NovelToon NovelToon
Romansa Anak SMA

Romansa Anak SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Pena_Senja🧚‍♀️

Romansa Anak SMA menceritakan tentang kisah cinta dan persahabatan yang terjalin diantara teman satu sekolah yang ada di satu lingkup sekolah yang sama.

Gio dan Alenka adalah musuh pada awalnya, setelah Alenka menyelamatkan Gio dari hipotermia parah. Sejak saat itu, benih cinta mulai tumbuh dihati Gio. Akan tetapi, Alenka sudah punya pacar waktu.

Cinta tak kemana, mereka saling jatuh cinta dan berjanji akan menikah demi menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Lagipula kedua orang tua mereka juga setuju dengan hubungan mereka. Akan tetapi, perjalanan cinta mereka sangat tidak mudah. Demi persahabatan mereka harus menjalani putus nyambung dalam hubungan mereka.

Di selingi dengan kisah cinta beberapa temannya juga, dan kisah persahabatan yang kuat.

Kisah cinta, kisah persahabatan, kelabilan remaja terangkum dalam cerita ini.


Jangan lupa terus dukung author ya, supaya bisa selalu menghasilkan karya yang enak buat dinikmati semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Senja🧚‍♀️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Sore hari, Ineke tak mau membuang waktu. Dia datang ke alamat yang dikirim oleh Alenka melalui WA. Alenka sempat merasa aneh, saat tiba-tiba Ineke ingin main ke rumahnya. "Ya gue kan pengen tahu rumah lo juga, masa kita sahabatan tapi sekalipun belum pernah lo ajak gue main ke rumah lo." jawab Ineke ketika Alenka bertanya tumben dia mau main.

"Ya bukan gitu, tapi rumah gue kan jelek." jawab Alenka selalu merendah, itulah sifatnya. Tidak mau menyombongkan apapun yang dia miliki. Seperti saat dia bawa mobil mewah ke sekolah, dia berkata kalau mobil itu adalah mobil rental. Padahal faktanya, mobil itu adalah salah satu mobil yang dia miliki.

Setengah jam kemudian Ineke sampai di depan rumah berlantai tiga, dengan gaya arsitektur modern. Gerbang besar dari besi menyambutnya pertama kali. Ineke mengerutkan keningnya, dia bahkan berkali-kali ngecek maps di ponselnya, untuk memastikan kalau dia tak salah rumah.

"Cari siapa mbak?" tanya satpam rumah itu.

"Ini bener rumahnya Alenka?" tanya Ineke sedikit ragu.

"Iya bener, mbak temannya non Alenka?" Ineke menganggukan kepalanya, dia masih terkesima dan tak menyangka ternyata Alenka adalah anak orang kaya.

"Silahkan masuk mbak!" ucap satpam itu setelah membukakan pintu gerbang untuk Ineke.

"Gila, ternyata Alenka tajir bener." gumam Ineke masih mengagumi kemegahan rumah Alenka.

Setelah masuk dan menunggu di ruang tamu, tak lama kemudian Alenka turun dari kamarnya. Dia merasa senang melihat Ineke sudah ada di ruang tamu.

"Sendirian aja lo?" tanya Alenka.

"Hmm, gila ternyata lo tajir banget ya?" ucap Ineke mendorong pelan tubuh Alenka.

"Bukan gue, tapi orang tua gue. Ngobrol di kamar gue yuk!" ajak Alenka sembari menarik tangan Ineke.

Ineke masih aja melongo melihat interior rumah Alenka. Ketika melihat kasur di depannya, tanpa malu Ineke melompat ke kasur empuk milik Alenka. Sementara Alenka hanya tersenyum melihat tingkah kekanakan dari sahabatnya.

"Ellena sering kesini?" tanyanya masih melompat-lompat di kasur. Alenka tanpa bersuara hanya mengangukan kepalanya.

"Tumben lo pengen main ke rumah gue?" tanya Alenka juga merebahkan tubuhnya di atas kasur, setelah Ineke merebahkan tubuhnya.

