Di dunia yang dikendalikan oleh data, kekuasaan bukan lagi milik mereka yang duduk di kursi tertinggi—melainkan milik mereka yang menguasai sistem. Dan di puncak bayangan itu, ada satu nama yang tak pernah benar-benar ada… namun ditakuti semua orang.
Veyra Noctis.
Tak ada wajah, tak ada identitas pasti. Hanya jejak digital yang dingin dan presisi. Ia bukan sekadar hacker—ia adalah arsitek kehancuran. Ambisinya bukan uang, bukan ketenaran… melainkan kendali penuh atas dunia yang pernah merenggut segalanya darinya.
Dulu, Veyra hanyalah seseorang yang percaya pada keadilan. Sampai satu pengkhianatan menghancurkan hidupnya, menghapus keluarganya, dan membuatnya menghilang dari dunia nyata. Namun dari kehancuran itu, lahirlah sosok baru—lebih dingin, lebih cerdas, dan tanpa ampun.
Kini, dengan satu klik dari ujung jarinya, ia bisa menghancurkan reputasi, meruntuhkan kerajaan bisnis, bahkan menghapus keberadaan seseorang dari dunia digital…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Server Terakhir yang Tidak Seharusnya Bangkit
Suara ledakan tadi masih menggema di seluruh kota.
Asap hitam membumbung tinggi dari kejauhan, tepat di tempat menara misterius itu muncul dari bawah tanah.
Cahaya merah gelap menyala dari sela-sela bangunannya seperti denyut jantung yang baru bangun dari tidur panjang.
Dan anehnya—
semua orang langsung merasakan hal yang sama.
Bahaya.
—
Angin malam berubah dingin.
Bukan dingin biasa.
Melainkan dingin yang terasa sampai ke tulang.
Seolah sesuatu yang salah baru saja dibangunkan.
—
Selene langsung mengumpat pelan.
“Harusnya server itu udah dihancurin bertahun-tahun lalu…”
Lyra menoleh cepat.
“Server apa?”
Tatapan Selene tetap ke arah menara hitam.
“Server terakhir proyek Eclipse.”
Deg.
Nama itu langsung membuat wajah Veyra berubah.
Karena ia mengenalnya.
Bukan lewat dokumen.
Bukan lewat cerita.
Melainkan lewat mimpi buruk.
—
Potongan-potongan ingatan mendadak muncul di kepalanya.
Ruangan putih.
Suara alarm.
Anak-anak menangis.
Dan satu pintu hitam besar dengan simbol merah di tengahnya.
ECLIPSE CORE.
—
“Tidak mungkin…”
Napas Veyra sedikit goyah.
“Bukannya semua data proyek itu ikut hancur?”
“Harusnya iya.”
Selene menggigit bibir.
“Tapi ternyata ada orang yang nyimpen backup terakhir.”
Deg.
Dan hanya ada satu orang yang cukup gila untuk melakukan itu.
—
Dokter Arkan.
—
Di pusat komando yang sudah setengah hancur—
lampu darurat merah berkedip pelan.
Semua layar utama memang mati.
Namun di sudut ruangan—
satu monitor tua masih menyala.
Dan di depan monitor itu—
Arkan berdiri diam sambil menatap menara hitam yang muncul di layar.
—
Salah satu staf panik mendekat.
.“Pak… Anda yang mengaktifkan server cadangan?!”
Arkan tidak langsung menjawab.
Tatapannya kosong.
Lelah.
Namun di balik mata itu—
obsesinya belum mati.
—
“Kalau dunia menolak evolusi…”
Senyumnya perlahan muncul lagi.
“…maka dunia perlu dipaksa.”
Deg.
Staf itu langsung pucat.
“Pak… sistem utama sudah hancur! Kita nggak bisa mengendalikan server Eclipse!”
“Siapa bilang aku ingin mengendalikannya?”
Sunyi.
Dan kalimat itu jauh lebih menakutkan daripada teriakan mana pun.
—
Kembali ke kota—
tanah mulai bergetar pelan.
Menara hitam itu terus naik perlahan dari bawah tanah seperti monster raksasa yang bangkit dari kubur.
Semakin tinggi.
Semakin besar.
Dan semakin mengerikan.
—
Warga mulai panik lagi.
“Belum selesai?!”
“Kenapa masih ada lagi?!”
“Apa dunia benar-benar mau kiamat?!”
—
Namun Veyra justru berdiri diam.
Karena ia bisa merasakan sesuatu dari sana.
Sesuatu yang membuat seluruh tubuhnya menegang.
—
“...Ada orang di dalam.”
Lyra langsung menoleh.
“Maksudmu?”
Tatapan Veyra perlahan kosong.
“Bukan cuma server.”
Cahaya biru di matanya berkedip kecil.
“Ada subjek lain.”
Deg.
Selene langsung membelalak.
“Tidak…”
“Tapi energinya aneh…”
Napas Veyra sedikit berat.
“…kayak aku.”
Sunyi.
Dan itu cukup membuat semua orang merinding.
