Si Brondong manis merupakan sequel atau lanjutan dari novel Cinta Itu Budeg.
Bercerita tentang anak muda yang terobsesi mengejar cinta seorang wanita yang usianya terpaut jauh darinya.
Bagaimana kisahnya? Yuk simak disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aksi Penyelamatan
Teduh POV
Bukan hal mudah untuk meyakinkan resepsionis dan petugas keamanan di apartemen tersebut untuk membantuku dan A Galang memberikan informasi terkait kamar yang ditempati si kudanil. Untung saja ketika mereka masuk, petugas keamanan memang sudah merasa heran karena Mbak Hanum datang dengan cara digendong. Si kudanil itu berkilah bahwa Mbak Hanum habis minum-minum terus mabok. Memang sinting itu orang.
Pada akhirnya aku mengajak mereka semua untuk membantuku menggerebek kamar si kudanil dan membuktikannya sendiri.
Sesampainya di lantai 12, aku melihat seorang pria berkulit sawo matang sedang berdiri di depan pintu. Aku yakin laki-laki itu adalah antek-antek kudanil.
Tanpa berlama-lama, para petugas keamanan meminta laki-laki tersebut untuk membuka pintu. Tapi bukan antek-antek namanya bila sekali di gertak terus manut. Dia malah berkilah bahwa bos nya sedang ada urusan pribadi di dalam, dan bila kita memaksa masuk itu artinya kami semua sudah melanggar privasi seseorang. Adu mulut tak dapat terelakkan lagi.
Tapi untung saja suara teriakan Mbak Hanum terdengar dari dalam. Bahkan sampai berkali-kali. Si antek-antek tak bisa berkutik karena kami mengancam balik akan melaporkannya ke polisi jika memang terjadi tindak kriminal di dalam sana dan dia turut campur tangan.
Kami segera mendobrak pintu utama beberapa kali hingga engsel pintu jebol. Setelah itu kami semua mencari ke seluruh ruangan hingga suara teriakan Mbak Hanum kembali terdengar tapi kini begitu lirih. Sepertinya Mbak Hanum sudah kepayahan. Aku langsung menyalakan video recorder dari handphoneku. Harus kuambil sebanyak-banyaknya barang bukti agar Daniel tak bisa mengelak lagi.
Dengan kekuatan membabi buta ku tendang pintu kamar dimana suara Mbak Hanum terdengar, semua orang ikut membantuku mendobrak pintu hingga berhasil terbuka lebar.
Betapa terkejutnya aku ketika mendapati pemandangan miris di depan kami saat ini. Si Daniel berdiri sambil bertelanjang dada dan hanya memakai celana kolor berwarna hitam, bibirnya tampak sobek dan mengeluarkan darah. Sedangkan Mbak Hanum sudah meringkuk dibawah kakinya sambil memeluk bagian perut. Wajahnya bonyok, bibirnya pecah dan berdarah, bajunya robek dengan luka lebam dimana-mana.
Daniel tampak terperanjat ketika kami memergokinya sedang menganiaya Mbak Hanum. Dia gelagapan turun dari ranjang.
" Ngapain kalian masuk ke kamar ini!! Ini apartemen gue. Dan gue akan tuntut kalian karena udah memaksa masuk bahkan sampai merusak barang!!!" teriak si Daniel tak tahu malu.
Kuserahkan handphoneku pada A Galang dan dengan secepat kilat kutarik selimut yang ada di ranjang kemudian menyelimuti Mbak Hanum. Dia sudah tak sadarkan diri, mungkin karena terlalu banyak menerima bogem mentah dari Daniel.
" Heh!!! jangan merekam lagi!!! Dan jangan sentuh tunangan gue!!" Daniel makin kalap, di hendak mengambil handphone yang sedang dipegang oleh A Galang, tapi dengan secepat kilat A Galang mampu menghindari Daniel.
Para petugas keamanan langsung mengamankan laki-laki setengah edyan itu dengan membekuk tangannya. Daniel terus saja berteriak dan memaki-maki.
" LEPASIN TANGAN GUE ANJ*NG!!! GUE AKAN TUNTUT KALIAN SEMUAA!! JANGAN ADA YANG BERANI SENTUH HANUM!! DIA MILIK GUE! BANGS*T!!!
" Pak mending bawa aja dia ke pos keamanan, saya udah telepon polisi biar dimasukin bui orang gila macam ini. Hati-hati, Pak..yang Bapak tangkap ini kelainan jiwa. Dia bisa nekat lakuin apa aja." ucap A Galang kemudian sempat-sempatnya memoles kepala Daniel yang sudah terborgol tak berdaya.
Tentu saja Daniel kembali berang dan memaki-maki tak terkendali. A Galang cuma tersenyum sinis melihat orang gila itu misuh-misuh.
Setelah memastikan Daniel dan antek-anteknya diamankan petugas. Aku langsung membawa Mbak Hanum ke rumah sakit. Hatiku benar-benar pilu melihat Mbak Hanum kembali terluka. Belum juga sembuh lukanya yang terdahulu, kini badannya kembali menerima pukulan bertubi-tubi dari Daniel hingga biru-biru. Bahkan aku melihat ada darah mengucur diantara pahanya.
