Pernikahan terpaksa membuat kami terjebak diantara hubungan pernikahan tanpa cinta, kemarahan Mileas atas perjodohan ini berhasil membawa seorang pihak ketiga yang membuat hubungan kami makin renggang, diantara cinta segitiga itu tiba tiba sepupunya hadir di antara bahtera rumah tangga kami hingga , keadaan pun semakin sulit.
Ada sebuah konspirasi di balik kedatangan yul itu. Dia membawa sebuah dendam dari kenangan kelamnya pada Kean Mileas apa yang terjadi antara mereka? Hingga mileas tak bisa ia maafkannya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Geerqiasilatusiluchen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tahta...
BREAK!!
MIleas yang marah memukul meja kerjanya keras, matanya membulat sempurna dan seakan di penuhi dengan amarah yang tak surut.
" Jangan bertele-tele, bicara yang jelas... masih banyak hal yang harus ku kerjakan" Pekik Mileas. Ia masih berdiri dan hendak mengusir Yul.
" Heh, sombong... hahaha tentu, itulah dirimu.. padahal ada hal yang penting yang harus ku jelaskan, Tapi... entahlah rasanya kau tak akan mau mendengarkan nya" Balas Yul aku menggubris perkataan Mileas yang menolak kedatangan nya.
" Jika itu bukan hal yang penting pergilah, jangan buat aku makin marah, Melihat wajahmu saja membuatku merasa muak"
" Oh, begitukah? Mulai saat ini aku akan memberimu sebuah peringatan. Pertama - Jaga baik-baik Istrimu, jika kau tidak Sudi padanya, kurasa aku pantas menggantikan mu..." Mileas mulai mengepalkan tangannya erat-erat di bawah meja kerjanya.
" Kedua, suatu saat aku akan datang dan merenggut apa yang seharusnya jadi milikku, Aku tahu sejak kecil kita saudara... tapi, kau juga tahu, seharusnya aku ada di mana? Dan kau itu siapa?"
Degh!
" Heh, sudahlah... jangan sampai aku mengusirmu, apakah posisimu itu kurang tinggi? Apakah kau kurang berjaya... pergilah, jangan buat dirimu dalam masalah besar saat berargumen denganku" Mileas masih Sinis saat berbicara dengan nada yang cukup tinggi.
" Baiklah aku akan pergi sekarang, tapi tunggulah hingga hari itu tiba, ingatlah ini... seharusnya akulah yang ada di posisimu saat ini... Dan kau adalah seharusnya sadarkan diri sebelum hari itu tiba" Pembicaraan tak jelas itu membuat Mileas tertekan ekspresi nya berubah buram .
" Satu hal lagi, Tentang istrimu... rasanya aku akan tertarik padanya, jadi ... jangan biarkan dia lari ke pelukanku... jika itu terjadi, aku Takan pernah bisa melepasnya kembali padamu" Yul segera membuka pintu dan pergi keluar ruangan tersebut.
BLAM!
Sial!! Apa-apaan ini, apakah kata-kata murahannya termasuk ancaman? Heh, sungguh orang yang berbahaya, aku harus secepatnya menyingkirkan orang itu. Batin Mileas.
TRRRT, Panggilan masuk lainnya mulai membuat Mileas bergeming, Iapun mengangkat telpon tersebut dilihat nya layar ponsel bertuliskan nama Honey, yang maksudnya Shanny.
Pip...
" Hallo, ada apa lagi?" Tanya Mileas.
" Sayang, datang lah ke rumah sakit sekarang, aku sungguh rindu padamu... akan ku tunggu hingga kamu tiba" Manja Shanny lembut.
" Aku sibuk, lain kali saja..." Cetuk Mileas datar.
" Tidak mau, aku mau sekarang! Aku juga ingin sebucket bunga gordelia..." Balas Shanny dengan manjanya.
Sial! Apakah Kim belum melakukan tugasnya dengan baik. Batin Mileas.
" Sayang, aku tak mengerti kenapa tiba-tiba Vidio di handphone ku hilang?" Ucap Shany kaget.
" Benarkah? Lalu sekarang apa maunya?" Tanya Mileas, rasa nya sedikit longgar di dadanya. Mungkin Mileas menyematkan senyum di sela-sela percakapan nya ia seakan puas atas kinerja pengawal setianya tersebut.
" Tapi tenanglah, aku sangat pintar, aku menyimpan Vidio itu di file email-ku jadi Vidio itu Takan pernah hilang, kecuali aku yang menghapusnya"
Degh!
" Apa!!" Teriak Mileas kaget.
" Sayang... kenapa kau kaget? Apa semua ini ada hubungannya dengan mu?" Tanya Shanny terus bertubi.
" Sudah dulu, ada beberapa berkas yang harus ku selesai kan, kau tunggulah di sana. aku akan datang" Pekik Mileas seraya menutup telponnya.
Sial! Aku terjerat umpanku sendiri. Wanita memang sangat merepotkan. Bathin Mileas.