NovelToon NovelToon
Bodyguard Pewaris Tunggal

Bodyguard Pewaris Tunggal

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Misteri / CEO / Tamat
Popularitas:678k
Nilai: 4.7
Nama Author: Anjana

Ciko Wicaksono, sosok laki-laki yang sudah cukup matang untuk menikah.

Karena sebuah pekerjaan, Ciko akhirnya menyetujui untuk menjadi bodyguard putri pewaris tunggal dari keluarga Ningrat bernama Saylanda Ningrat yang statusnya sudah mempunyai kekasih.


Karena tidak ada restu dari Tuan Herdi, akhirnya berbagai cara akan dilakukan demi kebaikan putrinya untuk masa depannya. Meski harus melakukan penjagaan ketat lewat bodyguard nya.

Demi tugasnya untuk diemban, Ciko memilih untuk melajang. Tidak peduli dengan usianya yang terbilang sudah sangat matang, Ciko tetap bersabar untuk menanti kehadiran pendamping hidupnya serta dipertemukan dengan perempuan yang mau menerima segala kekurangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sangat kesal

Tuan Herdi yang sudah mempercayakan putrinya pada Ciko, beban Beliau sedikit berkurang. Setidaknya, putrinya dapat dikendalikan dengan caranya sendiri. Meski membutuhkan kesabaran yang cukup banyak, Tuan Herdi tidak akan pernah menyerah untuk merubah putrinya menjadi lebih baik lagi.

"Landa, ingat baik-baik pesan dari Papa. Kamu bukan anak kecil lagi, hidupmu tidak hanya untuk bersenang-senang. Dan sekarang, waktunya kamu untuk menjadi lebih baik lagi." Ucap Tuan Herdi mengingatkan putrinya.

Beliau berharap, putrinya akan berhasil dan bisa dijadikan penerus keluarga Ningrat.

"Ya, Pa." Jawab Landa sambil menahan kesal dan bergegas pergi meninggalkan rumah sambil membawa tas bawaannya.

Kini tinggal Ciko dan Tuan Herdi yang masih berhadapan.

"Ciko, saya titip Landa sama kamu. Terserah kamu mau melakukan apa saja pada dirinya, asalkan Landa dapat berubah menjadi lebih baik. Ingat pesanku, jangan biarkan Landa untuk dekat dengan lelaki mana pun." Ucap Tuan Herdi Ningrat memberi pesan pada Ciko.

"Siap, Tuan. Saya akan berusaha sebisa mungkin untuk melaksanakan perintah dari Tuan." Jawab Ciko dengan tegas.

"Saya percayakan semuanya sama kamu, sekarang silakan jika kamu mau berangkat ke kantor. Jangan lupa untuk mengajari putri saya dengan baik, agar Landa dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik." Ucap Tuan Herdi kembali menambah pesan pada Ciko.

"Baik, Tuan. Kalau begitu, saya pamit untuk berangkat ke kantor." Jawab Ciko sambil membusungkan badannya tanda memberi hormat kepada Tuannya.

Usai berpamitan untuk pergi ke kantor, Ciko bergegas keluar dan meninggalkan rumah Bosnya. Ketika hendak membuka pintunya, rupanya Landa sudah lebih dulu duduk didalam mobil. Kemudian disusul oleh Ciko duduk didepan menjadi seorang kemudi.

"Nona, hendaknya pakai sabuk pengamannya terlebih dahulu ketika sudah berada didalam mobil." Ucap Ciko sambil mengenakan sabuk pengamannya dan tak lupa mengawasi yang akan menjadi Bosnya sendiri.

"Cerewet banget sih, kamu ini. Diam kenapa, mulut aja kek ember pecah." Sahut Landa dengan sungut.

Ciko yang mendengar ucapan dari calon Bosnya itu, hanya bisa menahan tawanya.

Diam adalah cara yang terbaik untuk menghindari perdebatan, pikir Ciko.

'Yang cerewet siapa juga, dasar Bos aneh sepanjang masa.' Batin Ciko dengan senyum yang tidak jelas sambil mengendarai mobilnya.

"Hei! mau cari mati rupanya kau ini." Bentak Landa yang hampir saja jantungan ketika Ciko menambahkan kecepatannya.

Tidak peduli dengan amarah yang di lakukan calon Bosnya itu, Ciko terus menambahkan kecepatannya. Tidak peduli dengan teriakan maupun umpatan dari Bosnya itu, Ciko tetap menjalankan sesuai perintah dari Tuan Herdi Ningrat.

