NovelToon NovelToon
Oh, My Rey

Oh, My Rey

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:334.8k
Nilai: 5
Nama Author: din din

Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.

Blurb:

"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.

"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.

"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.

"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.


Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.

Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.

Pict from Google, editing by Din Din

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20- Permintaan pertama.

"Rey!! Sumpah gila loe!" Teriak Jihan seraya mencengkeram erat kedua pundak Rey untuk berpegangan.

Tertawa keras, sekali lagi Rey berhasil mengerjai Jihan. Permintaan Rey yang pertama adalah meminta Jihan pergi mentraktirnya tapi harus naik motor, tentu saja hal itu membuat Jihan menjerit histeris di sepanjang jalan. Bagaimana tidak? Rey melajukan motornya dengan kecepatan lumayan serta meliak-liukan kekanan dan kekiri di jalanan yang sedikit lenggang untuk mengerjai gadis itu.

"Gila loe! sumpah loe pengen gue mati!!" gerutu Jihan seraya memukul berkali kali lengan Rey ketika mereka berhenti.

Turun dengan sedikit sempoyongan karena kedua kakinya gemetar setelah merasakan sensasi rasa takut yang hampir membuat jantungnya melompat keluar, Jihan memegang tiang Banner yang ada di sampingnya, tangan satunya memegangi dahinya merasakan panas dingin di kepalanya.

"Gitu aja loe ketakutan, Je!" ledek Rey.

Menoleh pada Rey yang baru saja memarkirkan motornya, Jihan menyipitkan kedua matanya dengan perasaan kesal. Ia berdiri dengan tegap seraya merapikan kaosnya, kesalnya bertambah karena Rey tidak mengizinkannya mengganti pakaian ataupun mengambil jaket. Jihan pergi hanya menggunakan T-Shirt dan celana denim setinggi atas lutut, dan ia harus terkena angin malam yang terasa dingin.

"Loe ya, sumpah bener-bener ngerjain gue!" geram Jihan.

"Hahahahaha, emang sengaja!" akunya.

"Dah! Ayo masuk!" ajak Rey langsung menarik tangan Jihan masuk ke kedai eskrim tempo hari saat mereka double date tak di sengaja.

"Serius loe malam-malam mau makan eskrim?" tanya Jihan begitu sadar kalau mereka berada di kedai eskrim.

"Loe tadi bilang cuacanya panas, 'kan! Ya udah, panas-panas enaknya makan eskrim," kelakar Rey.

Jihan hanya mengernyitkan dahinya, mencoba mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Rey.

Duduk dengan bersidekap masih kesal, Jihan hanya menatap eskrim dalam cup miliknya. Sedangkan Rey menikmati eskrim rasa coklat strawbery yang ia pesan untuknya.

"Loe tuh ...." kata Jihan terhenti ketika Rey langsung menyuapi mulutnya yang terbuka dengan sesuap eskrim strawbery.

Jihan terpaksa mengulum eskrim yang sudah masuk kemulutnya, merasakan sensasi dingin bercampur rasa manis yang menyatu di rongga mulut.

"Kalau diem gitu kan cantik!" seloroh Rey yang kembali menikmati eskrimnya.

"Gue masih punya dua ya! Bakal gue minta saat gue mau. Loe jangan pura-pura lupa!" sindir Rey.

Jihan mengulum sendoknya mendengarkan ucapan Rey. Menatap Rey yang asyik makan eskrim, ada sedikit rasa senang di hati Jihan. Ia kemudian memakan eskrim yang ada di meja hadapannya.

"Gue kira dia bakal minta yang aneh-aneh, ternyata cuman minta di traktir eskrim," gumam jihan dalam hati.

Setelah selesai makan eskrim, Jihan mengusap kedua lengannya ketika mereka keluar dari kedai eskrim. Setelah makan makanan dingin kemudian tertepa angin malam, rasanya membuat seluruh tubuhnya bergidik dan bulu kuduknya berdiri semua. Sebuah jaket di sematkan di pundaknya, membuat Jihan terkejut menatap Rey yang langsung berjalan menuju motornya.

