NovelToon NovelToon
ELIMINATED

ELIMINATED

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Pembantu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:244.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Kehidupan yang enggan berpihak? atau pernikahannya yang salah? apakah takdir lebih senang mempermainkan hidupku? atau memang tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang tersisa untukku?

Saat aku mulai membuka hati.
Saat aku mulai jatuh cinta padanya.
Dia mengkhianati dan mencampakkanku seperti barang usang dan pergi dengan wanita lain.


Bagaimana kisah selanjutnya? yuk simak. jangan lupa tinggalkan jejak.

Cover by pinteres.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkenalan

Keesokan paginya Aleah mengemasi pakaian seadanya ke dalam tas ransel.

"Bu, mungkin aku bisa pulang sebulan sekali." Kata Aleah, melirik ke arah Ibunya.

"Yang penting kau bisa jaga diri, dan jangan lupa kirimkan uang buat bantu bantu prngobatan ayah dan adikmu." Timpal Mirah.

"Iya Bu, tenang saja. Aku kerja juga buat siapa." Jawab Aleah lalu menggantung tas ranselnya di punggung gadis itu.

"Tiitttt!!"

Terdengar suara klakson motor milik Nura, yang sudah datang hendak mengantarkan Aleah ke rumah Samudra.

"Bu, aku berangkat dulu. Kalau ada apa apa, hubungi aku." Kata Aleah mengulurkan tangan lalu mencium tangan Mirah.

"Hati hati Nak!" pesan Mirah.

Aleah menganggukkan kepalanya, mengucap Bismillah lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar, menemui Nura di halaman.

"Aleah cepatlah, nanti aku terlambat!" seru Nura.

"Iya sabar!" sahut Aleah berjalan mendekati Nura. "Bu, aku berangkat!"

Mirah menganggukkan kepalanya, ada perasaan sedih melihat putrinya harus menjadi tulang punggung keluarga. Tapi Mirah tidak punya pilihan.

"Ya Rabb, mudahkanlah urusan putriku. Lindungi dia dari segala macam marabahaya, amiin." Ucap Mirah lalu mengusap wajahnya pelan.

***

Sesampainya di halaman rumah Samudra. Mereka berdua turun dari atas motor, berjalan bersama menuju teras rumah. Nampak Samudra telah menunggu Aleah.

"Selamat pagi Pak!" sapa Nura.

Samudra hanya menganggukkan kepala, apa kau sudah siap bekerja?" tanya Samudra menatap Aleah.

"Sudah Pak!" sahut Aleah.

"Bagus!" kata Samudra.

"Kalau begitu, saya pamit pulang Pak." Sela Nura.

"Silahkan." Samudra menjawab, lalu mengajak Aleah masuk ke dalam rumah.

Aleah terdiam menatap tiga pria di hadapannya, mereka memiliki wajah yang serupa dengan Samudra.

"Aleah, perkenalkan mereka adik adikku." Kata Samudra.

"Aleah." Gadis itu mengulurkan tangan, menatap ke arah pria yang berambut gondrong.

"Barra!" Barra mengulurkan tangan, menjabat tangan pria itu.

"Dia adikku nomer empat." Kata Samudra.

"Aleah." Aleah kembali mengulurkan tangan menatap pria yang menggunakan pakaian seorang Dokter.

"Raka." Raka mengulurkan tangan menjabat tangan Aleah dan tersenyum ramah seperti Barra.

"Dia adikku nomer dua." Jelas Samudra.

"Aleah." Aleah mengulurkan tangannya lagi menatap pria yang terlihat cuek dan masam.

"Radit!" ucapnya menperkenalkan dirinya.

"Dia adikku nomer tiga." Samudra memperkenalkan seluruh anggota keluarga di rumahnya. Lalu ia mengajak Aleah menemui putranya yang berada di kamar.

Sesampainya di dalam kamar putranya, Aleah memperhatikan seorang anak laki laki berkulit putih, rambutnya gondrong tengah cemberut. Rupanya dia baru saja membuat kamarnya menjadi berantakan.

"Dia putraku, Ansel." Kata Samudra.

"Halo!" sapa Aleah tersenyun manis ke arah Ansel.

Namun Ansel hanya diam menatap tajam Aleah. "Siapa dia Dad?" tanya Ansel tidak suka.

"Aleah yang akan menjaga dan merawatmu, jadi kau menurut. Dan ingat, jangan membuat ulah lagi." Pesan Samudra.

Setelah memperkenalkan seluruh anggota keluarganya. Samudra mengajak Aleah keruang kerjanya, dan mempersilahkan Aleah untuk duduk. Sebelum Aleah membuat surat perjanjian kontrak kerja dengan Samudra. Ia menceritakan tentang putranya. Apa kesukaannya, makanan apa saja yang boleh di makan dan yang tidak boleh di makan. Samudra juga menceritakan riwayat penyakit yang di derita Ansel dalam satu tahun ini.

"Kau paham?" tanya Samudra menatap Aleah.

"Paham Pak!" sahut Aleah.

"Nanti kau juga di bantu asisten rumah tangga dan adikku Raka yang akan memberitahumu kapan Ansel harus makan, minum obat dan tidur." Jelas Samudra.

Aleah menganggukkan kepalanya, lalu Samudra mulai membuat surat perjanjian kontrak.

1
Infinix Smart6
p
Infinix Smart6
o
Zuraida Zuraida
sam simuka badak
Zuraida Zuraida
kapan tu sisam kapret kena azab
Zuraida Zuraida
gimana kok al tau bahwa sisuami sudah menjualnya untuk hasby
Zuraida Zuraida
al itu terlalu baik plus terlalu buoduoh
Zuraida Zuraida
hasbi mana hasbi, kesel aku
Zuraida Zuraida
bilang saja semuanya bi
Zuraida Zuraida
bapak sialan, anaknya sekarang eh si bapak enakan ngadon mulu. amit amit deh kok aleah ampek mau dikawinin ame tu curut
NEYMAR JR
Wwo
teti kurniawati
biasanya nany bukan baby sitter
teti kurniawati
wah.. nyebelin sama wanita licik kaya gitu...
Jun hutapea
sangat bagus
Tri Widayanti
Hadir & nyimak dulu
𝕻𝖚𝖗𝖕𝖑𝖊ʸᵒᵘ❀
mampir...
Triana Mustafa
oh samudera...kasian sekali kau
Dasih Sunarti
itu ansel kenapa g bisa jln lagi y??

selamat buat dion dan al...
brasa masih gantung thor..
Dewi Ariyanti
😘😘😘👏👏👏
nuRRaffa
samawaya Al 😘lope² sekebon kebonnya...

ditunggu undangannya bwt raka sm barra ya
Lusiana_Oct13
Makasih juga thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!