NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA SEORANG GANGSTER

TAKDIR CINTA SEORANG GANGSTER

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:189.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Sejak dihianati oleh Ayah dan Kekasihnya. Justin tidak percaya lagi pada sesuatu yang dinamakan cinta. Justin menganggap bila cinta adalah hal yang tabuh dan memuakkan. Menganggap semua wanita itu sama saja, penghianat dan tidak bisa di percaya. Namun pertemuan singkatnya dengan seorang gadis di sebuah bar yang akhirnya merubah pandangannya tentang cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 "Rencana Liburan"

"Hyung, di sini."

Thomas segera melambaikan tangannya saat menyadari kedatangan Justin. Pemuda itu berjalan dengan tenang menghampiri teman-temannya. Mata Justin memicing karna tidak menemukan keberadaan Sean di antara teman-temannya yang lain. "Dimana, Sean?"

"Dia belum datang. Katanya masih ada urusan penting," jawab Leo menyahuti.

"Buatkan aku yang seperti biasa."

Justin memanggil Xion dan memesan. Pria berpipi chubby itu tersenyum seraya membentuk huruf O sesaat sebelum mengambil beberapa jenis alkohol seperti Brandy, Dark Rum, Bourbon Whiskey dan Champagne lalu menuangnya kedalam Shot Glass sebagai takaran. Kemudian Xion mencampurkannya serta manambahkan es batu, lemon dan cherry kedalam gelas Brandy.

Xion segera menyajikannya pada Justin. Warna jingga segera menghiasi gelas warna trasparan tersebut.

Chatham Artillery Punch. Adalah minuman yang diakui sebagai minuman berjenis Punch terkuat karna persentase alkohol tinggi dari berbagai jenis minuman keras yang dicampurkan dalam satu gelas.

Justin menyesap minumannya itu dengan nikmat. Kedua matanya terpejam merasakan sensasi alkohol yang mengalir kekerongannya. "Sepertinya kau begitu menikmati minuman hasil karyaku, Justin Qin. Tidak di ragukan lagi jika diriku ini adalah bartender terbaik sepanjang masa." Ujarnya terkekeh. Xion begitu bangga ketika memuji dirinya sendiri.

"Cih, kau terlalu narsis, Hyung. Tidak ada yang memuji minuman buatanmu selain dirimu sendiri." Ujar Felix secara blak-blakan.

"Yakkk!! Bocah diamlah, memangnya siapa yang memintamu untuk bicara!"

"Tidak ada. Tapi, Hyung. Asal kau tau saja jika aku ini bicara karna aku mempunyai mulut dan lidah. Jadi, wajar-wajar saja kalau aku menanggapi ucapanmu."

"Aku tidak tau apa sih bagusnya kalian bertiga sampai-sampai, Justin, harus merekrut kalian menjadi anggota geng."

"Yakk! Xion, Hyung. Kenapa malah bawah-bawah kami juga, bukankah kau debatnya cuma dengan bocah ini saja." Protes Thomas tidak terima.

"Tapi kalian bertiga memang tidak ada bedanya, kalian sama saja. Sama-sama tukang membuat onar." Ujar Xion tak mau kalah.

"Cih, dasar bakpao menyebalkan."

"Sialan kau Anak Aya, dan berhenti memanggilku bakpao menyebalkan,"

Juatin mendesah berat. Rasanya ia sudah bosan mendengar perdebatan antara teman-temannya. Mereka tidak pernah bisa membiarkan dirinya merasa tenang barang sedikit saja. Jika bukan karna sudah mengenal mereka dengan baik, pasti Justin sudah menggantung mereka berempat secara hidup-hidup.

Mengabaikan Xion yang tengah dikeroyok oleh Sehun, Thomas dan Felix. Justin beranjak dan berjalan menuju sofa merah yang berada disudut ruangan diikuti Leol Bukan hanya Justin saja yang terganggu, tapi Leo juga. Leo sampai bosan dan selalu menyumpal telinganya setiap mendengar mereka mulai berdebat. Dan untungnya saja mereka tidak tinggal dalam satu atap. Bukan berarti tidak terjadi keributan sama sekali karna Sean sering menjadi korban kejahilan mereka bertiga.

Tapi semenyebalkan dan seberisik apapun mereka, mereka tetaplah bagian dari Five Corner yang paling berharga. Bagi Justin mereka bukan hanya sekedar teman satu geng saja melainkan keluarga. Apa yang tidak pernah Justin dapatkan dari keluarganya justru bisa dia dapatkan dari mereka. Kehadiran mereka selalu mengisi kekosongan dalam hati dan hidup Justin. Dan posisi mereka tidak akan mudah terganti oleh siapa pun termasuk kakak serta ayah kandungnya sendiri.

"Ini soal orang yang mengirim laki-laki itu. Aku dan, Sean, sudah berhasil menemukan siapa pelakunya. Mungkin kau tidak akan percaya jika kami mengatakan jika orang itu adalah kakakmu sendiri, Brian. Tentang apa tujuannya kami sendiri belum tau." Ujar Leo panjang lebar.

"Brian? Kau yakin dialah pelakunya?"

"Hm! Ternyata laki-laki itu memiliki sebuah rekaman yang didalamnya berisi suara, Brian, dan laki-laki itu sebelum dia kehilangan lidahnya. Kau bisa mendengarnya sendiri," Leo menyerahkan sebuah rekaman pada Justin dan meminta pemuda itu mendengarkan secara langsung.

Brakkk!!!

"BAJ*NGAN ITU." geram Justin seraya membanting rekaman tersebut. Dan apa yang Justin lakukan hampir saja membuat Leo terkena serangan jantung dadakan. "Benar-benar sudah bosan hidup dia rupanya."

