penghianat cinta yang di lakukan oleh sang ayah membuat dista engan membuka hati untuk para lelaki manapun, kekecewaan itu terus terbawa hingga dewasa bagi dista tak ada lelaki yang baik dan setia lagi di dunia ini
hingga akhirnya dista harus menikah dengan kekasih sang kakak bagaimana kehidupan dista seteleh menikah, akankah ia mulai membuka hati dan melupakan masa lalunya yang kelam
yuk simak ceritanya
By : Ayu kasuma
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3
" ma pa gina mau kenalin pacar ke kalian " ucap gina pada saat mereka sedang makan
seketika deris segera minum air " em apa kamu berencana serius.? " tanya daris
gina melihat mereka semua termasuk dista yang masih santai dengan makanan malamnya
" em sebenarnya dia maunya gitu cuma gina belum siap ,gina masih mau berkarir apalagi gina ingat ibu pengen beli rumah" ucapan gina membuat dista menghentikan makannya
dinda melihat deris
" kami hanya ikut kamu saja gimana bagusnya" sahut deris pelan
Gina melihat gian" apa papa bisa " tanya gina lagi
Deris mengangguk " jika dia mau silaturahmi ya nga papah toh kedepannya kan kalian yang menentukan"
Gina mengangguk pelan
" jadi kapan dia mau datang .?" tanya deris lagi
" em malam besok kalau mama sama papa bisa "
Deris dan dinda mengangguk
" bisa biar sekalian ajak makan malam" jawab dinda membuat gina tersenyum
" dista juga mau bilang kalau besok dista mau pergi mendaki " ucap dista yang langsung membuat mereka melihat nya
" kamu kan lagi nyusun skripsi, gimana ceritanya mau mendaki" ucap dinda
" bisa ma, dosennya lagi umbro " jawab dista
" em kamu ngak mau liat pacar mbak.?" tanya gina
Dista menggeleng " maaf sudah di jadwalin, lagian ini mendaki terakhir sebelum dista lulus " jelasnya lagi
" ala yang kemaren juga bilang nya yang terakhir " sahut gian
" ngak bener ini yang terakhir suer de ma pa "
" mendaki di mana .?" tanya gina
" gunung salak"
Gina mengangguk pelan ia sebenarnya kecewa tapi ia tak ingin dista tambah membenci nya dengan kelakuannya yang sok seperti kakak
.
" apa kamu ngak bisa undur dulu mendakinya.?" tanya dinda
Dista melihat dinda
" ini kan pertama kali mba mu ajak pacarnya ke rumah alangkah baiknya kalau kalian kumpul semua" nasehat dinda lagi
dista menghentikan pekerjaan nya " kalau bisa dista pasti undurin tapi ngak bisa, dista juga ngak tau kalau mba mau kenalin pacarnya" bohong dista
Dinda menghela napasnya " yaudah hati hati di sana mungkin lain kali kamu bisa ketemu sama pacarnya mba gina ya "
Dista mengangguk sembari melanjutkan pekerjaan nya menyusun barang
" denger kan mama sama dista baik sama kita " ucap gian membuat gina menoleh
" ayo jangan di sini " ajak gian lagi
Keduanya pergi menuju taman depan rumah " apa sekarang kamu belum yakin kalau mereka benar benar menerima kita "
Gina mengangguk " mungkin dista memang sikapnya begitu "
" jangan terlalu berpikir jahat, awalnya mas juga sama kaya kamu tapi mas liat dista selalu nurut ngak pernah membantah mas setiap kali mas suru atau apapun dia lakukan mama juga ngak perna membedakan kita,itula kenapa mas yakin dista ngak sejahat apa yang kamu pikirkan"
Gina mengangguk" mas benar, mungkin gina aja yang terlalu berlebihan "
.
.
