NovelToon NovelToon
30 DAYS: I WILL MAKE YOU LAUGH

30 DAYS: I WILL MAKE YOU LAUGH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:95.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: astradan

Andhera adalah pria yang dingin dan terkesan tidak mempedulikan apapun disekitarnya. namun, semua itu perlahan berubah.

semua berawal dari seorang wanita cantik yang datang ke perpustakaan untuk menemui Andhera, ia meminta Andhera untuk menjadi pacarnya selama 30 hari.

ia meminta hal tersebut lantaran ayahnya yang akan menjodohkannya dengan orang yang tidak dikenalnya.

perlahan menyadari akan Andehra yang tidak pernah berekspresi, wanita tersebut membuat janji pada Andhera. janji tersebut adalah membuat Andhera tertawa, marah, dan menangis selama 30 hari.

apakah wanita itu dapat menepati janjinya? akankah hubungan mereka berakhir setelah 30 hari? ayo baca untuk menjadi saksi janji ini!


genre: romantis, comedy, drama, teen


berlatar di london, tidak membuatnya berbahasa inggris ya. Tapi, bisa dibayangin aja kalo semua dialog memakai bahasa inggris ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon astradan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Allen

"Apa salah jika aku khawatir padamu ...? Ku dengar setelah aku pingsan, kau kembali masuk ke dalam mall itu!" jawab Hikari. 

"Lalu ... dimana Karel dan Bram?" tanya Andhera. 

Hikari tersenyum dan menjawab, "tenang saja! Karel juga sedang dirawat di kamar lain, dan adiknya sudah pulang. Mungkin nanti pagi ia akan kembali lagi kesini!"

"Owh …." Andhera menutup mata menggunakan lengannya. 

"Oh ya, aku juga dengar kau telah menyelamatkan Hareta ya? Aku sangat berterima kasih padamu ..." tutur Hikari. 

dia Hareta ya? Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas,   Batin Andhera.

"Kalau begitu, aku pergi dulu." Hikari berdiri dan berjalan menuju keluar kamar. 

"Kau mau kemana?" tanya Andhera. 

"Eh? Kenapa? Kau tidak mau ditinggal olehku?" seloroh Hikari. 

"Cih …! Kau terlalu percaya diri," tutur Andhera. 

"Hehehe … aku ingin ke kamar Hareta! Aku ingin saat ia bangun, ia sudah melihatku. Dia itu sangat cengeng kau tahu?" ujar Hikari tertawa. 

"Cengeng? Apa maksud dari 'cengeng' itu dari sudut pandang gorila?" gumam Andhera. 

"Baiklah, sampai jumpa!" Hikari membuka pintu dan pergi menuju kamar Hareta. 

Setelah Hikari pergi keluar, Andhera kembali menutup matanya. "Chika, ya …?"

Beberapa jam kemudian …

Andhera perlahan membuka matanya dan melihat Bram, Karel beserta orang tuanya di depan tempat tidur Andhera. Mereka kemari untuk melihat kondisi Andhera saat ini. 

"Andhera … Kau sudah bangun!" ibu Karel memeluk Andhera sambil menangis. 

Wajah mereka semua terlihat senang melihat Andhera yang telah bangun setelah 1 malam pingsan. 

"Tante? Om?" Andhera sedikit terkejut dengan keberadaan orang tua Karel. 

"Dhera? Mengapa kau masuk kembali ke dalam? Bodoh!" Karel terlihat menahan air matanya yang akan menetes. 

"Ah …." Andhera tidak tahu harus menjawab apa. 

Bram menghampiri Karel dan menepuk kepalanya dengan pelan. "Itu karena kau, bodoh …"

"Siapa yang panggil 'bodoh'?" Karel mendekatkan kepalanya. 

"Tentu saja kau! Bodoh!' Bram meladeni Karel.  

"Oy kalian …" ibu Karel menoleh ke arah Bram dan Karel dengan senyuman yang menyeramkan. 

Karel dan Bram mendadak merinding melihat tatapan ibu mereka yang dipenuhi aura menyeramkan dan duduk dengan tenang di kursi disamping tempat tidur Andhera. 

"Kau makan dulu … Karel, dan Bram juga harus makan." Ayah Karel mengambil beberapa kotak makan sambil tersenyum. 

"Horeee makan!" teriak Karel semangat. 

"Kau bisa makan sendiri, Andhera?" tanya ayah Karel. 

"Ya …" kata Andhera pelan. 

"Oh ya, kata dokter nanti sore kamu sudah boleh pulang! Karena tidak mengalami luka bakar yang parah," tutur ibu Karel. 

"Memangnya hari apa ini?" tanya Andhera seraya membuka tutup kotak makan. 