—
Kalau Veyra bukan satu-satunya…
maka berapa banyak eksperimen lain yang sebenarnya masih hidup?
—
BOOOOOOMMMM!
Tiba-tiba menara hitam itu memancarkan gelombang energi merah besar.
Semua lampu kota langsung mati lagi.
Dan layar-layar yang tadi sudah hancur—
menyala sendiri.
Namun kali ini—
bukan biru.
Merah gelap.
—
Sebuah tulisan muncul di seluruh layar dunia.
ECLIPSE SERVER ACTIVE
NEW HOST DETECTED
Deg.
Seluruh dunia langsung panik lagi.
Karena mereka baru saja selamat dari satu mimpi buruk…
dan sekarang mimpi buruk baru muncul.
—
Veyra menggenggam kepalanya pelan.
Suara-suara kecil mulai terdengar lagi.
Namun bukan suara jutaan manusia.
Melainkan—
satu suara.
Sangat dingin.
Sangat familiar.
“Jadi… kamu masih hidup.”
Mata Veyra langsung melebar.
Tidak mungkin.
Ia mengenal suara itu.
—
“...Noah?”
Lyra menatap bingung.
“Siapa Noah?”
Namun sebelum Veyra menjawab—
seluruh menara hitam mendadak terbuka di bagian tengahnya.
Dan dari dalam—
muncul sosok seseorang.
Melayang perlahan di udara.
—
Rambut putih pucat.
Mata merah menyala.
Tubuh dipenuhi retakan digital hitam.
Dan senyum kecil yang terasa salah.
—
Selene langsung membeku.
“Anjing…”
Lyra menelan ludah.
Karena dari jarak sejauh itu saja—
auranya sudah terasa mengerikan.
Jauh lebih dingin daripada Veyra saat kehilangan kendali dulu.
—
Pria muda itu perlahan membuka mata.
Tatapannya langsung mengunci Veyra.
.Dan ia tersenyum kecil.
Namun bukan senyum hangat.
Melainkan senyum seseorang yang sudah lama kehilangan sesuatu.
—
“Sudah lama, V-27.”
Deg.
Tubuh Veyra langsung menegang total.
Karena ia mengingatnya sekarang.
Noah.
Subjek eksperimen pertama yang berhasil sinkron penuh dengan sistem.
Dan juga—
orang pertama yang menghancurkan satu fasilitas penelitian sendirian.
—
Namun bedanya—
Noah tidak pernah kembali jadi manusia.
—
“Dia siapa sebenarnya…” bisik Lyra pelan.
Veyra menatap pria itu tanpa berkedip.
“Versi gagal dariku.”
Deg.
Dan Noah—
tertawa pelan mendengar itu.
—
“Gagal?”
Matanya merah terang di bawah langit gelap.
“Lucu.”
Tubuhnya perlahan turun lebih dekat.
“Aku justru satu-satunya yang berhasil memahami dunia.”
Udara langsung berubah berat.
Seluruh perangkat elektronik di sekitar mulai glitch lagi.
Dan berbeda dari energi Veyra—
energi Noah terasa kosong.
Dingin.
Tanpa emosi manusia sedikit pun.
—
“Dia udah nyatu total sama server Eclipse…” gumam Selene pelan.
Lyra langsung sadar kenapa semua orang tegang.
Noah bukan manusia yang menggunakan sistem.
Ia sendiri sudah menjadi sistem itu.
—
“Aku kira kamu mati,” kata Veyra dingin.
Noah tersenyum kecil.
“Aku juga kira begitu.”
Tatapannya perlahan naik ke langit malam.
“Tapi ternyata…”
Matanya kembali ke Veyra.
“…dunia belum selesai dihancurkan.”
Deg.
—
Tiba-tiba—
seluruh kota langsung gelap total.
Bukan karena listrik mati.
Melainkan karena cahaya di sekitar mereka seperti ditelan sesuatu.
Dan detik berikutnya—
jutaan bayangan hitam muncul di udara.
Orang-orang langsung berteriak panik.
Karena bayangan itu berbentuk manusia.
Namun wajah mereka kosong.
—
“Apa itu?!”
Selene langsung menarik pistolnya.
Namun Veyra tahu jawabannya.
Dan itu jauh lebih buruk.
—
“Itu…”
Napasnya perlahan berat.
“…salinan digital manusia.”
Deg.
Noah tersenyum makin lebar.
“Aku belajar banyak setelah kalian meninggalkanku di server itu.”
Bayangan-bayangan hitam mulai turun perlahan ke kota.
“Kalau manusia terlalu lemah buat berubah…”
Tatapannya dingin.
“…maka gantikan saja semuanya.”
BOOOOOOMMMM!
Seluruh langit langsung berubah merah gelap.
Dan untuk pertama kalinya sejak sistem utama dihancurkan—
Veyra merasa takut lagi.
Karena kali ini—
musuhnya bukan sistem.
Melainkan seseorang yang pernah bernasib sama dengannya… namun memilih jadi monster sepenuhnya.