NovelToon NovelToon
Janji Manis Presiden Mahasiswa

Janji Manis Presiden Mahasiswa

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: zzykldn

Abiseka Bagaskara X Arabella Chalinda

Abi, seorang Presiden Mahasiswa di salah satu kampus ternama. Bukan hanya jabatan yang membuat dia digandrungi banyak wanita, tapi ketampanan dan juga wibawanya membuat dia memiliki nilai plus. Tak sampai di sana, sikapnya yang ramah pada semua orang mampu membuat setiap orang yang dia dekati percaya dengan kata-katanya.

Sementara Ara adalah kebalikan dari Abi. Gadis yang tak suka berinteraksi dengan orang itu terpaksa harus mengikuti sebuah organisasi yang diketuai oleh Abi. Dari sanalah awal mula dia terjebak perasaan dengan Sang Presiden Mahasiswa.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah Abi akhirnya akan melabuhkan hatinya pada Ara? Atau malah mencampakkan Ara yang telah jatuh sejatuh-jatuhnya padanya?

Nantikan kisah mereka hanya di sini!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zzykldn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Night Call

Seperti yang telah dijanjikan Abi kemarin, pria itu kini telah ada di depan rumah Ara dengan pakaian rapi.

Memang bukan gayanya, mungkin karena akan pergi ke kampus jadi Abi berpakaian sedikit sopan.

“Udah siap?” tanya Abi saat Ara datang menghampirinya.

“Hmm, udah.” Ara menjawab sembari menerima helm yang diberikan Abi.

Abi bukan orang biasa. Pria itu lahir di keluarga kaya yang serba ada dengan keluarga harmonis. Namun, entah kenapa pria itu lebih nyaman menggunakan motor dibandingkan dengan mobil yang dia miliki di rumahnya.

Sepanjang jalan, keduanya bersenda gurau. Untuk kali pertama setelah kehilangan Ayahnya Ara bisa tertawa lebar oleh seorang pria.

Entah sudah berapa banyak gombalan yang sudah Abi keluarkan dari mulutnya untuk Ara dan sepertinya ini adalah batasannya, dan Ara kalah.

Dia jatuh sejatuh-jatuhnya pada pesona seorang Abiseka Bagaskara. Seorang pria yang baru saja dia kenal beberapa bulan lalu dan berhasil membuatnya nyaman dengan keberadaannya.

“Sepertinya bukan hanya aku yang merasa nyaman.” Itulah kiranya isi hati Ara.

**** 

Abi kembali berkunjung setelah menyelesaikan urusannya di kampus. Sebenarnya bukan sekedar berkunjung, tetapi juga mengantarkan Ara kembali ke rumahnya.

“Kepala gue pusing, Ra,” keluh Abi.

Ara menoleh pada pria itu. “Kenapa? Belum makan?” tanya Ara. Spontan Ara meletakan telapak tangannya di dahi pria itu untuk mengecek  suhu tubuhnya.

“Gak tahu.  Padahal udah makan loh tadi.”

“Bagus deh kalau udah makan. Nih minum.” Ara menyodorkan sebuah pil yang dia ambil dari dalam lengkap dengan air mineral. Abi menerimanya sebelum kemudian meneguk obat itu.

“Makasih,” ucapnya.

“Bi.” Sebuah suara lembut masuk ke dalam indera pendengaran Abi. Abi menoleh melirik gadis yang baru saja memanggil namanya.

“Gue ngebosenin gak sih?” Sebuah pertanyaan yang tiba-tiba terlintas dalam kepala Ara.

“Enggak. Emang kenapa?” tanya Abi merasa aneh dengan pertanyaan yang terlontar dari bibir Ara.

“Gue ngerasa kalau lagi ngomong sama orang, gue banyak diamnya. Kaya sama lo, selalu lo yang jadi pembicara dan gue yang jadi pendengar aja. Gue takut lawan bicara gue bosen sama gue. Termasuk lo juga mungkin bosen.” Ucapan Ara diakhiri dengan lirikannya pada Abi yang masih setia mendengarkan perkataan Ara.

“Gue gak pernah bosan. Buktinya, gue selalu mau ngomong sama lo. Dan satu lagi yang perlu lo tahu, gue juga tipe cowok gak jelas.” Kalimat terakhir dari Abi terasa menjadi kalimat penenang bagi Ara.

“Dan perlu lo tahu juga kalau lo sama sekali gak gaje. Buktinya selama ini topik pembicaraan selalu datang dari lo.” Ara tersenyum simpul dan dibalas senyuman pula oleh Abi.

