Chelsea Cellina Stefani adalah seorang gadis cantik dan juga pintar dia adalah sahabat baik Earlyn.
Mereka telah bersahabat semenjak kecil.
Darielle Abrisham Nathaniel atau yang biasa dipanggil Ziel adalah sahabat kecil mereka.
Ketika lulus SMA Ziel melanjutkan kuliah di Harvard University sehingga mereka terpisah selama beberapa tahun. Namun walau begitu mereka masih tetap saling memberi kabar.
Ziel tidak mengetahui bahwa diantara Celline dan Earlyn memendam perasaan yang sama pada orang yang sama. Akankah Ziel memilih salah satu diantara mereka ataukah dia menjatuhkan pilihan pada gadis lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ThaRoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surprise Untuk Ziel
Suasana nampak sibuk dan ramai malam itu. Beberapa keluarga dan kerabat dekat Daniel-Alma sudah mulai berdatangan.
Mereka membawa hadiah-hadiah spesial untuk Ziel dan Ziel banyak menerima ucapan serta pelukan dari semua orang.
Pada umumnya anak-anak gadis mereka berlomba-lomba untuk menarik perhatian Axel dan Ziel. Namun mereka hanya membalasnya sekedar saja tidak berlebihan.
Nampak Firda-Yugho-Kean sudah datang dari jam 4 sore karena tugas Firda adalah mempersiapkan semua pesta ini. Taklama Jordan-Ana-Jasvier datang menjambanginya juga.
Jam 5 lewat barulah keluarga Abraham-Mitha-Earlyn-Prince tiba dirumah kediaman Daniel.
Earlyn nampak cantik sekali dia berdandan ala bridal wanita dengan baju mewah yang melilit ditubuhnya ditambah high heels berwarna bening untuk menutupi kaki indahnya.
Hampir semua mata menatap takjub kepadanya dan sebagian anak gadis mendecis tidak suka karena Earlyn adalah saingan berat mereka untuk mendapatkan perhatian Axel maupun Ziel.
Alma dan Daniel menerima kedatangan mereka dengan sangat sumringah. Mereka berkumpul diruang utama yang luas dan sudah didesign mirip dengan ballroom hotel. Tidak lupa lampu hias dan lampu tembak pun memenuhi ruangan kolam dan taman mereka. Nampak beberapa pelayan hilir mudik menjajakan minuman dan makanan untuk para tamu yang datang.
Begitu juga Allea-Darren-Alice mereka datang selepas maghrib dan Darren menghadiahi Ziel kunci mobil sport mewah edisi khusus. Ziel nampak sangat bahagia menerima hadiah dari paman kesayangannya itu. Darren menyayangi keponakan-keponakannya itu sama seperti dia menyayangi anaknya karena memang hanya tinggal mereka keluarga terdekatnya. Dan kepada Ziel-lah dia akan menurunkan tampuk kekuasaannya. Dan inilah tugas terberat Ziel warisan dari ayah dan pamannya itu. Ziel-Axel-Alice akan menjadi trio tangguh pewaris kerajaan Grup H.
Nisha-Daddy Zi-Zoey dan si kembar juga turut hadir semua. Acara makan malam keluarga berubah menjadi pesta setelah semua tamu undangan datang.
Mata Axel daritadi terus saja mencari keberadaan Celline namun yang dicari tak kunjung datang batang hidungnya. Dia berdiri di depan meja bartender sambil memegang segelas wine dan menyelipkan sebelah tangannya disaku celananya.
"Apa dia lupa?mengapa dia tidak datang?ini acara Ziel tidak mungkin dia akan melupakannya. Apa sebaiknya aku menelponnya?tidak..tidak...aku tidak ingin harga diriku hancur lagi" Axel menatap gadis-gadis cantik dengan pakaian belahan tinggi diatas paha. Dia tersenyum melihat mereka, salah satu dari mereka berusaha mendekati Axel. Saat ini Axel tidak menolaknya malah dia menyambut ramah kehadiran gadis itu dan mengajaknya berdansa. Sebelah tangannya mulai memegang pinggang gadis itu dan sebelah tangannya lagi berada dipunggung gadis itu.Dia mulai memutar tubuh gadis itu dan berdansa bersama dengan sedikit erotik dan tentu saja mereka saling menempelkan tubuh masing-masing. Bagian inilah yang dia sukai dari gadis-gadis nakal yang berani menghampirinya.
Taklama kawan lama Ziel yang bernama James segera menghampiri Ziel dan "Surpriseeeee" ucapnya.