"YAKK!! RUSA KUTUB, TIDAK BISAKAH KAU TIDAK BERTERIAK DAN MEMBUATKU JANTUNGAN." Amuk Leo sambil mengusap dada. "Bagaimana jika aku sampai muda? Kau mau bertanggungjawab?" lanjutnya.

"Cih, berhenti bersikap berlebihan," sinis Justin seraya menatap Leo dengan tajam.

"Jangan menatapku seperti itu, Justin Qin, kau membuatku merinding. Apa kau tidak sadar jika tatapanmu itu terlalu horror,"

"Cih. King of drama." sahut Kim menimpali.

"Diamlah kau hitam."

"SUDAH DIAM! TIDAK BISAKAH KALIAN SEMUA MEMBIARKAN AKU MERASA TENANG SEBENTAR SAJA? JIKA INGIN BERDEBAT, SEBAIKNYA KALIAN KELUAR SAJA." Amuk Justin yang mulai kehilangan kesabaran karna ulah teman-temannya.

"Hyung, ada apa sebenarnya? Datang-datang malah menyeret kami semua kemari." Protes Thomas pada Sean yang seenaknya menarik dirinya, Sehun dan Felix untuk mnghampiri Justin, Leo dan Kim. Melihat kedatangan mereka membuat Justin mendesah berat. Belum selesai satu masalah malah datang masalah baru. "Hyung, jangan dorong-dorong."

"Diam dan duduk saja bocah! Oya, aku memiliki informasi penting dan sangat membahagiakan untuk kalian semua. Kalian semua tau bukan jika aku ini sangat kaya dan memiliki banyak dolar yang tidak terhitung jumlahnya, liburan mewah sudah sangat biasa untukku dan untuk itu aku-"

"Jadi kau membawa kami kemari hanya untuk mendengarkanmu pamer hartamu itu? Kau menyebalkan, Hyung."

"Diamlah dulu, Kim Sehun! Aku belum selesai jadi jangan di potong dulu," geram Sean sambil melempar beberpa butir kacang pada Sehun. "Oke aku lanjutkan. Aku yang tampan dan baik hati serta tidak sombong ini akan mengajak kalian semua pergi berlibur mewah dengan kapal pesiar milik keluarga, Kim... Bagaimana? Kalian bahagia tidak??"

"Huaaa!!! Benarkah? Hyung, kau tidak bercanda bukan? Sungguh, kau ingin membawa kami berlibur dengan kapal pesiar?" pekik Felix dengan mata berbinar-binar "Kau bersungguh-sungguhkan? Tidak hanya sekedar membohongi kami semua kan?"

"Tentu saja tidak bocah."

"Huaaaa!!! Kyyyaaaa, liburan.. horeee." Teriak Felix kegirangan.

Pemuda itu begitu bahagia mendengar akan berlibur mewah dengan sebuah kapal pesiar. Felix langsung memeluk Sean dan mencium pipinya berkali-kali .

"Kau memang yang paling baik, Hyung. Kau yang terbaik, aku menyayangimu."

Justin mendengus geli melihat tingkah si maknae.

"Kalian pergi saja karna aku tidak berminat untuk pergi berlibur." Ujar Justin dan berlalu begitu saja sampai seruan menghentikan langkahnya.

"Jika kau tidak ikut lalu siapa yang akan menemani, Jja, selama perjalanan?"

Tapp!!

Justin menghentikan langkahnya kemudian menoleh dan menatap Sean dengan mata menyipit. Senyum Sean mengembang lebar melihat reaksi Justin saat dia menyebutkan nama gadis bermarga Min tersebut. Ya meskipun pada kenyataannya merasa miris dalam hati karna jika taruhan itu Felix dan V yang memenangkannya. Maka itu artinya diri-nya, Leo dan Xion "harus siap menerima hukumannya.

"Apa? Jia?"

.

.

.

BERSAMBUNG.

1
EndRu
sad ending..
aku kira walaupun Jia meninggal.
setidaknya bayinya bisa disela dan menemani Justin di sisa hidupnya. walaupun Justin tidak akan pernah menikah lagi.
hadeeh
arfan
up
SoRA🌠🦋
lucu🤭
SoRA🌠🦋
dari awal baca udah bagus semoga seterusnya bagus .
keren banget ceritanya thor👍🏻🥰
SoRA🌠🦋
bagus 👍🏻
Dewi Dina
hiduplah dengan baik , pesan terakhir untuk Justin dari Jia .
Dewi Dina
demi Jia apapun akan dilakukan oleh Justin
Dewi Dina
bukannya ciuman yang ketiga ya
Dewi Dina
ternyata Jia mempunyai kakak laki laki
Dewi Dina
jangan bersedih Jia , karena kamu dikelilingi orang orang yang menyayangimu .
Dewi Dina
Jia ,untung ada Justin yang selalu menolong mu
Dewi Dina
Five Corner
Nur Azizah
budi dibalas baik..
Cherry
Bryan nya aja bodoh lbh milih jalang drpd Jia
Cherry
aduhhh Jia... Jia.. selalu dpt masalah tp selalu ditolong sm orang yang sama yaitu Justin... jodoh 😄😄
Cherry
kl gw pasti langsung habis2 an kl perlu sampai gk bisa bangun lg tuh bapak sinting berani ambil ceweknya dijadikan istri nya ..to emang ceweknya aja matre kl
Justin knp setiap ketemu Jia pasti lg butuh pertolongan.... ckckck...
Cherry
ditolong udah tiga kali berarti berjodoh.... wkwkwk
Cherry
baru baca tp seru
Nurliah Kisarani Lia
aku dah like semua episodemu di sini ya thor ..
semangattsss....
Ina Yulfiana
ko endingnya malah air mata thor . 😭😭😭
Ellnara: Iya kak. Cus baca juga novel baruku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!