"Jumat! Kau tidak bangun selama hampir 1 minggu!" seloroh Karel. 

"Hah …? Sekolah!" Andhera mencoba bangun dari tempat tidur miliknya. 

Hahahahaha!

"Sial! Lucu sekali!" -Karel mengelap air matanya karena tertawa- "ini masih hari minggu pagi"

Andhera menatap Karel dengan tatapan malas tidak berkata apapun. 

8 jam kemudian …

"Haaa… Akhirnya bisa pulang ke rumah," keluh Andhera sambil menjatuhkan dirinya di tempat tidur kamarnya.

Setelah hampir 1 hari Andhera dirawat, ia akhirnya telah sampai di dalam kamarnya. 

Karel membuka pintu kamar Andhera. "Dhera …, kau mau main game dibawah?"

"Tidak, aku lelah," keluh Andhera. 

"Baiklah …." ujar Karel sambil berjalan meninggalkan kamar Andhera. 

Andhera tiba-tiba saja mengingat apa yang dikatakan oleh Hikari pada saat mereka berada di dalam bis untuk menuju Big Ben. Hikari mengatakan jika namanya sangat berlawanan dengan Andhera. 

Mengapa aku mengingat hal itu …?   Batin Andhera. 

Andhera membuka laptopnya dan melakukan searching untuk mencari arti nama mereka berdua akibat penasaran. 

Setelah hasil sudah di temukan, Andhera lantas membacanya dengan seksama. 

"Sepertinya arti nama kami memang cerminan dari diri sendiri …" gumam Andhera,  "lalu, maksud dari Hikari itu arti nama kami yang berbeda, atau … ada maksud lain?" 

Disaat yang sama, saat ini Hikari juga sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit ke rumahnya. Hikari dijemput pulang oleh keluarganya. 

Saat Hikari hendak turun, pengawas Hikari lantas tunduk di hadapan Hikari. "Mohon maaf atas kelalaian kami, nona Hikari!"

Hikari melambaikan tangannya. "Tidak-tidak …! Akulah yang kabur dari kalian saat pergi ke mall kemarin. Jadi, akulah yang telah salah"

"Sudah … Ayo masuk, kamu makan siang dulu, Hikari." ujar ibu Hikari sambil tersenyum. 

"Okke!" kata Hikari semangat. 

Hikari masuk ke dalam rumah terlebih dahulu meninggalkan yang lain disana. 

"Sekali lagi, maaf nyonya besar!" ucap salah satu pengawas dengan hormat. 

"Tidak apa … Lagipula, tugas kalian dari awal bukan untuk melindungi Hikari dari hal seperti itu," ujar Ibu Hikari pelan. 

"Benar! Hal seperti itu sulit untuk dihindari, jadi bukan salah kalian. Baiklah ayo masuk!" tutur Ayah Hikari. 

"Ayah, ibu. Aku ingin berbicara dengan kalian berdua," ujar Genh serius. 

"Ada apa, Genh?" tanya Ibu Hikari. 

"Ini tentang Hikari!" ungkap Genh. 

Wajah kedua orang tua Hikari mendadak menjadi serius. Ayah Hikari berkata, "Kalau begitu, kalian (pengawas dan satpam) sudah boleh pergi"

"Baik, tuan!" kata para pengawas dengan semangat. 

Setelah para pengawas dan satpam telah pergi, Genh memulai pembicaraan dengan kedua orang tuanya. 

"Jadi, apa yang mau kamu bicarakan, Genh?" tanya Ibu Hikari. 

"Aku tahu seharusnya aku tidak membicarakan ini sekarang … Tapi, apa kalian masih ingat dengan pria yang disukai oleh Hikari dari dia masih kecil, kan?" tanya Genh. 

"Iya …  dia adalah Allen! Kami masih mengingatnya," jawab Ayah Hikari. 

"Jadi … menurut kalian, apa Hikari benar-benar mencintai pacar barunya yang bernama Andhera itu?" tanya Genh. 

"Apa maksudmu, Genh?" tanya ibu Hikari. 

"Allen adalah orang yang sangat berharga bagi Hikari, bahkan Hikari saat masih kecil sampai menangis karena tidak mau pindah ke negara lain dan meninggalkan Allen. Dan sampai bertahun-tahun berlalu, Hikari masih selalu menyinggung tentang Allen. Tetapi mengapa Hikari belakangan ini tidak lagi menyinggung tentang Allen, dan malah berpacaran dengan Andhera?" tutur Genh. 

"Ya, kau memang benar! Itu memang sedikit aneh … Tapi kita tidak bisa menyimpulkan langsung tentang ini. Kita bahkan tidak pernah bertemu dengan orang bernama Allen itu," ujar Ayah Hikari. 

