NovelToon NovelToon
Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Cinta Kembali Saat Rambut Memutih

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Cinta Lansia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: husna_az

Ainun yang sudah berusia senja, harus mengurus Alif—cucunya—yang tingkat kenakalannya luar biasa. Beberapa kali dia dipanggil ke sekolah karena Alif membuat ulah. Meskipun begitu Ainun sangat menyayangi cucunya itu.

Hingga suatu hari datanglah murid baru dari kota yang ternyata cucu dari Malik, yang merupakan mantan kekasih Ainun. Perasaan tidak enak dan canggung pun membuat keduanya bingung harus bagaimana. Namun, tanpa disadari semua itu adalah awal dari cinta lama yang kembali hadir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"Alif dan Fajar kenapa belum balik juga, ya? Apa terjadi sesuatu sama mereka? Aku lihat dulu, ya?" ujar Ainun yang akan berdiri mencari cucunya.

Namun, Malik mencegahnya. Sejak tadi dia sudah memperkirakan apa yang sebenarnya terjadi. Semua ini tidak mungkin kebetulan. Meskipun Fajar dan Alif memperlihatkan ketidaksengajaan pertemuan ini, tapi jelas di mata Malik itu semua hanya kebohongan.

"Tidak usah, mereka baik-baik saja."

"Lalu kenapa mereka nggak balik-balik? Pasti terjadi sesuatu sama mereka."

"Kamu ini sudah tua, masih saja terlihat polos."

"Maksud kamu apa berkata seperti itu? Kamu menghina aku!" seru Ainun dengan kesal.

Ainun cemberut sambil memalingkan wajahnya dan itu membuat Malik terkekeh. Dia jadi mengingat kenangan masa lalunya, setiap Ainun kesal pasti tingkahnya sama seperti ini.

"Kamu ini sudah pernah muda, masa kamu nggak ngerti apa maksud mereka."

"Maksudnya?"

"Alif dan Fajar itu sengaja, mereka ngajakin kita ke sini untuk makan malam bersama. Mereka ingin menyatukan kita."

"Yang benar saja, kamu jangan bercanda! Alif itu bukan orang yang suka ikut campur dengan urusan orang lain. Kamu sok tahu."

"Aku pernah muda dan aku juga seorang laki-laki, sangat tahu bagaimana mereka beralasan di usia seperti mereka. Coba kamu kirim pesan ke cucumu, tanya dia ada di mana. Pasti Alif akan beralasan jika tadi tidak sengaja ketemu temannya terus diajak main."

Ainun ragu, khawatir jika apa yang dikatakan oleh Malik benar. Namun, jika dia tidak mengirim pesan maka dirinya tidak akan pernah tahu di mana cucunya saat ini berada. Tidak lama pesan yang dikirim Ainun pun mendapatkan balasan. Seperti yang dikatakan oleh Malik, ternyata jawabannya Alif pun sama.

Pemuda itu tidak sengaja bertemu dengan temannya di belakang dan diajak pergi untuk main. Bagaimana bisa perkiraan Malik begitu tepat. Apakah benar cucunya yang merencanakan semua ini agar dirinya bisa bersama dengan Malik, tapi kenapa tiba-tiba Alif setuju? Bukankah sebelumnya sudah pernah ada yang dekat dengannya, tapi saat itu Alif menantangnya.

Apa yang spesial dalam diri Malik, hingga membuat Alif setuju begitu saja. Apakah mungkin pria di sampingnya ini mengancam Alif, tapi Malik bukanlah orang yang seperti itu. Apa mungkin cucunya diiming-imingi sesuatu. Bukankah pemuda itu paling mudah dirayu jika sesuatu yang menjadi kesukaannya dipenuhi.

"Bagaimana? Apa jawaban Alif?" tanya Malik untuk memastikan perkiraannya.

"Dia pergi sama temannya," jawab Ainun pelan.

"Tuh 'kan benar kataku. Aku itu sangat tahu apa yang anak laki-laki pikirkan."

