Aku bertemu dengannya saat bulan November. Saat di mana hujan turun dengan begitu derasnya. Aku yang saat itu sedang menikmati hujan, tiba tiba seseorang datang memberikan aku sebuah payung. Di situlah kami mulai mengenal dan saling bertukar nomer Hp. Di lain waktu ia mengajak aku untuk keluar bersama, ia merupakan laki laki yang sangat tampan, ramah dan murah senyum. Aku merasa nyaman di dekatnya. Sejak saat itu pertemuan sering kami lakukan di bulan November. Kami menikmati hujan bersama karena ternyata ia sama sepertiku yang suka akan hujan...Tapi tanpa sepengetahuanku, ternyata dia mempunyai penyakit yang mematikan. Yang membuatku kehilangan dia tuk selamanya.
Penasaran dengan cerita ini, jangan lupa untuk tambahkan ke favorit dan tunggu update update selanjutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Tamala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membantu Bunda di Resto
Setelah pulang sekolah, Naila pun segera pulang ke rumah untuk ganti baju dan makan siang lalu langsung pergi ke resto untuk membantu bunda jualan. Di sana kadang Naila membantu melayani pembeli, kadang juga membantu di bagian dapur masak ini dan itu dan kadang juga ia mendapatkan tugas mengantarkan pesanan pembeli yang memesan lewat Whatsapp.
Naila sangat menikmati perannya sebagai pegawai resto. Walau itu adalah resto sang bunda tapi bundannya tak pernah memanjakannya, bunda selalu bersikap tegas jika ia melakukan kesalahan dan ia pun melakukan hal yang sama seperti karyawan lainnya. Bahkan semua karyawan yang kerja di sana sangat ramah dan deket dengan Naila, itu karena Naila orang yang ramah dan tak suka membanding bandingkan dirinya dengan mereka.
Saat Naila mendapatkan tugas melayani pembeli, Naila pun dengan senang hati melakukannya. Tugas mencatat pesanan di lakukan oleh Rina sedangkan untuk mengantarkan pesanan ke meja di lakukan oelh Naila.
Namun baru saja ia melangkahkan kaki menuju meja nomer 9 tiba tiba kakinya tersandung hingga makanan dan minuman yang ia bawa tumpah ke baju laki laki yang duduk di kursi nomer 8.
"Kamu bisa kerja gak sih?" bentak laki laki itu.
"Maaf tuan, saya salah. Saya kurang berhati hati." Jawab Naila takut.
"Maaf kamu bilang. Emang dengan kata maaf, kamu bisa mengembalikan baju yang saya pakai seperti semula. Enggak kan?" bentak laki laki itu dengan penuh emosi hingga semua pembeli yang kebetulan makan di situ menoleh ke arah dia.
"Saya akan bertanggung jawab atas kesalahan saya dan saya akan mencuci bajunya tuan dan untuk sementara waktu, tuan bisa menggunakan jaket saya. Kebetulan saya membawa jaket dan belum saya pakai. Saya akan mengambilnya karena kebetulan jaket itu ada di dalam tas saya." Ujar Naila mau pergi untuk mengambil jaket namun suara laki laki itu menahannya.
"Tak perlu. Aku cuma minta kamu panggil bos kamu. Aku ingin bicara dengannya." Ucap Laki laki itu tegas. Sedangkan karyawan yang melihatnya merasa sangat was was. Bundannya Naila sendiri kini tak ada di sana karena Bundanya Naila harus pergi ke resto yang baru di buka beberapa bulan yang lalu.
"Tapi tuan, yang punya resto ini lagi gak ada di sini. Dia ada keperluan di luar jadi saya gak bisa memanggilnya." Ujar Naila takut.
"Baiklah kalau gitu, saya minta kamu ganti rugi baju yang sudah kamu kotori." Ucap Laki laki itu dengan tertawa sinis.
"Baiklah, saya akan menggantinya." Ujar Naila.
"Bagus. Saya suka jika kamu mau menggantikannya." Ujar laki laki itu.
"Berapa harga yang harus saya bayar untuk baju tuan?" tanya Naila hati hati.
"Dua juta." Ucap Laki laki itu.
"Apa! Tuan jangan bercanda Bagaimana mungkin baju yang Anda pakai itu bisa seharga itu. Saya aja beli baju dengan harga lima puluh ribuan gak ada yang sampai di atas seratus ribu." Ucap Naila shock.
"Ck...saya sudah yakin kamu tak kan mampu membayarnya. Baiklah, aku akan memaafkan kamu kali ini tapi jika ini sampai terulang kembali, maka saya tak kan segan segan akan meminta bos kamu untuk memecat kamu." Ujar Laki laki itu lalu pergi begitu aja dan Naila pun hanya bisa diam lalu meminta maaf kepada semua para pengunjung resto atas kekacauan yang terjadi. Naila juga meminta salah satu karyawan di sana untuk membantunya membersihkan makanan dan minuman yang tumpah barusan.
semangat berkarya thor