat ada seorang pemuda yang berdiri di jembatan menatapnya dengan wajah tidak senang.
Pemuda itu sepenuhnya menganakan pakaian hitam, Ling Tian tidak tahu siapakah dia namun dari expresi wajahnya pemuda itu jelas tidak menyukainya.
"Dewa Willow, kali ini perbuatanmu sudah kelewatan!" Pemuda itu menatap tajam gerbang itu lalu menghilang menjadi butiran cahaya.
☆☆☆
Di Daratan Xuanwu sedang dihebohkan oleh fenomena tidak biasa yakni langit malam yang dipenuhi bintang hingga cahayanya mengalahkan bulan, cahayanya membuat satu Kota Daratan Xuanwu terang layaknya pagi selama beberapa menit sebelum bintang-bintang itu bergerak jatuh ke setu arah bersamaan.
Ribuan bintang itu bergerak berbentuk sebuah ukiran pedang besar ke satu arah sebelum tiba-tiba meledak menciptakan suara dentuman besar yang menggetarkan Daratan Xuanwu selama beberapa menit.
Tidak lama setelahnya, langit malam kembali gelap sejenak lalu kembali sebuah cahaya keemasan memenuhi langit. Cahaya itu berputar seperti angin beliung dan kembali meledak dan menyebarkan cahaya keemasannya seperti kembang api.
"Petanda apakah sebenarnya ini?"
"Fenomena alam yang begitu luar biasa dan dramatis!"
Orang-orang yang melihat dekat secara langsung takjub dan terpana karena baru kali ini Daratan Xuanwu terjadi fenomena seperti itu setelah keberadaan Dewa yang mengatur jatuh hilang tanpa ada yang tahu sebabnya.
Setelah keberadaan para Dewa itu menghilang, Daratan Xuanwu yang luas terpecah dalam tiga Daratan lagi dan masing-masing dikuasai oleh tiga Klan Besar yang mengatur, dalam setiap Daratan itu ada aturan tidak tertulis 'Yang Kuat Memakan Yang Lemah' yang artinya selagi kuat maka tidak peduli apa identitasnya maka dia lebih dihormati.
Ketika fenomena alam itu terjadi anak Klan yang menguasai Daratan Xuanwu, Klan Qin. Anak Ketua Klannya baru saja lahir setelah sekian lama Klan itu dirumorkan tidak akan ada lagi penerusnya.
"Ketua, lihat! Pemimpin Muda kita begitu tampan!"
"Di masa depan dia akan menjadi Pemimpin Muda yang berbakat seperti Ketua Klan!"
"Hei, lihat! Dia membuka matanya!"
Ketua Klan Qin, Qin Hao menatap anak bayinya dengan wajah penuh haru. Dia lalu menggendongnya dan meletakkannya di samping istrinya yang masih terkulai lemah.
"Lian'er, terima kasih sudah melahirkannya! Kini Klan Mu kita tidak akan sepi setelah kehadirannya..." Qin Hao mengelus lembut wajah istrinya, Mu Lian.
"Anakku begitu tampan... Suamiku, berikanlah di nama terbaik!" Mu Lian tersenyum lembut menatap bayinya.
"Dia akan bermarga Qin dan bernama Mu, Qin Mu!"
Suara pembicaraan terus terdengar dan semakin jelas setelah Ling Tian memperoleh kembali kesadarannya secara perlahan, perlahan juga dia mulai membuka matanya dan melihat samar sebuah atap ruangan serta wajah wanita cantik di dekatnya.
'Qin Mu? Siapa Qin Mu?' Ling Tian kebingungan dan bertanya-tanya namun suaranya tidak bisa keluar.
'Apa yang terjadi dengan suaraku?!' Ling Tian berteriak namun hanya erangan kecil yang keluar dari mulutnya.
"Oh, apa Mu'er 'ku lapar?" Mu Lian mengelus wajah bayinya.
Melihat itu, Qin Hao menyuruh seluruh Pelayan di keluar dari ruangan kamar. Barulah setelah itu Mu Lian menyusui bayinya.
Ling Tian masih kebingungan sebelum sesuatu yang empuk menempel di bibirnya, sangat empuk serta ada cairan beraroma manis masuk ke dalam mulutnya.
'Apa ini? Rasanya seperti susu namun lebih kental dan sangat nikmat!' Ling Tian menikmati rasa itu lebih lama.
Semakin lama cairan yang dia minum itu membuatnya kenyang dan merasa sangat mengantuk hingga akhirnya tertidur dalam kondisi yang masih kebingunan.
