Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaptek
Keesokan paginya.
Moetia berusaha membuka matanya karena merasa sesuatu mengganggu wajah nya.
Moetia membuka matanya malas dan,
" Bagas! " Teriak Moetia
Moetia terkejut melihat Bagas tiduran disamping nya dan mengelus lembut wajah Moetia.
Moetia bangun lalu terduduk
" Kamu kenapa ada disini? " tanya Moetia
" Ini sudah menjelang siang sayang, dan kamu belum keluar juga dari kamar. Aku pikir kamu pingsan, jadi aku masuk untuk memeriksa! dan ternyata kamu sedang tidur sambil mengigau " canda Bagas
Moetia mengerjapkan matanya berkali-kali
" Aku? mengigau? benarkah? aku bilang apa? " tanya Moetia tak percaya
" Iya sayang " jawab Bagas
Bagas mendekat ke Moetia lalu memeluknya dari belakang, Bagas berbisik pada Moetia
" Kamu bilang kamu sangat mencintai ku " sambung nya
Wajah Moetia sudah merona di buatnya.
Moetia ingin melepaskan tangan Bagas dari perutnya tapi Bagas malah mengerat kan pelukannya.
" Jangan berusaha melarikan diri dari ku sayang, jangan lakukan itu! " ucap Bagas lembut
Hati Moetia kembali bergetar, Bagas selalu bisa membuatnya merasa tersentuh.
Bagas juga tidak mengerti, kenapa Moetia selalu membuatnya ingin selalu dekat dengannya.
Perasaan yang datang begitu saja, bahkan saat dia berpacaran dengan Calista, Bagas tidak seagresif ini.
" Apa aku boleh mengatakan sesuatu? " ucap Bagas
Moetia mengangguk
" Katakan! " sahut Moetia dengan cepat
" Aku selalu menemukan Passion ku saat berada di dekat mu Moetia, apakah menurutmu sudah waktunya aku menemui orang tua mu? " tanya Bagas
Moetia kaget dan refleks menoleh ke belakang hingga bibirnya menyentuh hidung Bagas!
Sedetik, dua detik, Moetia lalu kembali memalingkan wajah nya ke depan.
Detak jantung nya begitu kencang, hingga Bagas dapat mendengar nya.
" Maaf Bagas ! " lirih Moetia
Bagas tersenyum lalu membalikkan tubuh Moetia menghadap nya.
Bagas makin melebarkan senyumnya karena melihat wajah Moetia yang begitu merona.
" Jangan meminta maaf, kamu tidak melakukan kesalahan sayang " seru Bagas sambil menggenggam erat tangan Moetia
" Aku kaget saat kamu bilang ingin bertemu dengan orang tua ku, apakah menurut mu ini tidak terlalu cepat? " tanya Moetia gugup
" Aku hanya ingin hubungan kita lebih serius, aku ingin kamu menjadi milikku seutuhnya Moetia " jelas Bagas
Moetia terlihat cemas, bagaimana tidak? bahkan Moetia belum pernah menceritakan tentang Bagas, dan sekarang harus mengenalkannya sebagai kekasih nya pada papa dan mama nya.
Moetia juga sangat serius dengan hubungannya dengan Bagas, tapi dia merasa agak gugup jika harus bertemu dengan orang tua Bagas juga nantinya.
Moetia menyentuh pipi Bagas dengan lembut
" Bagas, apa kamu percaya jika aku katakan kamulah pacar pertama ku? " ucap Moetia lembut
Bagas sedikit menunjukan wajah terkejut nya
" Benarkah? " tanya Bagas
Moetia mengangguk perlahan
" Aku sedikit gugup jika harus membawa mu menemui papa dan mama ku, sebenarnya aku belum menceritakannya tentang dirimu pada mereka " ucap Moetia jujur
Bagas tersenyum lalu mengecup punggung tangan Moetia yang menyentuh wajah nya tadi.
" Dan kamu akan jadi wanita pertama dan satu-satunya yang menjadi nyonya Bagas " tegas Bagas
Dan benar saja ucapan Bagas lagi-lagi membuat wajah Moetia kembali merona.
Bagas memperhatikan tingkah gugup Moetia, dan jujur saja hal itu membuat Bagas merasa senang.
