Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.
Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.
Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.
Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.
Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.
Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.
"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"
Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undangan Mr.Choi
Min Joon menghentikan mobilnya tepat di depan halaman tempat tinggal Aiu.
Tin tin!
Min Joon membunyikan klakson sengaja agar Aiu segera keluar. Tak lama kemudian perempuan itu keluar dengan mengenakan gaun berwarna biru muda selutut dengan kedua pundak yang terekspos.
Joong Woo yang duduk di belakang menoleh melihat ke arah luar dari balik kaca jendela mobil, tangannya bergerak menekan tombol hingga kaca itu bergerak turun dan lengan leluasa dia bisa melihat Aiu yang sedang berjalan ke arahnya.
Aiu terpaku dia tak menyangka laki-laki itu akan ikut karena tadi siang Min Joon sempat berucap bahwa hanya mereka berdua yang akan memenuhi undangan Mr.Choi.
Joong Woo menggerakkan bola matanya melihat Min Joon yang sedang melepas ikat pinggang laki-laki itu membuka pintu dan melangkah turun berjalan ke sisi mobil sengaja membuka pintu dan mempersilahkan Aiu untuk masuk kedalam.
Aiu melangkahkan kakinya perlahan kemudian berdiri tepat di samping Min Joon sebelum masuk ke dalam mobil.
"Terima kasih sekretaris Min" ucapnya diiringi senyuman manis dia kemudian melirik ke arah Joong Woo, menundukkan kepala memberi hormat.
"Selamat malam Plesdir" ucapnya.
Joong Woo hanya diam menatap Aiu dengan lekat. Aiu kemudian masuk duduk dikursi depan, Min Joon menutup pintunya kembali dan berjalan ke sisi mobil kembali duduk di tempat semula.
Min Joon mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata menuju ke lokasi.
***
Sesampainya disana seorang petugas membukakan pintu belakang dan Joong Woo keluar terlebih dulu, laki-laki itu berdiri sembari membenarkan jasnya dan ketika melihat Min Joon sedang berjalan untuk membukakan pintu bagi Aiu.
Namun dengan cepat Joong Woo menggerakkan tangannya meraih handle pintu, di sana tangannya dan tangan Min Joon sempat bertemu.
Min Joon terpaku dia menatap ke wajah Min Joon dan ketika tahu laki-laki itu ingin membukakan pintu untuk Aiu maka Min Joon menarik tangannya kembali dan mempersilahkan Joong Woo untuk membuka pintunya.
Jung Woo hanya diam bahkan ekspresi wajahnya terlihat datar, Dia kemudian membuka pintu dan Aiu pun melangkah keluar.
Merasa situasi terasa aneh diantara kedua laki-laki yang berdiri di samping kanan dan kirinya, Aiu tersenyum getir kemudian berucap.
"Mmm Presdir sampai kapan kita akan berdiri di sini?"
Min Joon tersenyum dia merasa lucu dengan sikap Joong Woo. Min Joon kemudian menggerakkan tangannya mengarahkan siku ke arah Aiu meminta perempuan itu menggandengnya.
"Ayo" ucapnya.
Joong Woo sedikit menolehkan kepala melihat Min Joon yang seolah seperti sengaja melakukan semua itu di depannya.
Aiu yang terlihat gugup sempat menoleh melihat Joong Woo sebelum menggandeng lengan Min Joon.
Joong Woo berdehem dia terlihat acuh lalu lebih memilih melangkah masuk ke dalam.
saat sampai di dalam ruangan mereka disambut oleh seorang laki-laki mengenakan setelan rompi hitam dengan kemeja putih pelayan itu meminta Joong Woo, Min Joon dan Aiu untuk mengikutinya.
Dia membawa mereka bertiga ke meja di mana Mr.Choi sudah menunggunya di sana.
"Halo Tuan Joong Woo" Mr.Choi beranjak berdiri mengulurkan tangan mengajak Joong Woo berjabat.
Mr.Choi tersenyum kemudian mengalihkan pandangan ke arah Aiu dan mulai dari saat itu Joong Woo bisa melihat pandangan mata Mr.Choi yang ditujukan kepada Aiu terlihat berbeda.