"Oh, Mu'er sudah terlelap... Wajahnya sangat damai..." Mu Lian tersenyum lembut.
Qin Hao lalu menggendong Qin Mu dan memindahkannya ke ruangan khusus bayi yang memang sudah disiapkan Pelayan tadi, setelah itu dia keluar dan membiarkan istrinya tidur dan beristirahat damai.
Di tengah malam, Ling Tian kembali membuka matanya kali ini penglihatannya jauh lebih jelas dibandingkan sebelumnya. Saat itulah dia tersadar ada sesuatu yang salah terutama ketika dia melihat kedua tangannya mengecil seukuran bayi.
'Apa aku terlahir kembali menjadi bayi?!' Ling Tian sangat terkejut dan tidak bisa mempercayainya begitu saja.
Ling Tian mulai berpikir jika gerbang yang terakhir dia masuki sebelumnya membawanya untuk terlahir kembali namun dia tidak menyangka akan berakhir di tubuh bayi.
Meski begitu, Ling Tian sangat gembira bisa kembali hidup walau harus memulai semuanya dari awal. Di kehidupan kali ini Ling Tian bertekad akan mengubah seluruh penyesalan dan kegagalan di kehidupan pertamanya tidak terulang kembali.
Di kehidupannya kali ini, tidak peduli dimana dan siapa dirinya kali ini Ling Tian akan menjadi lebih kuat sampai tidak ada lagi yang bisa menandinginya meski itu Dewa sekaligus.
Ling Tian tidak akan lupa dendamnya kepada Dewa yang telah merebut dan membuatnya jatuh ke dalam keputus asaan di masa lalu, Ling Tian pastikan akan membalas bagaimanapun caranya nanti.
Kali ini dia akan fokus menjalani prosesnya yang setelah dipikir-pikir menjadi bayi tidak masalah asalnya dia bisa kembali hidup.
'Perut kecil ini cepat sekali laparnya!' gerutu Ling Tian sebelum memaksakan dirinya untuk menangis.
Pelayan datang terburu-buru setelah mendengar tangisannya, Pelayan itu lalu menggendong dan membawanya ke ruangan Mu Lian untuk disusui.
'Aku tidak akan terbiasa untuk ini...' Ling Tian menutup matanya tatkala Mu Lian mulai menyusuinya secara langsung.
Ling Tian mulai mengingat jika sesuatu yang empuk dan berasa manis sebelumnya adalah milik Ibunya, meski dia adalah bayi sekarang ini namun jiwanya tetaplah orang yang sudah dewasa dan berusia lebih tua dari leluhurmu.
Hari-hari terus berlanjut dengan rutinitas yang sama dijalani oleh Ling Tian, mulai dari dia tahu nama barunya, Qin Mu dan semua proses bayi pada umumnya dirasakannya.
Baginya tidak ada hari tanpa membuatnya merasa malu tetapi tidak ada yang bisa dilakukannya selain menerima semuanya dengan pasrah.
☆☆☆
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, Pemimpin Muda Klan Qin, Qin Mu kini sudah berusia empat tahun. Sebuah penantian lama bagi Ling Tian selama ini setelah dia muak menjadi bayi.
"Aku tidak ingin bermain dengan anak kecil!" ucap Qin Mu sambil mendengus kesal ketika anak-anak seusianya dari Klan Qin memintanya untuk bermain bersama.
"Ya? Apa maksud Tuan Muda Qin?" tanya salah satu anak yang mengajaknya.
Qin Mu menghela nafas malas, "Aku lelah dan tidak suka bermain! Itu hanya untuk anak kecil!"
"Tapi... Bukankah Tuan Muda Qin juga anak kecil?" tanya mereka heran.
Qin Mu batuk pelan setelah mendengarnya, dia lalu mengatakan jika dia sebentar lagi akan dewasa jadi bermain tidak lagi cocok dengannya.
Anak-anak Klan Qin akhirnya mengangguk setuju dan meninggalkannya sendirian di bawah naungan sebuah pohon Willow, Qin Mu mengubah posisinya menjadi duduk bersila setelah memastikan tidak ada lagi yang melihatnya.
Qin Mu mulai memeriksa kembali tubuhnya dan merasakan jika berkehidupannya kali ini dia masih memiliki Akar Roh, sesuatu yang langkah untuk dimiliki setiap orang. Berkat Akar Roh itu jugalah yang membawanya menuju jalan keabadian sebelum dibuat jatuh oleh Dewa.