Hai All, ini adalah karya keduaku.
Sesuai sama judul di atas kali ini aku akan membuat karya tentang dunia permantanan.
Willo, gadis pendiam dan terkesan cuek dan aromantis terkejut saat dia tau ternyata bos di tempatnya bekerja adalah Mantan "Pacarnya" yang super ngeselin.
Willo ingin menghindar dan resign dari tempatnya bekerja namun dirinya tak bisa lepas dari jeratan mantan.
So this is it , Willo story : Hi, Ex - Boyfriend ! 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SheisUgly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SECRET !
...Victoria aja yang secret. Jangan Kaisang pula ikutan jadi KAISANG SECRET !...
...🌾Willo🌾...
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Seperti dugaanku sebelumnya, mengorek keterangan dari Kai itu bagaikan peribahasa seperti mencincang air.
Cuma sia-sia saja, alih-alih dia akan menjawab pertanyaan tentang masa lalunya bersama Kenzie. Dia malah menyuruh aku pulang karena besok aku dan teman-teman IT yang lain akan bersiap untuk Proyek Kementrian dan itu akan menguras pikiran dan tenaga.
Tapi Kai bilang "Suatu saat lo pasti tau tentang Kenzie"
Dan setelah mengucapkan kalimat itu dia membanting pintu apartemen. Aku hanya menghela nafas pelan. Aku tak akan mendesak dia lagi.
Yang pasti aku masih penasaran ada apa dengan kisah cinta Kai - Kenzie yang layak di sejajarkan dengan kisah Taj Mahal di India.
Ini sudah 5 hari sejak kejadian itu. Dia sendiri sering tak ada di kantor, Pandu sudah pulang dari Mumbai.
Kita berkali-kali meeting sampai tak pulang larut malam gara-gara proyek ini.
Aku yang sudah janji pada keluargaku untuk pulang saat weekend pun jadi ingkar karena aku banyak pekerjaan. Tapi Mama sekarang melunak padaku dan sering menelpon untuk memberi perhatian.
Aku semakin semangat . Agaknya Mama sudah tau pekerjaanku dari Papa. Kalau Mama tak protes berarti tak ada masalah.
Senja ini aku masih duduk di cafe rooftop sendirian. Temanku semuanya sudah masuk kantor.
Aku hanya ingin menikmati pemandangan indah langit senja dan lampu kelap-kelip jalanan yang mulai macet di jam segini.
Seseorang duduk di hadapanku dan itu Pandu.
"Kamu suka ya pemandangannya???" Tanya Pandu yang memergoki aku memandang langit senja.
"Iya Pak, saya suka pemandangannya." Jawabku mengulum senyum
"Apa kamu capek tiap hari lembur..??" Pandu menatapku teduh.
"Jujur saja saya capek Pak. Tapi ketika usaha yang kita lakukan membuahkan hasil, rasa capek itu tidak ada" Aku menghela nafas pelan.
"Seminggu aku berada di Mumbai. Banyak perubahan yang terjadi.."
Perubahan?? Apa? Aku rasa tak ada perubahan apapun?? Kai masih tetap sama menyebalkannya.
"Perubahan apa yang bapak maksud??"
"Kai..." Jawab Pak Pandu kemudian dia juga menghela nafas sama sepertiku.
Apanya yang berubah dari Kai??
"Biasanya dia akan mulai mengurangi karyawan yang tidak produktif tapi setelah pemecatan team Jelita, Kai yang biasanya sangat konsisten dengan pekerjaannya jadi lemah..".
Pak Pandu kemudian meneguk Ice Coffe Latte kemasan botol yang dibawanya.
Mengherankan sih, memang Kai belum mengurangi pegawai yang lemot dan lamban.
Harusnya aku juga termasuk yang di pecat, karena aku lemah di kantor ini.
"Apa kau tau sesuatu tentang Kai??" Pak Pandu menanyakan hal yang mengarah ke urusan pribadi. Aku sejujurnya tak tau tentang Kai.
"Saya tak tau apa-apa Pak...." Jawabku dengan nada keraguan. Aku mungkin harus merahasiakan sesuatu dari Pandu.
Diapun tersenyum dengan jawabanku.
"Akhir-akhir ini aku sering melihat Kai memandangi foto perempuan. Dia cantik, dan dia menuliskan nama di secarik kertas."
Info dari Pak Pandu ini sepertinya menarik. Aku harus dengar kelanjutannya.
"Perempuan?? Mungkin Bos punya pacar" Aku berseloroh seakan tak tau apa-apa.
"Iya kalau tak salah namanya Kenzie. Apa kau mengenalnya?"
Senja ini cukup indah untuk kunikmati tapi nama yang di sebutkan Pak Pandu membuat senja ini berubah menjadi mendung.
"Kenzie?? Siapa dia Pak. Saya baru dengar" Aku tersenyum songong menanggapi perkataan Pandu.
"Aku penasaran dengan perempuan itu. Aku hanya penasaran saja, setau ku baik di Massachusetts atau di sini aku tak pernah tau jika Kai punya pacar."
Apa Kai sama sepertiku yang tidak bisa move on dari Kenzie?? Tapi Kenzie dimana?? Itu masih menjadi misteri.
"Willo.." Panggilannya membuyarkan lamunanku tentang masa lalu di antara kami.
"I---iya Pak." Aku tersenyum lebar.
"Apa kamu tau yang sebenarnya tentang Kenzie??" Pak Pandu bertanya serius menatap wajahku.
"Saya tidak mengenalnya Pak.."