"Al, lo pacaran sama Gio?" tanya Ineke sembari mengubah posisinya menjadi tengkurap.

"Nggak, kata siapa?" Alenka juga membalik badannya.

"Al gue tahu lo suka kan sama Gio?"

"Nggak." sahut Alenka cepat.

"Gue sahabat lo, gue juga cewek, gue tahu kalau lo sebenarnya suka sama Gio. Gue bisa lihat dari sikap lo beberapa hari yang lalu, waktu Gio nyanyi itu." Ineke sudah curiga memang waktu itu. Dia menyadari perasaan antara Gio dan Alenka. Mangkanya dia akhirnya mau menerima Jack sebagai pacarnya. Bukan sebagai pelarian, tapi Ineke menyadari perasaan yang sesungguhnya, bahwa dia butuh seorang yang mencintainya

dengan tulus.

Ineke tidak mau selalu terjerat dengan cinta yang tak mungkin dia miliki. Pada akhirnya hatinya luluh oleh perjuangan tanpa menyerah dari Jack.

"Jujur ke gue!"

Alenka terdiam, dia tidak tahu gimana cara ngomongnya. Dia takut kejujurannya akan menyakiti Ineke. Dia tidak mau persahabatannya akan kembali retak, hanya karena seorang lelaki.

"Iya, gue cinta sama Gio." akhirnya setelah lama terdiam Alenka mengatakannya juga. Awalnya dia mau menyembunyikan sendiri, tapi Alenka berpikir sebaiknya dia mengaku sekarang, itu mungkin akan membuat Ineke marah, tapi Alenka akan segera minta maaf, pikirnya.

"Tapi gue janji gue bakal lupain dia kok, gue nggak bermaksud mau saingan sama lo, tapi gue nggak bisa bohongin perasaan gue sendiri. Meskipun begitu gue bakal hapus cinta gue kok, lo nggak usah khawatir, gue nggak akan tikung lo." Alenka dengan cepat melanjutkan ucapannya. Alenka tidak mau Ineke akan salah paham.

Melihat Alenka yang panik sendiri membuat Ineke tertawa terbahak. Alenka mengerutkan dahinya melihat Ineke yang tertawa. Semakin bingung, apalagi saat Ineke memeluknya.

"Kalau lo cinta sama dia, kenapa harus lo lupain dia? kenapa lo tolak cinta dia?" Alenka memicingkan matanya, darimana Ineke tahu kalau Alenka menolak Gio.

"Gio ngomong ke gue, kalau lo tolak dia karena lo nggak ingin gue terluka. Tahu nggak baru kali ini ketemu ama sahabat kayak lo, sahabat yang rela korbanin perasaan sendiri demi sahabat. Gue beruntung punya sahabat kayak lo." Ineke kembali memeluk Alenka dengan erat.

"Tapi gue bukan sahabat yang baik, gue nggak bisa kendaliin perasaan gue, nggak seharusnya gue jatuh cinta sama cowok yang disukai oleh sahabat gue." Alenka masih menyalahkan dirinya sendiri.

Ineke menatap Alenka lebih dalam lagi. "Cinta itu tak bisa dipaksa, cinta juga tak bisa dipilih, saat cinta itu ada di hati, tak seorang pun bisa menolaknya. Seperti juga lo, lo juga manusia wajar kalau lo jatuh cinta-"

"Tapi bukan sama cowok yang disukai sahabatnya sendiri." Alenka berkata dengan cepat.

"Al, gue emang suka sama Gio tapi itu dulu, sekarang gue udah punya pujaan hati gue sendiri, dan lo jangan korbanin perasaan lo. Kasihan Gio yang merasa semua itu tidaklah adil." ucap Ineke meyakinkan Alenka untuk menerima Gio.

"Lo dan Gio sama-sama saling mencintai, jangan hanya karena gue, lo korbanin perasaan lo. Sementara gue udah punya pacar lain sekarang."

