[ Gendre: Fantasy, Petualang, Sci Fi, Petualang, Romance, Slide Life, Mafia, Militery, Fanfic dan Isekai.]
[ #Arc 1: Crazy Deluxe Hotel Dungeon.
Bab 01 - Bab 33.
# Arc 2: Dungeon Master jadi petualang.
Bab 34 - Bab 53.
**
Dungeon adalah penjara bawah tanah yang sangat gelap dan menakutkan juga berbagai monster – monster kuat yang didalamnya.
Tapi, tidak dengan Bagas Wijaya, dia pada awalnya hanyalah seorang pekerja kantoran biasa namun, dia mengalami kecelakan dan jiwa dipanggil oleh seorang Dewi Keharmonisan, Arathena.
Pada saat Bagas bertemu dengan Arathena dirinya di tawarkan untuk bekerja di dunia lain dan Bagas memilih untuk perkerjaan yang santai dan tenang yaitu Dungeon Master.
Tidak hanya itu, Bagas pun mendapatkan bonus poin yang berlimpah hingga dia menciptakan Dungeonnya menjadi sebuah tempat yang nyaman dan mewah dengan berbagai fasilitas didalamnya.
Akan tetapi, permasalahan dan peperangan terus terjadi di dunia tempat yang dihuninya tersebut.
Bagaimanakah cara Bagas untuk mempertahankan hidup mewah dan santainya?
Selamat membaca, guys!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Peningkatan Alice dan Ketua Guild Pedagang.
Bab 20.
Setelah Leanne meninggalkan ruangan, Bagas pun kembali ke penthousenya menuju kamar mandi.
“Baiklah, sekarang waktunya untuk beraksi,” ucap Bagas.
Bagas pun mengambil DMP nya dan meningkatkan kemampuan Alice dengan upgrade system.
Dalam upgrade system memiliki 10 tingkatan yang berbeda dan saat ini Alice masih di tingkat 3 maka dari itu Bagas melakukan upgrade sebanyak 7 tingkatan dengan pembayaran kelipatan dua disetiap upgrade nya dan total poin yang diguna untuk peningkatan itu sebesar 112.000.000 DP [Saldo DP 15.946.613.502].
Bagas bingung meski telah melakuakan upgrade kepada Alice tapi tidak ada efek atau pertanda apapun.
“Alice, apa perubahanmu?” tanya batin Bagas.
“Semuanya, Master! Aku saat ini bisa memberikan master apapun yang diinginkan tanpa harus mengeluarkan Dungeon poin,” jawab batin Alice.
“Benarkah?! Jika begitu, aku merasa tertolong dan rahasiakan kekuatanmu itu kepada lainnya baik unit ataupun unit master,” ucap batin Bagas.
“Baik, Master!” jawab batin Alice.
“Oiya, satu lagi. Biarkan Lily dahulu tapi teruslah pantau dirinya dan cari tahu siapa telah mengendalikannya,” ucap Batin Bagas.
“Dimengerti, Master!” jawab batin Alice.
“Baik, kamu boleh pergi,” ujar batin Bagas.
“Baik, Master,” jawab batin Alice.
“Aduhhh, benar-benar merepotkan,” gumam Bagas yang mengarukan kepalanya.
*
Di tempat yang berbeda, Andre, Hyna dan Siska memberanikan diri untuk masuk kedalam guild pedagang. Setibanya didalam, mereka melihat keramaian di guild itu, bukan keramaian dari orang-orang bersenjata melain orang-orang yang berpakaian bagus dan rapih jadi kehadiran Andre dan yang lainnya membuat mereka menjadi sorotan mata orang banyak disana.
Andre dan lainnya tidak mempedulikannya lalu pergi menuju meja resepsionis.
“Selamat Pagi, ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis.
“Kami ingin bertemu dengan ketua pedagang,” jawab Siska.
Resepsionis pun melihat tingkat petualang masing-masing dari mereka.
“Maaf, dari tingkat petualang anda sekalian tidak diizinkan untuk bertemu ketua Guild. Tapi, jika anda telah membuat janji atau surat rekomendasi maka saya akan antarkan,” ucap resepsionis.
Saat Andre dan lainnya mendengar penjelasan itu maka, mereka saling menatap dan menganggukan kepalanya.
“Kami mendapatkan pesan dari seorang Master Dungeon dan Master itu telah memberikan ini kepada kami,” ucap Hyna yang memberikan kotak hadiah dari Bagas.
Resepsionis itu pun mengambil dan membukanya, disaat melihat isi dari kotak hadiah itu. Resepsionis itu pun terkejut.
“Ini adamanite! Aku baru pertama kali melihatnya dengan ukuran sebesar ini,” kaget resepsionis saat melihat adamanite seukuran 4 diameter dengan tinggi 20 cm.
“Maka dari itu, antarkan kami kepada ketua!” ucap Andre.
“Baiklah, tunggu sebentar! Saya akan laporkan kepada ketua,” jawab resepsionis.
Resepsionis itu pun pergi dari tempatnya menuju ruang ketua guild.
Beberapa saat kemudian, resepsionis itu menghampiri kelompok Andre.
“Tuan, nona. Silahkan ikut dengan saya!” ucap resepsionis.
“Baik,” jawab serempak Andre dan lainnya.
Mereka pun pergi keruangan ketua guild.
Setibanya disana, Andre dan lainnya melihat seorang pemuda tinggi dengan jas putih juga rambut yang tersisir rapih.
“Selamat siang semua,” ucap ketua guild dengan senyuman.
“Ketua Guild,” sapa Andre dan lainnya dengan menundukan kepalanya.
“Silahkan duduk!” seru ketua guild.
“Iya,” jawab andre dan lainnya.
