NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Berlatih Untuk Shu Hua

"Oh ya, Shu Hua! Kamu bilang kepadaku, sekarang kamu dan Li Hua tinggal di mana? Apa kalian sudah mendapatkan tempat yang aman? Jika kalian butuh bantuan, aku akan membantu mencarikan tempat aman untuk kalian berdua," ujar Xiao Yan.

Shu Hua sangat menghargai niat baik Xiao Yan yang ingin memberikan bantuan kepada dirinya dan Li Hua, tetapi untuk saat ini Shu Hua sudah merasa aman bersama dengan Guru Bai Yun. Karena itulah Shu Hua menolak kebaikan Xiao Yan. Terlebih lagi, Shu Hua tidak ingin jika kebaikan Xiao Yan kepadanya diketahui oleh Ratu Shen Wanqing. Karena jika sampai dia mengetahui itu, dia mungkin akan menggunakannya untuk kembali mencelakai Xiao Yan.

"Tidak perlu repot-repot. Aku baik-baik saja dan aku juga berhasil mendapatkan tempat paling aman untuk berlindung. Dan seharusnya aku dan Kak Li Hua ke tempat itu sejak awal. Kami berdua bodoh karena lebih memilih bersembunyi di hutan itu. Jika saja kami tidak bersembunyi... mungkin semua hal buruk yang terjadi sekarang tidak akan pernah terjadi." Shu Hua menghela napas dalam.

Dan beberapa saat, hening tiba-tiba menggantung di udara dan di tengah itu tiba-tiba Shu Hua mendengar suara Mei yang memanggil dirinya.

"Xiao Yan, sepertinya aku harus pergi sekarang." Shu Hua ingin pergi saat mendengar suara Mei, tetapi Xiao Yan menghentikan Shu Hua.

"Shu Hua tunggu!"

"Ada apa?"

"Apakah kita tidak bisa bertemu lagi setelah ini?"

Shu Hua terdiam beberapa saat.

"Kamu ingin terus bertemu denganku?" tanya Shu Hua setelah berpikir beberapa saat.

"Kalau aku jawab, iya... apa kamu mau terus menemuiku?" tanya Xiao Yan.

"Jika memang itu yang kamu inginkan... baiklah. Kita bisa bertemu di tempat ini mulai sekarang," ucap Shu Hua.

"Benarkah?" Xiao Yan terlihat sangat senang saat Shu Hua mengatakan hal itu.

"Iya, tentu. Kalau begitu aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi lain waktu!" Setelah berpamitan dengan Xiao Yan, Shu Hua langsung berlari kembali kepada Mei yang wajahnya tampak kesal karena lelah terus memanggil nama Shu Hua.

"Kak Shu Hua dari mana saja? Aku lelah terus memanggil nama Kak Shu Hua!" ujar Mei.

"Aku hanya berjalan-jalan di sekitar di sini. Dan lagipula siapa yang suruh kamu terus berteriak memanggil namaku? Harusnya cukup satu kali saja! Aku ini tidak tuli!" seru Shu Hua; dan kini dia terlihat lebih galak daripada Mei. Padahal harusnya Mei lah yang marah.

Namun karena Mei tidak berani kepada Shu Hua, Mei hanya bisa diam tanpa berani melawan lagi.

→→→

Kembali ke gubuk Guru Bai Yun: Di tempat itu, sekarang terlihat orang baru yang wajahnya tidak Shu Hua kenali, namun tampaknya dia akrab dengan Kakak Shu Hua, yaitu Li Hua.

"Kak, siapa ini?" Shu Hua melempar kayu bakar yang dikumpulkan Mei, kemudian duduk di samping Li Hua sambil menatap pria tak dikenal itu dengan tatapan tajam.

"Shu Hua, kamu sudah datang?" Li Hua menyambut kedatangan Shu Hua dengan senyuman di wajahnya.

"Oh, jadi kamu Shu Hua? Aku sudah mendengar banyak hal tentang kamu dari Li Hua. Dan perkenalkan, namaku Yu Xuan, aku cucu Guru Bai Yun, dan untuk ke depannya aku akan menjadi teman kamu untuk berlatih bela diri."

"Kakak tidak mengatakan hal aneh-aneh tentang aku 'kan?" tanya Shu Hua kepada Li Hua.