Pagi ini dista keluar kamar dengan ransel di pundaknya serta sebuah kursi lipat yang tak perna ia tinggalkan
" kamu jadi perginya .?" tanya deris ketika dista menuruni tangga
Disti mengangguk" udah keburu janji sama yang lain pa masa di batalin "
Deris menghela napasnya" cobalah sesekali hormati mba mu kamu kayak ngak suka gitu dia disini "
Disti melihat deris kesal
" pa jangan mulai deh, dista ngak perna jahat sama mba, maaa "rengek disti
" gina hanya mengenalkan pacarnya bukan menikah, jangan lupa siapa dia " ucapan dinda seketika membuat deris diam
" ma dista pamit pergi " pamit dista serta menyalami dinda dan deris
" mas jangan paksa dista biarkan dia memilih jalan nya selagi dia tidak menyakiti gina dan gian"
" maaf din mas hanya terlalu senang hingga lupa " jawab deris pelan
" ya sudah ayo makan " ajak dinda dengan mendahului deris
Deris melihat dista yang keluar ia sadar semenjak adanya gian dan gina dista bukanlah gadis kecil nya lagi semua dista lakukan dengan sendiri, bahkan ketika pengambilan raport dista selalu mengambil nya sendiri karna ia mengambil kan raport gina dan gian
.
.
.
Setibanya di gunung salak alfian sebagai kepala tim langsung memberikan arahan ketika tiba di gerbang menuju hutan
" jadi kalian jangan sampai pipis sembarang apalagi mengeluarkan kata kata yang tidak pantas, sebagai pendatang dan pencinta alam kalian harus menghormati alam kita di sana ngak akan ke puncak karna kondisi yang sering hujan itu ngak aman untuk kita melakukan pendakian "
"Hutan di gunung salak terdiri dari hutan pegunungan bawah (submontane forest) dan hutan pegunungan atas (montane forest).
bagian bawah kawasan hutan, semula merupakan hutan produksi yang ditanami Perum Perhutani. beberapa jenis pohon yang ditanam di sini adalah tusam (pinus merkusii) dan rasamala (altingia excelsa). kemudian, sebagaimana umumnya hutan pegunungan bawah di jawa, terdapat pula jenis-jenis pohon puspa (schima wallichii), saninten (castanopsis sp.), pasang (lithocarpus sp.) dan aneka jenis huru (suku lauraceae).
Di hutan ini, pada beberapa lokasi, terutama di arah cidahu, sukabumi, ditemukan pula jenis tumbuhan langka yang bernama fafflesia rochussenii yang menyebar terbatas sampai gunung gede dan gunung Pangrango di dekatnya.
pada daerah-daerah perbatasan dengan hutan, atau di dekat-dekat sungai, orang menanam jenis-jenis kaliandra merah (calliandra calothyrsus), dadap cangkring (erythrina variegata), kayu afrika (maesopsis eminii), jeunjing (paraserianthes falcataria) dan berbagai macam bambu jadi di harapkan untuk jangan langsung mengambil bambu, kayu tampa izin dan yang paling penting di larang mengambil bunga anggrek dan menyebut salam di dalam hutan ini paham.?"
" paham" sahut mereka serentak
" kita akan memilih jalur cidahu karna jalur ini tergolong lebih populer dan sering dipilih karena medannya yang lebih teratur dan cocok untuk pemula kita akan mulai jam delapan sepulu menit silahkan kalian cek logistik kalian masing masing"
Regu pertama ialah fany, alfian, rahma, kella, dian, sonia dan doni
Sedangkan regu kedua ada disti, nathan, dina, mosa, tamara,febri dan exsel
Tiba di pos empat jam dua mereka memutuskan untuk langsung mendirikan tenda
Bergelut dengan tenda tanah dan kayu membuat rahma merasa haus
" dis air loe mana .?" tanya rahma pada dista yang sedang istirahat
" Nathan air mana .?" tanya dista dengan sedikit berteriak
" noh di tenda mba fany" sahut nathan dengan menyusun kayu bakar
dista dengan kesal beranjak menuju tenda fany yang berjarak dua tenda dari tempat nya beristirahat
" mba ada air minum punya dista ngak di situ .?" tanya dista
Fany menoleh ke dalam tendanya " yang pink ini .?" tanya nya
Dista mengangguk
" bisa bisanya pendaki kaya kamu suka warna pink"
" emang ada yang salah mba .?" tanya dista
Fany mengeleng " ngak cuma aneh aja rata rata mereka suka warna hitam "
Dista melihat botol minumnya " dahla mba dista beda sendiri" sahutnya lantas pergi
" dapet di mana si tu bocah lucu ama " ucap fany dengan melihat kepergian dista
" tu anak pinter mba cuma ya itu kek bocah " sahut alfian yang datang dengan kayu dan ranting
" awas loe nanti naksir " ucap dina mengoda alfian
" boleh si cuma gue yakin dista ngak akan suka sama gue " jawab alfian lagi
" kok gitu, deketin la siapa tau cocok " jawab fany
" nanti deh mba kalau skripsi kelar " jawab alfian
" kaya berani aja sama abangnya dista " ejek dina lagi
.
