✧---------
'Wah cover nya baguss"
"maaf cover ini bukan buatan saya"🗿
cerita ini berdasarkan imajinasi saya, Yah pikir-pikir ada yang mau baca, menulis cerita adalah hobi saya (ketika gabut)
Ξ Ini adalah kisah seorang anak berumur 5 tahun tiba-tiba terbangun di sebuah hutan yang lebat. Anak itu tidak mengingat sama sekali mengenai dirinya. Tidak tahu namanya, tempat tinggalnya, serta keluarganya.
Suatu hari Raja iblis menemuinya dan memberikannya tempat tinggal dan untuk pertama kalinya ia memiliki dua saudara kembar yang sangat menyayanginya. Seorang pangeran dan putri dari Sang Raja Iblis.
Seiring dengan berjalannya waktu, Ia memiliki peran penting dalam dunia ini. Keberadaannya bahkan menjadi ancaman bagi Antagonis dari Cerita ini.
Anak ini bernama Laplace
-----------------------------------------
kutipan dari seseorang,
"Tuhan tidak menyuruhmu untuk sukses, Tapi menyuruhmu untuk berjuang tanpa henti"
◑cuma mampir lihat-lihat saja gak apa-apa👍, tapi yahh komen dikit lahh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan
Pertandingan persahabatan melawan Akademi Fortess sudah sangat dekat, Yaitu dua hari Lagi sebelum pertandingan.
dalam waktu yang singkat Laplace dan teman-temannya berlatih kerjasama tim yang baik.
Berkat buku yang Laplace buat, Teman-teman yang lain mulai terbiasa mengeluarkan sihir tanpa merapal mantra.
sebuah teori yang telah Laplace kembangkan, ternyata berbuah hasil namun Laplace juga sudah siap untuk menerima dampak negatif juga.
Pertarungan nanti akan diadakan di kerajaan iblis Utara, tepatnya berada di Fortess Arena.
Fortess Arena merupakan Arena pertarungan yang sangat luas, bahkan luasnya hampir setengah dari akademi Astaroth.
didalam pertandingan nanti, para peserta dilarang menggunakan senjata jenis apapun, dengan kata lain pertarungan nanti adalah pertarungan tangan kosong.
"Sepertinya kita tidak akan terlalu kesulitan melawan mereka nanti" ucap Vander.
"empat diantara kita bisa menggunakan perluasan area sihir, namun Laplace sepertinya tidak akan menggunakannya, jadi hanya ada tiga orang dengan perluasan area sihir, yaitu aku, Carmilla dan Si kembar" ucap Miya.
"Kukira Vander telah menguasai perluasan area sihir?" tanya Gil.
"Kupikir Special Ability milik Vander sudah sangat kuat" jawab Laplace.
"Dan kita masih punya dua Kartu As" ucap Laplace.
"Ehh, memangnya siapa senior?" tanya Lisa.
"tentu saja kekuatan Gil dan Vander, mereka berdua sangat ahli dalam pertarungan jarak dekat, dan walau Gil tidak dapat menggunakan Special Ability miliknya, tapi kudengar dia berhasil mengatasinya" jawab Laplace.
"Ya ampun, padahal aku berusaha merahasiakannya" ucap Gil.
"Bukankah kamu sendiri merupakan kartu As?" tanya Vander.
"itu tidak benar Vander, Menurutku Laplace adalah Joker" jawab Carmilla.
"Aku semakin bingung dengan pembicaraan ini" ucap Liya.
"Carmilla benar dan musuh juga memiliki satu joker, yang siap menghabisi kita kapanpun di pertandingan" jawab Laplace.
Disaat pembicaraan mulai menarik, Leis dan beberapa Anggota klub tahun ketiga datang membawakan makanan dan juga dukungan.
"Heyy, kalian juga perlu istirahat!" teriak Leis.
Laplace dan yang lainnya beristirahat sejenak sambil mengobrol dengan para senior dari klub.
"Apa kamu tidak khawatir Laplace?" tanya Twyla.
"Entahlah, aku juga tidak tahu, tetapi teman-temanku terlihat bersemangat untuk pertandingan nanti" jawab Laplace.
"Kudengar kamu akan menekan banyak kekuatanmu dipertandingan nanti?" tanya Leis.
"ketua benar, tapi kekuatan ku tetap sulit untuk ditekan, dan hanya bisa aku sembunyikan saja" jawab Laplace.
"Tapi, bukannya hal mudah bagimu untuk menang dipertandingan nanti?" tanya Twyla.
"Seandainya saja ini Pertarungan sungguhan aku pasti menang, namun dalam pertandingan nanti aku harus mengurangi jumlah kekuatan ku di batas standar, dan juga salah satu dari lawan ada yang memiliki special Ability peniru, Kami semua harus lebih berhati-hati dalam bertindak". jawab Laplace.
setelah beristirahat, Laplace dan teman-temannya berlatih kembali untuk pertandingan nanti.
Di sisi lain, Para murid yang akan menjadi lawan Laplace juga sedang berlatih dengan keras, mereka semua tampak percaya diri.
dan mereka juga telah mempelajari buku teori 'Master L'.
"Buku teori 'Master L'memang yang terbaikk!" ucap murid wanita di sana.
"Kamu memang benar, orang yang bernama 'Master L' ini pasti seseorang yang sangat jenius" jawab Rei.
"Hoy!, kalian berdua juga harus berlatih!" teriak seorang pria berbadan kekar.
"Rock, kamu terlalu berisik!" jawab murid wanita tadi.
"Dasar cebol!, nanti kamu tidak bisa tumbuh tinggi kalau hanya duduk disana" ucap Rock.