Andre beserta lainnya duduk di kursi sofa panjang yang berada di ruangan itu. Diikuti oleh ketua Guild.
“Baik, sekarang. Pesan apa yang dibawa oleh kalian?” tanya Ketua guild yang menyilangkan kakinya.
“Begini …”
Siska pun membuka pembicaraan dan memulai menceritakan tentang dia dan teman-temannya yang diselamatkan oleh Master dungeon dan menghidupkan kembali mereka lalu menyembuhkan seluruh lukanya.
Tidak hanya itu saja, Hyna juga menyambung cerita tentang perencanaan pembangunan hotel dan dunia hiburan didalam dungeon serta beberapa barang langka yang akan dijualnya.
“Sungguh menarik! Apa kalian tahu nama dungeon itu?” tanya ketua Guild.
“Aku sempat mendengarnya nama dungeon mereka ‘Saga Company Dungeon’,” jawab Hyna.
Saat mendengar itu ketua guild menutup wajahnya dengan tangannya lalu, tersenyum lebar.
“Sungguh menarik! Master dungeon terkaya berada di benua Barat ini,” gumam ketua Guild.
Andre dan lainnya saling menatap dan bingung dengan sikap ketua guild tersebut.
Beberapa saat kemudian, ketua guild itu pun kembali melihat Andre dan lainnya.
“Baiklah, antarkan aku kesana,” ucap ketua Guild.
“Baik, ketua,” jawab Andre dan lainnya.
*
Malam harinya di dungeon pada Bagas merebahkan dirinya.
“Master, aku telah mendapatkan informasi,” ucap batin Alice.
Bagas pun terbangun dan duduk diatas kasur.
“Katakan?!” jawab batin Bagas.
Alice pun menjelaskan bahwa selama ini Lily selalu berkomunikasi dengan Master dari Syelle Dungeon yang merupakan dungeon terkaya peringkat 4 dan unit terkuat di peringkat 6. Alice juga menjelaskan tentang serangan goblin yang berada di luar dungeon merupakan serangan dari Syelle Dungeon begitu juga racun keabadian yang dibawa oleh para goblin.
“Jadi begitu, baiklah tetap awasi dan laporkan terus kepadaku jika ada sesuatu yang mencurigakan,” ucap batin Bagas.
“Dimengerti!” jawab Alice.
Tiga hari kemudian, datanglah Ketua guild serta Andre, Hyna, siska juga ada sosok pria besar dan tinggi dengan pedang besar di punggunya ikut dengannya.
“Selamat datang di Saga Company Dungeon!” sapa resepsionis.
“Ohh, cantiknya,” ucap pria besar.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya resepsionis.
“Saya ketua Guild pedagang ingin menemui Master Dungeon kalian,” ucap ketua guild yang maju selangkah dan berbicara kepada resepsionis.
“Baik, saya akan beritahu,” ucap resepsionis.
Resepsionis itu pun memengan earphone yang berada di kupingnya.
“Manager, kita kedatangan tamu yaitu ketua guild pedagang dan beberapa pengawalnya,” ucap resepsionis.
“Diizinkan! Antarkan mereka ke lantai 40!” jawab Byte dari ruang control.
“Dimengerti!” jawab Resepsionis.
Resepsionis melepaskan tangannya dari earphone dan melihat ketua guild juga lainnya.
“Master telah menunggu anda, silahkan ikut saya! Saya akan antarkan anda sekalian,” ucap resepsionis.
“Baiklah,” jawab ketua guild.
Ketua guild juga yang lainnya pergi bersama dengan resepsionis ke lantai 40 memakai lift yang berada di lobbi.
Setibanya disana, mereka dikejutkan dengan pemandangan yang sangat indah dari taman di lantai tersebut.
“Indah sekali bahkan serangga serta bunga ada disini,” ucap kagum ketua pedagang.
“Tuan, Nona. Mari ikut dengan saya!” ucap resepsionis.
Mereka pun terus berjalan kearah pavilion yang berada ditengah-tengah dengan keenam pilar yang dililit oleh ukiran naga emas.
Dan terlihat Bagas yang duduk di kursi antic dengan meja kaca yang bulat besar. Saat kedatangan kelompok ketua guild, mereka pun berdiri.
“Selamat datang ketua guild di dungeon sederhanaku ini!” ucap Bagas.
“Anda terlalu merendah Master,” jawab Ketua guild.
Setelah itu mereka pun saling berjabat tangan.
“Ketua, silahkan duduk!” seru Bagas.
“Terima kasih,” jawab ketua dan dia pun duduk di kursi antik.
Pria besar itu tidak duduk dan dia berdiri disamping ketua itu lalu, melihat sekeliling Bagas dan melihat dua pelayan Lucy serta 2B yang bersandar di pilar dengan melipatkan tangannya. Saat pria besar itu menatapnya, 2B pun juga menatapnya hingga membuat dirinya kesal.
“Master, izinkan kami bertemu dengan Leanne!” ucap Andre yang mewakili siska dan hyna.
“Baik, Lucy 12 antarkan mereka!” ucap Bagas.
“Dimengerti!” jawab Lucy 12.
Lucy 12 pun mengantarkan Andre, Hyna, dan Siska.
Setelah itu Ketua guild melihat Bagas.
“Maaf, saya belum memperkenalkan diri nama saya Rufus Hawke dari keluarga bangsawa Hawke lalu, bisnis apa yang akan anda sampaikan?” ucap Rufus.
“Saya Bagas Wijaya, tentu saja bisnis yang menguntungkan!” jawab Bagas.
Bagas dan Rufus pun saling tersenyum.
Ilustrasi Rufus dari Golden City.
jawab nya 👎
malah jadi ngawur thor ceritanya