Genre : Action, Adventure, Magic,Romance and Superpower.
[Jangan Lupa Like, Coment dan Vote buat mensupport author]
Ray pemuda dari Indonesia yang sedang berkuliah di Tokyo,Jepang. Dia hanya pemuda biasa yang berumur 23 tahun tetapi saat kecelakaan itu terjadi menimpa Ray, dia tewas dan di hidupkan lagi oleh suara yang tidak dikenal olehnya.
Kemudian jiwa dia ditransfer dari bumi ke Dunia yang menggunakan mana sihir,Dunia tersebut disebut Benua Alluria. Ray yang dihidupkan kembali di Dunia tersebut menjadi reinkarnasi Raja Iblis.
Bagaimana kelanjutan kisah Ray? Penasaran? Saksikan petualangan dari Ray dan nikmatilah cerita mereka.
NB : Apabila ada kesalahan dalam kata atau kalimat, mohon dimaklumi yha dan akan update sehari satu chapter saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fardiyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20. Desa Tanpa Nama.
Beberapa pria yang sedang sibuk membajak sawah melihat Ray yang menunggangi kudanya dan diikuti oleh kereta kuda yang dibawa Leon, pria itu kemudian mengikuti kereta kuda itu di belakangnya sampai di desa tersebut dan Ray melihat kastil bangsawan yang sudah lama di tinggalkan yang sangat dekat denga desa tersebut.
"Pemuda, ada urusan apa kalian datang ke wilayah terpencil ini?" ujar pria yang berlari dari belakang menuju Ray.
"Kami ke sini karena telah memenangkan sayembara yang di adakan oleh Kerajaan Brittania beberapa minggu yang lalu." ujar Ray yang turun dari kudanya.
"Oh, begitu. Memang wilayah ini milik Kerajaan Brithania dan kami juga sudah tahu kenapa Kerajaan memilih wilayah ini sebagai hadiahnya lalu yang memenangkan hadiah tersebut seperti pemuda yang sangat kuat ya." ucap Pria yang sedikit kurus.
Ray yang sedikit malu karena ucapan Ray lalu Leon dan yang lainnya menghampiri Ray dan pria yang sedikit kurus tersebut.
"Begini, paman sebelumnya perkenalkan nama saya Ray, ini istri saya Lili dan ini Leon lalu perempuan itu Asdella dan kedua gadis demi-human ini Agistia dan Laura." Ray yang memperkenalkan diri dan juga memperkenalkan keluarganya dengan menunjuk mereka semua.
"Oh, benar juga. Nama saya Dave penduduk desa ini." pria kurus tersebut memperkenalkan diri.
"Paman Dave, sebelumnya apakah desa ini punya nama?" tanya Ray.
"Ehm,nama desa yha? Dulu pernah ada sekarang penduduk yang tinggal desa ini hanya berjumlah 20 pasang keluarga saja jadi tidak memerlukan nama desa." ujar Paman Dave sambil memegang dagu.
"Paman, pihak kerajaan telah menyerahkan wilayah ini ke kami, bagaimana saya beri saran ke paman dan juga penduduk desa ini, saya berniat yang memimpin wilayah ini sebelum itu saya ingin meminta izin ke Paman Dave dan juga penduduk desa untuk membuat sebuah desa lalu memakmurkan desa ini, Bagaimana,Paman?" ujar Ray yang memberi usul ke Paman Dave.
Paman Dave menyilangkan kedua tangannya di dada yang sambil melihat Ray dan yang lainnya.
"Paman, tidak usah khawatir suami saya meskipun kelihatannya muda begini pemikirannya sangat dewasa. Saya mempersuami dia selain sangat kuat, dia juga pintar dalam bidang hukum maupun yang lainnya, Paman." jelas Liliana yang memegang tangan Ray seolah dia percaya kepada Ray.
"Iya, Pak Dave. Tuan saya telah mempelajarinya dari masih kecil sehingga pengetahuannya tidak diragukan lagi." ujar Leon yang melihat Ray, begitu juga Ray yang melihat Leon dengan kebingungan tentang penjelasan Leon.