**** 

Suara batuk terdengar di penjuru sekretariat BEM. Abi melirik melihat asal suara itu, dan dia menemukannya.

Gadis dengan pakaian serba hitam tengah menutupi sekitar mulut dan hidungnya karena asap yang mengepul di penjuru ruangan itu.

“Yang mau ngerokok boleh di luar dulu gak? Kasian yang cewe,” perintah Abi. Pria itu termasuk pria yang sangat peka dengan keadaan.

Kini di sekretariat memang tak terlalu ramai, hanya ada Abi, Rangga, Ara, Stefani dan Shaka.

Shaka juga salah satu teman Abi yang sangat dekat. Pria itu keluar ruangan setelah mendapatkan perintah dari Sang Ketua BEM.

“Lo juga suka ngerokok?” tanya Ara pada Abi. Mereka memang duduk bersebelahan karena Ara membutuhkan bantuan Abi untuk mengerjakan laporan pertanggung jawaban.

“Suka. Kenapa?”

“Lo bilang tadi ‘kasian yang cewe’ ,kan? Terus lo gak kasian sama tubuh lo sendiri?” Ara berusaha menyampaikan maksudnya.

Bukannya mengatur, dia hanya ingin Abi sadar bahwa rokok juga membahayakannya.

“Mau, gue juga mau berhenti. Tapi susah.” Ara menghela napas mendengar jawaban Abi. Hampir semua orang yang dia suruh berhenti merokok menjawab dengan jawaban yang sama, termasuk Ayahnya ‘dulu’.

“Semalam Rangga sama Sakha jadi nginep?” Ara berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

“Jadi,” jawab Abi.

“Hujannya gede banget kan?” Benar, semalam hujan memang sangat deras.

“Iya, tapi sempet berhenti sih. Tapi mungkin mereka ngerasa nyaman kalo sama gue, jadi mereka nginep.” Abi menampilkan deretan giginya dengan mata yang ikut menyipit.

“Percaya diri banget lo!” kesal Ara.

“Beneran, barengan sama gue itu hal ternyaman di dunia tau.” Abi menyombongkan dirinya.

“Iya iya percaya karena gue juga ngerasain itu,” cicit Ara. Dia berusaha berbicara sepelan mungkin agar Abi tak mendengarnya. Namun sepertinya gagal karena sepersekian detik kemudian Abi menjawab ucapan Ara.

“Asli?!” tanya Abi heboh.

Bukannya menjawab, Ara malah memukul pelan bahu Abi hingga pria itu meringis.

**** 

Sebuah pesan masuk muncul di ponsel Ara. Malam ini terasa sangat dingin, mungkin karena di luar sedang hujan.

Ara membuka notifikasi itu. Sebuah pesan suara. Ara mendekatkan ponselnya ke telinga sebelah kanannya.

“Coba buka deh.” Itulah kalimat yang terdengar saat Ara mendengarkan pesan suara itu. Tak lama sebuah video muncul di layar ponselnya. Ternyata orang di seberang mengirimnya sebuah video.

Ara tersenyum. “Sangat lucu.” Itulah kalimat yang pertama kali muncul dalam pikirannya. Tak banyak yang pria dalam video itu lakukan, hanya melihat ke kamera dan tersenyum simpul.

Belum selesai Ara tersenyum karena video itu, tiba-tiba orang yang mengirim video itu menelponnya.

“Upload boleh tuh, Bi. Lucu,” canda Ara. Ya, orang itu adalah Abi.

“Gak mau, gue lucu buat cuma lo. Kalau di luar gak mau dianggap lucu.”

“Kenapa?” tanya Ara penasaran. Padahal banyak pria di luar sana yang membuat ekspresi wajah lucu hanya untuk mendapat like di sosial media.

“Kalau lo dalam bahaya gue nanti gak bakal bisa ngebela lo,” jawabnya. Sebenarnya jawaban sederhana, namun hal itu mampu membuat wajah Ara memerah seperti kepiting rebus.

Ara tak lagi membalas perkataan Abi. Dia akan membiarkannya sampai hatinya merasa tenang dan tak lagi berdetak kencang.

**** 

Pagi harinya, Ara harus pergi ke kampus untuk mengerjakan sebuah dokumen. Di sana tak hanya ada dirinya, tapi beberapa anak BEM lain juga hadir termasuk Abi.

“Cara ngetik lo keren,” ucap Abi spontan ketika Ara sedang menggarap sebuah dokumen.

