NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pendekar Pedang

Kisah Cinta Pendekar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:228
Nilai: 5
Nama Author: Firdaus Rangkuti

Sebuah kerajaan terbesar punya misi menangkap semua petarung liar untuk kedamaian. Namun semua perguruan seni bertarung pedang menolaknya. Karena mereka tahu kalau kerajaan ingin mengatur masyarakat dengan menguasai sumber daya.

Sepasang pendekar pedang ini menjadi penyelamat untuk melawan sebuah kerajaan besar. Mereka melakukan perjalanan bersama untuk mengumpulkan rahasia teknik pedang tersembunyi dan dua pedang Sakti.

Pedang Zen Xi di Desa Win, lalu pedang Zoi Chu di Desa Hon. Namun mereka harus melewati rintangan dan tempat untuk bisa sampai di tujuan. Lalu mereka kembali untuk mengalahkan Kerajaan Sinpor.

Setelah masalah Kerajaan Sinpor selesai, kisah cinta mereka berdua sempat mendapatkan penolakan dari orang tua perempuan, karena perbedaan kelas sosial. Namun mereka berdua punya cara agar mereka berdua bisa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firdaus Rangkuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pedang Terkuat

Setelah mereka berlari melewati lorong, mereka mematikan lampu obor yang menerangi lorong. Lalu mereka menemukan sebuah pintu di ujung lorong. Pintu kayu itu di jaga oleh 2 orang petarung berdiri di depan mereka berdua. Mereka berdiri di ke gelapan mencari cara untuk mengalahkan mereka berdua yang terus berdiri tanpa berjalan. Lalu Jinsin melempar dua pisau ke arah mereka berdua.

"Ting. Ting." Mereka menangkis pisau itu dan sadar mereka di serang. Lalu mereka mengeluarkan pedang menuju ke tempat berdiri Rio dan Jinsin di kegelapan.

"Kita ketahuan Rio, bagaimana ini?" tanya Jinsin. Rio mengeluarkan pedang lalu berlari di tembok kiri melewati mereka berdua dengan cepat.

"Hei!" seorang petarung gagal menebas Rio, lalu mereka berdua saling adu pedang dengan Rio. Lalu Jinsin menebas Mereka berdua dari belakang. Dua petarung berhasil di lumpuhkan oleh Jinsin dan Rio.

"Rio, pintunya di kunci bagaimana ini?" tanya Jinsin.

"Tenang akan ku buka, kau perhatikan ini ya?" ucap Rio bersiap di depan pintu kayu. Rio menutup mata dan bernapas dengan perlahan. Lalu membuka mata kembali melihat pintu kayu. Dia mengarahkan pedang ke pintu kayu dengan tatapan tajam. Rio berlari lalu menusuk pedang itu sampai ke ujung gagang.

"Aaaaah....."

Rio dan Jinsin mendengar suara teriakan seorang pria dari dalam dengan wajah kaget. Lalu Rio menarik pedang itu secara perlahan. Lalu pedang itu di selimuti oleh darah. Mereka berdua kaget dan saling melihat dengan perasaan bingung. Rio berdiri dan menebas pintu itu sebanyak 3 kali. Pintu kayu itu langsung terpotong dan membuat potongan pintu itu terjatuh ke lantai.

"Sudah terbuka, Rio." ucap Jinsin melihat ke dalam yang gelap. Rio mengambil obor api mengarahkan ke lantai pintu kayu. Dia melihat ada seorang pria telah terjatuh telungkup dengan darah bercucuran di sekitar lantai.

"Hahaha.." Jinsin tertawa kecil.

Rio masuk melewati jasad pria penjaga pintu dari dalam membawa obor api. Lalu mereka berjalan di dalam kegelapan di terangi oleh api obor yang Rio bawa. Mereka berdua sampai pada sebuah peti besar yang di sinari oleh lampu malam yang atap di atas peti tembus keluar.

"Jadi ini pedangnya?" tanya Jinsin.

"Benar." Rio berdiri melihat peti besar itu di lilit oleh rantai besi dan gembok besar yang di letak di atas batu setinggi perut Rio.

Jinsin mengambil obor dari tangan Rio dan membawa ke sebuah lemari. Dia melihat banyak gulungan tersusun rapi di rak tanpa pintu. Jinsin mengambil lalu memeriksa isi gulungan itu. Dia melihat ini adalah gulungan cara memakai pedang yang ada di dalam peti besar itu. Lalu dia memasukkan ke dalam tas. Lalu dia membaca gulungan selanjutnya.

"Ini adalah gulungan bela diri pedang." ucap Jinsin kaget membacanya dan memasukkan ke tas.

"Sring. Sring. Sring. Tik. Ting......." Rio menebas peti penuh rantai besi itu dengan pedang. Lalu menebas gembok besar itu. Semua rantai besi dan gembok itu terpotong dari peti. Lalu Rio mengemasi potongan rantai besi itu menjauhi dari peti.