"Rey, jaketnya?" tanya Jihan memegangi jaket Rey yang ada di pundaknya.

"Pakai saja!" titah Rey, ia mulai memutar kunci motornya.

"Tapi bagaimana dengan loe? Anginnya lumayan kenceng lho?!" tanya Jihan bingung.

"Pakai saja! Bawel banget!" cibir Rey.

Bersiap naik ke atas motor, terlihat lengkungan kecil di bibir Jihan. Jihan memakai jaket Rey dengan benar kemudian berpegangan pada pundak pemuda itu.

Memacu motornya, kini Rey melajukannya tidak terlalu kencang hanya dengan kecepatan sedang. Menikmati suasana jalanan yang terlihat lenggang, sesekali Jihan menyibakan rambutnya yang terurai ke wajahnya karena terpaan angin.

*

*

*

*

Tidak memiliki peralatan camping, Jihan meminta tolong Jason untuk menemaninya membeli perlengkapan karena hari berikutnya adalah hari acara itu.Setelah semua terbeli mereka pun makan siang bersama, menikmati menu steak. Jihan Membulatkan mata ketika melihat dua orang yang tengah berjalan bergandengan tangan, seketika nafsu makannya hilang.

"Ada apa, Je?" tanya Jason yang melihat ekspresi wajah Jihan berubah.

"Tidak ada," dusta Jihan seraya menyantap kembali makanan yang ada di hadapannya.

Entah kenapa tiba-tiba saja ia merasa kesal, padahal hal yang di lakukan oleh kedua orang yang ia kenal itu tidak ada hubungan dengannya.

"Besok perlu gue jemput nggak?" tanya Jason ketika mobilnya sudah berhenti di depan gerbang rumah Jihan.

"Kayaknya tidak perlu, nanti paling gue bareng Papa," tolak Jihan.

"Oke kalau bagitu. Ingat untuk istirahat yang cukup agar besok nggak lelah," pesan Jason.

"Siap, Boss!" sahut Jihan seraya mengangkat tangannya di dekat dahinya.

Jason tersenyum kemudian hanya mengusap ujung kepala gadis itu, ia tahu jika Jihan pasti akan menolak lagi jika dia ingin menciumnya.

Jihan masuk kedalam dengan menenteng barang belanjaannya setelah mobil Jason berlalu pergi, ia melihat Rey berada di taman samping rumah merebahkan tubuhnya di atas kursi pantai disamping kolam renang dengan memejamkan matanya. Jihan hanya menatapnya dari kejauhan ada mimik wajah yang berbeda pada Jihan, tapi apa itu hanya dia yang tahu. Tanpa menyapa Rey, Jihan langsung masuk ke dalam rumah.

*

*

*

*

*

"Ingat ya, Ji! Kamu harus nurut sama Rey saat Camping nanti. Jikalau Mama dan Papa dengar dari Rey kamu nggak nurut, besok-besok kami nggak akan pernah ngizinin kamu ikut acara seperti itu lagi," tandas Julia.

"Iya, Ma!" sahut Jihan.

Gadis itu melirik kepada Rey yang terlihat tenang dengan makan malamnya tanpa merespon perkataan Julia. Ingin mengabaikan, Jihan pun ikut menyantap makan malamnya.

"Rey! Jaga Jihan disana baik-baik, kamu tahu Jihan takut gelap, 'kan!" ungkap Julia.

"Iya! Kalau dia yang nggak nurut, nanti aku kasih dia makan buat singa!" kelakar Rey.

Mendengar guyonan Rey tentu saja membuat Jihan melotot, secepat kilat Jihan melempar serbet ke arah muka Rey.

"Sekata-kata aja, loe! Emang gue apaan mau di jadiin makanan singa!" Jihan bersungut.