'Rupanya selain mendidiknya tentang pekerjaan, mulutnya pun perlu dididik juga tentunya.' Batin Ciko sambil mengendarai mobil dengan kecepatan cukup tinggi. Tentu saja, Landa merasa dibuat kesal oleh sekretarisnya itu.

Ssstttt!

Ciko mendadak mengerem mobilnya, dan sampailah di depan kantor.

Dengan perasaan yang dongkol dan juga sangat kesal, Landa hanya bisa membuang napasnya dengan kasar.

"Silakan turun, Nona. Kita sudah sampai di depan kantor." Ucap Ciko membuka suara sambil melepaskan sabuk pengamannya.

"Ada gitu ya, sekretaris macam ini orang. Sudah gitu, galak, lagi. Dih, benar-benar sangat menjengkelkan, beruang kutub saja sampai kalah dengan sikap dingin dan angkuhnya itu." Gerutu Landa dengan penuh kekesalan, lantaran ulah dari seorang Ciko yang sudah membuatnya geram.

Ciko sendiri yang mendengarkannya pun, hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan juga melepaskan sabuk pengamannya.

Masih dengan perasaan dongkol, Landa langsung bergegas keluar dari mobil tanpa harus menunggu pintu mobilnya dibuka oleh calon sekretaris nya serta bodyguardnya.

"Nona, mari saya antarkan masuk kedalam." Ucap Ciko seraya memberi hormat pada Bosnya.

Landa sendiri tidak menghiraukannya, ia terus berjalan dan masuk kedalam kantor dengan percaya dirinya.

Dengan sigap, Ciko mengikutinya dari belakang.

Ketika berada dalam kantor, tidak ada satu karyawan pun yang menyambutnya dengan hangat. Justru, semuanya tengah sibuk dengan urusannya masing-masing.

"Kantor macam apa ini? satupun tidak ada yang menyambutku dengan hangat, apakah mereka semua tidak tahu, jika aku ini penerus keluarga Ningrat?" gumamnya sambil berjalan.

Bahkan, tidak ada satupun yang memperhatikan Landa ketika berjalan menuju ruang kantornya. Meskipun belakangnya ada Ciko sekalipun, mereka semuanya cuek dan juga tidak ada yang menyapa keduanya.

Ketika hampir sampai di ruang kerjanya, Ciko mempercepat langkah kakinya dan mensejajarkan dengan langkah kaki Bosnya.

Saat sudah berada didepan ruang kerja, Ciko membuka pintunya.

"Silakan masuk, Nona." Ucap Ciko dengan hormat dan tak lupa membusungkan badannya.

Landa pun masuk kedalam ruang kerjanya dan diikuti oleh Ciko dari belakang.

Betapa terkejutnya ketika mendapati meja kerja yang akan ditempati sekretarisnya itu.

"Apa-apaan ini, kenapa ada meja kerja sekretaris? memangnya tidak ada ruangan khusus untuk sekretaris?"

"Tidak ada, Nona. Semua ini yang mengatur Tuan Herdi sendiri, saya hanya mengikutinya dan melaksanakan perintahnya." Jawab Ciko dengan menunduk.

Dengan kesal dan tidak mempunyai kebebasan ketika menerima tamu, Landa meletakkan tasnya dengan kasar.

1
azizan zizan
biarin aja itu perempuan buat sesuka ya..biar ia d permainkan oleh banyak buaya yg inginkan harta papanya biar bangkit baru Sadar diri selama ini ia d manfaatkan..setu lg ciko behenti aja dari kerajaan d situ nyaris kerajaan d tempat lain..biar landa nyesal udah buang sesuatu yg berharga..gitu..
Kiki
Luar biasa
Hadimulya Mulya
cerita gk masuk akal,dan gk tanggung jwb Ama calon istrinya,lelaki itu hrs tegas,punya pendirian,hrs bisa jga perasaan pasangan,jng memikirkan org lain tapi calon istrinya di abekan
Hadimulya Mulya
berarti calon istri gk berharga demi org lain
VyLy✨
kelewat ekstrim ini mah
VyLy✨
Maaf ya nona
beban suami
paling atm nya zonk
Rahmawaty❣️
Aku lbih suka di panggil sayla🤗
Wirda Wati
💪💪💪🔥
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
👍👍👍👍
Wirda Wati
lanjjut
Wirda Wati
Baikan ni ye🤣🤣🥰
Wirda Wati
Dasar Aina......pura pura depresi
Wirda Wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Wirda Wati
lanjuuut
Wirda Wati
semoga cepat sembuh ortunys
Wirda Wati
Aina lebay
Wirda Wati
lanjjjut
Wirda Wati
semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!