Ziel nampak kaget dan bahagia melihat kedatangan temannya itu.
"Selamat hari jadi bro. Aku sengaja datang tanpa memberitahumu karena aku ingin buat kejutan untukmu" ucapnya berbisik.
"Sudah lama kita tidak bertemu James...aku kira kamu sudah lupa dengan kelahiranku hahaha" Ziel memeluk sekali lagi sahabatnya itu. Dan langsung mengajak pergi ke bartender untuk meminta dua gelas sampagne.
"Aku akan memberimu surprise sungguhan" James sambil menenggak sampagne-nya.
"Hahaha....surprise apa lagi untukku?" Ziel
"Kamu akan mengetahuinya setelah ini" James mengerdipkan mata nakal ke arah Ziel dan dibalas tawa oleh Ziel.
Jam 7 lewat Celline baru tiba di acara Ziel.
Suasana malam itu sangat meriah dia melihat kesemua arah namun tak tampak yang punya acara.
Entahlah dia akan menyerahkannya atau tidak kado untuk Ziel itu. Dia sedang menimang-nimang hadiah itu dan akhirnya diputuskan jika dia tidak akan memberikan hadiah itu setelah mendengar pembicaraan beberapa orang gadis.
"Ziel banyak mendapat hadiah istimewa. Pamannya memberi hadiah mobil sport keluaran terbaru limited edition. Tantenya memberikan kunci apartemen. Ya Tuhan...betapa beruntungnya Ziel itu. Dan satu lagi gadis yang selalu menempel dengan Ziel itu memberikan dia tiket liburan ke Turki selama 2 minggu. Pasti gadis itu akan ikut liburan bersama Ziel" ucap salah seorang tamu wanita.
"Siapa sih nama gadis itu" tanya yang lainnya.
"Earlyn kalau tidak salah. Wajar saja dia memberikan hadiah mewah itu karena ibu mereka berteman sudah pasti mereka akan menjodohkan dengan anaknya" bisik wanita yang lain.
"Aku berdoa semoga mereka putus" ujar yang lainnya dan seketika mereka tertawa begitu melihat Earlyn.
Earlyn sedikit terganggu dengan aksi melihat-lihat yang mereka lakukan.
"Hihihi..lihat putri itu sendiri dan pangerannya entah kemana" ejek yang lainnya.
"Ohh....sang pangeran ternyata sedang mengejar gadis yang lainnya" mereka tertawa ngakak bersama.
Earlyn tidak sanggup mendengar kata-kata mereka akhirnya dia segera berlalu dari tempat itu dan tidak memperdulikan ucapan-ucapan yang lainnya.
Tanpa sengaja Ziel melihat Celline yang sedang duduk sambil meminum segelas soda. Dia melihat hadiah yang nampak seperti buku dibungkus dengan kertas kado berwarna jingga. Celline mengetuk-ngetukkan buku itu kemudian dia meletakkan hadiah itu disampingnya.
Ziel segera mendekat dan menyapa Celline.
"Kenapa kamu tidak memberi ucapan padaku" tanyanya
Celline mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Ziel dengan kaget.
"Oh..kakak...maaf tadi aku mencarimu namun tidak ketemu. Selamat Hari Jadi kak...semoga diusia kakak yang semakin dewasa ini selalu diberikan kesehatan dan panjang umur slalu" itu doa Celline.
"Terima kasih atas perhatiannya Line. Apakah ada kado untukku?" Tanyanya bingung.
Celline nampak berfikir sebentar kemudian menarik nafas panjang.
"Maaf kak aku lupa mambawa kado" jawabnya dengan sangat menyesal.
"Its oke Line yang penting kamu sudah hadir di acara hari jadiku ini" ucap Ziel dan dia langsung mengambil bungkusan berwarna jingga itu. Celline nampak sangat kaget begitu melihat Ziel sedang memegang-megang hadiahnya itu.
"Kem-kembalikan hadiah itu kak. Itu milikku bukan milikmu" Celline berusaha mengambil hadiah itu dan Ziel segera mengangkat ke atas tinggi-tinggi hadiah itu sehingga Celline tidak bisa menggapai tangan Ziel.
"Tidak banyak yang bisa kuberikan.
Hanya kisah cinta roman picisan ini sebagai tanda hadirku untukmu.
Diantara kemewahan yang mengelilingimu semoga hadiah kecil ini bisa membawa tawa untukmu"
Ttd
CELLINE
Ziel nampak tersenyum melihat hadiah pemberian Celline.