"Oh, gue lupa! Loe kan ibunya singa, Je! Pasti singanya yang pada takut sama loe!" kelakar Rey lagi yang kemudian menahan tawa.

"Sialan loe, Rey!" Jihan hampir melempar sendok di tangannya karena sebal ketika kata Julia menghentikan aksinya.

"Rey, jangan meledek Jihan seperti itu. Aku jadi tidak yakin kalian bakal akur nanti disana," ujar Julia.

"Iya, apa kalian tidak usah pergi saja," imbuh Andrew yang sedari tadi diam menikmati makanannya.

Mendengar perkataan Julia dan Andrew tentu saja membuat Jihan terdiam. Kalau ia membalas Rey pasti hasil akhirnya ia tidak akan jadi pergi.

"Janganlah, Ma ... Pa ... kan aku bener-bener pengin ngrasain gimana camping bareng teman teman," ucap Jihan memelas.

Jihan kemudian melirik Rey yang terlihat tenang seolah tidak merasa bersalah, padahal sikap Jihan itu awalnya karena ledekan dari Rey.

"Ya, Mama nggak yakin aja kalau kamu bakal nurut sama Rey," imbuh Julia.

"Aku nurut kok. Iyakan Rey!" janji Jihan.

Kakinya menendang kaki Rey dari bawah meja, memberi kode pada pemuda yang terus tenang itu untuk membantunya. Rey melirik Jihan dengan senyum jahilnya lagi.

"Iya, Kak! Kan aku sudah bilang, kalau dia nggak nurut bakal aku kasih makan buat Singa," kelakar Rey di sela pernyataannya.

Jihan melotot sekali lagi merasakan rasa kesal yang tidak bisa ia luapkan.

*

*

*

*

*

*

...Bantu Like dong😓😓😓 serius othor pengen di like ma koment. pengen ngrasain dapat like berjibun kek apa. Nih terakhir Othor crejii up, jangan lupa like koment meski cuman up ya😘😘😉...

..._...

..._...

..._...

...Baca Novel Author yang lain juga ya .... nggak baca nggak pa pa seh, asal mampir di like ma koment Author udah seneng 😘😘😘...

...Thank u...

1
Ney
Rey jd cwo hrs cool,, jgn tp tp, sm php
Ney Maniez
jgn galak galak nnt bucin 🤭🤭
Ney Maniez
aku mampir
Raffi
thorr iih gokil bgt u asli gua ngakak 🤭🙈🙈🤭 setdaaah..
Nurwana
jgn marah marah Jason, jgn sampai Thu jodohmu.🤭🤭🤭🤭🤭
retno prabandari
Rey. romantis.......jadi pingin muda lagi. 😁😁
retno prabandari
Wee Rey cemburu akut ..😁😁
retno prabandari
salut buat Jason.....bisa melepas orang yg dicintai
Just Rara
akhirnya happy jg mereka☺️☺️
Just Rara
lah idah tamat,blm tau kehidupan mereka setelah menikah 🥺🥺
Just Rara
akhir mereka menemukan pasangan masing2 walaupun chika hrs LDR'an☺️☺️
Just Rara
akhirnya jeje dilamar juga sm rey😍😍
Just Rara
sepertinya selly berjodoh dgn sam ni,tp baguslah jadi rey gak bakalan cemburu lg sm dia😄😄
Just Rara
nah benarkan si chika mau pi dah ke australia ikut ayahnya😔
Just Rara
pasti si chika disuruh milih ikut ibu atau ayahnya deh
Just Rara
untung aja si jeje jujur sama sam,klu gak bisa berabe urusannya😜😜
Just Rara
nah si chika dapat brondong tu😄😄
Just Rara
walah si rey diduluin sama jason ni nikahnya😬
Just Rara
😄😄😄chika....ni lucu ya,mudah2an ntar km ketemu lg ya sm tu cwok chik
Just Rara
waduh ternyata si sam masih blm nyerah juga buat ngedapatinbcinta dari jihan😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!