"Jika kamu mau cerita, aku akan memberikan rahasiaku yang sangat berharga sama kamu"
Dia ini mengajakku transaksi atau gimana??
Aku tau tentang Kenzie dan Kai. Namun Kai saja tak ingin kehidupan pribadinya terungkap siapapun. Aku tak mau bilang, aku harus menjaga rahasia Kai. Biar Kai saja yang cerita sendiri ke Pak Pandu. Aku rasa ini bukan urusanku.
"Tapi saya memang tak tau apapun" Aku menggaruk tengkuk yang beneran gatal gara-gara introgasi Pandu.
Dia terbahak. Apanya yang lucu.
"Baiklah aku akan katakan rahasia padamu. Tidak apa-apa jika aku jadi yang kedua. Dari pada tanganku kotor"
Sekarang ganti aku yang tertawa. Bisa-bisanya dia membahas lagi tentang nomer satu dan dua. Tak ada rahasia besar aku rasa. Aku kira dia akan mengungkapkan hal pribadinya.
"Aku hanya penasaran tentang Kai. Aku ingin tau sih tapi Kai adalah orang yang tidak pernah menceritakan kehidupan pribadinya."
"Suatu saat juga Pak Pandu tau. Tinggal tunggu waktu saja..."
Kalimatku ini sebenarnya kutujukan untukku sendiri.
Aku sadar Pandu ingin tau karena Pandu merasa bukan partner di Flowchart tapi mereka lebih dari saudara kandung.
Seperti halnya aku yang juga gatal ingin segera mengetahui tentang Kenzie yang sekarang masih misteri.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Benar kata Kai jika aku harus sering olah raga agar tak selalu mengeluh capek , dan di hari minggu pagi ini aku sudah di area CAR FREE DAY untuk olahraga di sekitar Senayan.
Disini sangat ramai dan aku hanya sendirian kesini. Aku mulai memutari areal Jogging track di sana. Ini masih jam 6 pagi dan suasana masih sejuk.
Keringat telah membasahi dahiku dan aku semakin gesit berlari. Seorang pria memakai topi warna hitam mengiringi ku berlari.
"Ayo yang kenceng lagi, kayak siput lo !!"
Biasalah yang suka menghina begitu dari dulu siapa lagi kalau bukan Bang Kai !!
Aku hanya mencebikkan bibir. Aku istirahat di salah satu kursi di areal jogging track itu. Dia juga ikutan duduk di sebelahku.
Aku mengusap peluh dengan handuk. Seger banget.
"Gimana olah raga?? Enak kan???" Dia pun bersandar di kursi itu dengan kaki menyilang.
"Lumayan... Lu tau gue ada disini???"
Kan aku heran kayaknya dia ada dimana-mana.
"Setiap sabtu gue olah raga di sini. Lu aja yang gak tau. Lo baru pertama kali kesini ya?? Ketauan kan lo males." Dia pun mengejekku. Aku menanggapinya datar.
"Bang tumben lo nggak mecat karyawan lagi??"
"Gue masih baik hati karena gue masih butuh kalian buat proyek gue. Gimana Pandu bisa handle kan???"
"Lebih baik Pandu sih daripada Lo" Aku tak ingin kehilangan kesempatan untuk mengoloknya juga.
Dia pun membuka sepatunya dan membiarkan kakinya terbuka.
"Lo kemana aja enggak ke kantor??" Aku penasaran apalagi setelah aku dengar dari Pandu kalau dia liatin foto Kenzie.
"Lo kangen ama gue??" Bisa nggak sih nuduhnya enggak sembarangan.
"Ya enggak, lo aneh aja" Aku mengalungkan handuk di leher.
"Sini Hp lo gue pinjem" Kai mengulurkan tangannya untuk meminjam ponsel.
"Buat apa??" Aku waspada, di hp ku kan banyak banget foto dia yang aku simpan.
"Cuma minjem doang. Gue mau nelpon orang. Lupa enggak bawa hp"
"Bener ya jangan macem-macem ma hp gue !!"
"Sini..."
Antara takut , enggak ikhlas juga aku meminjamkan ponselku ke Kai.
Dia langsung menekan panel dial dan menelpon seseorang.
"Hallo Bu, saya Kai..." Dia mulai berbicara.
"Iya, saya minjem hape nya Willo Bu." Sebenarnya siapa sih yang dia telpon??? Bodo amat lah, paling Ibunya atau tetangganya.
"Saya Bosnya Willo di kantor Bu, saya ijin Willo hari ini enggak pulang ke kosan karena lembur. Tolong Kamar Kos Willo ibu kunci ya?? Oh iya nama saya Kaisang Bu."
Aku membelalakkan mata, dia nelpon ibu kosku??
Ku sambar ponselku dengan kasar dari tangannya.
"Lo nelpon ibu kos gue??" Tanyaku dengan mata mendelik melihat wajahnya yang tanpa dosa.
Dia mengangguk.
"Ayo ikut gue. Kita ketemu klien" Kai memakai sepatunya lagi dan kemudian berdiri. Aku masih keheranan. Kenapa dia sabtu ketemu klien??
Selain dia ini mantan yang nyebelin, dia juga bos yang suka menjajah hari libur pegawainya !!!
Terpaksa lah gue ikut. Soal outfit ku yang masih pakai training dan kaos oblong di tambah keringetan, masa bodoh !!!
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
tadi diawal juga ada. situasinya lagi tegang/kaget tp tiba tiba ada kata tergelak.
sejauh ini sukaa😍 semangat kakk