"Tidak. Kakak hanya mengatakan fakta-fakta saja tentang kamu. Misalnya fakta kalau itu sulit buat mengendalikan emosi kamu, dan informasi itu bagus untuk Yu Xuan. Jadi untuk ke depannya dia bisa lebih berhati-hati saat bersama dengan kamu," ucap Li Hua.

Shu Hua menghela napas dalam.

"Jadi, kapan kita akan mulai berlatih? Bisakah kita melakukannya sekarang saja?" Shu Hua tampak sangat bersemangat, tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk mengasah kemampuannya.

Yu Xuan tersenyum. Dia tampak senang karena mengetahui jika Shu Hua bukan tipe orang yang malas untuk berlatih disaat dia tahu bahwa dirinya punya kemampuan luar biasa.

"Tentu saja kita bisa melakukannya sekarang." Yu Xuan bangun. "Ayo ikut aku. Aku akan membantu kamu untuk mengendalikan energimu."

→→→

Yu Xuan membawa Shu Hua ke tempat latihan di mana sebelum Guru Bai Yun telah mempersiapkan tempat itu saat Shu Hua dan Mei pergi.

"Di sini kita bisa berlatih dengan tenang tanpa gangguan. Dan sekarang, cobalah serang aku dengan tangan kosong!" Yu Xuan memberi perintah kepada Shu Hua untuk menyerangnya.

Shu Hua mengerutkan keningnya.

"Kamu yakin?" tanya Shu Hua.

"Iya, yakin sekali. Jika kamu berhasil menyentuhku, aku akan lakukan kabulkan satu permintaanmu!" ucap Yu Xuan.

Mendengar perkataan Yu Xuan, Shu Hua langsung merasa tertantang. Dan tanpa aba-aba, dengan menggunakan gerakan yang acak, Shu Hua menyerang Yu Xuan dengan membabi buta.

Shu Hua hanya terus mendorong kepalan tinjunya tanpa tahu bagaimana harus mengontrol arah dan posisinya. Dan Yu Xuan yang berpengalaman menyadari akan hal itu; saat masih berusaha menghindari pukulan acak Shu Hua, Yu Xuan memberikan banyak masukan kepada Shu Hua.

"Kamu sudah punya cukup tenaga dan kekuatan, tapi sepertinya kamu belum bisa mengendalikan semua itu. Dan dengan kondisi kamu yang seperti ini, kamu tidak akan pernah bisa berhasil menyentuhku!" ucap Yu Xuan, menangkis tangan Shu Hua tanpa menyentuhnya langsung.

Saat itu Shu Hua tampak sangat takjub melihat hal luar biasa itu. Dengan tangan kosong, Yu Xuan berhasil menahan tangan Shu Hua, dan saat itu rasanya tangan Shu Hua telah menyentuh sesuatu, tetapi nyatanya tangan Shu Hua hanya menyentuh udara.

"Luar biasa!" Sangat kagum, Shu Hua dengan refleks langsung bertepuk tangan.

"Bagaimana bisa kamu melakukan hal seperti itu? Itu benar-benar luar biasa!" Shu Hua terus memuji Yu Xuan, bahkan memberikan Yu Xuan dua acungan jari jempol.

Dan saat mendapat pujian berlebih dari Shu Hua, Yu Xuan kehilangan fokusnya sampai tidak sadar jika Shu Hua menggunakan kesempatan itu untuk melayangkan tinju ke arah wajah Yu Xuan; dan akhirnya Shu Hua adalah pemenangnya!

"Waahh! Aku berhasil! Aku menang!" teriak Shu Hua kegirangan karena berhasil menyerang Yu Xuan. Tidak peduli jika cara yang ia gunakan curang, Shu Hua tetap merasa senang. Senyuman di wajahnya begitu cerah sampai-sampai Yu Xuan yang mendapatkan pukulan pun hanya bisa ikut tersenyum dan tertawa bersama dengan Shu Hua.

Dan di tengah kesenangan itu, tiba-tiba saja Shu Hua berteriak dengan suara yang cukup. Suara cukup keras untuk membuat Yu Xuan terkena serangan jantung.

"Waaaa!" Shu Hua berteriak, mengambil beberapa langkah mundur sambil menujuk Yu Xuan.

-Bersambung-

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!