Moetia menjauh dan berdiri membuka tirai jendela
" Apakah Reno sudah datang? " tanya Moetia
Bagas menoleh ke Moetia
" Kenapa menanyakan pagi-pagi begini " keluh Bagas
" Bukankah dia harus datang dan membawa orang untuk memperbaiki pintu apartemen mu? " sahut Moetia
" Apa kamu marah jika aku katakan bahwa sebenarnya pintunya tidak rusak! " ucap Bagas ragu
Moetia melotot dan berkacak pinggang
" Apa katamu? " tanya Moetia sambil membulatkan matanya
Bagas bergegas mendekat ke pintu kamar mandi
" Sayang pintunya memang tidak rusak, saat tombol merah ditekan, kunci otomatis nya hanya akan off selama satu jam, setelah itu akan normal lagi " terang Bagas lalu masuk ke kamar mandi
Moetia berjalan kesal keluar dari kamar, lalu memeriksa pintu apartemen.
Benar saja kuncinya kembali menyala, dan ketika Moetia menekan password nya pintunya bisa terbuka.
Moetia menepuk jidat nya sendiri
" Astaga, Moetia kemana perginya pendidikan yang kamu pelajari lebih dari lima belas tahun, kenapa juga aku tidak memeriksa pintu ini lagi tadi malam! " gerutu Moetia
Moetia berjalan bolak-balik menunggu Bagas keluar dari kamar mandi.
" Dia sengaja membuat ku terlihat seperti orang bodoh, oh tidak memang aku yang bodoh! " omel nya sendiri sambil terus mondar-mandir
" Kenapa juga papa tidak memasang kunci seperti itu dirumah, apa aku terlihat kampungan di matanya? " gumam Moetia
Ekspresi wajah Moetia berubah dari ekspresi marah ke ekspresi cemas, dia khawatir tentang pendapat Bagas mengenai dirinya.
Dan di dalam kamar mandi, sebenarnya Bagas juga sedang sedikit khawatir jika dia keluar nanti, Moetia akan marah padanya.
Bagas membuka pintu kamar mandi perlahan, dan dia tidak melihat Moetia.
Bagas mengganti pakaiannya dan merapikan rambutnya.
Bagas mengambil mantel dan dasi lalu keluar dari kamar nya.
Bagas melihat Moetia sedang mondar-mandir di dekat dapur.
" Sayang " panggil Bagas
Moetia menoleh, dan melihat dasi di tangan Bagas.
Moetia berinisiatif untuk memakaikannya pada Bagas.
Moetia berjalan cepat mendekati Bagas dan meraih dengan cepat dasi di tangan Bagas.
" Aku pakaikan ya " ucap Moetia lembut
Bagas tersenyum
" Aku kira kamu akan marah karena aku sudah membohongimu tentang pintu itu " seru Bagas
Moetia menoleh sekilas pada Bagas
" Aku marah, tapi itu sudah terjadi. Jadi lupakan saja " sahut nya sambil terus memasang dasi dengan rapi
" Sudah selesai " ucap Moetia sambil tersenyum
" Terimakasih dan, " ucap Bagas
' Cup '
Bagas mencium kening Moetia dengan lembut.
Moetia tersipu malu, menutupi rasa malunya Moetia bergegas menuju dapur.
" Aku akan buatkan sarapan! apa yang ingin kamu makan? " tanya
Bagas tersenyum lalu duduk di meja makan.
" Buatkan aku sandwich saja, dan secangkir teh " pinta Bagas
" Baiklah " jawab Moetia
Moetia segera menyiapkan semua bahan dan membuat makanan dan minuman yang Bagas inginkan.
Saat Moetia memasak Bagas terus melihat nya dan membuat Moetia sedikit tidak nyaman.
Moetia meletakkan makanan dan minuman yang sudah jadi di hadapan Bagas lalu duduk di hadapan nya.
" Kenapa kamu melihat ku seperti itu? " tanya Moetia
" Aku senang melihat mu seperti ini, memasangkan dasi untuk ku lalu menyiapkan sarapan, bukankah kita sudah seperti sepasang suami istri " seru Bagas
Moetia hampir tersedak saat mendengar ucapan Bagas.
" Apa kamu tidak akan malu, jika ada yang tahu kalau aku Gaptek ? " tanya Moetia sedikit tidak nyaman
Bagas mengehentikan makan nya lalu meraih dan menggenggam tangan Moetia.
" Maaf karena aku membuatmu merasa begitu! " jelas Bagas
" Aku janji tidak akan ku ulangi " ucap Bagas sambil mengangkat tangannya dan membentuk huruf V
Moetia tersenyum dan mengangguk
" Baiklah, lanjutkan sarapan mu, setelah ini aku pulang ya " pinta Moetia
" Kamu tidak masuk kantor? " tanya Bagas tidak senang
" Hei bos, apa kamu lupa kalau aku masih cuti? " jawab Moetia
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