"Ini dia." Rio membuka peti pedang itu dengan perlahan. Wajah Rio kaget saat dia melihat pedang itu besar dan berwarna putih. Lalu dia memakai pedang itu untuk di coba untuk menebas udara.

"Rio aku sudah mengumpulkan semuanya. Ayo pergi." ucap Jinsin membawa tas penuh gulungan.

"Baik, ayo." Rio melihat ke atas ada atap kaca tembus ke luar. Tidak lama puluhan penjaga bangunan itu berlari memasuki sebuah pintu masuk pedang sakti. Dia melihat pintu itu sudah di rusak dan ada penjaga sudah tewas.

"Ini, ada penyusup. Cepat masuk!" teriak seorang pimpinan penjaga.

"Rio, kita ketahuan?" tanya Jinsin. Rio lalu berkonsentrasi melempar tali dengan cagak gantungan ke atas. Lemparan pertama kaca itu tidak dapat di tembus. Lalu lemparan kedua juga tidak dapat di tembus. Sampai lemparan berikutnya para penjaga itu berhasil mengepung mereka berdiri di pojok ruangan simpan pedang terkuat.

"Ini kaca terbuat apa sih. Kok gak bisa di tembus ya?" ucap Rio kaget. Rio mengeluarkan pedang saktinya kepada para pasukan penjaga yang berjumlah puluhan orang.

"Rio, kau mau tahu kekuatan pedang itu?" tanya Jinsin berdiri melihat Rio berkuda-kuda menyerang.

"Apa! Hati-hati semua. Dia sudah membuka brankas desa!" teriak seorang pemimpin.

"Ayo maju kalian semua!" teriak Rio membentak mereka semua dengan tatapan tajam. Rio dengan cepat menebas satu per satu musuh tanpa di tangkis

"Ini pedang hebat juga, sangat ringan, dan berkualitas. Ada kekuatan yang mengalir di dalam diriku sebagai petarung." ucap Rio merasa kaget senyum melihat keunggulan pedang ini.

"Semuanya mundur!" teriak pemimpin menyuruh para petarung. Mereka yang terluka di angkat oleh rekan penjaga bangunan untuk di amankan di luar ruangan penyimpanan.

"Mereka pergi." Rio mengajak Jinsin untuk pergi melalui atap. Jinsin dan Rio terus berusaha memecahkan atap kaca pakai tali di lilit cagak gantungan. Lalu Rio melempar pedang kuat itu ke atas dengan di lempar.

"Sring." kaca itu pecah dengan baik, Jinsin melempar tali ke atas. Lalu setelah tali itu sudah tersangkut para penjaga itu datang lagi.

"Ooh kalian belum kapok!" seorang pemimpin menyerangnya lebih dulu. Pedang yang kuat itu mudah sekali di bawa bertarung dengan baik sampai mereka semua kesulitan mencari celah kepada Rio.

"Rio, hati-hati." teriak Jinsin sudah manjat tali yang sudah sampai ke atap.

"Sekarang, mau ku tunjukkan. Apa kemampuan pedang ini." ucap Rio bersiap menebas mereka semua.

"Semuanya, buat barisan melingkar untuk menangkis serangan pedang itu." teriak pemimpin masih membabi buta melakukan serangan bertahap kepada Rio dan rekannya.

"Siap." mereka semua langsung mundur, lalu berdiri menjauh dari Rio dengan posisi pedang bertahan.

Rio melakukan serangan memutar dengan mengayunkan pedang itu ke segala arah. Lalu pedang kuat itu mengeluarkan kekuatan angin yang dapat mencabik isi ruangan di sekitarnya. Para penjaga berhasil menangkis serangan besar itu dengan posisi pedang bertahan. Walaupun begitu mereka masih terkena dampak angin kencang yang dapat menerbangkan mereka memutar dan menjedutkan diri ke tembok ruangan sampai tidak sadarkan diri.

"Oh hebat sekali." Rio kekuatan pedang itu dengan wajah senang. Lalu Rio melihat sekeliling sudah berantakan dan mereka tergeletak tidak bergerak. Rio bergerak pergi meninggalkan ruangan penyimpanan dengan memanjat tali.

"Huuuft sampai juga." ucap Rio baru merengangkan tubuh di atap.

"Ayo kita lari." ucap Jinsin. Mereka berdua lari bersama melewati atap bangunan. Lalu mereka turun memakai tali yang di sangkutkan di tembok seperti saat sedang pertama kali naik ke atap. Lalu para penjaga mengejar mereka saat sedang turun dari atap.

"Rio, mereka kepung kita dari atap dan dari bawah?" tanya Jinsin melihat sekitar. Rio diam melihat jumlah penjaga yang mengepung di luar lebih banyak saat berada di dalam tadi. Bahkan mereka memakai topeng.

1
Firdaus Rangkuti
Selamat datang di karya saya berjudul Kisah cinta pendekar pedang. mohon di baca setiap bab atau episode ya. terima kasih.
fnrm
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!