"Kita pernah kembali ke negara 'itu' untuk mencari Allen, tapi dia sudah tidak ada disana." ujar Ibu Hikari. 

"Jadi … Jika orang bernama Allen itu kembali ke kehidupan Hikari, kalian akan memihak ke Allen atau Andhera untuk menjadi pasangan Hikari?" tanya Genh. 

Ibu dan Ayah Hikari bertatapan untuk sesaat, lalu Ibu Hikari menghadap ke arah Genh dan menjawab, "Tentu saja kami akan memihak Allen. Walaupun kami belum pernah bertemu dengannya, tapi …."

"Tapi apa?" tanya Genh. 

"Tapi … Itu semua terserah pada Hikari. Ibu yakin, Hikari mempunyai alasan untuk berpacaran dengan Andhera. Dan alasan itu tidak akan merugikan Andhera," ujar ibu Hikari. 

"Baiklah … Hanya itu yang ingin ku bicarakan. Aku hanya mau Hikari bahagia, sebelum …." ucap Genh terpotong. 

"Hey! Apa yang kalian lakukan disana? Lama sekali." Hikari memanggil mereka bertiga dari balkon rumah. 

"Tidak ada!" teriak ayah Hikari, "Baiklah, ayo kita masuk!" ucap Ayah Hikari. 

Setelah Hikari makan bersama keluarganya, Hikari menaiki tangga untuk memasuki kamarnya. Saat ia sampai ke dalam kamar, ia langsung memainkan ponselnya, dan mengirim pesan pada Andhera. 

Hikari: kau sedang apa, Andhera?

Andhera: tidak ada, ada apa?

Hikari: apa kau akan bersekolah besok?

Andhera: ya…

Hikari: baiklah, sampai jumpa besok!

Hikari meletakan ponselnya di meja. "Huh … Aku kangen sekali dengan Allen! Kira-kira kapan kami akan bertemu lagi?" gumam Hikari. 

Setelah membalas pesan dari Hikari, Andhera meletakan ponselnya di meja miliknya. Ia kemudian membaca buku yang biasanya ia baca. 

"Chika ya …? Yang aku tahu darinya hanya warna rambut yang hitam pekat." gumam Andhera sambil memegang sebuah foto dari laci meja. 

Andhera membaca bukunya hingga tidak terasa malam telah tiba, Andhera menggosok gigi dan mencuci mukanya. Kemudian ia berbaring di tempat tidur miliknya. 

Andhera perlahan menutup matanya. Tanpa disengaja, saat ia membuka matanya, terlihat dirinya saat masih kecil sedang duduk bersama gadis kecil yang bernama Chika. 

"Apa yang kau baca, Chika?" tanya Andhera kecil. 

"Kau buta?" Chika menjawab Andhera kecil dengan dingin. 

"Ayolah … Mengapa kau tidak pernah tertawa sedikitpun? Bahkan aku hampir tidak pernah melihatmu tersenyum loh!" ujar Andhera kecil. 

"Benarkah? Memangnya apa ada yang salah dengan itu?" tanya Chika dengan dingin. 

"Tidak juga si … Tapi, aku berjanji akan membuatmu tertawa, bahkan menangis bersamaku!" tutur Andhera kecil sambil tertawa. 

"Jadi … Saat aku merasa pernah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Hikari saat itu, itu adalah ingatanku pada saat ini?" gumam Andhera asli. 

1
ranggers
gak lanjut... 😢
Vivi Fitrie
Lha ini critanya cowok semua bukan sih lom nangkep
syafridawati
3 like mampir saling dukung di oulau kematian ya
Mommy Gyo
2 like hadir thor mampir di karyaku cantik tapi berbahaya
IG: Saya_Muchu
Lanjut thor, semangat up!!!
Maaf thor baru mampir.
Hanna Devi
Cinta Kedua Untuk Zylva mampir lagi 😀👍
Quora_youtixs🖋️
lanjut kakak semangat 👍
Dewi
lanjut kak...
🎃👻hantu_gc 👻🎃
lanjut kk💪❤❤❤
Langit Malam
Semangat dan terus semangat ya kak..

Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
Siti_Mariam
hadir dong ❤️😉
Dewi
lanjut kak....
🎃👻hantu_gc 👻🎃
lanjut kk thor😍semangat selalu❤❤❤
VBEAR
semangat kak 🤗💪
Liana'S
next
Dewi
lanjut kak
Quora_youtixs🖋️
keren kak lanjut 👍
Awdifal
triple like for you...

slam hangat dari The Crazy Testament
Hanna Devi
Cinta Kedua Untuk Zylva mampir lagi 😀
bawa boom like 🤭💪💪
🎃👻hantu_gc 👻🎃
lanjut yook😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!