Mr.Choi kini lebih memilih fokus kepada Aiu dan tak menghiraukan Joong Wooyang notabennya adalah rekan kerja. Laki-laki paruh baya itu berjalan mengelilingi meja menghampiri Aiu kemudian mengajaknya berjabat tangan.
Aiu menarik tangannya yang semula melingkar di lengan Min Joon kemudian membalas uluran tangan Mr.Choi.
"Kau?" ucapnya dengan nada bertanya.
"Saya sekretaris Presdir Joong" Aiu tersenyum manis membuat Mr.Choi tersanjung, laki-laki itu kemudian menghadiahi sebuah kecupan di punggung tangannya.
Min Joon yang melihatnya lalu melirik ke arah Jung Woo dan ternyata laki-laki itu sedang mengalihkan pandangan ke arah lain seolah tak ingin melihat pemandangan di depan matanya.
Min Joon berdehem mencoba mengalihkan perhatian Mr.Choi dari Aiu tetapi sepertinya laki-laki tak terpengaruh.
Mr.Choi kemudian menarik kursi dan mempersilahkan Aiu untuk duduk.
"Silakan duduk Nona manis" dan saat itu Mr.Choi seharusnya duduk di sebelah Joong Woo untuk membicarakan hal lain.
Tetapi dia lebih memilih untuk duduk di sebelah Aiu.
Terlihat kesal tetapi Joong Woo bisa mengendalikan dirinya dengan baik sehingga Joong Woo mampu bersikap tenang.
Mr.Choi menjentikkan jarinya meminta pelayan untuk datang kemudian dia memesan berbagai macam makanan dan beberapa minuman khusus untuk Aiu.
"Maaf Mr.Choi, saya tidak bisa minum" Aiu berucap dengan lembut dia berusaha keras untuk menolak permintaan Mr.Choi dengan sopan.
Hahaha!
Mr.Choi terbahak-bahak mendengar ucapan Aiu.
"Presdir Joong di mana kau menemukan perempuan polos ini? bolehkah malam ini aku membawanya?" Mr.Choi berucap dengan santai.
Joong Woo sempat terpancing akan tetapi dia berpikir kalau Mr.Choi pasti sedang bercanda.
Laki-laki itu hanya tersenyum sinis. Min Joon yang merasa suasana di meja itu mulai membuatnya tak nyaman dia kemudian menarik kursinya mendekat ke Joong Woo dan berbisik.
"Sepertinya ini sebuah kesalahan, seharusnya aku tidak membawa Aiu datang kemari. Presdir tahu kan siapa Mr.Choi ketika dia sudah tertarik dengan perempuan maka dia tidak akan melepaskan mangsanya" Min Joon berucap penuh dengan teka-teki seolah sedang memancing Joong Woo agar laki-laki itu melakukan sesuatu untuk menghentikan Mr.Choi yang sedang mengincar Aiu.
Joong Woo beranjak dari kursi berjalan mendekati Mr.Choi dan mengajaknya berbincang.
Tetapi apa yang dia lakukan sepertinya tak membuahkan hasil karena Mr.Choi lebih memilih untuk fokus ke Aiu.
"Presdir Joong?" seorang pelayan mendekati Joong Woo dan berucap bahwa ada seseorang yang sedang mencarinya.
Pelayan itu menunjuk ke meja lain memberi tahu Joong Woo bahwa seseorang yang mencarinya duduk di sana.
Joong Woo menoleh melihat ke arah meja yang di tuju untuk memastikan siapa yang mencarinya.
Laki laki yang duduk di sana terlihat mengangkat tangan melambai ke Joong Woo.
Joong Woo beranjak berdiri melangkah menuju ke meja itu.
"Young Sik? kau juga di sini?" Joong Woo duduk di sofa di samping Young Sik.
Dia sepertinya lupa dengan Mr.choi yang masih terus menggoda Aiu namun Joong Woo pasti yakin kalau Mr.Choi masih tahu batasan.