"Maksud lo?" Alenka semakin nggak ngerti dengan ucapan Ineke.

"Gue ama Jack udah jadian tiga hati yang lalu, gue sadar kalau lelaki yang terbaik buat gue adalah dia." Ineke berkata dengan senang.

"Wiuh, selamat ya In!" Alenka memeluk Ineke dan turut berbahagia untuk Ineke.

"Kalau lo emang beneran suka sama Gio, lo terima dia jadi cowok lo. Jangan sampai lo nyesel saat dia ngejauhin lo." Alenka menganggukan kepalanya. Dia sangat bahagia akhirnya Ineke menemukan pacar yang lebih baik. Dan dia tidak lagi harus ngorbanin perasaannya sendiri.

Tok tok tok pintu kamar Alenka diketuk.

"Kenapa mbak?" seru Alenka bertanya tanpa membuka pintu. Akan tetapi tidak ada jawaban dari luar kamar, hanya kembali terdengar ketukan dari luar.

Alenka yang sedikit kesal akhirnya bangkit dari tempat tidur, dan membuka pintu kamarnya. Betapa terkejutnya dia melihat Ellena, Ciara, juga Refina berdiri di depan pintu kamarnya.

"Kalian?" Alenka tersenyum senang lalu menyuruh para sahabatnya masuk ke dalam kamar.

"Cepet banget sampainya?" tanya Ineke, kedatangan teman-temannya itu karena Ineke yang mengajak mereka. Dia memberi tahu yang lain kalau dia sedang di rumah Alenka. Lalu mereka pun dengan senang hati menyusul.

"Nggak nyangka gue kalau lo tajir banget." Refina tak kalah kaget seperti Ineke tadi.

"Tapi kenapa lo bergaya biasa aja ya?" Refina bertanya lagi.

"Terus gue harus teriak-teriak gitu,'hoe gue anak orang kaya lho' , gitu?" tanya Alenka geli dengan pertanyaan Refina.

"Ya nggak gitu juga sih." Refina cengar cengir.

"Ih si oneng," Ciara mendorong kepala Refina pelan sembari tertawa.

Sore itu mereka habiskan dengan bercanda dan saling curhat.

1
0606
aku pernah baca terusan nya.. tp lupa judul nya kak, bisa bantu kasih tau judul lanjutan nya kak.. /Pray/
Ezra Sumadi
Biasa
Ezra Sumadi
Buruk
Jazy jazys
buagus foll
Jazy jazys
ikut seneng yaa..
Jazy jazys
cieeee....ulu ulu uluy
Jazy jazys
sumpaaah..tak kirain mereka ngelakuin itu..
Jazy jazys
ih rama serem banget.
aku klo ada cwok kyk gitu, chat, ato nyamperin bakal aku tolak, terus pergi.
najiiss...
Jazy jazys
duhh..iri ak
Jazy jazys
wkwkwk..gio km jangan mikirin enaknya tok klo nikah, ak tiap hr sebagai ank hmpr tiap hr denger pertengkaran ortuku..blm lg km sm alenka emosinya msh susah terkontrol
Jazy jazys
naaaahh...gitu doongg....jadi ikut bahagia aku...hiks
Jazy jazys
cieee...ayou bersatuuu...nti tinggal dilamar
Jazy jazys
MANTAAPPP...RASAIN TUH SIL KERBAUSISIL
Jazy jazys
banjiiirr....aku gk bisa nahann...hiks/Sob/
Jazy jazys
ak gk kebayang diposisi alenka, baca aja rasanya kyk dicekik
Jazy jazys
GBLK ANJR LU SIL, TEGA LO
Jazy jazys
gue baca ini sampe nangis tau gak
Jazy jazys
ya ammpuun...hiks...dasar Rosita cewek brengseek...
Jazy jazys
Romantis amat siiii...baper aku
Jazy jazys
indahnya kedua pasangan iniii..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!