Airy Chandra gadis manis berusia 22 th, gadis mandiri ramah namun cuek dengan orang yang baru dikenalnya terutama pria. Dia punya trauma sendiri pada pria karena dulu ia hampir diperkosa oleh kekasihnya yg begitu terobsesi padanya. Dengan kejadian itu menjadikan Airy sosok yang sangat cuek pada pria, bahkan dirinya tidak berniat pacaran juga menikah kelak.
Renand Rahardian seorang dosen tampan juga kaya, selain berprofesi sebagai dosen ia juga memiliki ladang perkebunan juga sawah yg luas, bahkan memiliki pabrik sendiri untuk mengelola hasil kebun dan sawahnya.
Mau tau kelanjutannya?? yuk langsung saja,😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vindiana novi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 3
Airy pov
"Hoammm.."
Ku buka mataku ketika hangatnya mentari pagi mencoba masuk ke sela-sela jendela kamarku. Ku raih jam kecil di mejaku yg kini menunjukkan pukul 5 pagi, aku bergegas ke kamar mandi setelah itu ke dapur memasak untukku dan ayah.
Hari ini aku berniat untuk mengunjungi rumah Bu Rahma sekaligus meminta ijin padanya untuk ayahku yg akan berhenti bekerja, dan semoga saja beliau mengerti.
Setelah ku rasa semua makananku sudah siap, aku pergi memanggil ayah untuk sarapan.
"tokk tokk tokk.. "
Ku ketuk pelan pintu kamar ayahku, tak lama kemudian pintunya terbuka "iya nak ayah sudah bangun, masak apa kamu hari ini?" tanya ayah sambil berjalan menuju meja makan.
"Aku masak sayur sop, perkedel dan sambal kesukaan ayah." Ku raih piring didedepanku kemudian mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk ayah.
"oh iya yah hari ini Airy mau ke rumah Bu Rahma, mau minta ijin buat ayah berhenti kerja, doain aja semoga Bu Rahma akan mengerti dan memaklumi kondisi ayah."
Ayah berhenti dari aktifitas makannya seraya meamandangku, "Baiklah nak, sampaikan permohonan maaf ayah pada Bu Rahma, juga terima kasih karena beliau selama ini sudah sangat membantu ayah dan keluarga kita, sehingga ayah bisa menjadikanmu seperti sekarang ini."
"Iya ayah tenang saja, aku tidak akan pernah melupakan jasa beliau pada kita, dan setelah masalah ini selesai aku akan mulai mencari pekerjaan, ayah doakan saja semoga semua lancar dan aku segera mendapat pekerjaan impianku". Jawabku pada ayah sambil menggenggam tangannya lembut.
Author pov
"Pagi bun".. sapa Reinand pada bundanya sambil mengecup pipinya sekilas.
"Pagi juga sayang, ayo sarapan bunda udah masakin makanan kesukaanmu, makan yg banyak! kamu di kota tambah kurus gitu kayak gk pernah makan." Ucap bundanya sambil memasang wajah pura-pura garang.
"Kurus dari mananya sih bun?? bunda pengen aku bulet lagi macam gentong kayak dulu" balas Renand cemberut sambil mengaduk aduk sarapannya.
"Makanya Rey kamu tuh udah mau kepala 3 cari istri sana biar ada yg ngurusin kamu!! terus kapan kamu mau berhenti ngajar buat gantiin bunda ngurus kebun disini??" Tanya bunda Reinand sambil menatapnya serius.
" Bunda pliss deh Renand tuh belum pengen nikah bun, boro-boro nikah, pacar aja nggak ada, Reinand masih sibuk ngurusin perijinan pabrik Rey dulu, kalo udah beres semua udah beroperasi pabriknya mungkin Rey baru bakalan mikirin soal istri." Balas Reinand tak kalah serius. " Baiklah kalau begitu, habis ini ikut bunda ke kebun ya,, sekalian bunda mau cari Pak Chandra dari kemarin belum kelihatan di kebun." Ajak bundanya Reinand padanya, dan dijawab anggukan saja oleh Reinand.
Airy pov
"Bismillah.. semoga lancar".
Ucapku sebelum memasuki rumah Bu Rahmah.
"Ada yg bisa dibantu neng?" Ucap seorang bapak-bapak sambil membuka sedikit gerbangnya kemudian menghampiriku, sepertinya satpam di rumah ini. Mungkin ia bingung melihatku mondar mandir depan gerbang dari tadi.
"Ah iya pak saya anaknya Pak Chandra, Bu Rahma nya ada nggak pak? saya diutus ayah saya buat ketemu beliau." Jelasku pada pak satpam.
Sambil mengulurkan tangannya ia berkata padaku "Eh iya panggil saja saya Pak Ujang neng, saya temannya bapak kamu, Bu Rahma nya baru saja keluar katanya mau ngecek kebun."
"Duh gimana ya.. apa cari dikebun aja ya, harus segera selesai nih masalahnya biar langsung bisa cari kerja". Ucapku dalam hati, setelah beberapa waktu aku berfikir kemudian ku balas uluran tangannya, "Ah.. maaf pak saya Airy, terima kasih, kalau gitu saya ke kebun dulu ya pak semoga bisa ketemu sama Bu Rahma."
"iya neng hati-hati". kata pak satpam sambil menutup gerbang kembali.
dia merawat anak daranya sampai
sampai tamat kuliah,walaupun dia
sakit-sakitan.....
bagus banget jalan ceritanya..
gk sabar liat reaksi sam kli tau aqila itu adiknya.🥰🥰🥰🥰🥰🥰