“Gak ada, cara ngetik gue sama aja kaya orang-orang di luar sana,” jawab Ara. Walaupun begitu matanya masih terfokus pada layar komputer dan tangannya bergerak dengan lincah di atas keyboard.

“Mungkin cara ngetik lo sama kaya orang-orang di luar sana. Tapi gue yakin kalau cara ngetik lo beda sama cara gue ngetik.”

“Emang lo ngetik gimana?” Ara menghentikan kegiatannya dan beralih menatap Abi dengan serius.

“Sebelas jari,” celetuknya.

“Sebelas jari gimana maksud lo. Jari tangan lo aja cuma sepuluh!” kesal Ara.

“Sebelas jari gini maksud gue.” Abi mengacungkan kedua jari telunjuknya dengan cengiran tanpa dosanya.

“Sialan lo!” Daripada mendengarkan ocehan mahluk satu ini, Ara lebih memilih melanjutkan kegiatannya dan tak lagi memedulikan perkataan Abi.

Abi berusaha mengganggu Ara dengan berbagai cara. Namun gagal, dia hanya dianggap angin lalu oleh gadis itu setelah apa yang dia lakukan sebelumnya.

 

1
princess
bukan lakix doang ygsakit prempuanx ug sakit, gemez banget jdx,
princess
dion dion dion bagus dion qw suka itu 🤣🤣🤣😉😉
princess
Hahaha...
dion dion dion
princess
rebut aja dion ambil hatix si ara bkin dy suka sama loe...🤣🤣🤣
berasa jdi setan gue,
princess
main mutus sambungan it aja dah jelas gk setia,
princess
bagus dion sekalian rebut aja ara dri si abi tu 🤣🤣🤣🤣
princess
iiiidddiiihhh
dirix mau selingguh sdang bgian cwex yg slingkuh gk boleh...😏😏😏😏
princess
bkn begok lagi tp B-O-D-O-H it pling tepatx😕😕😕
msih ad cwe jaman skarang kyk gtu ea,
princess
ini ni cwe gk suka, nangisi cwo yg udah jelas gk setia hadduuuuhhh...
qw dh pngalaman kyk gtuan tinggalin aja pake acara nangis lagi, selingkuhin kalau bisa 🤣🤣🤣😉😉😉
sebab it pengalaman..
princess
udahlh putusin aja cwo tu banyak tauuuukkk🤔🤔🤔
qw ngrasain kyk gtu 1x 2x dh milih yerah capek tau mgalah, mikirin,maafin 🙄🙄🙄
princess
rasax tu sakit hati ini di remas"tau gk 😥😥
cuma arax aja kurang peka,tk pantas untk menangisi orng sperti dy 😏😏😏
princess
qw gk suka ngegantung kykx ☹☹☹
bkin ingat masa lalu ngepaksain yg seharusx jd sahabat jdi pcar lalu di tinggalkn 😕😕😕😕
org sperti it gk perlu dtangisi,
Hanisah Nisa
mudah murahan Ada keajaiban .....tapi biarlah ara koma....sementara.....Dan bila sedar dia tak mengenali ABI ITU siapa.....Dan bila ingatan dia pulih.....dia pura2 tak kenal ABI Tu siapa......ABI patut d bagi pengajaran.....kejujuran dankepercayaan ITU penting setup perhubungan ....
SereiaAlvenna_: Terima kasih sudah menjadi pembaca setia. Jangan lupa cek book aku yang lain ya😉
total 1 replies
Hanisah Nisa
fokus pada studymu saja ara....anggap saja ABI tiada....hanya berapa Bulan lagi ...lelaki bukan dia seorang saja ...
Hanisah Nisa
sabar...ara.....Ada berapa Bulan lagi ...lepastu.....sambung study mu tempat lain.....redha apa Yang terjadi....hilangkan diri terus .......lelaki bukan hanya ABI saja......mungkin Ada Yang Akan sangat menyayangi mu.......Tanpa Kamu ketahui.....
Hanisah Nisa
bersabarlah ara...Ada berapa Bulan lagi.....kiranya tidak yakin dengan abi.....sambunglah studymu tempat lain ...sekiranya Ada jodoh....tetap bertemu.....
Dewi Sri Rusmiati
si Ara bodohnya kebangetan kesel jadinya
Hanisah Nisa
lanjut Thor ...
Hanisah Nisa
ara....jangan suka d bodohi oleh c abi .....sepertinya ibu Dan abangnya ara polos sangat....
Hanisah Nisa
lanjut upnya Thor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!