Bagaimana jika dirimu dihadapkan diantara dua pilihan yang sulit?
Itulah yang dialami wanita cantik bernama Maya, terjebak cinta diantara dua bersaudara.
Aiden yang berjuang dan membantunya kembali bangkit pada trauma masa lalunya
Alden cinta pertama Maya dan ayah dari anaknya
Siapakah kira kira yang mendapatkan hatinya?
*Lanjutan cerita dari Story of Maya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pilihan Sulit
🌷🌷🌷
Seorang pelayan wanita lari tergopoh mendatangi majikannya yang kini duduk bersantai dengan menantu dan cucunya.
"Tuan, Nyonya.. tuan Muda sedang berkelahi di taman belakang," lapor pelayan itu.
Sontak Henry dan Rita langsung berlari ke taman belakang, Sinta dan El juga mengikuti dari belakang.
Sedangkan di taman belakang kedua kakak beradik itu masih saling hajar satu sama lain, penjaga dan tukang kebun sudah berusaha melerai sebelumnya tapi gagal. Karena diantara keduanya tidak ada yang mau mengalah.
"Hentikan!" teriak Henry yang sudah mendekat.
Suara berat dari pria paruh baya itu menghentikan aksi keduanya.
Alden dan Aiden masih saling bertatapan dengan tajam, wajah mereka sudah babak belur. Darah segar mengalir di sudut bibir keduanya. Luka lebam memenuhi wajah rupawan mereka.
"Ada apa ini?" tanya Henry dengan gusar.
Tapi kedua kakak beradik itu enggan bersuara karena mereka masih mengatur nafas mereka yang masih terputus-putus.
Sinta mendatangi suaminya tapi Alden segera menepis tangan Sinta dan berlalu pergi meninggalkan taman.
"Aiden, kenapa kau berkelahi dengan kakakmu?" tanya Rita pada putra bungsunya itu sambil menyentuh wajahnya yang penuh luka.
Saat Aiden ingin membuka suara Sinta sudah menyela, dia takut Aiden akan membongkar semua rahasianya. Wanita itu menduga kalau perkelahian antara kakak beradik itu pasti gara-gara Maya.
"Biar aku yang mengobati lukamu, adik ipar," Sinta menawarkan diri.
"Kalian seperti anak kecil!" Henry berkata dengan geram dan berlalu dari taman itu.
Rita mengikuti kemana suaminya pergi karena takut sakitnya akan kambuh lagi melihat anaknya yang mulai tak akur lagi.
Kini di taman itu tinggal Aiden, Sinta dan El.
"El, masuk ke dalam dulu ya! Mommy mau mengobati Uncle," ucap Sinta pada putrinya itu.
"Kenapa uncle dan daddy berkelahi, mom?" tanya El polos.
"Itu urusan orang dewasa, sekarang El masuk. Nanti mommy menyusul, okay princess," bujuk Sinta.
El menurut dan masuk ke dalam meninggalkan Sinta berdua saja dengan Aiden.
"Adik ipar, ayo ku obati dulu lukamu," ucap Sinta.
Sebelumnya Sinta sudah menyuruh pelayan untuk mengambilkan kotak P3K untuk mengobati luka Aiden.
"Cih! tidak usah sok baik padaku, penyihir sepertimu tidak pantas menyentuhku! Semua masalah ini karena obsesimu! Jadi, mulai sekarang hentikan obsesi gilamu itu!"
Aiden sungguh tidak suka dengan Sinta, dari dulu dia memang jarang bertegur sapa dengan wanita itu. Tapi saat mengetahui dia menyakiti Maya timbulah rasa kebencian dihatinya.
"Aku hanya ingin keluarga yang sempurna apa itu salah? Maya sudah setuju dari awal tapi lihatlah dia mengkhianati kepercayaanku, dia malah jatuh cinta pada suamiku. Dan lebih gilanya lagi Alden membalas perasaannya. Wanita itu memang seorang penggoda! Pasti kau jatuh hati padanya karena dia melemparkan tubuhnya padamu bukan!"
Plak!
Satu tamparan mendarat ke pipi mulus Sinta. Aiden tidak peduli jika ada yang menghina wanitanya pasti dia akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
"Jaga ucapanmu itu! Dia jauh lebih terhormat darimu! Aku akan membicarakan masalah ini dengan orangtuaku, kita lihat bagaimana mereka akan memandangmu setelah itu!"
Sinta masih memegang pipinya yang terasa panas oleh tamparan Aiden, dan itu membuatnya semakin membenci Maya kenapa Maya begitu dicintai sementara dirinya tidak.
"Kau pikir Al tidak ingin membicarakan masalah ini dengan orangtuamu! Dia selalu menutupi karena memikirkan kesehatan papamu, kau tidak ingin bukan papamu terkena serangan jantung menerima kenyataan ini! Dan jika papamu mati kaulah penyebabnya! Selama ini kau selalu bermusuhan dengan orang tuamu jadilah anak berbakti setidaknya kali ini! Dan apa kau juga tidak memikirkan perasaan El bagaimana? Apa anak itu bisa menerima begitu saja? pikirkan itu semua!"