.
.
.
setelah selesai memasang tenda mereka memasak makanan yang akan mereka makan bernyanyi bersama menikmati keindahan alam yang jarang mereka temukan
" enak ya di sini "
Dista menoleh lantas tersenyum " rasanya ngak pengen pulang mba "
" em mba juga gitu di sini sangat tenang " sahut fany
Mereka menikmati senja yang hampir tak perna mereka temukan di kota
Seketika dista kebelet dan ia melupakan wc darurat nya
" mba bisa temenin dista ngak dista kebelet" ucap dista dengan pelan
Fany mengangguk " ayo di dekat sana ada tarup tapi kamu ngak lagi halangan kan bener kebelet .?" tanya fany
Dista mengeleng " ngak mba ini murni mau pipis "
" yaudah sebentar ajak dina sama rahma dulu " ucap fany
setelah mengajak dina dan rahmah mereka sepakat menemani dista untuk ke tarup atau tempat pipis dan bab yang di buat warga untuk menuntaskan hajat nya
" mba ini bener jalannya kok licin gini .?" tanya dina sembari melihat ke kiri kanan
" bener di depan ada"
benar saja tak jauh dari tempat mereka sekitar 200 meter dari tenda mereka menemukan tarup yang di maksud fany
Sebagai imbawan di sana di buat seperti tenda kecil atau tarup untuk pipis dan bab jadi para pendaki tidak sembarang tempat
Setelah selesai dista dan yang lain langsung kembali ke tenda namun sayang gerimis membuat mereka berlari kecil, jalanan yang licin membuat fany tergelincir mengakibatkan lututnya memar
" mba ya allah mba mba ngak papa" ucap rahma dengan berjongkok mendekati fany
Fany mengeleng namun raut wajahnya tak bisa berbohong
" bisa jalan ngak mba .?" tanya dina dengan cemas
" nanti deh din istirahat dulu kasian mba fany" sahut dista
" tapi ini sudah magrib dis, ini hutan bopong aja ya mba " saran dina
" mba ngak bisa jalan din " ucap fany dengan menahan sakit
" Din loe sama rahma ke tenda panggil yang lain siapin tandu juga biar bisa bawa mba fany " ucap dista
" tapi kalian ngak papa di tinggal, ini udah gerimis " tanya rahma
" ngak papa bener " ucap dista meyakinkan mereka
" mba .?"
" iya mba minta tolong ya mba ngak kuat jalan "
Dengan berat hati rahma dan dina pergi meninggalkan fany dan dista yang hanya berbekal dua senter kecil dan daun lebar sebagai penutup kepala
tak berselang lama hujan lebat mengguyur mereka fany dan dista terpaksa mencari tempat untuk berteduh
" bisa ngak mba .?" tanya dista ketika fany memaksa diri untuk mencari tempat teduh
" semoga bisa " ucap fany yang di bantu dista untuk berdiri
Namun rasa sakit yang menjalar membuat fany tak bisa berjalan terlalu lama
" mba maaf dista seret " fany mengangguk pasrah