NovelToon NovelToon
Pernikahan Dadakan

Pernikahan Dadakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:166.8k
Nilai: 5
Nama Author: hanisanisa_

"Lo lebih milih nikah sama pilihan mamah yang bukan tipe lo, atau nikah sama pilihan papah yang dadakan ini?" -Annisa Safira Anggraini.

jadi apa yang akan dipilih nisa? kepo? ayo baca aja!

....

fyi : autor ga pernah copas/menyalin karya orang lain! semua karya yang autor buat murni dari khayalan+kisah nyata yang di alamin oleh teman-teman autor.

kalau tidak menyukai karya ini atau karya ini terlalu kaku, tolong beri saran bukan makian. tks.

langsung baca aja ya! biar nggak penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

Bu sumi dan nisa berjalan di sekitaran kebun teh yang begitu banyak dan tumbuh dengan lebat.

Sedetail mungkin bu sumi menjelaskan tentang perkampungan yang sudah ada sejak dulu yang dekat dengan pegunungan.

Hingga, bu sumi memanggil seseorang membuat nisa ikut menoleh ke arah lelaki yang berjalan ke arah nya dan bu sumi dengan santai.

"Bian, kadieu sakedap" panggil bu sumi memanggil lelaki yang sibuk berolahraga dipagi hari.

"Kunaon bu?" sahut bian setelah berada di depan bu sumi dan nisa yang hanya diam menyimak.

"Tiasa ngiringan nisa keliling kampung?" tanya bu sumi, membuat nisa yang merasa nama nya di sebut mengkerutkan kening nya bingung.

Bian nampak berpikir dan melirik nisa sekilas kemudian menjawab pertanyaan bu sumi. "Nisa? anjeunna?" tanya bian sambil melirik kembali nisa.

Bu sumi mengangguk dengan senyuman, "tiasa?" tanya bu sumi lagi mendapat helaan napas dari bian serta anggukan.

"Ayeuna?" tanya bian setelah memberi jawaban iya kepada bu sumi.

"Teu, taun hareup bian" jawab bu sumi sedikit kesal, bian cengir kuda mendengar jawaban bu sumi.

"Bobodoran bu" balas bian dengan senyum tipis.

Bu sumi beralih menatap nisa yang sejak tadi kebingungan tak mengerti bahasa yang digunakan oleh bu sumi dan bian.

"Nisa, kamu keliling kampung nya sama bian ya dek," ucap bu sumi membuat nisa bertambah bingung.

"Emang nya bu sumi mau kemana?" tanya nisa seakan tak ingin ditinggal oleh bu sumi.

"Ibu ada urusan sebentar, nanti kalau melihat-lihat kampung nya sudah, kamu langsung pulang aja kerumah ya dek" jelas bu sumi mendapat anggukan setengah ragu dari nisa.

"Tenang aja, bian gak akan macam-macam kok, dia anak yang bertanggung jawab, anak paling ganteng juga di kampung ini" sahut bu sumi peka dengan raut nisa, ditambah sedikit memuji bian di depan orang nya langsung.

"Bu sumsum bisa aja" cicit bian dengan santai.

"Sumi bian, bukan sumsum" ralat bu sumi terdengar kesal nama nya diubah.

Bian mengedik bahu dengan santai. "Tenang gue gak bakal macam-macam kok, seperti yang dibilang bu sumsum" ucap bian pada nisa.

Nisa mengangguk dengan pelan.

"Tumben kamu bian, panjang kalau ngomong" sahut bu sumi setengah tak percaya bian bisa berbicara sepanjang itu.

"Hm" balas bian berdehem singkat.

Bu sumi tak menanggapi balasan singkat bian lagi, dia beralih ke nisa yang masih setengah bingung.

"Ya udah, ibu duluan ya, assalamualaikum" pamit bu sumi sebelum melangkahkan kaki dia terlebih dulu memegang tangan nisa sekilas dengan senyuman.

Nisa membalas senyuman bu sumi, sedangkan bian hanya diam memperhatikan punggung bu sumi makin jauh.

"Ayo" ajak bian membuat nisa yang sudah setengah melamun jadi terhenyak dan refleks menatap bian yang sudah jalan duluan.

Cepet amat ni orang jalan nya.

..._____...

"Nisaa?!" teriak Mamah mencari-cari keberadaan anak tunggal nya yang tidak ada di kamar.

Papah yang sedang bersantai sambil minum kopi di halaman belakang menoleh sekilas ke dalam rumah.

"Pah! nisa mana?" tanya Mamah dengan napas yang naik turun menghampiri papah rian yang santai walau anak kesayangan nya tidak ada dirumah.

"Dikamar nya paling" jawab papah rian berkilah, dia tetap fokus membaca koran berita harian.

"Gak ada, aku dah ke kamar nya tetap gak ada" jawab mamah nayla duduk di bangku samping papah rian dengan kesal.

"Mungkin dia sedang mandi" sahut papah rian kembali berkilah.

"Kalau mandi pasti ada bunyi air kran di kamar nya, tapi ini gak ada pah" balas mamah nayla membuat papah sedikit kesal karna ocehan di pagi hari.

"Kamu kenapa sih nay? sampai segitu nya mau ngejodohin nisa? mau kamu tu apa sih?" tanya papah rian dengan muak.

"Aku gak mau apa-apa" jawab mamah nayla mengelak.

...____...

maap ya lama gak up hehe, baru ada kouta soal nya😃

1
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Erna Sudiastuti
Lumayan
c
dpt kissmark yaa
c
keduluan bian sih ji
c
duh ada pengganggu nih
c
kaget kan lu 😂
c
buset bian dah terpesona aja😭
febyyy
karya baguss
Mama lilik Lilik
bahasanya agak kadar si Nisa nya,🙏
Sri Alvian
maaf tor yg baca gak cuma orang sunda jadi kami tak faham
Vidiana Rochmaniah
selamat buat orang tua baru
Vidiana Rochmaniah
lnjut kakak
nessa
author bingung deh, kolom komen napa sepi muluu:( jadi kek gak semangat gitu buat up lagi, gk ada yg semngtin soalnya
nessa
usaha terus sampai berhasil ‼️🔥
Death angel
maaf thor, bisa d translate bahasa indo gk.
suka sama ceritanya tp gk ngerti kalo Sunda makeknya🙏.

lanjut kak
Death angel: iya thor maaf ya🙏.
aku mewakili sebagian yg nggak ngerti bahasa Sunda ☺
total 2 replies
Ami batam
untungnya bkn 1 kampung yg denger tadi😂
Ami batam
author nya msh cabe cabean jadi blm ngerti 🤭😂
Ami batam
semangat nulisnya thor
Vidiana Rochmaniah
semngat thor
Ami batam
sapa tahu bian inilh jodoh mu nisa 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!