"Kalau Fajar sendiri bagaimana? Dia kirim pesan sama kamu?"

"Tidak, tapi aku sudah memprediksinya."

"Memprediksinya? Kamu tahu mengenai rencana ini dari awal?"

"Tidak sepenuhnya tahu. Saat sampai di sini barulah aku mengerti. Tadi aku sempat curiga, kenapa tiba-tiba Fajar ngajakin aku makan di luar. Biasanya yang ngajakin makan di luar itu aku sendiri atau Laila supaya rame-rame gitu, tapi tadi tiba-tiba Fajar kirim pesan, katanya mau makan mau berdua saja. Kan aneh dan saat tadi sampai di sini barulah aku sadar ternyata dia dan Alif merencanakan semua ini."

"Tapi Fajar dan Alif 'kan musuhan. Mereka bahkan sering bertengkar. Aku saja sering dipanggil guru BK gara-gara mereka."

"Justru itu, seharusnya sekarang kamu senang, itu artinya mulai sekarang kamu tidak perlu lagi dipanggil guru BK karena Fajar dan Alif sudah berbaikan. Mereka punya misi yang sama, yaitu menyatukan kita," ucap Malik dengan tersenyum, sementara memutar bola matanya malas.

Rasa percaya diri Malik semakin hari semakin besar, seperti anak muda saja yang dipuji sedikit langsung besar kepala. Malik berusaha untuk berbincang santai dengan Ainun agar bisa menumbuhkan perasaan mereka sedikit demi sedikit.

***

Fajar memasuki rumah dengan lesu, teringat perdebatannya dengan Alif yang selalu saja membuatnya ingin marah. Kalau bukan demi Malik, tentu dia tidak akan mau bergaul dengan musuhnya itu. Kenapa juga mantannya Malik harus omanya Alif, kenapa tidak wanita lain saja. Sungguh membuatnya kesel dan ingin marah saja.

Laila dan Harun yang kebetulan berada di ruang keluarga pun bisa melihat kedatangan cucunya. Wanita itu pun segera bertanya, "Fajar, kamu sudah pulang? Malik tumben tidak mampir?"

Fajar menghentikan langkahnya dan menjawab dengan pelan. "Aku nggak pulang sama Opa Malik."

"Terus kamu pulang sama siapa?"

"Tadi diantar teman, nggak sengaja ketemu di restoran."

"Oh begitu, ya sudah, kamu istirahat sana! Tumben kamu dan Malik jam segini sudah pulang, biasanya larut malam."

"Lagi malas, Oma," jawab Fajar singkat yang kemudian segera pergi menuju kamarnya.

"Anak itu kenapa terlihat tidak bersemangat, ya, Pa?" tanya Laila pada sang suami. Namun, pandangannya masih tertuju pada punggung cucunya.

"Mana aku tahu, Ma. Kenapa tidak kamu tanyakan padanya tadi?"

"Dia sepertinya ingin cepat-cepat pergi. Sebaiknya kamu kirim pesan ke Malik dan tanyakan apa yang terjadi, sampai-sampai Fajar pulang dengan kesal begitu. Biasanya kalau pergi sama Malik selalu pulang senang dan bahagia."

Harun pun mengangguk. Dia mencoba untuk menghubungi temannya. Namun, tidak diangkat. Saat Harun akan melakukan panggilan kembali, tiba-tiba saja sahabatnya itu mengirimkan sebuah foto. Harun pun segera mengunduh dan melihatnya.

Dia begitu terkejut saat melihat gambar Ainun dari samping. Meskipun wajahnya sudah terlihat tua. Namun, Harun masih sangat inget wajah wanita itu yang merupakan teman dari istrinya. Apalagi kemarin istrinya juga sempat memperlihatkan fotonya bersama Ainun.

"Ma, coba lihat! Bukannya ini Ainun?" tanya Harun sambil memperlihatkan layar ponselnya.

Laila pun melihat dan mengiyakannya. "Iya, Pa. Ini memang Ainun. Siapa yang mengirimi kamu foto ini?"