"Namaku bukan cebol!, panggil aku Quin!!" jawab Quin dengan kesal.
Para murid di akademi Fortess sudah terlihat sangat siap untuk pertandingan nanti.
pertandingan nanti akan disaksikan oleh kedua Raja dari masing-masing kerajaan.
murid dari akademi astaroth juga diperbolehkan untuk melihat pertandingan persahabatan nanti.
banyak sekali murid yang mendukung Laplace dan teman-temannya, namun juga ada yang merasa jika akademi astaroth akan kalah seperti biasanya.
keesokan harinya Laplace dan teman-temannya berangkat terlebih dahulu menuju akademi Fortess. sebagai peserta mereka diharuskan datang satu hari lebih awal agar tidak terlambat untuk pertandingan nanti.
"Laplaceku! berhati-hatilah diperjalanan, Aku akan mendukungmu dibarisan paling depan besok!" ucap Alice.
"Terima kasih kak Alice!"
Laplace dan Carmilla berangkat bersama menuju tempat berkumpulnya teman-teman mereka.
dan Mereka semua berangkat menuju akademi Fortess.
Leis dan Twyla memang mendampingi mereka, namun mereka tetap harus bersama seorang guru sebagai pembimbing mereka nanti.
dan yang menjadi pembimbing mereka adalah guru yang sangat digemari murid laki-laki yaitu, Master Tasia.
Master Tasia adalah Guru pembimbing mereka sekaligus wali kelas dari kelas yang ditempati Laplace.
Master Tasia sendiri adalah seorang Guru muda yang masih perawan, dan barangkali kalian ada yang berminat. (Bercanda)
Laplace dan teman-temannya diantarkan menuju ke kerajaan Iblis Utara tepatnya di penginapan yang akan mereka tempati.
mereka akhirnya sampai di penginapan di saat hari sudah menjelang sore.
penginapan Laki-laki dan perempuan tentu saja terpisah.
"Huahhhh, aku lelahhh!" ucap Gil sambil menguap.
"*Perjalanan tadi memang membosankan" ucap Laplace.
"Kalian berdua harus semangat!!, bagaimana kalau kita mandi terlebih dahulu, kudengar di penginapan ini terdapat pemandian air panas yang sangat Luas*" ucap Vander.
"Baiklah, sepertinya menyenangkan" jawab Laplace.
mereka bertiga akhirnya berendam di pemandian air panas yang begitu nikmat.
mereka bertiga telah berendam cukup lama dan Gil yang berada di pojok kolam dengan wajah yang terlihat merah.
"Hoy Gil apa kamu sehat?" tanya Vander.
"Hoy apa kamu berpikiran mesum dengan Bu Tasia?" tanya Laplace*.
Gil yang tersandar di pojok kolam akhirnya, tenggelam dan ternyata dari tadi Gil telah pingsan duluan.
"Gil!!"
Laplace dan Vander berteriak.
Di sisi lain, Bu Tasia dan murid perempuan juga sedang berendam di pemandian.
"Wah tubuh Bu Tasia sangat bagus!" ucap Liya.
"Tentu saja Bu guru, selalu merawat kesehatan dan kecantikan bu guru selama ini" jawab Bu Tasia.
"Tapi kenapa Bu Guru sampai sekarang masih belum menikah?" Tanya Carmilla.
sebuah pertanyaan yang sangat pahit melayang ke arah bu Tasia.
"Iya itu benar, kenapa Bu guru masih sendirian sampai sekarang?" tanya Lisa.
Bu Tasia tampak Marah dan kesal dengan pertanyaan tadi.
"Kalian Ini!" Bu Tasia terlihat geram.
Lalu Bu Tasia memukul Air dengan keras hingga terdengar suara seperti ombak.
"Blur!!!" (pokoknya sfx bro)
Keesokan harinya sebuah pertandingan sudah menanti Laplace dan teman-temannya.
Setelah dipanggil oleh Pembawa Acara Laplace dan teman-temannya memasuki Fortess Arena.
disana telah hadir tujuh orang lawan yang menjadi Lawan mereka.
"tunggu kalian serius, mereka terlihat sangat cupu!" ucap salah satu lawan.
"Jadi siapa diantara kalian yang bernama Laplace?" tanya Rock.
"Aku adalah Laplace, jadi kamu adalah Rock, badanmu yang besar mengingatkan ku dengan seseorang" jawan Laplace.
"Jadi kamu ya Laplace, kamu memakai pakaian yang berbeda dari teman-temanmu" ucap Rock.
"Itu karena Aku menyukai Warna Hitam" jawab Laplace.
Lalu kedua tim mengambil jarak yang telah ditentukan, kemudian pembawa acara mengumumkan peraturan dalam pertandingan ini.
setelah itu....
"Pertandingan persahabatan Antar Akademi, Dimulai!!"
susah bgt nyari author yg mampu tamatin kisahnya, beda sama author cina, biar beribu ribu tapi tetep tamat dan kebanyakan bisa selesai. sedangkan +62? entahlah, org indo umumnya cuma gabut doang, makan gaji buta, tamat kagak, bikin emosi iy-_
jadi teruntuk author yg sudah menamatkan kisahnya secara sempurna maupun tidak sempurna dari segala genre, saya sangat berterima kasih sudah menemani masa mager saya di era pandemi ini, dan terima kasih juga buat author Who? karena sudah menciptakan karya yg luar biasa ini, selalu ditunggu kisah kisah baru yg anda ciptakan. dan tolong di selesaikan dan tamatkan, saya sudah muak baca novel yg memggantung terus menerus 🙏