ini karya novel saya yang pertama, masih banyak kesalahan dan kekurangan jadi saya mohon dukungan dan vote nya dari pembaca semuanya..novel ini mengisahkan nasib seorang istri yang dikhianati suaminya, padahal awalnya luna merasa beruntung bisa menikah dengan rendi dan di beri kepercayaa untuk hamil anak kedua tapi justru disaat dia sedang hamil anak kedua nya saat itu suami nya berubah dan mulai menduakan nya...
apakah luna akan bertahan atau justru meninggalkan suaminya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19
sedangkan rendi dan tari merasa cemas karna terpergok dengan luna pada saat yang tidak tepat mereka langsung membilas badan nya dan segera memasang baju...
Luna beranjak ke meja hias dan menghancurkan semua yang ada di kamar tersebut mengacak-acak semua isi lemari dan melihat foto mesra rendi dan tari seketika luna menjatuh kan foto yang ada dikamar tersebut semua di pecahkan luna, luna mengamuk sejadi-jadinya dikamar itu, dia sampai melupakan kalau dia sedang hamil saat ini, karna mendengar keributan wanita yang sedang mencuci di belakang langsung membuka pintu kamar..
pyar...!!!
bunyi berjatuhan di kamar tersebut kaca berserakan dimana-mana, lemari pakaian berantakan sedangkan tari tak berani keluar dari kamar mandi
" kau " ucap luna terkejut
"non luna" wanita tersebut sama terkejutnya dan tak bisa berkata apa-apa
" bagus ya, orang yang ku anggap seperti keluarga ku sendiri ternyata seorang pengkhianat" ujar luna penuh emosi
ya, orang tersebut adalah buk ida, orang yang selama ini dianggapnya seperti keluarga sendiri tapi malah tega menusuknya dari belakang, buk ida hanya bisa tertunduk dan menangis menyesali apa yang terjadi karna sebenarnya dia juga tak mau menyakiti hati luna tapi mau bagaimana lagi dia harus menuruti kehendak anak nya...
" selama ini aku kurang baik apa dengan mu?" hardik luna, " pantasan kau tidak mau bekerja dirumahku karna anak j*l**g mu sudah menguasai tuan rumah nya, jadi kalian tak perlu susah-susah lagi untuk bekerja" ucap luna sinis
tak ada lagi kata-kata sopan dan segan luna pada wanita paruh baya ini luna merasa telah hancur karna di tipu oleh orang yang dia sayangi..
buk ida yang merasa bersalah tak mampu untuk menjawab lidah nya seakan lidahnya kelu tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun dia hanya menangis dan menyebah pada kaki luna, luna beranjak untuk keluar kamar tersebut dia ingin menghancurkan isi rumah itu, dia tak menghiraukan apa yang dilakukan buk ida, buk ida berusaha mengejar tapi luna berlari dengan cepat dan menabrak keras kursi jati yang ada diruang tamu, seketika terkena perut luna sakit dan mengeluarkan darah.
buk ida yang melihat itu langsung memekik dan rendi langsung keluar dari kamar, rendi yang panik melihat luna tergolek tak berdaya di lantai ruang tamunya dengan darah segar keluar di pangkal pahanya segera mengangkat luna dan membawa nya kerumah sakit...
didalam mobil luna yang di pegang oleh buk ida sudah tak sadarkan diri karna terlalu lelah mengamuk dan sakit pada perutnya, sedangkan darah terlalu banyak keluar. rendi yang cemas melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi karna ingin segera sampai di rumah sakit sementara tari tak berani untuk ikut.
sesampainya dirumah sakit luna segera dilarikan ke UGD untuk mendapatkan pertolongan....
"dok, tolong istri saya" pekik rendi panik
"iya pak, tolong bapak tunggu di luar biar kami bisa memberikan tindakan pada istri bapak" ucap dokter tersebut.
rendi berjalan gontai keluar ruangan, melihat luna tak berdaya dia sangat menyesal dan tak terasa air mata nya lolos turun, buk ida yang melihat itu tak berani berkomentar dia begitu syock dengan apa yang baru saja terjadi hari ini. buk ida merasa sangat berdosa dengan luna karna dia sempat menutupi keadaan yang terjadi padahal luna sudah begitu baik dengan nya, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.
rendi bersandar di sudut luar ruangan dengan meremas rambutnya frustasi, dia sangat kesal pada dirinya sendiri, masih teringat di benak nya tadi pagi dia masih bermesraan dengan luna, di dalam lamunan nya tiba-tiba rendi teringat akan anak nya, rendi merogoh kantongnya mengambil ponsel untuk memberi kabar tentang luna pada orang tua luna dan mamanya..
soalnya aku suka sama ceritanya