"Malik. Dia baru saja mengirim foto ini. Tadinya aku mau menghubunginya, tapi tidak diangkat dan tiba-tiba saja dia mengirim gambar Ainun ini."

"Apa jangan-jangan mereka sekarang sedang bersama, ya?"

"Bisa jadi begitu. Mungkin tadi Fajar kesal karena Malik tidak mau mengantarnya malah mendekati Ainun."

"Bisa juga, Pa. Coba Papa hubungi Malik, apa dia benar-benar bersama dengan Ainun atau cuma gambar saja."

"Mana mungkin dia mau mengangkat panggilanku kalau sedang bersama dengan Ainun. Tadi sudah aku coba dan tidak diangkat, dia malah mengirimiku foto ini."

Laila mengangguk dan berkata, "Iya juga, terus bagaimana dong? Mama penasaran sekali kenapa Malik bisa bersama dengan Ainun."

"Kita coba tanya Fajar saja, barangkali dia tahu. Dia 'kan tadi perginya sama Malik."

"Benar, Pa. Ayo kita ke kamar Fajar dan tanyakan pada anak itu."

Harun dan Laila sama-sama pergi ke kamar Fajar. Keduanya akan mengorek informasi pada cucunya, bagaimana bisa Malik dan Laila pergi bersama malam ini.

"Fajar, buka pintunya! Oma dan Opa mau bicara sebentar!" teriak Ainun sambil mengetuk pintu dengan keras karena sudah tidak sabar.

Pintu terbuka, tampak Fajar baru selesai mandi. Pemuda itu bahkan belum memakai baju, hanya memakai handuk saja.

1
Love You Z♥️
aku ngak puas bacanya,,, padahal novelnya baguuussss,,, ngak melulu percintaan anak muda remaja atau dewasa,,, tapi dicerita yang mengisahkan lansia lansia iniiii menunjukkan setia itu mahaaalll
Husna_az: terimakasih atas ulasannya kak🙏
total 1 replies
Love You Z♥️
uploadlaahhh 2 bab sehari thooooorrrr,,,
Love You Z♥️
semangat teruuussss othooooooorrrrrr,,,
ceritanya baguuuuss,,, aluuuurrrnnnyyaaa aku suka bangeeettttt,,,,, 😍😍😍😍
gaby
Seru thor, sangat jarang ada novel kisah cinta paruh baya, bahkan bila adapun biasanya mereka baru pny anak, bukan cucu yg dah remaja. Btw dr awal bab ga di sebutin brp usia mereka, biar kt bisa berhalu ria
gaby
Seru, kisah cinta pasangan paruh baya👍👍
gaby
Penyakit anak jaman skrg gitu, ga menghargai orangtua. Dulu ketika mereka msh anak2, kita para orang tua yg repot mwngasuhnya. Giliran anak2 dah dewasa & berumahtangga, kita jg yg harus jd babu ngurus cucu. Harusnya menikmati sisa usia dgn pikiran tenang, ini malah di bebani jg babu sitter. Kalo pasutri sama2 kerja, alangkah baiknya sewa pembantu buat ngasuh anak, tp tetep nenek atau kakeknya bantu pantau doang.
Love You Z♥️
sering sering up yaaa thooorrr
novelnya baguuuuss,,,, alur ceritanya juga bagussss,, aku suka😍
Husna_az: insyaallah diusahakan ya kak
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Nurgusnawati Nunung
semoga berhasil usaha kalian.. Fajar, Alif
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor..
Nurgusnawati Nunung
Alif . bisa juga ngerayu oma.
Nurgusnawati Nunung
Fajar anak yang baik. masih memikirkan opa Malik..
Nurgusnawati Nunung
Aduh.. opa Malik suka nge ghibah juga yaa. 🤣
Endang Sulistia
pret...manisnya mulutmu lif..
Endang Sulistia
lanjut thor...
Endang Sulistia
betul tuh lif..👍
Endang Sulistia
cocok Alif Ama fajar jadi saudara
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Endang Sulistia
🤣🤣🤣🤣
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!