"Tidak buruk" ucapnya, aku pasti akan membacanya.
"Thank you" ucap Ziel.
Celline menarik nafas sambil terharu. Ternyata tidak sia-sia usahanya setelah setengah hari dia mencari kado untuk Ziel namun tidak ada satupun yang menarik perhatiannya. Disaat dia sudah lelah mencari akhirnya dia masuk ke toko buku dan niat awalnya adalah mencari stationary namun setelah berkeliling matanya menangkap buku novel Roman Picisan itu dan terbersit di pikirannya untuk memberikan sebagai hadiah ulang tahun Ziel. Namun begitu mendengar pembicaraan gadis-gadis itu dia menjadi kecut dan tidak percaya diri. Sebenarnya bisa saja dia meminta uang kepada papa dan mamanya untuk membeli hadiah mewah itu namun untuk apa pikirnya karena Ziel sudah memiliki segalanya dan pemberian darinya itu pasti akan diletakkan begitu saja karena belum tentu sesuai hadiah yg diberikan dengan keinginannya.
Tapi ya sudahlah...kalau dia mau baca ya sukur kalaupun tidak dibaca ya tidak apa-apa setidaknya dia tidak begitu sakit hati jika Ziel mengabaikan pemberiannya maklum hanya sebuah novel seharga 135rb.😅
Taklama James muncul dan mengacaukan acara mereka berdua.
"Ziel....lihatlah surprise untukmu" teriak James
"Mana surprisenya?" Tanya Ziel.
"James kenalkan ini sahabat kecilku" Ziel mengenalkan Celline kepada sahabatnya itu. James nampak terpukau oleh kecantikan alami Celline.
"Wawww....beautiful...haii pretty kenalkan aku James" dia segera menyodorkan tangannya dan segera disambut oleh Celline dengan senyum hangatnya.
"Kenapa tidak dari tadi kamu mengenalkan dia padaku Ziel" tanyanya sambil terus menatap Celline. Ziel segera melepaskan tangan James yang terus saja masih memegang tangan Celline.
"Waww....sori dan nampaknya aku langsung jatuh cinta padanya Ziel" Ziel segera menyeret temannya jauh dari hadapan Celline.
"Stop Ziel dengarkan aku sekarang....lihatlah Siapa yang datang..." James mulai segera menghitung "one..two..three lihatlah Ziel" teriak James lalu James berjalan kesamping Ziel dan
nampaklah seorang wanita bule yang sangat cantik berdiri dihadapan Ziel tinggi tubuh wanita itu sedang hanya saja jika dihadapkan dengan Ziel nampak kecil sekali wanita itu.
"Kelly" ucap Ziel dengan mata berbinar dan Ziel langsung menyambut kehadiran Kelly lalu merekapun berpelukan dan berciuman tanpa malu dilihat oleh orang-orang yang ada disekeliling mereka. Mereka terus saja berpelukan seakan-akan mereka sudah terpisah lama sekali.
Celline langsung ternganga melihat pemandangan dihadapannya itu. Begitupun dengan Earlyn dia langsung kaget dan nampak shock tanpa sadar air bening mengalir dari kedua matanya yang indah.
Earlyn tidak kuat melihat pandangan dihadapannya itu dia segera berlari keluar menuju taman belakang rumah. Disanalah dia menumpahkan segala kesedihannya dan menangis sampai sesegukan. Betapa menyayat hati tangisan Earlyn saat ini hatinya hancur berkeping-keping. Pria yang paling dicintainya berciuman didepan matanya. Hancur sudah harapannya kini ternyata Ziel sudah memiliki kekasih dan saat ini mereka pasti sangat bahagia semua terpancar saat Ziel memeluk dan mencium gadis itu dengan hangat dan mesra.
"Huhuhu"...ingin rasanya dia mengutuk seluruh isi alam ini karena sudah menghancurkan hatinya. "Tolong Tuhan jangan jadikan nyata semua ini aku tidak akan sanggup sungguh aku tidak sanggup Tuhan" ucapnya sambil terduduk dirumput dengan menekuk kakinya dia memegang lututnya dan membenamkan kepalanya di lutut yang dipeluknya itu.
*********
Aku tidak sanggup lagi membayangkannya genks🤧😭😭
Jangan lupa like vote n kommennya genks🤧🤧
Aku lagi sakit hati genks...aku mau sendiri dulu bersembunyi dirumput yang bergoyang😭
Ziel...oh Ziel kamu sudah mematahkan hati semua gadis🤧
Celline hanya bisa ternganga melihatmu berciuman