Setelah berkata seperti itu Sinta meninggalkan Aiden yang masih kelihatan emosi. Sinta tidak mau terkena pelampiasannya lagi.
Disisi lain, Alden yang lebih dulu meninggalkan keluarganya di taman belakang masuk ke dalam untuk mencari Maya di kamarnya.
Saat membuka pintu dia melihat wanita yang sangat dirindukannya itu sedang berdiri di balkon kamarnya merenung seorang diri. Alden segera mendekati wanita dan memeluknya dari belakang.
Sontak Maya langsung membalik badannya karena merasa jika itu bukan Aiden, Maya begitu hafal aroma tubuh calon suaminya itu.
"Kak Al.. " ucap Maya lirih.
Alden langsung saja memagut bibir Maya dengan lembut, Maya tidak menolak tapi juga tidak membalas ciuman itu. Badannya saat ini seperti terkena aliran listrik, jauh dilubuk hatinya dia juga sangat merindukan hal ini.
Alden menyatukan dahinya dengan dahi Maya saat sudah melepas ciumannya.
"Katakan aku tidak mimpi, May? Aku takut ini hanya halusinasiku saja."
"Aku nyata kak, aku masih hidup," sahut Maya.
"Bagaimana bisa? Aku melihat sendiri waktu itu kau terbujur kaku di rumah sakit."
"Apa kakak melihat sendiri saat aku di makamkan?" tanya Maya.
Alden menggeleng, dia memang waktu itu menyerahkan semua prosesi pemakaman lewat Aldo karena tidak sanggup melihat orang yang dicintainya sudah tiada.
"Wajah kakak kenapa?" tanya Maya lagi.
Setelah itu Maya menarik tangan Alden untuk duduk di sisi ranjang sementara Maya mengambil kotak P3K untuk mengobati luka Alden.
Maya begitu telaten mengobati luka yang ada di wajah Alden sementara Alden terus memandangi wajah Maya dengan lekat.
"Kau masih istriku May, aku belum menceraikanmu. Selama 7 tahun ini aku masih memikirkan dan tidak bisa melupakanmu," ucap Alden saat Maya sudah selesai mengobati lukanya.
"Sekarang situasinya beda kak, aku sudah bersama Aiden. Aku benar-benar tidak tahu jika kalian bersaudara. Jadi, mulai sekarang lupakan aku," sahut Maya dengan menundukkan wajahnya.
Alden meraih dagu Maya agar menatapnya.
"Apa kau tidak mencintaiku lagi, May? Jadi, selama tujuh tahun ini kau tinggal di Malang? Bodohnya aku beberapa waktu lalu aku kesana jadi kau sudah menjalin kasih dengan adikku saat itu? May, aku masih sulit mencerna ini semua! Sebenarnya apa yang terjadi? Ceritakan padaku agar aku tahu langkah apa yang akan ku ambil setelahnya."
Maya masih ragu untuk menceritakan semuanya tapi rasanya masalah ini tidak bisa ditutupi lagi. Akhirnya dengan berat hati Maya menceritakan semuanya pada Alden, kenapa dia bisa berpura-pura mati dan pergi.
Tentu saja Alden yang mendengar jika Sinta dalang dibalik semua itu menjadi geram. Ternyata, selama 7 tahun ini Sinta membohongi dirinya. Cukup sudah toleransinya selama ini.
"Aku akan menceraikannya! Sudah cukup selama ini aku menahan kesabaranku. Aku akan meresmikan pernikahan kita, kita mulai dari awal lagi sayang. Kita besarkan anak kita bersama," ucap Alden dengan mengecup bibir Maya kembali.
Maya memundurkan badannya.
"Kak, aku--"
Belum sempat Maya menyelesaikan kalimatnya Alden sudah memajukan tubuhnya dan menindih tubuh Maya.
"Aku tahu kau masih mencintaiku, aku menderita selama ini sayang. Ku pikir kau sudah mati tapi sekarang aku bisa melihatmu lagi bukankah ini pertanda jika cinta kita cinta sejati. Aiden sebagai perantara pertemuan kita sayang. Jadi, jangan tinggalkan aku lagi. Sudah cukup 7 tahun ini kau menyiksaku."
Maya tak tahu harus berkata apa lagi. Otaknya rasa berputar-putar tak karuan.
"Oh Tuhan.. kenapa aku harus terjebak diantara pilihan yang sulit?"
🌷🌷🌷
awalnya ngira Maya bakalan balikan lg ma Alden, secara ada pesan Aiden yg nyuruh buat jagain Maya dan anaknya ke Alden..
mungkin kakak author bingung jg nentuin mau ngilangin tokoh yg mana..
secara Aiden dari dulu selalu merasa dianaktirikan ma keluarganya, sedangkan Alden dah puas ngerasain cinta ortu dan Sinta pada awalnya..
jadinya kakak author mau ngasih keadilan jg buat Aiden biar sama2 bahagia..
jadi ceritanya turun ranjang ini mah ya..
tetep keren ceritanya walopun di puncak konflik bikin nyesek bacanya..
dan pada akhirnya jati diri author keluar di akhir2 cerita 😁😁😁🤭🤭🤭
g usah season 3 ya kak, kasian Aiden ma Maya biar happily ever after..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰😍🤩