"Ehem,..aku akan mengumpulkan penduduk desa nanti sore, aku ingin kau mengjelaskan kepada penduduk desa jadi kalian bisa membereskan barang kalian ke tempat kalian terlebih dahulu." Paman Dave hanya menghela nafas mendengar penjelasan dari mereka.
"Baiklah,Paman. Mohon bantuannya." sahut Ray dan mengajak pergi ke kastil bangsawan yang ada di tengah desa.
"Kalian ayo membereskan barang kalian dan membersihkan kastil yang banyak lumut itu." lanjut sambil mengajak orang mereka.
"Tuan, aku akan membersihkannya."
"Bagus, Leon."
"Ehmm,..aku kelihatannya mau duduk santai saja."
"Ehh,..Putri jangan begitu. Bantu kami juga."
"Benar,Putri. Laura dan aku juga akan membantu."
"Liliana, kamu sudah dibujuk mereka berdua lho. Masih minta bujukan dariku."
"Tentu saja."
"Baiklah, Liliana sayang. Bantu kami yha bersih-bersih tempat tinggal kita."
"Benar,Tuan Putri."
"Baiklah, kalian ini benar-benar yang terbaik membuat aku seperti ini."
Ray dan yang lainnya tertawa riang, Paman Dave yang melihat mereka bahagia seperti mengenang zaman masih muda dulu dan ingin membuat tanah kelahirannya ini menjadi desa seperti umumnya.
"Baiklah,semua berkumpul." Ray menyuruh mereka berkumpul. "Ehem...aku akan membagi tugas kalian, aku akan membersihkan bagian dalam kastil ini, kau Leon membersihkan halaman belakang, Asdella membersihkan halaman depan, Agistia dan Laura membersihkan setiap kamar lalu Liliana membantuku membersihkan bagian dalam kastil ini dan bagian dapur serta yang lainnya. Semua mengerti." lanjut Ray yang menjelaskan masing-masing tugas.
"Baik."
"Siap." menjawab bersamaan.
Asdella membersihkan halaman depan kastil dari memotong, menyapu dan mengelap halaman depan. Begitu pula dengan Leon yang membersihkan halaman belakang yang banyak dengan tumpukan sampah dan lumput serta ada tumpukan tanah yang menutupi sumur. Agistia dan Laura tidak mau kalah dia juga membagi tugas Agistia membersihkan kamar bagian kanan dan Laura bagian kiri, Erix pun ikut membantu memotongi lumut. Ray dan Liliana membersihkan kastil dalam dari ruang tamu yang banyak debu dan serangga, mereka berdua membersihkan sampai ke dapur dan ruang makan. Tak lama kemudian tugas bersih-bersih sudah selesai, seluruh bagian depan, belakang hingga dalam kastil terlihat bersih kembali terlihat mengkilap seperti kastil yang baru di bangun.
Tak terasa mereka bersih-bersih dari siang sampai sore, Ray pun ingat bahwa Paman Dave menyuruh Ray datang dan meminta Ray menjelaskan ke semua penduduk desa tersebut.
"Baiklah,Aku akan pergi sebentar yang lain istirahat saja aku ada urusan dengan Paman Dave." ujar Ray yang bangkit dari posisi duduknya.
"Tuan, izinkan saya menemani anda karena tahu sedikit tentang memimpin desa." sahut Leon yang berjalan ke arah Ray.
"Baiklah, Leon ikut aku yang lain kalian istirahat saja di sini." ujar Ray.
"Kami mengerti." jawab Liliana.
Ray dan Leon keluar dari kastil dan disana ada Paman Dave yang sudah mengumpulkan penduduk desa.
"Paman Dave,.." ujar Ray yang memanggil Paman Dave.
"Oh,.Nak Ray." jawab Paman Dave.
"Perhatian, aku mengumpulkan kalian semua disini karena ada anak pemuda yang ingin mewujudkan impian kita menciptakan desa di tanah kelahiran kita jadi aku ingin kalian mendengarkan penjelasan dari pemuda ini." jelas Paman Dave ke penduduk desa tersebut.
