NovelToon NovelToon
Suamiku Adalah CEO

Suamiku Adalah CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.2
Nama Author: enaldi

entah kesialan apa yang menimpa Andriana hingga harus bertemu kembali dengan pria dingin dan galak itu, apalagi harus sampai menikah dengannya. Andriana yang awalnya membenci dengan CEOnya itu perlahan juga menyinpan perasaan yang sama. Namun perjalanan untuk menyatukan kedua perasaan tersebut terlalu banyak hambatan hingga membuat andriana berada dititik keputus asaan. .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 20

AUTHOR POV

"selamat malam, maaf papa telat" ucap papa alex yang baru saja sampai dirumah, diapun langsung duduk didekat alex.

"Gimama kerjaan papa di italy" tanya alex pada papanya.

"semua berjalan dengan lancar, sesuai dengan harapan papa" ucapnya dan mengalihkan pandangannya pada seorang wanita yang tidak asing baginya.

"nak andriana , bagaimana kabarmu?" ucap papa alex tersenyum pada andriana

"eh baik om, om sendiri gimana kabarnya?" tanya andriana kembali menanyakan kabar.

"om juga baik baik saja"

"bagaimana pekerjaanmu, apa alex memperlakukanmu dengan baik"lanjutnya

"iya om. . pak alex memperlakukan saya dengan baik " ucap andriana

"tidak usah seformal itu, kalau diluar kantor panggil alex aja"

"ehh.. iyya om"

"tadi mama udah ingetin juga andriana kok pa, agar cukup memanggil alex aja kalau diluar kantor. tapi mungkin andriana lupa, karna kebiasaan dikantor" sahut mama alex mencoba menjelaskan

alexander terlihat tidak suka pada andriana yang bersikap manis pada papanya karna selama ini andriana tidak pernah bersikap semanis itu padanya.

"karna papa sudah datang, sekarang kita kemeja makan untuk makan malam" ujar mama alex mengajak semuanya untuk makan malam.

andriana dan keluarga alexpun menikmati makan malam yang telah disiapkan para pelayan, mereka makan tanpa ada pembicaraan karna dalam aturan keluarga alex tidak boleh mengobrol pada saat makan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ANDRIANA POV

Aku baru saja menyelesaikan makan malamku bersama keluarga pak alex tdak ada obrolan sama sekali pada saat makan mungkin sudah kebiasaan dalam keluarga pak alex.

"kapan kamu akan menikah son? " om markpun memulai pembicaraan dan bertanya pada pak alex

"Ayolah pa....alex masih belum mau menikah, lagian umur alex baru 27 tahun" ucap alex

"tapi son umur segitu seharusnya kamu sudah menikah, papa sama mamakan pengen nimang cucu dari kamu" sahut tante maria

aku hanya duduk diam mendengarkan pembicaraan mereka tidak mungkinkan aku ikut gabung dalam pembicaraan mereka.

"kan cucu papa mama sudah ada anak dari kak EDWARD sama NATASYA" pak alex terlihat mencoba membela diri aku hanya mencoba menahan tawaku melihat ekspreai wajah pak alex sekarang.

"jadi pak alex punya saudara, apa saudara pak alex wajahnya juga datar kayak tembok?" batinku

"bedalah son , mama ingin cucu dari kamu biar rumah ini ramai lagi. kamu tau sendirikan cucu cucu mama sama papa pada jauh" ujar tante maria

"betul kata mamamu son , papa sama mama ingin cucu dari kamu.. iyyakan nak andriana?" akupun kaget mendengar ucapan om mark yang meminta pendapatku, apalagi sekarang pak alex sekarang menatap tajam kearahku begitupun om mark dan tante maria yang menunggu jawabanku.

"situasi macam apa ini, benar benar tidak menguntungkan" batinku, akupun mengumpulkan keberanian untuk menjawabnya.

"ehh.. iyya om, apa yang om bilang bener kok" ucapku tanpa melihat pak alex, aku bisa memastikan sekarang pak alex pasti kesal dan akan marah padaku karna tidak membelanya.

"dengar sendirikan son andriana aja setuju sama ucapan papa sama mama" ucap om mark

aku sempat melirik pak alex dan sesuai dugaanku dia menatap kearahku dengan tatapan membunuh.

"pokoknya kamu harus secepatnya membawa kekasihmu dihadapan mama dan papa son untuk menjadi menantu dikeluarga dirumah ini" ucapan tante maria membuat alex tidak bisa menanggapinya lagi.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ALEXANDER POV

aku mengepalkan tanganku dan menatap tajam andriana yang telah memihak pada papa dan mama dibanding memihak padaku yang jelas atasannya dan sekaligus kekasihnya.

"yaudahlah ma, Alex anterin andriana pulang dulu sudah jam 9 malam " ucapku pada mama

"yasudah kamu antar andriana pulang, dan ingat ucapan mama dan papa tadi son" aku melihat papa hanya mengangggukkan kepalanya mendengar ucapan mama.

setelah andriana berpamitan, akupun menyuruh andriana agar mengikutiku keluar dari rumah dan segera masuk kedalam mobil.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ANDRIANA POV

Aku segera masuk kedalam mobil setelah mendapat perintah dari pak alex. raut wajah alex sekarang benar benar menakutkan, aku tidak berani untuk menatapnya. pak alex melajukan mobilnya tidak seperti biasa, pak alex terus menambah kecepatan mobilnya. jujur aku tidak bisa menyembunyikan ketakutanku sekarang

"saya benar benar minta maaf soal tadi, tolong pelankan mobilnya saya benar benar takut" ucapku memohon pada pak alex, namun bukannya dipelankan pak alex justru menambah kecapatannya.

"pleasee turunkan kecepatan mobilmu, hisssssss kumohon" akupun menangis karna tidak bisa lagi menahan ketakutanku.

pak alexpun menurunkan kecepatan mobilnya namun aku masih ketakutan dan terus menangis hingga pak alex menghentikan mobilnya.

"maafkan aku baby, berhentilah menangis" pak Alex mendekatkan tubuhnya dan mencoba menghapus air mataku namun aku mendorongnya.

"aku turun disini saja" aku segera membuka pintu mobil dan keluar. pak alexpun ikut keluar dan memegang tanganku yang berjalan menjauh dari mobilnya.

"lepaskan tanganmu" ucapku.

namun pak alex tidak melepaskan tangannya, akupun menghempaskan tangan pak alex.

namun pak alex justru menarik tanganku kuat kuat hingga aku tersentak jatuh kepelukannya.

"lepaskan aku" akupun berusaha melepaskan pelukannya namun pak alex justru mempererat pelukannya padaku

"maafkan aku baby, aku tidak bermaksud membuatmu takut" ucapnya yang terdengar tulus, akupun menghentikan tangisku, perlahan pak alexpun melepaskan pelukannya dan tersenyum manis menatapku sambil menghapus sisa air mata dipipiku.

1
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih 👍👍👍
Praised94
terima kasih 👍💪
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍
Praised94
terima kasih
Praised94
terima kasih 👍👍👍👍
Praised94
terima kasih 👍👍👍
Praised94
terima kasih
Siska Nashiva
lanjut...ceritanya seru
Royhan Alfan
lanjutkan donk
Royhan Alfan
+6282232387838
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!