Sehingga dia membiarkan Mr.choi menghabiskan waktu untuk berbincang dengan Aiu. Joong Woo juga berfikir kalau di sana masih ada Min Joon yang menjaganya.
Joong Woo sibuk berbincang dengan Young Sik sementara saat itu di meja di mana Aiu berada Mr.Choi bersikeras meminta Aiu untuk meminum minuman yang sudah di pesan olehnya.
"E, maaf Mr.choi tapi Saya tidak minum. Saya tidak biasa minum minuman seperti ini."
"Sialan! coba satu menit saja aku bisa menjadi Aiu Himmler. Sudah habis hidupmu di tanganku tua bangka!" Aiu terus memaki Mr.Choi dalam hati.
Aiu menoleh ke samping mencoba mencari bantuan kepada Min Joon tetapi ternyata laki laki itu sedang menerima panggilan dan dia harus keluar dari ruangan karena tempat itu terlalu berisik.
Mr.Choi mulai berani memegang pundak Aiu tak segan dia sampai meletakkan telapak tangannya ke paha dan itu membuat Aiu merasa risih.
"Astagaa tidak apa apa, kah kalau aku mengamuk di sini! tua bangka ini benar benar bajingan!" umpatnya dalam hati. Aiu ingin marah-marah tetapi ketika mengingat Jika dia membuat kerusuhan dan membuat perusahaan Joong Woo ikut terseret dalam masalahnya maka Nyonya Kang pasti akan membatalkan kesepakatan itu.
Aiu terlihat gelisah dia mencoba mencari Joong Woo tapi ternyata laki-laki itu sedang berbincang asik dengan seorang laki-laki di meja lain.
Aiu sangat khawatir karena Mr.Choi sudah semakin berani laki-laki itu selalu memaksa Aiu untuk meminum anggur dari gelasnya.
"Maaf tapi saya tidak bisa, saya tidak meminum minuman seperti ini, katakan apa yang harus saya lakukan agar Anda merasa senang selain harus meminum anggur ini" Aiu mencoba untuk menahan kuat rasa emosi yang mendidih di dalam dadanya berusaha kuat agar tak mencuat keluar.
***
Sesekali Joong Woo terlihat menolehkan kepala melihat Aiu yang sedang duduk di sisi meja lain dia melihat perempuan itu tak nyaman berada di dekat Mr.Choi.
Sebenarnya Joong Woo sudah menahan kan rasa jengkel tetapi sepertinya dia menunggu waktu yang tepat untuk melampiaskan rasa kekesalannya kepada Mr.Choi.
Joong Woo kembali berbincang dengan Young Sik namun hatinya tak tenang semakin tak nyaman meninggalkan Aiu sendirian sekali lagi dia menoleh melihat Aiu dan saat itu juga emosinya memuncak saat di mana dia melihat Mr.Choi sedang memaksa Aiu untuk meminum anggur.
Minuman berwarna ungu tua itu mencuat keluar mengalir membasahi leher dan dada Aiu.
Ekspresi wajahnya menggelap aura mengerikan mengelilingi tubuhnya seketika Joong Woo beranjak berdiri.
"Hei Joong Woo kau mau pergi ke mana?" ucap Young Sik mencoba menghentikannya, tetapi laki-laki itu tak menghiraukan temannya Joong Woo lebih fokus kepada Aiu.
Joong Woo melangkah semakin mendekat kemudian meraih pundak Mr.Choi, dengan kuat dia mengepalkan tangannya lalu memukul Mr.Choi dengan tangan kirinya.
Sangat kuat seolah olah Joong Woo merasa puas bisa memukul laki laki itu, karena sejak dari tadi Joong Woo sudah sangat menantikan hal ini.
Laki-laki paruh baya itu jatuh tersungkur ke lantai.
B r u g h!
Saat jatuh ke lantai Mr.Choi sempat tak sengaja menyenggol gelas dan botol anggur di atas meja sehingga dua benda itu terjatuh kelantai.
Pyaarr!
Suara gelas dan botol anggur yang pecah seketika mengalihkan perhatian setiap orang di ruangan itu.
Semangat dan sehat sllu..
dia berkorban lagi untuk Joong woo
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...