"Benarkah,Dave. Dia hanya pemuda yang belum genap 20 tahun, mau membangun desa ini kembali." salah satu pria yang seumuran dengan Paman Dave menjawab.
Paman Dave langsung melihat salah satu pria yang seumuran dengannya, "Meskipun dia masih muda tetapi dia yang sudah memenangkan sayembara beberapa minggu yang lalu, kau juga tahukan bahwa wilayah ini di buat untuk hadiah bagi yang memenangkan sayembara itu, benarkan Rith." ujar Paman Dave dengan rasa percayanya ke Ray.
"Aku tahu itu,Dave. Apa kamu yakin dengan ini?" ucap Rith.
"Yha,Rith. Aku sangat yakin akan hal itu." Paman Dave menjawab dengan keseriusannya.
Lalu Rith mengalihkan pandangannya ke Ray pemuda yang sedang berdiri melihat kedua pria sedang bertukar suara, "Hey, nak." Rith memanggil Ray.
"Iya,..saya." Ray yang merasa dipanggil.
"Iya, kamu jelaskan pada kami bahwa kamu sanggup membuat desa ini kembali!" tanya Rith.
"Baiklah, sebelumnya kenalkan nama saya Ray dan disamping saya Leon. Terima kasih sebelumnya paman dan penduduk desa ini mau mendengarkan saya, saya disini memang masih muda tetapi saya memiliki kekuatan dan pengetahuan yang saya punya untuk membangun desa ini kembali, bukan hanya membangun desa ini saja tetapi juga membuat wilayah yang dibawah kepemimpinan saya. Dan saya mulai dari desa ini terlebih dahulu, dari hanya kalian semua nanti dari waktu ke waktu akan membuatnya berkembang jadi saya Ray dan dengan bantuan Leon serta penduduk desa ini, mohon dukung kami untuk mewujudkannya." jelas Ray yang sangat sopan dan mudah dipahami oleh penduduk desa ini.
"Anak muda, membuat desa ini atau pun wilayah itu harus ada syarat kau tahu itu kan." salah satu pria yang sudah berambut putih.
"Iya saya tahu. Syarat pembuatan wilayah dan desa, pertama harus ada wilayah yang sudah menjadi hak milik, kedua, wilayah atau desa harus memiliki orang yang tinggal di wilayah tersebut minimal 50 orang, ketiga, sebuah wilayah atau desa harus memiliki pemimpin beserta nama desa atau wilayah dan keempat, setiap penduduk wilayah atau desa harus sepakat dengan pemimpin wilayah atau desa." ujar Ray yang menjelaskan ke semua penduduk.
"Keempat syarat tersebut sudah ada 2 yang tercapai yaitu syarat pertama dan kedua, tinggal syarat ketiga dan keempat saja. Jadi mohon setelah ini, mohon datang ke kastil itu untuk membicarakannya lebih lanjut." lanjut Ray menuntun para kepala keluarga menuju ke tempat Ray.
Semua yang berkumpul kini mengikuti Ray dari belakang menuju kastil tersebut, mereka berkumpul di ruang yang ada di kastil tersebut. Agistia dan Laura memberikan minuman ke semua yang ada di ruang itu dengan sedikit gugup karena mereka berdua melihat macam ekspresi di setiap orang yang ada.
Kini Ray yang duduk memimpin disitu didampingi oleh Liliana, Leon dan Asdella di belakang kursi Ray, semua para kepala keluarga yang ada di desa ini berkumpul untuk membahas pembangunan desa dan wilayah. Setuju atau tidaknya kita tunggu hasil dari perkumpulan ini.
"Baiklah kita mulai, silahkan Nak Ray." ujar Paman Dave."
BERSAMBUNG.
pertama salah gak apa munkin thor nya sedang buru buru buat atau gak fokus dan yang kedua salah lagi gak apa apa munkin ada gaang guang yang ketigaaa!! salah lagiii!! ti-tidak masalh munkin ada salah teknis yang kee empatttttttt!!!!!! salah lagiiii??? mana bisa gitu thor tolong perbaiki besuk besuk besuk besuk besuk besuk terus salah aja nulis besok