Sampai di rumah sakit, Mbak Hanum masih belum siuman. Para petugas medis langsung memberikan pertolongan padanya. Aku pun segera mengabarkan hal ini pada Teh Luna. Tapi aku memintanya untuk merahasiakan kondisi Mbak Hanum yang terluka parah pada Bu Aurum. Aku tak mau beliau khawatir dengan anak semata wayangnya.
" Teh, adek lagi di rumah sakit. Mbak Hanum udah kita selamatkan dari si manusia psycho kudanil keturunan kingkong itu. Tapi Mbak Hanum banyak luka-luka, Teh. Terus tadi ada perdarahan juga. Adek khawatir Mbak Hanum keguguran. Tolong Bu Aurum jangan dikasih tahu dulu ya, Teh. Adek khawatir sama kesehatannya kalau lihat Mbak Hanum babak belur kayak begini." jelasku di telepon.
" Iya, dek. Tenang aja, Bu Aurum kita kasih tahu kalau kondisi Hanum udah stabil aja. Nanti pulang kerja teteh ke rumah sakit. Kalau A Galang dimana?" tanya teh Luna kemudian.
" A Galang lagi ngurusin si kudanil biar dibawa ke kantor polisi. Itu orang ngelak melulu soalnya. Mentang-mentang banyak uang, mau panggil pengacara banyak-banyak lagi bilangnya. Mau balik nuntut karena kita melakukan penggeledahan ke dalam apartemennya tanpa surat ijin lah, pokoknya banyak bacot itu manusia. Lihatin aja, adek bakal viralin video dia lagi aniaya Mbak Hanum, biar nyungsep tuh orang sekalian! Karena orang macam si kudanil memang lebih pantas kena sanksi soalnya selain dipenjara. Jempol netijen kan gak ada obat!!" aku jadi emosi sendiri kalau membahas tentang si Daniel.
" Semoga aja Daniel dapat hukuman yang setimpal dengan apa yang dia perbuat. Emang sakit jiwa itu manusia! Setan aja kayaknya kalah jahat dari dia mah. Kudu di teukteuk da sumpah eta na, neupi beak, neupi buntung, neupi sapat. Meh teu jadi flashdisk deui kaditu kadieu culak colok, jadi emosi teteh mah da. Asa hayang ngasupkeun panci ka jero beuteungna!!" (Harus dikebiri sumpah itu nya, sampai habis, sampai buntung, sampai copot. Biar gak jadi flashdisk lagi, kesana sini main colok, jadi emosi teteh mah. Berasa ingin masukin panci ke dalam perutnya!!)." Si teteh mulai mengeluarkan kata-kata buhunnya saking emosi.
" Iya teh, betul teh. Masukin aja panci teh, kalau perlu sama centong, kulkas, kabel colokan, sama surat tagihan listrik...!!" timpalku sambil cekikikan.
" Ih kamu mah kalahkah heureuy (malah becanda) teteh lagi emosi teh! Udah ah, ketemu nanti sore ya, jangan jauh-jauh dari Hanum. Tungguin terus, takut ada apa-apa." ucap teh Luna kemudian mematikan panggilan teleponnya.
Gak mungkin adek tinggalin mbak Hanum, teh. Hati adek udah mentok sama si Mbak Hanum manis. Sampai kapanpun akan adek jagain, akan adek cintain, dan akan adek halalin. InsyaAllah..
*
*
*
*
*
Iya sok atuh, Uncle. Halalin Mbak Hanum nya. Tapi kelarin dulu kuliah, cari dulu kerja, minta dulu restu ayah bunda. Baru deh bergerak maju..oceeh 😘😘😘
hehe😅
semangat dan sehat selalu untukmu
terhibur banget banget membaca karya2 author
semoga diberikan selalu rejeki yang tak berkesudahan , kebahagiaan dan kenikmatan selalu dr Yang Maha Besar
kangen iihh....😭😭😭
sehat sll ya Thor....
di tunggu update_tan nya....
buat semua²nya jg shat² ya....🤲🏻
smga kita sLLu dlm lingungan-NYA
gmna kabar nya?
semoga sehat2 terus ya ka.
ka kapan mulai nulis lagi?
kangen bgt cerita ini lanjut,
semoga bisa secepat nya up lagi ya ka😇🤗
semoga sehat selalu dan semoga bahagia ..😍😍😍
thor aku rindu karya mu... 😍😍😍😘😘😘
yang sabar dan selalu kuat,aku tetap menunggu karyamu ...
aku doain athor cepet pulih bangkit dari keterpurukan,tetep tabah dan sabar,semangat 💪 lagi
aku bakal tetep nungguin sampe kamu mau😄
semangat💪💪
di lingkungan aku jg ada kejadian seperti kudanil dan Hanum,,bedanya si perempuan ini memilih bertahan meski udah jd samsak hidup.